NovelToon NovelToon
Terpisah Oleh Takdir

Terpisah Oleh Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cintapertama
Popularitas:205
Nilai: 5
Nama Author: Diah Lubis27

Mengisahkan tentang seorang pria yang sudah beristri yang mengalami sebuah kecelakaan hingga mengakibatkan ia kehilangan ingatan dan menikah dengan wanita beda keyakinan.
Akan kah kisah cinta mereka bertahan?
Bagaimana akhir kisah cinta mereka?.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah Lubis27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 12

"Kak Farhan! manis sekali. " Ucap Natan mengejek.

"Kamu pangil dia kak Farhan, sementara kamu panggil aku Natan kamu benar-benar wanita yang menarik."

Anisa hanya tertunduk mendengar ucapan Natan, dia sadar telah berbuat kesalahan.

"Maaf." Ucap nya pelan.

Farhan dan Karisa saling pandang kemudian mengangguk, seolah saling memberi isyarat untuk segera pergi dari sana.

"Anisa, Natan kami pergi dulu. Selesaikan masalah kalian baik-baik jangan pakai kekerasan. " Farhan menepuk bahu Natan kemudian pergi dengan menggandeng tangan Karisa.

"Mas ayo kita berfoto di sana seperti nya bagus. "

Karisa mengeluarkan handphone dari dalam tasnya.

"Akhirnya ada juga manfaatnya benda ini di sini." Karisa tersenyum sambil menatap handphonenya.

"Kenapa, sudah mulai merindukan handphone?" Ejek Farhan.

Setelah puas mengambil foto dengan berbagai macam gaya Karisa dan Farhan kembali duduk di pinggir aliran air terjun biru.

"Bagaimana caranya aku jelaskan sama kamu kalau aku sudah berusaha untuk melupakannya, jadi tolong beri aku waktu. lagi pula sejak awal kamu sudah tau kalau di hatiku cuma ada dia kamu yang memaksakan hubungan ini tapi sekarang kamu selalu menyalahkan aku. kamu benar-benar membuat aku kecewa. "

Karisa dan Farhan kembali saling pandang.

"Ya ampun sebenarnya ini kebetulan atau apa sih. " Ucap Karisa yang kembali mendengar pertengkaran antara Anisa dan Natan.

"Sebaiknya kita pulang saja. " Farhan menggandeng tangan Karisa ingin mengajaknya pulang dia malas terlibat terus dengan Natan dan Anisa.

Namun tiba-tiba Natan datang menerjang kearah Farhan.

"Farhan semua ini karena kamu!"

Karisa yang kaget spontan bergerak mundur, namun karena posisinya yang berada di pinggir aliran air membuatnya terpeleset dan langsung tercebur kedalam air. Dan karena lokasinya masih sangat dekat dengan air terjun membuat aliran airnya menjadi sangat deras dan tubuh Karisa langsung terseret oleh aliran air itu.

"Karisa..... biuuuurrrr... " tanpa pikir panjang Farhan langsung terjun ke dalam air untuk menolong Karisa sementara Natan yang merasa bersalah juga terjun kedalam air untuk membantu menyelamatkan Karisa.

Setelah berjuang beberapa saat akhirnya Farhan berhasil meraih tubuh Karisa begitu juga dengan Natan. Mereka berdua berjuang membawa tubuh Karisa ke pinggir namun belum sempat mereka mencapai tepi sebuah balok hanyut menuju kearah mereka dan menghantam tubuh Farhan, membuat pegangannya pada tubuh Karisa terlepas. Dan rasa sakit yang mendera membuat Farhan tidak mampu untuk berenang lagi.

"Tolong selamatkan dia!" Teriaknya pada Natan sebelum akhirnya tubunya hilang terseret derasnya aliran air.

Setelah berhasil menyelamatkan Karisa, Natan seperti orang gila berteriak kesana kemari meminta pertolongan kepada orang-orang yang berada disana.

"Tolong... tolong... tolong... selamatkan teman saya, teman saya hanyut!"

"Tidak, tidak mungkin kamu bohong kan? Kak Farhan tidak mungkin hanyut dia itu jago berenang!" Anisa berteriak histeris. Sementara Karisa masih belum sadarkan diri.

Seketika suasana di air terjun biru itu menjadi kacau, beberapa orang berkerumun di tepi aliran air, namun tak ada yang berani mengambil tindakan. Mereka hanya menonton dan saling berasumsi. hingga beberapa saat kemudian tim keamanan air terjun itu tiba dan melakukan pertolongan pertama untuk Karisa lalu membawanya ke rumah sakit terdekat dari kampung itu.

Dan sebagian tim yang lainnya melakukan pencarian terhadap Farhan dan Natan ikut serta dalam pencarian itu.

