Karena pria yang mencintainya meninggalkan dirinya di hari pernikahannya membuat Lavanya mau tidak mau harus menikah dengan Mike.
Mike berusaha untuk menjalani pernikahan mereka meski pernikahan itu didasari tanpa cinta dan Lavanya tidak mudah membuka hatinya.
Percekcokan terjadi di antara mereka, Lavanya benar-benar tidak ingin mencoba untuk rumah tangganya dan tidak mungkin berpisah karena keluarga calon suaminya itu dikenal oleh orang banyak dan sangat terhormat.
Sahabatnya masuk dalam rumah tangga mereka dan menghancurkan rumah tangga itu dengan Mike mencari kenyamanan pada Arumi.
Ketika Lavanya menyadari adanya yang tidak sehat dalam rumah tangganya, bagaimana dirimu manfaatkan dan terlalu sibuk untuk dirinya dan sampai akhirnya mengetahui perselingkuhan suaminya. Lavanya ternyata tidak mundur dan justru maju untuk merebut suaminya kembali.
Bagaimana kelanjutan hubungan pernikahan antara Mike dan Lavanya. Apakah pada akhirnya Lavanya kembali mendapatkan suaminya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonecis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 7 Penuh Kepalsuan
"Sial!" umpat Mike.
"Mike kamu hampir saja melukaiku," sahut Arumi tampak begitu kesal pada Mike.
"Aku sudah mengingatkan kamu terlebih dahulu untuk tidak macam-macam di kantor, kamu apa-apaan sih, lihatlah Naomi sekretaris ku melihat apa yang terjadi dan bagaimana jika dia mengatakan semua ini kepada Lavanya," ucap Mike terlihat panik.
Arumi mengerutkan dahi dengan menyandarkan punggungnya di pinggir meja Mike dan kedua tangannya dilipat tidak adanya.
"Kamu takut dengan istri kamu yang tidak bisa memberikan apapun kepada kamu?" tanya Arumi dengan menaikkan sebelah alisnya melihat reaksi bagaimana Mike bener-bener terlihat paling panik.
"Kamu tahu sendiri bagaimana keluargaku, sedikit-sedikit akan menjadi berita besar dan hanya akan menjadi masalah besar," sahut Mike.
"Kamu takut ketahuan oleh keluarga kamu dan akan menjadi berita besar itu sebenarnya kamu takut pada istri kamu?" tanya Arumi masih menunggu jawaban yang pasti dari Mike.
"Arumi sudahlah tidak ada hal yang perlu dibahas dalam hal ini, kamu di perusahaan ini berurusan karena profesional pekerjaan dan jangan kamu libatkan hubungan kita berdua!" tegas Mike.
"Aku hanya merindukan kamu dan aku tidak bisa menahan rinduku," sahut Arumi.
"Aku nanti malam akan datang ke tempat kamu," sahut Mike.
"Baiklah, kalau begitu aku tunggu," sahut Arumi tersenyum yang menegakkan posisi berdirinya mengambil tasnya dan Mike yang mencium pipi Mike.
"Bye sayang....." sahut Arumi ayo langsung keluar dari ruangan tersebut.
Naomi merupakan sekertaris Mike yang saat ini duduk di tempatnya dengan mejanya yang berada di dekat ruangan pimpinannya itu ketika pintu ruangan itu terbuka membuat Naomi tampak disibukkan dengan pekerjaan dan pura-pura tidak melihat keluarnya Arumi.
Arumi hanya menghela nafas melihat ke arah Naomi dan kemudian langsung pergi begitu saja. Naomi melihat kepergian wanita itu yang sudah memasuki lift.
"Astaga, bukankah dia adalah sahabatnya Lavanya? Lalu apa yang aku lihat tadi? Apa Dia memiliki hubungan dengan suami Lavanya? Mereka berselingkuh, tidak mungkin tidak ada apa-apa jika sampai mesra-mesraan seperti itu," batin Naomi geleng-geleng kepala yang merasa apa yang telah dia lihat benar-benar tidak memiliki etika dan tidak terpuji.
Naomi selama ini merasa pimpinannya itu sehat-sehat saja dan tidak pernah aneh-aneh dengan klien, karena bagaimanapun Naomi pasti selalu ikut bersama Mike, tetapi siapa sangka sepertinya ada hubungan spesial antara Mike dengan Arumi.
*******
Taman yang luas dengan rumputan hijau, taplak meja bulat yang dikelilingi 5 sampai 4 kursi dengan jarak beberapa meter dari meja yang satu dengan meja yang lainnya.
Matahari yang tampak bersahabat dengan cuaca yang tidak terlalu panas tetapi tetap cerah, banyak pelayan yang memakai seragam hitam putih terlihat membawa nampan berkali-kali melayani para tamu yang hadir dalam acara anniversary pernikahan kedua orang tua Mike.
Tamu-tamu yang datang sudah pasti dari kalangan tamu elit, dari pemerintahan, pengusaha pembisnis dan lain sebagainya yang menghadiri acara mewah tersebut.
Maria selalu berpenampilan cantik dengan dress berwarna hijau tosca sepanjang mata kakinya dengan lengan di bahunya dan tidak lupa memakai sel yang diberi pita di bagian lehernya memperlihatkan wanita berusia 53 tahun itu tetap cantik dan awet muda.
