NovelToon NovelToon
DOSEN DUDA DINGIN

DOSEN DUDA DINGIN

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Dosen
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: BJP

Oliver Robert dosen tampan bersatatus duda dan dia mempunyai anak kembar, suatu hari anak kembarnya Oliver bertemu dengan salah satu mahasisa Piskolognya yang bernama Zafana
Oliver dan kedua anaknya yang sellu menutup diri dari orang lain.

Pertemuan yang tidak sengaja itu membuat Oliver sadar jika Zafana berbeda dari wanita yang lain yang pernah ia temui dari wanita lain termasuk mendiang istrinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BJP, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17

1 jam berlalu, Oliver kembali kedalam ruangan Aileen dengan satu paper bag berisikan makanan ditangannya. Langkahnya terhenti saat melihat Zafana dan Aileen yang tertidur dengan posisi yang berbeda, Oliver menaruh paper bag nya lalu membenarkan posisi tangan Zafana yang digunakan untuk menjadi bantalan dan menggantinya dengan tas selempang milik Zafana. Diusapnya lembut pipi Zafana lalu semburat senyuman terbit diwajah tampanya.

"Terimakasih karena sudah membuat saya semakin yakin"gumam Oliver.

Setelah itu ia beranjak dan membuka jas hitam miliknya lalu memakaikannya pada punggung Zafana. Kemudian berjalan duduk di sofa.

Baru 1 menit ia memejamkan matanya, suara langkah kaki berjalan menghampirinya membuat Oliver semakin memejamkan matanya , Zafana terduduk disamping Oliver, lalu dengan gerakan yang sangat pelan ia menutupi bagian depan tubuh Oliver dengan jas hitam milik laki-laki itu. Beberapa detik kemudian Zafana menghela sembari bangkit, namun langkahnya kembali mundur karena tangannya ditarik oleh Oliver hingga Zafana kembali duduk dengan posisi berada dipelukan Oliver.

"P-pak---"

Deg deg deg deg deg

Zafana terdiam saat dirinya mendengar detak jantung Oliver yang sangat cepat dan tidak beraturan. Dengan segera ia menjauh, tapi Oliver menguncinya dalam dekapan nya.

"Hanya sebentar"gumam Oliver.

Zafana hanya bisa diam tanpa mengeluarkan suara, pipinya memanas karena posisi yang sangat tidak nyaman ini. 10 menit ia berada dipelukan Oliver hingga akhirnya ikatan tangan Oliver pada tubuhnya mulai terasa longgar. Oliver sudah terlelap, beristirahat sejenak dalam tidurnya.

Zafana pun bangkit dan kembali duduk disamping tempat tidur Aileen dengan perasaan aneh yang menyelimuti dirinya. Setelah mendengar detak jantung Oliver yang berdegup kencang sontak jantungnya pun mengalami hal serupa.

"Mama"

Suara Aileen membuat lamunannya buyar.

"Kenapa sayang?"tanya Zafana lembut.

"Ai haus"jawab Aileen.

Zafana segera mengambil segelas air putih yang ada diatas nakas,

"Ai mau mam juga gak? Mama suapin"

Aileen mengangguk, "mau, ma"

Zafana tersenyum lalu mengambil mangkuk berisikan bubur putih buatan rumah sakit. Dengan perlahan Zafana menyuapi Aileen, meski beberapa kali mendapati penolakan, tapi Zafana berhasil membujuknya hingga bubur itu tersisa setengah.

"Ai anak yang pintar, nanti buburnya dimakan lagi ya"ucap Zafana.

Aileen tersenyum, "Ai memang anak yang pintar mama, tapi Ai gak suka bubur itu"jawabnya jujur.

"Kenapa gak suka?"tanya Zafana.

"Bubur nya gak ada rasa"jawab Aileen memperlihatkan raut tidak sukanya.

Zafana terkekeh lalu mengusap pipi Aileen dengan lembut.

Pandangan keduanya menoleh kearah pintu, terlihat Rina bersama Kirana masuk kedalam ruangan.

"Eyang"pekik Aileen sontak membuat Oliver terusik.

"Cucu eyang, gimana keadaan kamu?"tanya Rina sembari duduk ditempat yang sebelumnya diduduki oleh Zafana.

"Ai gak papa kok eyang, kan ada mama"jawab Aileen dengan ceria.

Rina sontak menoleh kearah Zafana dengan tatapan tidak suka,

"siapa kamu?"

"Saya---"

"Keluar dari sini"belum sempat Zafana menjawab pertanyaan yang dilontarkan Rina, wanita paruh baya itu sudah mengusirnya secara tidak sopan.

"Mama gak boleh pergi"ucap Aileen membela.

"Sayang, kan eyang udah sering bilang jangan dekat-dekat sama orang asing"ucap Rina.

"Tapi Ai maunya sama mama"jawab Aileen dengan nada sendu membuat Zafana sangat tidak tega.

"Ai, kakak harus pulang dulu ya...nanti kakak jenguk Ai lagi kesini---"

"Tidak perlu! Pergi sekarang"sela Rina.

Zafana tersenyum kearah Aileen lalu mengambil tas selempang nya dan segera beranjak pergi dari ruangan Aileen. Oliver menggeram kesal dengan perbuatan Rina dan akhirnya bangkit menghampiri Rina yang sedang mengobrol dengan Aileen.

"Ai, mana mama?"tanya Oliver dengan suara beratnya.

"Mama pulang----eyang suruh"jawab Aileen pelan.

"Mas ---"

"Kenapa mama usir dia?"tanya Oliver dengan sorot mata tajamnya menatap Rina dan Kirana secara bergantian.

"Dia itu bukan siapa-siapa disini, jadi yang tidak berkepentingan harus pergi dari ruangan ini"jawab Rina.

Oliver menghela kasar lalu berjalan keluar untuk mengejar Zafana. Saat sampai dilobi ia sama sekali tidak menemukan Zafana dan memilih untuk segera mencarinya sembari mengitari jalan raya yang tidak begitu macet.

Ia menatap sosok yang sangat ia kenal sedang duduk dihalte bersama beberapa orang yang sepertinya sedang menunggu kedatangan bus. Sosok nya tampak gusar dan hanya menunduk sambil sesekali memainkan jemarinya.

Entah kenapa ucapan Rina begitu melekat diingatannya, begitu menyakitkan untuk ia dengar. Padahal ia sudah ingin membuka hati untuk Oliver perlahan, tapi perlakuan itu....membuat Zafana mengurung kembali niatnya.

Sepasang kaki berdiri tegap dihadapannya membuat Zafana sontak mendongak. Oliver tersenyum lalu mengulurkan tangannya,

"Saya antar kamu pulang"ucap Oliver.

1
JULIAN
Mohan bantuanya karna saya masi pemula klu ada kesalahan dlm penulisnya tolong dibantu untuk saya perbaiki🙏🙏
Reni Anjarwani
lanjut2
Reni Anjarwani
bagus ceritanya up doubel thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!