NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Sang Naga

Reinkarnasi Sang Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Sistem
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Lin Chen adalah pewaris sah dari Keluarga Lin di Ibukota Jingcheng. Namun, karena intrik ibu tirinya dan adik tirinya (Lin Tian), meridiannya dihancurkan, dia dijebak atas kejahatan penggelapan, dan dibuang ke kota kecil Donghai sebagai orang cacat. Tunangannya yang kejam, Ye Mei, akhirnya membunuhnya di gang gelap.
​Namun, takdir berkata lain. Lin Chen terbangun 5 tahun di masa lalu, tepat di hari ia dibuang ke Donghai. Kali ini, ia tidak hanya membawa ingatan masa depannya, tetapi jiwanya telah terikat dengan [Sistem Penguasa Urban Tertinggi]. Mulai dari menyembuhkan tubuhnya, membangun kerajaan bisnis, hingga menguasai seni bela diri kuno, Lin Chen bersumpah akan menginjak-injak mereka yang pernah mengkhianatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18: Ekspedisi Darah ke Pegunungan Kunlun

​Sinar matahari pagi mengintip dari balik tirai kamar, menyinari wajah Su Ruoxue yang tertidur lelap. Napasnya teratur, dan tangannya tanpa sadar menggenggam erat ujung selimut. Di lehernya, Kalung Giok Air Mata Malaikat memancarkan pendaran biru yang sangat lembut, menjaga ketenangan jiwa wanita itu.

​Lin Chen berdiri di ambang pintu, mengenakan jaket windbreaker hitam panjang dan celana taktis. Ia menatap istrinya sejenak dengan tatapan lembut, lalu menutup pintu kamar tanpa menimbulkan suara.

​Di ruang tamu lantai bawah, Paman Bai dan Ah Fei sudah berdiri menunggu. Postur tubuh Ah Fei kini jauh lebih tegap, matanya memancarkan aura seorang praktisi bela diri yang baru saja menembus ambang batas Kelas Fana, berkat bimbingan intensif dan obat-obatan dari Lin Chen.

​"Tuan Muda, tiket penerbangan jet pribadi ke wilayah barat laut sudah disiapkan," lapor Paman Bai sambil menunduk hormat. "Apakah Anda benar-benar tidak ingin membawa anggota Paviliun Naga? Meskipun mereka masih lemah, setidaknya mereka bisa mengurus hal-hal kecil untuk Anda."

​Lin Chen menggeleng pelan. "Tidak. Perjalanan ini bukan untuk bernegosiasi atau menekan musuh. Ini adalah pemusnahan total. Kalian hanya akan menjadi beban dan memperlambat langkahku."

​Ah Fei menelan ludah. "Tuan, Sekte Gunung Hitam memiliki ratusan murid dan dipimpin oleh praktisi Tahap Akhir Tingkat Bumi. Jika Anda pergi sendiri..."

​"Jika aku pergi sendiri, tidak akan ada saksi mata yang perlu kubungkam," potong Lin Chen dengan senyum tipis yang membuat Ah Fei merinding.

​Lin Chen menepuk bahu Paman Bai. "Tugas kalian di sini jauh lebih penting. Jaga kediaman Keluarga Su. Jaga Ruoxue. Jika ada lalat yang berani mendekat selama aku pergi, bunuh tanpa ampun."

​"Mengerti, Tuan Muda! Kami akan menjaga Nona Su dengan nyawa kami!" jawab Paman Bai dan Ah Fei serempak.

​Satu jam kemudian, jet pribadi yang disewa secara khusus oleh Keluarga Tang atas permintaan Lin Chen lepas landas meninggalkan langit Kota Donghai, melesat menuju Pegunungan Kunlun yang diselimuti mitos dan salju abadi.

​Pegunungan Kunlun, Wilayah Barat Laut.

​Angin berhembus membawa butiran salju yang tajam seperti pisau. Suhu berada jauh di bawah titik beku. Di wilayah terpencil yang tak terjamah oleh sinyal GPS maupun radar penerbangan sipil ini, bersembunyi puluhan sekte seni bela diri kuno.

​Di sebuah lembah gelap yang dikelilingi tebing curam, terdapat gerbang batu raksasa setinggi sepuluh meter dengan ukiran dua tengkorak raksasa. Ini adalah pintu masuk Markas Utama Sekte Gunung Hitam.

​Dua orang murid penjaga yang mengenakan jubah abu-abu tebal sedang menggosokkan tangan mereka ke dekat perapian kecil.

