NovelToon NovelToon
Salah Meja Jadi Istri CEO

Salah Meja Jadi Istri CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Slice of Life / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Office Romance
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Aneska (25 tahun) berada dalam situasi darurat: menikah dalam seminggu atau dijodohkan dengan "om-om" pilihan Papanya yang bernama Argani Sebasta. Demi kebebasan, Aneska nekat mencari pacar sewaan lewat bantuan sahabatnya.
Namun, kecerobohan berbuah petaka—atau mungkin keberuntungan. Di sebuah kafe, Aneska salah mendatangi meja. Bukannya bertemu pria dari aplikasi kencan, ia justru mengajak kencan seorang pria asing yang tampak dewasa dan sangat tampan.
Aneska tidak tahu bahwa pria itu adalah Argani Sebasta, calon tunangan yang sangat ia hindari. Arga yang menyadari kesalahan Aneska justru merasa tertarik dan memilih menyamar menjadi "Gani" si pria biasa.
Permainan menjadi serius saat Arga tiba-tiba mengajukan syarat gila: "Jangan cuma pacaran, ayo langsung menikah saja."
Terdesak waktu dan terpesona pada ketampanan "Gani", Aneska setuju. Akankah Aneska tetap bahagia saat tahu bahwa suami yang ia pilih sendiri sebenarnya adalah pria yang paling ingin ia tolak sejak awal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12: Singa Betina di Sarang Korporat

​Suasana di ruangan lantai empat puluh lima itu mendadak terasa seperti medan perang yang kekurangan oksigen. Clara Mahendra masih berdiri mematung, wajahnya yang berlapis kosmetik mahal itu tampak retak karena syok mendengar jawaban telak dari Aneska.

​"Kamu... kamu berani bicara begitu sama saya?" suara Clara bergetar karena amarah. "Kamu tahu siapa saya? Saya ini—"

​"Model, kan? Saya sering lihat Mbak di papan reklame jalan tol kalau lagi macet. Cantik sih, tapi sayang, aslinya agak berisik ya?" potong Aneska santai. Ia bahkan berani melipat tangan di depan dada, menatap Clara dari atas ke bawah tanpa rasa takut sedikit pun.

​Arga yang berdiri di belakang Aneska hampir saja kehilangan kendali atas wajah datarnya. Ia harus berdehem berkali-kali untuk menyembunyikan tawa yang ingin meledak. Bencana indahku ini benar-benar tidak bisa ditebak, batin Arga bangga.

​"Arga! Kamu diam saja lihat perempuan ini menghina aku?" teriak Clara, berharap mendapat pembelaan.

​Arga melangkah maju, tapi bukannya mendekati Clara, ia justru merangkul bahu Aneska dan menariknya lebih dekat. "Aneska tidak menghina, Clara. Dia hanya jujur. Dan sejujurnya, saya memang lebih suka kejujuran yang 'berisik' daripada kepalsuan yang sunyi."

​Wajah Clara memerah padam. "Oke. Kita lihat saja nanti. Papa tidak akan tinggal diam soal merger ini. Dan kamu, Aneska... jangan pikir kamu sudah menang hanya karena cincin kecil itu. Kita lihat seberapa tahan kamu di acara Gala Dinner Sebasta Group minggu depan. Kamu cuma akan jadi pajangan yang memalukan di sana!"

​Dengan hentakan kaki yang keras, Clara berbalik dan keluar dari ruangan, membanting pintu jati besar itu hingga menimbulkan suara dentuman yang menggema.

​Hening sejenak.

​Begitu pintu tertutup rapat, Aneska langsung melepaskan rangkulan Arga. Bahunya yang tadi tegak mendadak merosot, dan ia langsung duduk di sofa dengan lemas.

​"Gila, jantung gue mau copot!" seru Aneska sambil memegangi dadanya. "Heh, Arga! Mantan lo serem banget kayak hantu di film-film horor!"

​Arga tertawa lepas, kali ini tanpa ditahan. Ia duduk di sebelah Aneska, mengambil tangan gadis itu yang ternyata memang sedikit dingin. "Tadi katanya berani? 'Singa betina' saya ke mana perginya?"

​"Ya berani lah! Gue nggak suka ya direndahin begitu. Dikira gue cewek lemah yang bakal nangis dipojokin? Enak aja! Gue ini anak Papa Hendra, dididik buat jadi petarung, bukan jadi keset!" Aneska bersungut-sungut, bibirnya mengerucut sebal yang justru terlihat sangat manja di mata Arga.

​Arga mengacak rambut Aneska gemas. "Tapi tadi kamu keren banget. 'Bencana indah', hm? Saya suka sebutan itu."

​Aneska memutar bola matanya. "Lagian lo juga sih! Kenapa punya mantan spek naga begitu? Bikin hidup gue ribet aja. Udah ah, gue mau pulang! Gue mau ngadu sama Mama, mau minta masakain rendang biar emosi gue stabil!"

​"Jangan pulang dulu. Kita belum makan siang," tahan Arga sambil menggenggam tangan Aneska. "Dan soal Gala Dinner itu... kamu mau datang?"

​Aneska terdiam sejenak. Ia tahu itu adalah acara paling bergengsi tahunan. Di sana akan ada ratusan pengusaha, pejabat, dan tentu saja... Clara.

