NovelToon NovelToon
Ranjang Terlarang Suami Sahabatku

Ranjang Terlarang Suami Sahabatku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Diam-Diam Cinta
Popularitas:11.8k
Nilai: 5
Nama Author: Puspa Arum

Cerita Ini bersifat fiktif belaka!

Kais Arfan Syailendra melakukan kesalahan satu malam dengan Anisa Syafa sekertaris nya sekaligus sahabat dari istrinya.

Kais menjerat Anisa dalam hubungan rumit dengan tujuan membongkar pengkhianatan yang di lakukan Marsya istri Kais bersama Bagas tunangan Anisa.

Bagaimana Kais membuat Anisa tetap disisinya dan membongkar rahasia masalalu mereka? ikuti kisahnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puspa Arum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengakui Perasaan ( Revisi)

"Kais. Mama tahu kamu ingin segera bersama Anisa. Tapi, mama mau kamu bereskan dulu permasalahan kamu sama Marsya. Mama nggak mau Anisa yang di salahkan. Walaupun dia salah sudah terjebak dalam permainan kamu." Setelah mengucapkan hal itu, Sekar beranjak dari tempat duduknya.Belum sempat melangkah, Kais tiba-tiba saja membuka suara dan membuat Sekar menoleh ke arah sang putra.

"Aku sudah menikahi Anisa ma, dia istri kedua ku sekarang." Sekar membuang nafas kasar nya.

"Kamu terlalu gegabah Kai, kenapa Anisa begitu saja mau menerima keputusan kamu, pasti kamu mengancamnya..iya kan?"

Flashback

" Kita mau apa di sini mas?" Anisa terlihat bingung dengan keberadaan orang-orang yang ada di sebuah rumah yang asing baginya.

"Kita akan menikah, Nis."

"Menikah? Apa kamu gila, kamu punya Marsya dan aku punya Bagas!"

"Kamu yakin Bagas benar-benar mau sama kamu Nis, apalagi setelah tahu apa yang kita lakukan? Aku tak harus meminta ijin pada Marsya untuk menikah lagi."

"Tapi itu wajib bagi warga negara mas!"

"Nisa, aku mohon.. Menikahlah denganku. Aku juga nggak mau melakukan dosa seperti kemarin-kemarin. Aku ingin menghalalkan hubungan kita. Sementara ini kita menikah siri , aku takut jika kamu hamil. Kita sudah beberapa kali melakukan nya dan tidak pakai pengaman bukan?"

Anisa terdiam dan dia mengingat jika perkataan Kais ada benarnya. Dia takut jika terlanjur hamil dan tak ingin memberikan status menjadi anak yang tak di inginkan.

Flashback end.

"Ma, aku takut Nisa hamil sebelum aku menikahinya."

"Itu salah kamu Kais! Kamu terlalu ceroboh. Mama harap, kamu bisa rahasiakan dulu pernikahan kamu dengan Nisa sampai kamu benar-benar bercerai dengan Marsya. Ingat, mama nggak mau kamu kena skandal!" Sekar tak lagi banyak bicara lagi. Sekarang pun akhirnya keluar dari ruangan Kais.

Sementara Kais hanya bisa menghela nafas panjang karena merasa sedikit lega karena sudah jujur pada sang mama.

Ceklek

Pintu ruangan Kais terbuka menampakkan sosok Anisa yang masuk membawa nampan dengan sebuah cangkir diatasnya.

"Loh, mana nyonya Sekar pak?" Anisa menatap seisi ruangan dan hanya ada Kais yang duduk di sofa dengan menatap ke arah nya.

"Mama sudah pulang." Kais menjawab pertanyaan Anisa dengan santai dan beranjak dari tempat duduknya dan melangkah mendekat ke arah Anisa.

"Terus, teh nya___

Kais meraih nampan yang ada di tangan Anisa dan memeluk pinggang Anisa dengan erat.

Dengan cepat Kais mengunci pintu ruangannya dengan remot yang ada di meja.

"Pak, kok pintunya di kunci!" Anisa yang menyadari sesuatu langsung panik saat mendengar suara pintu di kunci.

"Kenapa panik gitu, bahkan kita sering ada di dalam kamar berdua sayang, tenanglah. Aku hanya ingin berdua sama kamu." Kais menarik tubuh Anisa keatas pangkuannya.

Anisa memekik saat tubuhnya jatuh di pangkuan Kais. "Pak. Ini___

"Mama sudah pulang. Ini waktu nya kamu sama aku ,sayang." Tanpa bicara Anisa menatap wajah Kais yang terlihat seperti sebuah api yang siap membakar tubuhnya.

"Aku nggak mau kehilangan kamu Sa. Kamu milikku, Sa! hanya milikku! Nggak akan pernah aku biarkan kamu di miliki orang lain selain aku!" Kais memeluk tubuh Anisa erat.

