NovelToon NovelToon
Sistem Menantu Dewa: Membalas Dendam Dalam 3 Hari

Sistem Menantu Dewa: Membalas Dendam Dalam 3 Hari

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Andrean Matabuh

Selama dua tahun pernikahan, Adrian hidup layaknya sampah di keluarga besar istrinya, keluarga Wijaya. Diinjak-injak, dihina, dan dipaksa merangkak bagai anjing hanya demi sekeping uang untuk pengobatan ibunya yang sekarat, Adrian mencapai batas kesabarannya. Namun, tepat di titik terendah hidupnya, sebuah suara mekanis menggema di kepalanya: 'Sistem Penguasa Dewa Berhasil Diaktifkan.'

Bermodalkan dana instan sebesar 10 miliar rupiah di hari pertama dan misi-misi ajaib dari sistem, Adrian bangkit dari statusnya sebagai menantu sampah. Dalam waktu singkat, dia membalikkan keadaan, menguasai roda ekonomi kota, dan membuat orang-orang yang dulu menghinanya berlutut memohon ampun.

Dunia mengiranya hanya seorang menantu miskin yang tidak berdaya, tanpa tahu bahwa di balik layar, Adrian adalah "Dewa" yang mengendalikan segalanya dari kegelapan!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andrean Matabuh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12: Panik di Ibu Kota

Gedung pencakar langit Baskoro Financial Center yang terletak di jantung kawasan segitiga emas Jakarta mendadak berubah menjadi neraka fungsional. Sirene tanda bahaya tidak berbunyi, namun kepanikan yang menjalar di setiap lantai jauh lebih mengerikan daripada kebakaran fisik. Di lantai bursa saham komoditas dan ekuitas, para pialang saham yang bekerja untuk Baskoro Group berteriak histeris, menatap layar monitor raksasa yang memerah total. Grafik nilai perusahaan mereka menukik tajam ke bawah tanpa ada tanda-tanda akan berhenti.

"Tuan Besar! Saham induk properti kita kembali anjlok delapan belas persen! Sistem otomatis bursa efek baru saja melakukan auto rejection bawah (ARB)!" teriak kepala divisi perdagangan dengan suara serak, keringat membanjiri kemeja sutranya. "Raksasa finansial misterius dari Wall Street itu terus mengguyur pasar dengan jutaan lot saham pinjaman! Kita tidak memiliki likuiditas tunai yang cukup untuk menahan sisa modal mereka!"

Teguh Baskoro berdiri kaku di balik meja kerja marmernya yang megah. Ponsel yang masih terhubung dengan penerbangan jet pribadi anaknya, Nicholas, perlahan terlepas dari tangannya dan jatuh ke atas karpet wol Persia yang mahal. Wajah pria paruh baya yang biasanya selalu tenang dan penuh wibawa itu kini tampak berkerut dalam, matanya memancarkan ketakutan yang belum pernah dia rasakan dalam tiga puluh tahun memimpin korporasi.

"Bagaimana bisa... Bagaimana bisa kekuatan sebesar ini digerakkan hanya dalam hitungan menit?" bisik Teguh dengan bibir bergetar.

Dia segera sadar bahwa ancaman yang dibawa oleh anaknya dari daerah pinggiran bukan sekadar gertakan sambal. Pria bernama Adrian itu benar-benar memiliki tombol penghancur dinasti bisnisnya di dalam genggamannya. Lima triliun rupiah kekayaan bersih keluarganya menguap begitu saja ke udara hanya dalam satu gelombang serangan pertama.

"Panggil tim hukum! Hubungi semua koneksi kita di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Keuangan! Suruh mereka menghentikan perdagangan saham kita sementara waktu dengan alasan manipulasi pasar eksternal!" bentak Teguh, mencoba mengumpulkan sisa-sisa otoritasnya sebagai seorang konglomerat tingkat satu.

"T-tidak bisa, Tuan Besar..." sekretaris pribadinya masuk dengan wajah seputih kertas, tangannya memegang sebuah tablet yang menampilkan halaman depan portal berita keuangan internasional terkemuka. "Bukan hanya saham kita yang dihancurkan, tapi seluruh dokumen transaksi suap proyek tol Trans-Sumatera senilai dua triliun rupiah beserta bukti rekaman suara Anda telah bocor ke publik. Berita ini baru saja dirilis oleh Wall Street Journal dan Reuters sepuluh menit yang lalu. Tim penyidik dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan sudah bergerak menuju gedung ini untuk melakukan penggeledahan!"

Brak!

Teguh Baskoro jatuh terduduk di kursi kebesarannya. Dadanya terasa sangat sesak, seolah-olah ada sebongkah batu besar yang menghimpit paru-parunya. Skandal korupsi dua triliun rupiah adalah vonis mati bagi Baskoro Group. Begitu berita itu terkonfirmasi, tidak akan ada satu pun bank atau lembaga keuangan di dunia ini yang berani memberikan pinjaman modal kepada mereka. Aliansi politiknya di ibu kota akan langsung memutuskan hubungan demi menyelamatkan diri mereka masing-masing.

