Ariana merasakan bahwa dirinya tengah dalam bahaya,keluarga nya yang dibantai namun sang ayah tidak ditemukan,lalu ariana bertemu dengan 3 pria tampan Siapakah mereka? baca kisahnya ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sansan ryn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan
Disuatu desa terpencil hiduplah seorang wanita yang sederhana bernama Ariana Raspberry.Dia adalah anak tumbuh dari keluarga yang serba kekurangan.
Ariana tinggal bersama dengan kedua orangtuanya dan satu adik laki lakinya bernama Deo.Walaupun sederhana tapi tempat yang ditinggalinya menyimpan banyak sekali kebahagiaan.
Ariana kala itu berumur 7 tahun dan adiknya deo berumur 5 tahun.Keduanya kini tengah bermain di ladang dengan domba domba kecil.
"Kakak aku mau pegang dombanya."
Deo berjalan menghampiri kakaknya yang tengah memberi makan rumput,ariana mengelus lembut kepala deo.
"Jangan dulu ya dek,dombanya lagi makan nanti jika kakak sudah selesai kamu boleh bermain bersama domba domba kecil ini."
Deo tersenyum sumringah dan memeluk kakaknya.Kedua orang tua ariana bahagia melihat kedua anaknya hidup rukun bersama.
Matahari mulai naik,ariana dan ayah nya mulai memasukan ternak mereka kedalam kandang.
"Ayah apa nanti jika aku tumbuh besar aku masih bisa bermain dengan domba domba ini?"
"Jika kamu besar ayah berharap masa depanmu lebih baik nak,ayah ingin kamu hidup dengan layak."
"Layak itu apa ayah?"
"Jika sudah dewasa nanti kamu akan tahu,sekarang mandi dan makanlah ayah nanti segera menyusul."
"Hmm baik ayah,ariana pergi dulu dah ayah."
Disepanjang perjalanan pulang kerumah ariana berlari kecil selayaknya anak seusianya.Dia bersenandung ria dan tersenyum kepada seluruh warga desa yang dia temui.
Saat ariana tiba di pekarangan rumah nya,ada seekor burung cantik berwarna biru singgah di pagar rumahnya.
Mata ariana takjub melihat keindahan warna burung itu,ia tampak mengelus lembut burung biru tersebut.Tanpa dia sadari ada sepasang mata yang mengawasinya dari jauh.
"Lucu banget kamu,pasti kamu tersesat ya burung, dimana rumah kamu ya."
Seorang anak laki laki menghampiri ariana,dia seperti anak orang kaya,pakaian,rambut,sepatu semua terlihat bersinar menurut ariana.
"Siapa kamu?" tanya ariana,ariana mulai mundur perlahan dan hendak masuk kedalam rumahnya.
Anak laki laki berambut merah menyala itu menatap ariana tajam dan membawa burung itu pergi bersamanya.
"Mau dibawa kemana burung itu,hey tunggu!"
Ariana berlari mengejar anak laki laki itu,namun ariana tidak dapat mengejar nya.
Ariana terjatuh lutut nya berdarah,dia menangis dan tangisan itu di dengar oleh anak tadi.
Ariana masih mengelus lututnya yang sakit lalu dia melihat ada sosok yang sedang berlutut dihadapan nya.
Ariana mulai memperlihatkan rasa takutnya,namun anak itu berusaha meyakinkan bahwa dirinya bukan orang jahat.
"Kamu mau ngobatin aku?"
Bukannya menjawab ariana anak itu mengeluarkan sapu tangan yang ada di sakunya dan membersihkan luka pada lutut ariana.
"Terimakasih udah tolong ariana kak merah"
Anak itu begitu dingin dan tidak banyak bicara setelah melakukan pengobatan pada ariana,dia berlari dan menaiki mobil Lamborghini hitam.
Setelah anak laki laki tadi pergi,tidak lama sang ayah datang dan panik melihat anaknya yang terduduk di tanah sendirian.
"Ariana bagaimana bisa kamu terjatuh nak?"
Ayahnya panik dia memberikan sebotol air minum dan ariana segera meminumnya.
"Ariana tidak apa apa ayah,hanya jatuh ini tidak sakit ko"
"Tidak sakit tapi itu berdarah ariana"
"Tadi ada kakak baik yang ngobatin ariana yah,ayah jangan khawatir ayo kita pulang.
Di gendong nya ariana oleh sang ayah,sejak saat itu ariana tidak bertemu lagi dengan anak laki laki si rambut merah.
Ariana ingin menceritakan semuanya pada kedua orang tuanya,tapi ketakutan ibunya terhadap orang asing bisa membuat kumat sakitnya.
Hari hari berlalu seperti biasa ariana menjalani rutinitas nya diladang dan di perkebunan sang ayah.
"Ayah sudah melarang kamu untuk dirumah saja kenapa kamu malah ikut."
"Ariana suka membantu ayah,memangnya gak boleh ya bantuin ayah?"
"Tentu saja boleh,jika capek kamu istirahat ya nak"
"Baik ayah."
Saat ariana dan ayahnya menanam padi di sawah,dari kejauhan ayahnya melihat ada seorang laki laki parubaya dan anak laki laki berambut merah bersamanya.
"Rudi senang melihatmu disini"
Benar ayah ariana bernama rudi.
"Ada orang kota disini ternyata,bagaimana kabarmu adi sehat?"
"Ya beginilah seperti yang kamu lihat,itu anakmu rudi?"
"Iya,sini nak kenalin ini teman sekolah ayah dulu namanya pak adi"
Ariana tersenyum dan menyapa,matanya sesekali melihat ke anak kecil yang bersama dengan pak adi.
"Oh iya ini anak majikan bapak,tapi dia pendiam mohon di maklum ya"
Anak itu masih sama tatapan nya pada ariana dingin,ariana yang tidak nyaman pun menjauh dari ayah dan pak adi.
"Biasalah anak anak,ada apa adi ko tiba tiba kamu kesini?"
"Majikan saya menginginkan tanah ini untuk dibangun apartemen bagaimana menurut mu?"
"Apa?"