Anisa perlahan menangkup wajah Kais dengan kedua tangannya dan menatap wajah Kais. "Mas____

Belum juga selesai bicara, Anisa sudah di bungkam oleh Kais yang langsung menyambar dan melum*t nya bib*rnya . Satu tangan Kais menahan tengkuk Anisa sedang tangan yang lainnya menahan punggung Anisa untuk tidak jauh dari tubuh Kais. Tangan Kais memeluk erat bahkan sangat erat tubuh Nisa serasa takut kehilangan.

"Aku nggak bisa berhenti jika sama kamu ,Aku suami mu. Aku menginginkan kamu.." sebuah de*ahan Kais terdengar di telinga Anisa di sela-sela cium*n panas mereka.

"Aku benci kamu mas! Aku benci kamu buat aku seperti ini! Aku benci!!" ucapan benci dari mulut Anisa namun kedua tangan Anisa melingkar di leher Kais.

"Benci aku sebanyak-banyaknya. Tapi jangan pernah berpikir buat tinggalin aku." ucapan Kais yang terdengar penuh tekanan dan memohon.

Anisa bener-benar benci pada dirinya sendiri yang selalu tak bisa menolak pesona Kais. Dia bahkan berpikir untuk memiliki Kais seutuhnya. Rasa serakah kadang menghampiri hatinya namun dengan cepat dia tepis keinginan yang mustahil itu.

"Aku nggak bisa mundur lagi Nisa. Apalagi mama sudah tahu tentang kita."

Mata Anisa melebar sempurna saat mendengar ucapan Kais barusan.

Apa katanya tadi, mamanya bahkan sudah tahu hubungan terlarang mereka?

"Mas, kamu nggak salah? Mama kamu___

"Tenanglah, mama merestui kita." Hal gil* apa lagi ini? Bahkan nyonya Sekar menyetujui hubungan terlarang antara mereka?

Sore harinya terlihat para karyawan mulai meninggalkan kantor di jam empat sore. Terlihat hujan deras muali turun membasahi jalanan kota Jakarta.

Hawa dingin AC mulai membuat Anisa merasa butuh sesuatu untuk menghangatkan tubuh nya di sela-sela jam lemburnya.

Terlihat Anisa berjalan dengan malas menuju pantry. Pandangan nya menyapu ke seluruh tempat yang dia lewati. Terlihat tak ada satu pun karyawan di lantai itu. Di pantry pun sudah tidak ada OB atau OG yang jaga. Memang benar jika sudah saatnya pulang, mereka akan segara pulang. Karena memang perusahaan mengharuskan mereka seperti itu.

Anisa melangkah masuk ke dalam pantry. Niatnya ingin membuat teh hijau hangat untuk merelaksasi pikiran nya saat ini yang sedang kacau.

Dia mengingat perkataan Kais tadi siang. Kais mengatakan jika nyonya Sekar menyetujui hubungan antara mereka berdua. Bagaimana bisa Sekar mendukung hubungan mereka yang tak lazim itu. Sedangkan Marsya lah yang menjadi istri sah Kais.

"Kenapa harus seperti ini.." Anisa duduk di kursi pantry dengan mengaduk-aduk minuman yang ada dalam cangkir yang ada di hadapannya.

Tok tok tok

Suara ketukan pintu membuat Anisa tersadar dari lamunannya. Pandangan nya beralih ke arah pintu pantry yang sudah ada Kais berdiri dengan bersandar di ambang pintu itu.

Anisa bisa melihat Kais dengan kemeja putih nya dengan dua kancing kemeja yang terbuka sementara bagian lengan kemeja dia gulung sampai siku membuat pesonanya naik berkali-kali lipat.

Kais melangkah mendekat ke arah Anisa yang duduk di kursi pantry. "Aku cari kamu kemana-mana. Ternyata kamu ada disini." Kais duduk di samping Anisa dengan menatap intens ke arah Nisa.

"Aku cuma butuh waktu sendiri." ucap Nisa tanpa menatap Kais.

Kais mende*ah pelan melihat ekspresi Anisa. Lalu laki-laki itu beranjak dari tempat duduknya dan menuju pintu pantry dan menguncinya. Anisa memejamkan matanya sejenak lalu menghela nafas panjang.

"Kais, kita nggak mungkin begini terus. Apa kamu nggak lelah harus kucing-kucingan terus?" Kais mendengar ucapan Anisa berjalan mendekat ke arah Anisa dan berdiri di samping Anisa dengan jarak yang begitu dekat.

Kais memegang dagu Anisa dan menaikkan pandangan perempuan itu hingga tatapan mereka bertemu. "Kamu tanya aku apa nggak capek? Aku nggak pernah capek selama itu sama kamu ,sayang.."