Beberapa hari telah berlalu namun pencarian itu sama sekali tidak membuahkan hasil, padahal tim penyelamat sudah menyisir seluruh aliran air hingga sejauh 3 kilo meter namun hasilnya tetap nihil.

Kabar tentang kecelakaan yang menimpa Farhan dan Karisa sudah sampai ke kota. Kiyai Usman dan istrinya serta ustadz Jamal juga suda tiba di kampung itu.

"Ayah." Karisa langsung berlari dan memeluk ayahnya sambil menangis.

" Sabar ya nak, semua pasti baik-baik saja. " Ustaz Jamal berusaha menenangkan putrinya.

"Kenapa ayah? Kenapa Allah tidak adil pada Karisa? Apa dosa Karisa. hu... hu... hu.. "

Karisa terus menangis dan meracau dalam pelukan ayahnya.

"Istighfar nak, jangan meragukan ketentuan Allah. Yakinlah Allah tidak akan menguji di luar batas kemampuan umatNya. "

Mata Ustadz Jamal memerah melihat betapa rapuhnya putrinya saat ini.

Sementara umi Humaira uang tak kuasa menahan kesedihan akhirnya jatuh pingsan.

"Astaghfirullah, umi sadar umi!" Kiyai Usman langsung membopong tubuh istrinya dan membaringkannya di atas ranjang.

"Ayah titip Karisa dan Humaira, saya dan Ustadz Jamal mau pergi ke lokasi kejadian untuk ikut langsung dalam proses pencarian. " Ucap kiyai Usman.

"Berhati-hatilah cepat suruh orang kasi kabar kalau ada perkembangan. " Kakek Danu.

Tiga minggu telah berlalu, semua upaya pencarian telah di lakukan namun hasilnya nihil. Akhirnya pihak keluarga memutuskan untuk mengikhlaskan apa yang sudah terjadi dan menghentikan pencarian.

Karisa pun di bawa kembali ke kota oleh ustadz Jamal karena kondisinya yang semakin mengkhawatirkan Karisa terlihat seperti orang yang linglung bahkan sulit di ajak berkomunikasi menurut dokter hal itu di sebabkan oleh tekanan psikologi nya. Ustadz Jamal berharap setelah kembali ke kota Karisa bisa pelan-pelan mengikhlaskan semunya dan kembali menjalani hidupnya dengan baik.

"Sementara itu di sebuah desa terpencil yang 100% penduduknya beragama Kristen dan berjarak kira-kira 7 kilo meter dari air terjun biru terlihat di salah satu rumah warganya terbaring seorang pemuda yang hingga kini belum sadarkan diri.

"Ayah, apa Kira-kira dia akan sadar. " Tanya seorang wanita yang bernama jesica.

"Entah lah, tapi sepertinya luka di kepalanya cukup parah." jawab dari ayah gadis itu.

"Lalu apa rencana ayah selanjutnya? Mau menghubungi keluarganya juga tidak bisa. lihat di kartu Identitas nya juga hanya tinggal namanya saja yang masih bisa terbaca. " Gadis itu memegang sebuah kartu Identitas yang mereka ambil dari dalam dompet yang ada di tubuh pemuda itu atas nama Albert agama Kristen. dan bagian lain dari kartu Identitas itu sudah rusak akibat terkena air.

Saat ayah dan anak gadisnya itu sedang berbincang-bincang tiba-tiba jari-jari dari pemuda itu bergerak.

"Ayah lihat jarinya bergerak. " Anak gadis itu heboh sendiri. Dan sang ayah juga ikut memperhatikan jari-jari dari pemuda itu dan ternyata memang benar bergerak.

"Iya kamu benar Jesica, sepertinya dia akan segera sadar. Kamu jaga dia ayah akan pergi untuk memanggil dokter desa. "

Pak Pohan segera pergi untuk memanggil dokter desa yang biasanya bertugas di puskesmas.

"Uhhggg... " Pemuda itu memegang kepalanya yang terasa sakit.

"Di mana aku?" Tanyanya pelan.

"Kamu ada di rumah ku. aku dan ayahku menemukan kamu terluka dan pingsan di dalam hutan di kaki gunung saat kami sedang mencari kayu bakar dan jamur hutan. " Terang Jesica.

"Kenapa kamu bisa terluka di dalam hutan?" Tanya Jesica.

"Aku, aku tidak tau! Aaaaa.... "

Tiba-tiba pemuda itu berteriak kesakitan sambil memegang kepalanya.

"Hey... kamu kenapa?" Jesica panik melihat pemuda itu teriak ke sakitan. Untung lah ayah Jesica yang tadi pergi memanggil dokter desa sudah kembali.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!