NovelToon NovelToon
Salah Pilih Pengawal Tiga Nona Muda Tak Tahu Siapa Jarot Sebenarnya

Salah Pilih Pengawal Tiga Nona Muda Tak Tahu Siapa Jarot Sebenarnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Mafia / Penyelamat
Popularitas:10.4k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Jarot, sang penguasa dunia bawah tanah yang sedang menyamar untuk menikmati masa pensiun santainya, tanpa sengaja terseret ke dalam masalah saat ia menyelamatkan seorang pengusaha wanita bernama Nisa dari kepungan preman. Terkesima oleh kemampuan bertarung Jarot, Nisa langsung menyewanya dengan bayaran fantastis untuk menjadi pengawal pribadi tiga putri angkatnya—Lyly, Tata, dan Melly—gadis-gadis keras kepala yang selalu sukses mengusir pengawal mana pun dalam hitungan jam. Di balik kemewahan rumah tersebut, sebuah permainan rahasia yang konyol namun mematikan dimulai; ketiga nona muda itu berusaha menggunakan kemampuan rahasia mereka sebagai ratu Wall Street, master bela diri, dan peretas dewa untuk mengerjai Jarot, tanpa sadar bahwa pria santai yang sedang mereka hadapi adalah monster paling ditakuti di dunia bawah. Kini, sambil meladeni tingkah laku mereka, Jarot harus menggunakan insting pembunuhnya untuk membantai ancaman nyata dari rival bisnis Nisa yang mulai mendekat dari balik

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Kringgg.

Suara jam alarm dari kamar Tata berbunyi nyaring menembus keheningan pagi.

Waktu baru menunjukkan pukul lima pagi, tapi rumah mewah itu sudah mulai hidup.

Tok. Tok. Tok.

Tata menggedor pintu kamar Lyly dan Melly secara bergantian dengan sangat keras.

"Bangun kalian berdua! Waktunya latihan fisik sesuai perintah pengawal baru kita!" teriak Tata dari lorong.

Terdengar suara erangan malas dari dalam kamar Melly yang disusul suara bantingan bantal.

"Aku baru tidur dua jam, Kak! Mataku masih lengket banget ini," rengek Melly dari balik pintu.

"Tidak ada alasan! Cepat ganti baju atau aku dobrak pintu ini sekarang juga!" ancam Tata tanpa ampun.

Setengah jam kemudian, Lyly dan Melly sudah berdiri di halaman belakang dengan wajah luar biasa kusut.

Lyly memakai setelan olahraga mahalnya yang terlihat sangat tidak cocok dengan ekspresi wajahnya yang menahan kantuk.

Melly bahkan masih memakai jaket hoodie kebesarannya sambil menguap lebar berkali-kali.

"Mulai dengan lari mengelilingi kolam renang sebanyak sepuluh kali putaran," perintah Tata sambil meniup peluit kecilnya.

Prit.

Lyly mendecih kesal tapi tetap mulai berlari pelan menyusuri pinggiran kolam renang yang luas.

Melly menyusul di belakang kakaknya dengan langkah yang lebih mirip orang sedang diseret.

Tap. Tap. Tap.

Baru putaran ketiga, nafas Lyly dan Melly sudah terdengar sangat berat dan tersengal-sengal.

"Hah... Hah... Aku rasa paru-paruku mau meledak," keluh Melly sambil memegangi perutnya yang kram.

"Tata, cukup! Kami bukan atlet sepertimu yang terbiasa lari pagi buta begini," protes Lyly menghentikan langkahnya.

Tata berkacak pinggang menatap kedua saudaranya dengan tatapan tajam.

"Jarot bilang kalian harus punya stamina buat lari kalau rumah ini diserang, Kak," ucap Tata mengingatkan ancaman kemarin.

Kriet.

Pintu kaca geser dari arah dapur terbuka pelan.

Jarot melangkah keluar menuju halaman belakang sambil mengunyah sebuah apel merah di tangan kanannya.

Pria itu memakai kaos oblong hitam dan celana pendek selutut yang terlihat sangat nyaman.

Kruk. Kruk.

Suara gigitan apel Jarot terdengar sangat renyah di tengah keheningan pagi.

"Pagi, Nona-nona. Latihannya semangat banget ya sampai keringatnya basah semua," sapa Jarot santai sambil bersandar di tiang teras.

Lyly menatap Jarot dengan tatapan seolah ingin menelan pria itu hidup-hidup.

"Ini semua gara-gara kamu! Aku ini pebisnis, bukan pelari maraton," omel Lyly sambil mengelap keringat di dahinya.

"Pebisnis juga butuh badan sehat, Mbak Lyly. Biar kuat ngitung uang triliunan tiap hari," balas Jarot tersenyum tipis.

Melly langsung duduk ngemper di atas rumput sintetis saking lelahnya.

"Jarot, aku sudah retas semua kamera jalanan sesuai perintahmu semalam," lapor Melly dengan suara terengah-engah.

Jarot mengangguk pelan merasa puas dengan hasil kerja peretas muda tersebut.

"Bagus. Ada pergerakan mencurigakan dari mobil atau orang asing di sekitar sini?" tanya Jarot serius.