​"Kalau gue nggak datang, si naga itu bakal mikir gue takut, kan?" tanya Aneska menantang.

​"Kemungkinan besar begitu."

​Aneska berdiri, menepuk roknya dengan mantap. "Oke. Gue dateng. Tapi lo harus janji, lo nggak boleh lepasin tangan gue semenit pun di sana. Gue nggak mau sendirian dikelilingi orang-orang yang bahasanya pakai bahasa saham semua."

​Arga berdiri, menatap Aneska dengan tatapan yang sangat dalam dan penuh komitmen. Ia meraih tangan Aneska, mengecup punggung tangannya lama. "Saya tidak akan melepaskan tanganmu, bahkan jika seluruh dunia meminta saya melakukannya."

......................

​Sore harinya, Aneska benar-benar pulang ke rumah orang tuanya dengan wajah cemberut. Begitu masuk ke rumah, ia langsung menghambur ke pelukan Mamanya yang sedang menyiram bunga di taman belakang.

​"Maaaa! Anes mau dijahatin sama hantu model!" rengeknya, benar-benar berubah jadi anak manja dalam sekejap.

​Mama Aneska tertawa, mengelus rambut putrinya. "Hantu model apa lagi, Sayang? Kamu ini sudah mau jadi istri orang kok masih manja begini."

​Papa Hendra yang baru saja keluar dari ruang kerja sambil memegang cangkir kopi ikut tertawa. "Kenapa? Arga nakal? Biar Papa telepon dia sekarang, Papa suruh dia lari keliling lapangan!"

​"Bukan Arga, Pa! Itu tuh, ada cewek namanya Clara, mantan tunangan Arga katanya. Dia tadi labrak Anes di kantor Arga!" Aneska mengadu sambil duduk di kursi taman, kakinya diayun-ayunkan seperti anak kecil.

​Papa Hendra langsung duduk di depan putrinya, ekspresinya berubah serius tapi tetap tenang. "Anes, dengerin Papa. Arga itu pohon yang besar dan tinggi. Wajar kalau banyak angin yang mau numbangin dia. Tapi kalau kamu mau jadi pendampingnya, kamu harus jadi akar yang kuat. Jangan mau kalah cuma sama omongan orang."

​"Anes nggak kalah, Pa! Tadi Anes lawan kok!" sahut Aneska bangga. "Anes bilang aja kalau Anes lebih tahu bubur ayam kesukaan Arga daripada dia!"

​Mama dan Papa Aneska tertawa kompak. Mereka tahu, meskipun putri mereka manja, Aneska punya mental baja yang tidak akan mudah dipatahkan.

​"Bagus. Besok Papa temenin kamu cari gaun paling mahal di Jakarta buat acara itu," ucap Papa Hendra. "Kita tunjukkan pada mereka, siapa sebenarnya putri keluarga Graceva."

​Aneska tersenyum lebar, ia memeluk Papanya dengan erat. "Makasih, Papa! Sayang Papa banyak-banyak!"

......................

​Di tempat lain, Arga sedang duduk di meja kerjanya, menatap undangan Gala Dinner di tangannya. Ia meraih ponselnya dan menelepon asisten pribadinya.

​"Siapkan keamanan ekstra untuk minggu depan. Dan pastikan Clara Mahendra tidak mendapatkan posisi meja yang dekat dengan Aneska. Saya tidak mau 'singa' saya terganggu saat makan malam."

​Arga tersenyum sendiri mengingat keberanian Aneska tadi siang. Ia tahu, babak baru ini mungkin akan berisik, tapi selama ada Aneska di sampingnya, semua kekacauan itu akan terasa menyenangkan.

1
Aidil Kenzie Zie
Anes sangat beruntung
Ariska Kamisa: tapi anes nge gas terus yaa🤭🤣🤣🤣
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
didunia nyata apakah ada yang seperti Arga 🤔🤔🤔
Ariska Kamisa: seperti nya 1001 kak🤭🤭🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
ya Allah Arga ... 😱
umie chaby_ba
so sweet
umie chaby_ba
👍👍👍👍
umie chaby_ba
satria oh satria bikin Arga kesurupan
umie chaby_ba
arga nyebut ga !
umie chaby_ba
anes iiih 🤭
umie chaby_ba
astagfirullah...🤣🤣🤣
umie chaby_ba
arga 🤣🤣🤣
umie chaby_ba
ya Allah Arga udh kebelet banget 🤭
umie chaby_ba
suka suka suka
Ariska Kamisa: terimakasih 🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
gercep Amayyy
umie chaby_ba
gemas banget sih arga🤣🤣🤣
umie chaby_ba
ada siangan nih.
Ariska Kamisa: saingan kali... 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
cerita nya asik nih, ringan ... aku suka yang bucin gini tapi ceweknya sok cuek /Curse//Curse//Curse//Curse/
Ariska Kamisa: terimakasih banyak ya kakak♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
umie chaby_ba
😍😍😍😍
umie chaby_ba
ciee ngajak ngebubur duluan🤭
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
😍😍😍😍
umie chaby_ba
apakah sebenarnya itu rencana para papa mereka berdua?
Ariska Kamisa: pintar...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!