​"Sial, cuaca hari ini dingin sekali," gerutu salah satu penjaga. "Kudengar Guru Sekte sedang murka besar. Tiga Utusan Bayangan dikirim ke Jiangnan, tapi tidak ada satupun yang kembali."

​"Ssst! Jangan bicara sembarangan!" tegur temannya panik. "Jika Penatua Hukuman mendengarmu, lidahmu bisa dipotong. Kita hanya perlu berjaga di—"

​Kata-kata penjaga itu terputus. Matanya melebar menatap ke arah badai salju di depan gerbang.

​Dari balik tirai salju yang lebat, sesosok bayangan hitam berjalan perlahan mendekat. Langkah kakinya tidak meninggalkan jejak di atas tumpukan salju—sebuah tanda dari ilmu meringankan tubuh (Qinggong) tingkat tinggi.

​Sosok itu adalah Lin Chen. Angin badai yang ganas secara otomatis terbelah sejauh setengah meter dari tubuhnya, tertahan oleh lapisan tipis Qi murni.

​"B-Berhenti di sana! Siapa kau?!" teriak penjaga itu sambil mencabut pedang besinya. "Ini adalah wilayah terlarang Sekte Gunung Hitam! Maju selangkah lagi, nyawamu melayang!"

​Lin Chen bahkan tidak mengangkat kepalanya. Ia terus berjalan santai menuju gerbang batu raksasa itu.

​"Sialan! Berani mengabaikan kami?! Mati kau!" Kedua penjaga itu melompat maju, mengayunkan pedang mereka dengan energi Qi Kelas Fana yang cukup untuk membelah batu.

​Tanpa menghentikan langkahnya, Lin Chen hanya menjentikkan jarinya ke udara kosong.

​SYUT! SYUT!

​Dua bilah angin tak kasat mata melesat lebih cepat dari peluru.

​Trang! Pedang kedua penjaga itu patah menjadi dua. Detik berikutnya, kepala kedua penjaga itu terlepas dari leher mereka dan jatuh menggelinding ke salju, menyemburkan darah panas yang seketika membeku.

​Lin Chen tiba di depan gerbang batu raksasa setebal satu meter itu. Ia menarik napas pelan. Giok Penelan Surga di sakunya berdenyut, menyerap energi dingin alam Kunlun dan mengubahnya menjadi Qi yang membara di dalam Dantian-nya.

​Lin Chen mengepalkan tinju kanannya, menarik lengannya ke belakang, lalu meninju gerbang batu itu tanpa menggunakan teknik apa pun, murni mengandalkan kekuatan fisik dari Tulang Giok Naga dan luapan Qi.

​BUMMMMM!!!

​Ledakan dahsyat mengguncang seluruh lembah! Gerbang batu raksasa yang diklaim mampu menahan tembakan roket itu hancur berkeping-keping, pecahannya terpental ke dalam lembah layaknya pecahan peluru shrapnel.

​Alarm sekte meraung-raung. Ratusan murid Sekte Gunung Hitam yang sedang berlatih di alun-alun utama terkejut bukan main. Mereka melihat asap debu tebal mengepul dari arah pintu masuk.

​Dari balik asap tersebut, Lin Chen melangkah masuk. Tatapannya sedingin es abadi Kunlun.

​"Aku Lin Chen. Aku datang untuk mencabut sekte kalian dari akar-akarnya," suara Lin Chen tidak keras, namun menggema dan menusuk langsung ke telinga setiap orang di lembah itu melalui paksaan Qi.

​"P-Penyusup!"

"Dia menghancurkan gerbang utama! Bunuh dia!"

​Ratusan murid berhamburan maju, mengeluarkan berbagai macam senjata beracun dan teknik pembunuh. Bagaikan kawanan semut hitam yang mencoba mengerubungi seekor naga.

​Lin Chen tidak menghindar. Ia melesat ke tengah kerumunan bagaikan harimau yang turun dari gunung.

​Setiap kali ia mengayunkan tangannya, udara meledak. Setiap kali kakinya menyapu, belasan murid terbang ke udara dengan tulang rusuk hancur. Senjata beracun, panah tersembunyi, hingga tebasan pedang berlapis Qi sama sekali tidak mampu menggores kulit Lin Chen. Tubuh Tulang Giok Naga-nya kebal terhadap serangan level rendah!

​Hanya dalam waktu lima menit, alun-alun utama itu berubah menjadi sungai darah. Lebih dari seratus murid terkapar tak bernyawa, sementara sisanya merangkak mundur dengan teror luar biasa, menjatuhkan senjata mereka.