Melly menggelengkan kepalanya.

"Sejauh ini bersih. Tidak ada kendaraan yang berhenti lebih dari lima menit di area perumahan kita," jawab Melly.

"Kerja bagus, Mbak Melly. Nanti siang kamu boleh istirahat tidur siang," puji Jarot membuat wajah Melly langsung cerah.

Tata berjalan mendekati Jarot dengan langkah tegap.

"Bagaimana dengan pertahanan halaman depan yang kamu kerjakan semalam?" tanya Tata memastikan.

"Aman terkendali. Aku sudah pasang beberapa hadiah kecil yang bakal bikin tamu kita kaget kalau mereka masuk lewat pagar," jawab Jarot santai.

Tata mengangguk percaya penuh pada perkataan pengawalnya itu.

Sejak kejadian di mall, Tata benar-benar mengubah sikapnya menjadi sangat patuh pada instruksi Jarot.

"Sudah, latihannya cukup untuk hari ini. Jangan sampai mereka pingsan sebelum sarapan," putus Jarot mengakhiri penderitaan Lyly dan Melly.

Lyly dan Melly kompak menghembuskan nafas lega yang sangat panjang.

Satu jam kemudian, mereka berempat sudah berkumpul di ruang makan untuk sarapan.

Suasana sarapan kali ini terasa jauh lebih tenang tanpa ada satupun jebakan atau rencana jahat yang disiapkan.

Lyly duduk di ujung meja sambil menghadap sebuah laptop yang menampilkan grafik rumit berwarna merah dan hijau.

Tangannya sibuk menyendok nasi goreng sambil matanya terus menatap layar dengan sangat fokus.

Ting. Ting.

Suara notifikasi dari aplikasi perdagangan saham terus berbunyi dari laptop Lyly.

Jarot yang duduk di seberang meja sesekali melirik ke arah layar laptop Lyly sambil mengunyah kerupuk.

Kriuk.

"Mbak Lyly lagi beli saham perusahaan tambang ya?" tanya Jarot tiba-tiba memecah keheningan.

Lyly menoleh sedikit dengan dahi berkerut heran.

"Dari mana kamu tahu aku sedang melihat saham tambang?" tanya Lyly balik dengan nada curiga.

"Itu kelihatan dari logo perusahaannya di sudut layar. Logonya gambar gunung sama cangkul kan," jawab Jarot polos.

Lyly mendecih pelan lalu kembali menatap layarnya.

"Ini bukan sekadar saham tambang biasa. Ini perusahaan emas terbesar di benua Eropa," jelas Lyly dengan nada sedikit sombong.

"Aku berencana membeli lima persen saham mereka pagi ini saat harganya sedang turun sedikit," tambah Lyly memamerkan rencananya.

Jarot meminum segelas air putih lalu meletakkan gelasnya ke atas meja secara perlahan.

"Kalau aku jadi kamu, aku tidak akan beli saham itu hari ini," komentar Jarot dengan nada sangat datar.

Pergerakan tangan Lyly yang hendak menekan tombol beli langsung terhenti di udara.

Lyly menatap Jarot dengan tatapan tajam karena merasa kemampuannya sebagai ratu Wall Street sedang diremehkan.

"Kamu ini tahu apa soal pasar saham global? Kamu cuma pengawal yang bahkan tidak punya ijazah," sindir Lyly tidak terima.

"Aku memang tidak punya ijazah, tapi aku punya insting," balas Jarot tidak terpancing emosi sama sekali.

"Insting pengemis jalanan tidak berlaku di dunia keuangan triliunan rupiah," ketus Lyly kembali bersiap menekan tombol enter.

Tata dan Melly yang sedang makan hanya diam mengamati perdebatan kecil itu.

1
Eko🍤
cerdik 👍😀
Eko🍤
hehehehe...aroma pembantaian nih
Eko🍤
bantaaaaaaaiiiiii kasih paham mereka🤣🤣👍
Eko🍤
bantaaaaaaaiiiiii
Eko🍤
hehehehe... bantaaaaaaaiiiiii
Eko🍤
hahahahaha🤣🤣
Eko🍤
🤣🤣🤣👍
Eko🍤
hehehehe...baru datang udh pemanasan 👍🤣🤣
Eko🍤
bermain petak umpet semua nya😀🤣👍
Eko🍤
alur ceritanya bagus
Eko🍤: insya Allah suka Thor ..lanjut terus semangat 👍👍
total 2 replies
Hendra Saja
semangat thor
kiyoe: Terimakasih kak Hendra Saja atas dukungan 🥰
total 1 replies
Inez Putri
critanya lama² membosankan thour. maaf seblmnya🙏🙏 dr awal kanyak nya menarik. tp smpe sni mlh kurang menarik.
kiyoe: sekali lagi othor ucapkan terimakasih banyak kak dan semoga kaka selalu 🥰
total 3 replies
lili Permatasari
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
kiyoe: wah terimakasih kaka atas Bintang Lima nya semoga sehat selalu yaa kak 🙏
total 1 replies
Hendra Saja
gazzzzzz 🔥🔥🔥🔥🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!