cewek kere, apes, mulut pedas ketiban rejeki nomplok karena ketabrak CEO ganteng
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fira Lmj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mau Senang Tapi Syok Dulu
Di dalam ruang rawat VIP kini terasa begitu haru ketika dua orang beda generasi yaitu sih Azizah dan Arofik yang tengah dilanda kesedihan karena harus angkat kaki dari rumah kontrakan yang penuh kenangan bersama mendiang orang tuanya, seketika buyar ketika suara ketukan pintu terdengar dari luar.
Tanpa menunggu di persilahkan masuk dan tanpa di bukakan pintu sih tamu tak di undang pun melenggang masuk ke dalam ruang rawat tempat Azizah.
Setelah berada di dalam ruangan mata indah milik perempuan paruh baya yang masih terlihat cantik dan glamor di buat syok ketika melihat hamparan paperbag yang memenuhi di atas meja dan di bahkan berjejer rapi di lantai.
" Ini rumah sakit apa tempat display sih? Kok banjir paperbag gini?" ucap mama Casandra sambil melihat ke arah beberapa paperbag di hadapannya
" Kalian mau jualan paperbag atau mau siapin sovenir pernikahan?" ucap mama Casandra sambil menatap Dimas dan Azizah bergantian
" Kok malah jadi sovenir pernikahan sih ma, emang yang mau nikah tuh siapa?" ucap Dimas sambil menatap wajah mama Casandra yang cantiknya semlehoy
" Ya kamu sama zizah dong naakk,, kan mama udah lamarin Azizah buat kamu" ucap mama Casandra sambil melangkah mendekati Azizah
" Apa? Mama lamarin Azizah buat aku? Kapan ma?" tanya Dimas syok dengan ucapan mama Casandra
" Kemarin nak, kemarin mama kesini lamarin Azizah buat kamu, emangnya kenapa kamu gak suka?" tanya mama Casandra sambil menatap Dimas Anggara
" Kok mama gak tanyain pendapat aku dulu kan yang mau jalanin hubungan aku, seharusnya mama tanyain dulu dong ke aku" ucap Dimas sambil meraup wajahnya
Sebenarnya Dimas suka dan bahagia dengan rencana mama Casandra, tapi Dimas takut mamanya ini membuat alasan yang tidak-tidak atau bahkan menjatuhkan harga dirinya demi mendapat persetujuan dari Azizah.
" Maaf mas Dimas aku belum omong tentang masalah ini ke mas Dimas" ucap Azizah yang merasa tak enak hati dengan kondisi saat ini
" Kenapa kamu gak bilang semalam waktu aku jagain kamu di sini semalam padahlkan kamu bisa bicarakan hal ini sama aku semalam" ucap Dimas sambil menatap wajah Azizah yang terlihat murung
" Memangnya apa yang di katakan mama sama kamu Azizah? Alasan apa yang mama ucapkan saat melamar kamu buat jadi istri saya?'' ucap Dimas sambil menatap wajah Azizah dan mama Casandra bergantian
" Ish kamu ini kok gitu sih ngomongnya bikin takut Azizah saja" ucap mama Casandra sambil mencubit perut Dimas Anggara dengan mantap
" Auuuwws mama ini kebiasaan anak sendiri di aniaya" ucap Dimas sambil mengelus perutnya yang mendapat serangan maut dari mama Casandra
" Ya kamu sih tanya-tanya terus sudah pindah profesi kamu jadi detektif mangkanya tanya-tanya terus" ucap mama Casandra sambil menghadiahi cubitan manis di lengan Dimas Anggara
" Aiiish mama lama-lama badanku biru semua gara-gara tangan lembut mama itu" ucap Dimas sambil berpindah tempat dari sofa ke brankar tempat Azizah tidur
" Jangan pindah dong mas, sini duduk di sampingku, aku mau ngomong sama mas" ucap Azizah sambil menatap ke arah Dimas
Dimas yang di panggil Azizah langsung pindah posisi duduk tepat di samping Azizah bahkan terbilang mepet banget sudah macam ikan sapu-sapu yang selalu nempel di kaca akuarium.