Mereka sejak tadi tampak ramah menyapa para tamu, senyum lebar yang dikeluarkan pasangan suami istri itu. Sementara Clara yang juga hadir di acara anniversary kedua orang tuanya hanya terlihat menikmati yang duduk di salah satu bangku.
"Ma, Pa!" Mike baru saja tiba pada acara tersebut.
"Mike, kamu lama sekali munculnya, orang-orang banyak yang bertanya tentang kamu," ucap Maria.
"Iya-iya maaf, tadi harus bertemu dengan klien dulu," jawabnya merapikan dasinya.
"Di mana Lavanya? kamu tidak datang bersamanya?" tanya Bramana.
"Tidak, aku berangkat dari kantor," jawab Mike.
Maria kembali menghela nafas, jika berurusan dengan menantunya itu maka tidak ada yang harus diharapkan.
"Tante...." Arumi menyapa dengan berjalan mengha Maria, Bramana dan Mike dengan senyumnya yang tampak lebar.
"Arumi," Maria kembali menyapa dengan kedua orang tersebut saling cipika-cipika.
"Kamu cantik sekali hari ini, kamu sama seperti ibu kamu modis dan pintar berpenampilan," puji Maria.
"Tante bisa saja, tante juga hari ini jauh lebih cantik benar-benar princess dan semua mata tertuju kepada Tante," ucap Arumi tidak kalah memberi pujian.
"Kamu bisa saja, kamu datang sendiri? Mama kamu tidak ikut?" tanya Maria.
"Mama check up ke Jepang Tante, jadi hanya menitipkan salam saja," jawab Arumi.
"Tante menerima salamnya dan kamu sampaikan salam balik pada keluarga kamu," sahut Maria.
"Pasti Tante," sahut Arumi tersenyum dan matanya melihat ke arah Mike.
Ada kode-kode dari tatapan mata keduanya dan memang tidak bisa bohong jika keduanya memiliki hubungan spesial.
"Ma...." di tengah pembicaraan itu wanita yang sejak tadi ditanya akhirnya muncul.
Lavanya tetap berpenampilan sederhana walau menyesuaikan acara tersebut dengan pakaian yang dia kenakan, tetapi tetap bagi keluarga Mike penampilan Lavanya yang telah diusahakannya tetap saja tidak menarik dan masih menganggap kampungan.
"Kamu dari mana saja, ini acara penting ayah dan ibu mertua kamu dan kamu menjadi orang terakhir datang dan sudah datang tetap saja tidak menarik apapun. Lavanya selama 1 tahun lebih kamu tidak juga peka dan tidak pernah ingin belajar untuk lebih menarik lagi, lihatlah acara sebesar ini kamu tetap saja berpenampilan kuno seperti orang yang hidup di zaman dahulu,"
"Apa kamu ingin mempermalukan saya?" tanya Maria tidak ada hari tanpa marah-marah kepada menantunya itu
"Ma, sudahlah kenapa juga harus membahas penampilan di tempat seperti ini. Lihatlah tamu-tamu melihat ke arah Mama, mereka bisa membaca ekspresi wajah mama jika marah-marah seperti itu," ucap Mike mengingatkan.
Maria menghela nafas.
"Kamu berbaur sedikit dengan orang-orang yang ada di sini, jangan membuat kepala saya bertambah sakit," tegas Maria langsung pergi dari hadapan Lavanya.
Brahmana tidak berkata apa-apa dan juga kemudian pergi begitu juga dengan Mike.
"Ayo Lavanya kita duduk di sana!" ajak Arumi membuat Lavanya menganggukkan kepala.
Lavanya pada akhirnya hanya duduk sendirian, tampak tidak nyaman berada di dalam situasi ramai, sebagian tamu undangan mengenal dirinya sebagai istri dari Mike dan setiap melewatinya mereka tersenyum mencoba untuk menyapa Lavanya yang membuat Lavanya membalas senyuman itu.
Di mejanya hanya terdapat orange jus yang memang hanya itu yang dia butuhkan yang sebentar-sebentar dia minum dan kembali melihat di sekitarnya.
Orang-orang yang ada di sana memiliki kesibukan masing-masing, seperti banyak sekali pembicaraan mereka dengan berdiri sembari memegang gelas yang berisi jus, Lavanya jika melihat ke arah ibu dan ayah mertuanya, sejak tadi menorehkan senyum.
Tidak lepas acara anniversary tersebut, layaknya tontonan romantis yang sudah pasti akan disorot media sebagai bahan pencitraan untuk mendapatkan suara.
Isu masyarakat belakangan ini sangat sensitif yang berkaitan dengan pemerintahan. Semua seakan-akan yang dilakukan hanya sebuah jualan untuk mencapai kemenangan.
Lavanya juga melihat ke arah suaminya yang sudah pasti tidak akan duduk menemaninya, sejak tadi berbicara dengan kliennya dan begitu juga dengan Arumi yang memiliki banyak orang yang dia kenal di tempat itu.
Itu yang menjadi alasan Lavanya tidak suka berada di tempat keramaian dan apalagi harus datang di acara-acara keluarga.
Bersambung......
reputasinya , kamu dan seluruh keluarga