Sementara itu, seribu kilometer dari ibu kota, di dalam ruang kerja Direktur Utama Wijaya Tower yang sejuk, aku masih duduk santai dengan melipat satu kaki di atas kaki lainnya. Layar monitor besar di hadapanku terus memperbarui berita kehancuran Baskoro Group secara real-time. Di sampingku, Kirana berdiri mematung dengan mata yang tidak berkedip menatap layar tersebut.

"Adrian... ini... ini benar-benar gila," bisik Kirana dengan suara yang bergetar. Dia menoleh menatapku dengan tatapan yang dipenuhi rasa kagum sekaligus ngeri yang mendalam. "Hanya dalam waktu beberapa jam, kamu benar-benar membuat Baskoro Group berada di ambang kehancuran total. Ayah Nicholas... Teguh Baskoro... dia adalah orang yang biasanya sering berfoto bersama para menteri dan presiden, tapi sekarang dia diburu seperti seorang kriminal kelas teri."

Aku mengulurkan tangan kanan ku, menarik pinggang ramping Kirana dengan lembut agar dia duduk di atas pangkuanku. Aku mengelus pipinya yang halus untuk menghilangkan sisa-sisa kecemasan di dalam dirinya. "Di dunia ini, Kirana, tidak ada orang yang benar-benar tidak tersentuh. Mereka hanya terlihat besar karena mereka berdiri di atas penderitaan orang-orang kecil yang mereka injak. Begitu hukum keadilan sejati datang mengetuk pintu mereka, mereka tidak lebih dari sekadar tikus tanah yang ketakutan."

[Ding! Evaluasi Langkah Pertama Misi Utama Berhasil!]

[Harga saham Baskoro Group telah anjlok sebesar 32% dalam waktu 9 jam! (Melebihi target awal 30%)]

[Hadiah Tambahan Diaktifkan: Keterampilan 'Retorika Hipnotis Dewa' telah ditambahkan ke dalam pesona vokal Tuan Rumah!]

[Fungsi Keterampilan: Setiap kata yang diucapkan oleh Tuan Rumah dengan penekanan khusus akan memiliki efek sugesti mutlak yang tidak bisa ditolak oleh target yang memiliki mental lemah.]

Mendengar suara digital dari Sistem Penguasa Dewa yang kembali berdengung nyaman di dalam kepalaku, sebuah rencana baru yang jauh lebih kejam langsung tersusun rapi di dalam benakku. Menghancurkan harta benda mereka saja tidak akan cukup untuk membayar kesombongan Nicholas yang telah berani menyentuh dan mengancam istriku. Aku ingin melihat putra mahkota itu kehilangan segalanya, merangkak di bawah kakiku, dan merasakan bagaimana rasanya menjadi sampah yang sesungguhnya.

Aku merogoh ponsel enkripsi milikku, lalu mengirimkan sebuah pesan teks singkat kepada Marcus di Wall Street. “Hentikan penekanan saham di angka tiga puluh lima persen. Biarkan mereka bernapas sejenak untuk mengumpulkan sisa aset mereka. Aku ingin mereka mengira masih memiliki harapan sebelum aku menghancurkannya secara total besok pagi.”

"Baik, Tuan Adrian. Umpan telah terpasang dengan sempurna," jawab Marcus melalui pesan balasan instan yang langsung terhapus otomatis oleh sistem keamanan ponselku.

Aku menyimpan kembali ponselku, lalu menatap Kirana dengan senyuman hangat. "Kirana, besok pagi, seluruh aset logistik dan anak perusahaan Baskoro Group yang berada di kota ini akan dilelang secara massal oleh kurator independen untuk menutupi utang margin mereka. Aku ingin kamu bersiap-siap dengan tim hukum Wijaya Group. Kita akan membeli seluruh aset mereka di kota ini dengan harga seperseratus dari nilai aslinya."

Kirana menatapku dengan mata yang berbinar terang, seluruh keraguan dan ketakutannya kini telah menguap habis, digantikan oleh ambisi besar seorang pimpinan korporasi yang tangguh. "Aku mengerti, Adrian. Aku akan memastikan tim hukum kita bekerja semalaman untuk mempersiapkan dokumen akuisisi terbalik ini. Kita akan menelan seluruh wilayah kekuasaan mereka di kota ini tanpa tersisa."

Aku mengecup kening istriku dengan lembut, merasakan kepuasan balas dendam yang membakar di dalam dadaku. Dinasti Baskoro Group telah retak, dan besok, aku sendiri yang akan memastikan retakan itu berubah menjadi hancur berkeping-keping di bawah telapak kakiku.

1
Darns Jabat
👍
Andrean Matabuh: terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!