" Iishh kamu geseran dikit Napa si Dimas sudah ngebet banget kamu, pengen segera halalin Azizah?" ucap mama Casandra sambil menggeret tubuh Dimas agar sedikit menjauh dari tubuh Dimas
" Nah gini kan enak mama lihatnya, lagian kamu ini kenapa sih Dimas? Kemarin-kemarin mama suruh temuin cewek-cewek anak teman mama kamu selalu nolak bahkan Hendra yang selalu jadi tumbal kamu, tapi kenapa sekarang kamu sudah seperti parasit yang nempel dengan tumbuhan lain" ucap mama Casandra yang heran dengan kelakuan anaknya
" Kak parasit itu yang buat terjun itu kan?" gumam Arofik sambil menatap wajah Azizah
" Itu parasut adekku yang ganteng" ucap Azizah yang gemas dengan pertanyaan Arofik
" Oh parasut, emang parasit itu apa kak?" tanya Arofik sambil memiringkan kepalanya menatap wajah Dimas dan membayangkan bentuk parasit yang dimaksud mama Casandra
" Sudahlah dek lain kali Kakak akan jelasin ke kamu, sekarang kita lihat saja pertunjukan di depan kita" ucap Azizah sambil berbisik di telinga Arofik
Dimas yang penasaran dengan apa yang di katakan Azizah saat berbisik di telinga Arofik pun menanyakan hal itu kepada Arofik si polos dan lugu.
" Adek om yang ganteng dan manis, om kan tadi sudah belikan kamu mainan mobil-mobilan yang bagus kan" ucap Dimas sambil menatap wajah Arofik
Arofik menjawab ucapan Dimas cukup menganggukan kepala dengan mata berbinar dan senyum mereka karena teringat mainan barunya.
" Nah sekarang om Dimas mau tanya, tadi kak zizah bisikin apa di telinga kamu?" ucap Dimas sambil tersenyum menatap Arofik
Mendengar pertanyaan yang di lontarkan Dimas membuat Azizah dan Arofik sontak saling pandang, Azizah dengan mengedipkan mata sebagai tanda untuk tidak ngomong, tapi Arofik yang salah tangkap dia mengira kakaknya memberikan izin kepadanya untuk mengatakan semua yang kakaknya bisikan kepadanya.
Setelah arofik mengatakan semua yang Azizah bisikan kini Dimas dan mama Casandra menoleh bersamaan ke arah Azizah yang kini nampak nyengir memperlihatkan gigi gingsulnya yang membuat senyumannya terlihat manis.
" Maaf ya, aku hanya tidak mau mengganggu kalian yang sedang sidang isbat, yang menentukan masa depan hehe" ucap Azizah sambil tersenyum malu-malu
" Ya sudah ayo jawab pertanyaanku tadi zizah" ucap Dimas yang sudah penasaran banget dengan alasan mamanya melamar Azizah menjadi istrinya
" Sebenarnya Tante Casandra bukan melamar saya untukas Dimas, tapi Tante Casandra menawarkan kerja sama dengan menawarkan saya menjadi istri kontrak mas Dimas" ucap Azizah sambil menundukkan kepalanya karena takut dengan ekspresi 2 manusia di depannya
" Ini kenapa aku berasa jadi tersangka sih, yang di interogasi sperti ini" gumam Azizah dalam hati
" Apa alasan mama nawarin Azizah nikah kontrak mama, emangnya aku gak laku ya sampai mama mengajukan nikah kontrak segala aku malu mama" ucap Dimas sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya
" Ya karena kamu nolak terus saat ada cewek yang deketin kamu, mama takut kamu jadi bujang lapuk kan mama juga pengen punya mantu dan punya cucu" ucap mama Casandra sambil cemberut
" Mana surat kontraknya zizah" ucap Dimas dengan datar
Azizah segera mengambil surat kontrak tersebut dari dalam lemari kecil di samping brankar.
" Ini mas suratnya" ucap Azizah sambil mengulurkan surat kontrak tersebut
Dimas segera membacanya dengan serius dan sesekali melihat wajah Azizah dan mama Casandra bergantian.
Setelah selesai membaca surat kontrak tersebut Dimas segera merobek surat kontrak itu dan membuangnya ke dalam tong sampah.