​"BERHENTI!"

​Sebuah raungan yang dipenuhi energi mematikan menggelegar dari arah Aula Utama.

​Enam sosok tua melesat dari langit-langit aula dan mendarat mengepung Lin Chen. Mereka adalah Enam Penatua Utama Sekte Gunung Hitam, semuanya berada di Tahap Menengah Tingkat Bumi!

​Di belakang mereka, berjalan perlahan seorang pria paruh baya berjubah hitam legam dengan aura yang begitu pekat hingga salju di sekitarnya menguap sebelum menyentuh tanah. Mata pria itu hitam kelam tanpa putih.

​Itu adalah Guru Sekte Gunung Hitam. Eksistensi menakutkan di Tahap Akhir Tingkat Bumi.

​Guru Sekte menatap alun-alunnya yang hancur lebur dan mayat murid-muridnya. Urat-urat hijau menonjol di dahinya. Matanya yang kelam menatap Lin Chen lekat-lekat.

​"Jadi... kau adalah pemuda dari Donghai itu," desis Guru Sekte dengan suara bergetar karena amarah. "Kau membunuh Tetua Gu, membantai Tiga Utusan Bayanganku, dan sekarang... kau berani datang ke markas utamaku seorang diri? Apakah kau sudah bosan hidup?!"

​"Kalian yang mengirim anjing-anjing itu untuk mengganggu kedamaianku dan menyentuh istriku," jawab Lin Chen datar, memasukkan satu tangannya ke dalam saku mantel. "Aku adalah orang yang tidak suka meninggalkan rumput liar. Jika aku mencabutnya, aku mencabutnya sampai ke akar."

​"Kesombongan yang luar biasa!" teriak salah satu Penatua. "Guru Sekte, biar kami berenam yang mencabik-cabik bocah ini dan menggunakannya sebagai pupuk herbal!"

​"Formasi Pembantai Enam Arah!"

​Keenam Penatua itu bergerak serentak. Qi mereka bergabung menjadi satu jaring energi hitam raksasa yang turun menekan Lin Chen dari segala penjuru. Ini adalah formasi rahasia yang pernah mereka gunakan untuk membunuh seorang ahli Tahap Akhir Tingkat Bumi di masa lalu.

​Namun, di tengah tekanan formasi yang bisa meremukkan baja itu, Lin Chen hanya mendesah bosan.

​"Kalian terlalu lambat."

​Lin Chen mengaktifkan Langkah Bayangan Naga: Mode Overdrive. Sosoknya seketika kabur, berubah menjadi bayangan ilusi yang terpecah menjadi enam!

​Trang! Bam! Krek!

​Serangkaian suara mengerikan terdengar dalam waktu kurang dari dua detik.

​Saat bayangan Lin Chen kembali bersatu di posisi awalnya, jaring energi hitam itu hancur berkeping-keping. Keenam Penatua itu kaku mematung di tempat mereka masing-masing.

​Mata mereka membelalak kosong. Setik kemudian, garis merah tipis muncul di leher keenam pria tua itu, dan kepala mereka tergelincir jatuh dari lehernya secara bersamaan. Enam air mancur darah menyembur ke udara mewarnai salju menjadi merah.

​Enam Penatua Tahap Bumi... mati dalam satu tarikan napas!

​Para murid yang tersisa langsung pingsan karena ketakutan yang melampaui batas kewarasan.

​Guru Sekte terhuyung mundur selangkah. Matanya yang hitam kelam kini memancarkan keterkejutan yang absolut.

​"Kecepatan apa itu...? Bahkan aku tidak bisa melihat pergerakannya dengan jelas!" batin Guru Sekte panik. "Bocah ini memiliki fisik dan teknik bela diri tingkat legendaris!"

​"Sekarang, giliranmu," ucap Lin Chen menatap Guru Sekte.

​"Jangan terlalu sombong, Bocah! Aku berada di Tahap Akhir Tingkat Bumi! Qi-ku sepuluh kali lipat lebih tebal dari milikmu!"

​Guru Sekte merobek jubahnya, memperlihatkan tato naga hitam di dadanya. Ia menggigit jarinya dan mengoleskan darah ke tato tersebut.

​"Seni Terlarang: Avatar Iblis Gunung Hitam!"

