Gagal total merantau di kota, Arga terpaksa pulang kampung dengan dompet kosong dan niat setengah hati untuk bertani di lahan tua peninggalan kakeknya. Namun, nasib sialnya mendadak berbalik 180 derajat ketika sebuah layar biru hologram muncul di pagi buta, mengaktifkan "Sistem Check-in Harian" yang terus memberinya hadiah gila-gilaan setiap hari, mulai dari saldo puluhan juta rupiah, benih super ajaib, hingga barang-barang mustahil lainnya. Kini, dengan cangkul di tangan dan sistem overpower di sisinya, Arga bersiap menampar mulut julid para tetangga, menendang tengkulak serakah, dan membangun kerajaan bisnis pertaniannya sendiri untuk menjadi petani paling sultan yang pernah ada.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 8
Arga melangkah mendekat dan menyentuh salah satu buah tomat yang berukuran sebesar kepalan tangan orang dewasa itu.
Buah itu terasa sangat padat di kulitnya dan menyalurkan sensasi sedikit hangat di telapak tangannya yang dingin.
Kress.
Arga memetik satu buah tomat kristal merah itu dengan mudah tanpa harus merusak batangnya.
[Peringatan: Panen Tomat Kristal Mutasi Tingkat S telah siap dilakukan.]
"Sebelum dijual kepada para pembeli yang tidak tahu apa-apa, bos besarnya harus mencicipi dulu kualitas barangnya."
Arga menggosok tomat itu ke bajunya sejenak untuk membersihkan debu lalu langsung menggigitnya tanpa ragu-ragu.
Kress.
Suara gigitan itu terdengar sangat renyah di telinga seperti menggigit buah apel merah impor yang paling segar.
Jus tomat yang manis dan menyegarkan langsung meledak membasahi seluruh bagian dalam mulut Arga.
Rasanya sama sekali tidak ada sedikit pun rasa asam melainkan manis alami seperti perpaduan madu hutan dan buah berry.
Glek.
Arga menelan jus tomat itu dan seketika sensasi hangat yang sangat nyaman mengalir ke seluruh urat nadinya.
Rasa pegal di pundaknya akibat terlalu banyak mencangkul dan tidur di kasur keras langsung hilang tak berbekas begitu saja.
Kantuk yang masih menggelayuti matanya sirna digantikan oleh energi murni yang meluap-luap dari dalam tubuhnya.
"Gila, rasanya luar biasa enak dan badanku langsung terasa segar bugar seperti habis dipijat seharian penuh di spa mahal."
Arga melahap habis sisa tomat kristal itu dalam tiga kali gigitan besar tanpa mempedulikan air jusnya yang berceceran di dagunya.
Bahkan bijinya pun terasa sangat renyah dan langsung lumer di lidah sehingga tidak menyangkut di celah giginya sama sekali.
"Dengan kualitas yang di luar nalar manusia semacam ini pantas saja sistem menyebutnya sebagai buah bermutu tingkat S."
Arga segera memetik sisa buah tomat ajaib yang bergelantungan lebat di sepuluh pohon mutan tersebut.
Satu per satu buah merah bercahaya itu dia masukkan ke dalam keranjang anyaman bambu barunya tanpa takut akan berdesakan.
Ajaibnya seberapa banyak pun tomat besar yang dimasukkan ke dalam keranjang itu beban di tangan Arga tidak bertambah berat sama sekali.
Bagian dalam keranjang itu seolah menelan puluhan tomat tersebut ke dalam sebuah ruang dimensi tanpa batas yang tersembunyi.
"Total ada lima puluh buah tomat kristal super yang berhasil dipanen dengan sempurna hari ini."
Arga tersenyum sangat puas melihat pohon tomatnya yang kini kembali bersih dan kosong dari buah merahnya.
[Panen Perdana Berhasil Dilakukan Oleh Host!]
Tiba-tiba panel biru transparan muncul kembali di depan wajahnya dengan rentetan tulisan merah yang berkedip-kedip memberi sinyal bahaya.
[Misi Utama Baru Terbuka: Penguasa Pasar Pagi Tradisional.]
[Tugas Anda: Jual seluruh 50 buah Tomat Kristal Mutasi di pasar tradisional desa pagi ini juga.]
[Syarat Mutlak: Harga jual minimal per buah tomat adalah Rp 100.000 dan tidak boleh didiskon sepeser pun.]
[Hadiah Misi Jika Berhasil: 1.000 Koin Sistem dan Kotak Benih Misterius.]
[Hukuman Jika Gagal Menjual Semuanya: Seluruh saldo tunai Host di dunia nyata akan dihanguskan menjadi nol rupiah tanpa ampun.]
Mata Arga melotot lebar hingga hampir keluar dari rongganya saat dia membaca baris ancaman terakhir dari sistem itu.
"Hukuman saldo hangus semuanya? Hei sistem sialan kau berniat mau membunuhku secara perlahan lewat kemiskinan ya."
Arga mencak-mencak sendiri di tengah kebun belakangnya sambil menunjuk-nunjuk udara kosong dengan wajah memerah menahan marah.
"Mana ada orang desa kere yang mau beli tomat satu biji seharga seratus ribu rupiah, mereka beli tempe seribu perak saja ditawar."
[Peringatan Sistem: Kualitas barang menentukan tingginya harga, Host dilarang keras merendahkan nilai produk premium dari sistem ini.]
"Bukan aku yang merendahkan produk sistemmu, tapi ini pasar tradisional desa yang isinya ibu-ibu pelit yang suka bergosip semua."
Arga menghela napas panjang meratapi nasibnya yang tiba-tiba diancam jatuh miskin lagi oleh sistem yang tidak punya perasaan ini.
"Mereka itu uang lima puluh ribu saja ditawar sampai urat lehernya keluar apalagi disuruh beli buah tomat seratus ribu sebiji."
Arga memijat pangkal hidungnya yang tiba-tiba terasa pening berdenyut memikirkan cara jualan yang tidak masuk akal ini.
Jika dia gagal menjual kelima puluh tomat super ini sebelum siang nanti maka saldo tiga puluh sembilan jutanya akan hilang lenyap ditiup angin gaib.
Dia akan kembali menjadi pemuda gembel pengangguran yang beli nasi rames padang di warung Uda Buyung saja tidak akan mampu lagi.
"Mau tidak mau aku harus segera pergi ke pasar pagi ini dan menjadi pedagang sayuran paling gila dan nekat sedunia."
Arga bergegas mandi kilat dengan air dingin sumur lalu berganti pakaian yang menurutnya paling rapi dan bersih dari dalam lemarinya.
Dia memakai kemeja flanel kotak-kotak bekas andalannya saat wawancara kerja dan celana jeans panjang yang sudah disetrika asal-asalan.
Tidak lupa dia menyisir rambutnya ke belakang agar terlihat rapi dan meyakinkan seperti penjual profesional dari kota besar.