Anisa diam dan menatap mata Kais yang menatapnya dengan tatapan dalam. Anisa mencoba mencari kebohongan dari tatapan mata itu, namun sayangnya tatapan itu terlihat begitu tulus dan serius.

"Tapi semua yang kita lakukan itu salah, Kai!" sudah tidak ada lagi sebutan ' Mas ' untuk Kais dari bibir Anisa.

"Salah?" Kais membeo mengulang kembali satu kata dari Anisa. "Kesalahan yang mana? Aku yang mencium kamu, aku yang menyentuh seluruh tubuhmu itu, kita sudah sah secara agama menjadi suami istri Anisa!" Anisa memejamkan matanya sejenak dan memegang cangkir yang ada di tangannya dengan begitu erat.

Dengan gerakan cepat Anisa beranjak dari tempat duduknya dan menatap tajam ke arab Kais. "Ya. Itu memang salah ku. Aku yang terlalu terbawa suasana!" Tatapan Kais tak kalah tajam menatap Anisa.

Tangan besarnya merengkuh tubuh Anisa. "Bahkan kamu sudah terbawa perasaan Nisa. Jujur sama aku. Jangan lagi berpura-pura, Sa!" dengan lantang Kais bicara pada Anisa. Perlahan Kais mendekat kan wajahnya ke arah telinga Anisa. Sebuah bisikan terdengar dari mulut Kais. "Jujur padaku. Kamu sudah menginginkan ku.Kamu jangan terus membohongi hatimu Nisa."

Anisa menghela nafas berat. Tiba-tiba saja air matanya meluncur tak lagi bisa dia bendung. Rasa sedih, bersalah jadi satu. Dia juga sudah lelah membohongi hati dan perasaan nya. "Ya, aku ingin kamu. Tapi Marsya___

Kalimat itu terhenti saat Kais sudah meraup habis bi*ir Anisa. Cium*n yang panas dan semakin dalam seolah takut akan kehilangan semua moment yang dia rasakan saat ini. Tangan Anisa perlahan melingkar di leher kokoh Kais. Sedangkan Kais menekan tengkuk Anisa untuk memperdalam cum*uan nya.

Bersambung

1
Nar Sih
marsha ternyata gk tulus baik nya sama anisa ,bnr,,psngn yg ribet🤣
Irma Luthfah
heh,, ternyata sifat marsya begitu . baik ternyata cuma kedok doang
Irma Luthfah
terlalu mengulur waktu kais ini
Nar Sih
jdi gak sbr nunggu kebongkar nya hubungan mereka
Nar Sih
seharus nya kmu jujur kais ,biar gk semakin slh phm ,sblm anisa bnr,,pergi dri mu
Nar Sih
seperti nya ibu mertua mu kurang suka dgn mu nisa
Arum Dyah
ayo kais buruan ambil keputusan mau gmn
Nar Sih
kais ..bnr kta org tua mu klau emg udh gk bisa diterus kan rmh tngga mu dgn marsha ya buruan di selesai kan biar cpt jls
Arum Dyah
yg satu udh putus... yg satunya bakal cerai
Nazwa Azzahra
lanjut
Nar Sih
pasti yg sedang dilihat kais adalah marsha dan selingkuhan nya
Nar Sih
lebih baik sgra terbongkar sja ,perselingkuhan dan tuker psngn nya biar sgra jelas kemana tujuan masing,,🤣
Nar Sih
kpn perselingkuhan marsha dan arga kebongkar di dpn anisa ,walau mereka sama ,,selingkuh biar ramai klau saling tau
Nar Sih
msih ngk ngerti dgn maksut ucapn sekar pada nisa
Azril Ali
Sekar ngmng gitu bt Marsya...tp Anisa tersentil..akn ucpn sekr
Azril Ali
knpa kais msh g cerita,ma Anisa..JD buat bingung Anisa..
Nar Sih
harus nya kmu jujur sja kais sama anisa tentang bagas dan marsha biar status anisa yg tunangan nya bagas sgra berahir gk di gsntung lgi
Nar Sih
awal mungkin slh marsha dan bagas yg mulai selingkuh duluan sampai kais marah gantian dgn anisa yg tunangan nya bagas dan marsha istri nya kais ,ini cerita kak puspa jdi tukar psngn ya😂
Irma Luthfah: ini yg punya kendali kais ya kan thor?
total 2 replies
Nazwa Azzahra
lanjut
Nar Sih
psangan yg sama,,,lupa diri dan dosq🤣🤣
Irma Luthfah: tuh kan masa lalu mereka gimana. pantesan kais begituuu ke anisa, dia udah di kecewakan sm s marsya
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!