​Seketika, energi hitam pekat meledak dari tubuhnya, membentuk sesosok bayangan iblis raksasa setinggi lima meter di belakangnya. Tekanan auranya membuat tanah di sekitar Guru Sekte retak dan hancur. Ini adalah kartu truf terkuatnya, yang harus mengorbankan sepuluh tahun umurnya untuk digunakan!

​"MATILAH KAU, LIN CHEN!"

​Guru Sekte meninju ke arah Lin Chen, dan avatar iblis raksasa di belakangnya meniru gerakan itu, melayangkan tinju energi raksasa sebesar mobil ke arah Lin Chen dengan kecepatan meteor.

​Menghadapi serangan yang bisa meratakan sebuah gedung apartemen itu, Lin Chen tidak menghindar. Ia berdiri tegak, menyeringai dingin.

​Pecahan Giok Penelan Surga di sakunya bersinar terang, memompa seluruh Qi murni ke tangan kanan Lin Chen. Cahaya keemasan menyelimuti tinjunya, bercampur dengan kekuatan absolut dari Tulang Giok Naga.

​"Tinju Penghancur Bintang: Pukulan Penuh!"

​Lin Chen membalas tinju raksasa itu dengan tinjunya yang terlihat mungil dibandingkan sang avatar iblis.

​BLAAAMMMMM!!!

​Bentrokan dua kekuatan itu menciptakan gelombang kejut yang menyapu seluruh lembah, menerbangkan salju, atap bangunan, dan puing-puing gerbang batu.

​Sesaat, waktu seolah berhenti.

​Lalu, terdengar suara retakan yang renyah.

​Krak... krak... BOOM!

​Avatar iblis raksasa kebanggaan Guru Sekte itu retak dan meledak menjadi serpihan cahaya hitam. Kekuatan tinju Lin Chen menembus avatar itu, melaju tak terbendung, dan menghantam dada Guru Sekte.

​"T-Tidaaaakkk...!"

​BAM!

​Dada Guru Sekte berlubang sebesar ukuran bola basket. Seluruh organ dalamnya lenyap menguap oleh Qi panas milik Lin Chen. Tubuh pria itu terlempar belasan meter ke belakang dan menabrak pilar utama aula hingga roboh.

​Guru Sekte Gunung Hitam, tiran dari wilayah barat laut, tewas seketika dengan mata terbelalak ngeri, tidak percaya bahwa ia dikalahkan secara telak dalam adu kekuatan frontal.

​Lin Chen menurunkan tangannya. Napasnya sedikit memburu, uap putih mengepul dari pori-pori kulitnya, namun ia sama sekali tidak terluka.

​[Ding!]

​[Misi Sampingan Tersembunyi: Pemusnahan Sekte Kejahatan Selesai!]

​[Evaluasi: Dominasi Absolut. Host membantai Sekte Gunung Hitam seorang diri tanpa menerima kerusakan.]

​[Mendapatkan: 10.000 Poin Sistem & Item Khusus: 'Radar Harta Karun' (Dapat mendeteksi lokasi pecahan Giok Penelan Surga lainnya di radius 1.000 KM).]

​Lin Chen tersenyum tipis mendengarnya.

​"Sistem, tampilkan total poinku sekarang."

​[Poin Host saat ini: 25.000 Poin.]

​"Sempurna. Ini sudah lebih dari cukup untuk langkah selanjutnya," gumam Lin Chen. Ia mengedarkan pandangannya ke alun-alun sekte yang kini telah menjadi kuburan massal yang sunyi.

​Sebelum ia pergi, Lin Chen berjalan menuju brankas rahasia di dalam reruntuhan aula utama, menggunakan 'Mata Emas'-nya untuk menemukan dan menjarah ratusan batang emas, pil herbal, dan buku teknik rahasia milik sekte tersebut, menyimpannya ke dalam inventaris sistem untuk modal perkembangan Paviliun Naga di Donghai.

​Saat helikopter evakuasinya datang menjemput satu jam kemudian, Lin Chen menatap ke arah timur, ke arah Ibukota Jingcheng.

​Keluarga Lin di Ibukota... Lin Tian... Ye Mei... Nikmatilah hari-hari tenang terakhir kalian. Naga yang kalian buang ini, sebentar lagi akan pulang.

1
Arinto Ario Triharyanto
muantaffff 😎
Arinto Ario Triharyanto
mantap ini 😎 ☕☕☕
Arinto Ario Triharyanto
yoiii lanjutken..😎
Arinto Ario Triharyanto
yoiii😎
Arinto Ario Triharyanto
yoi😎
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!