NovelToon NovelToon
"Sistem Mengajar Mutlak Dan Wali Kelas Pilihan":

"Sistem Mengajar Mutlak Dan Wali Kelas Pilihan":

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Sistem
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: acep maulana

Arvand Pratama hanyalah seorang guru honorer santai yang menjunjung tinggi prinsip "kerja minimal, damai maksimal". Namun, hidupnya yang tenang mendadak hancur ketika ia dijebak untuk menjadi wali kelas 12 F—kelas buangan paling brutal, berisi sekumpulan murid bermasalah yang dicap sebagai parasit sekolah tanpa masa depan.
​Saat Arvand berniat melarikan diri dan mengundurkan diri, sebuah Sistem Mengajar Mutlak misterius mendadak aktif di kepalanya. Sistem ini memberinya pilihan ekstrem: terima misi menjinakkan kelas 12 F dengan imbalan uang melimpah dan kemampuan guru supranatural, atau menolak dan mati mendadak karena serangan jantung!
​Terjebak di antara ancaman kematian sistem, janji manis kepala sekolah untuk dinikahkan dengan guru matematika yang cantik, dan keliaran murid-murid 12 F yang siap menguji kewarasannya, petualangan Arvand pun dimulai. Mampukah guru honorer bermodal sistem ini mengubah kumpulan "produk gagal" menjadi barisan murid terbaik, atau justru ia yang akan mati

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon acep maulana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 Diplomasi Sengit & Alasan Kripto Gaib

​Arvand menarik napas dalam-dalam, mempersiapkan kondisi mentalnya sebelum melontarkan sebuah kalimat inti yang pasti akan memicu guncangan dramatis di dalam hati sang ibu kos yang ekspresif ini. Ia menopang kedua belah tangannya di atas permukaan meja kayu, menatap Mbok Sum dengan sebuah ekspresi serius yang sengaja dibuat-buat sedramatis mungkin.

​"Mbok… saya mau pindah kos dari sini."

​Mbok Sum yang baru saja mau melanjutkan gerakan ulekan cabainya langsung tersentak kaget bukan main. Cobek batunya sampai bergeser beberapa sentimeter ke depan akibat dorongan telapak tangannya yang kuat secara tidak sengaja. Ia melotot tajam ke arah Arvand seolah pemuda itu baru saja mengumumkan perang terbuka.

​"Hah?! Pindah kosan?! Kenapa mendadak bener, Vand? Kamar kos lu kurang nyaman? Kasur kapuknya kurang empuk? Atau galon air di dapur umum habis terus gara-gara anak kamar sebelah kalau minum kagak kira-kira kayak unta di gurun?!" rentondong Mbok Sum dengan volume suara yang mendadak naik dua oktaf penuh, membuat beberapa penghuni kos lain yang sedang mandi di lantai dasar sampai menjenguk kan kepala mereka keluar dari pintu kamar mandi karena penasaran.

​Arvand terkekeh pelan sambil mengibaskan telapak tangan kanannya di udara untuk menenangkan suasana. "Bukan, Mbok… bukan karena itu semua, kok. Fasilitas di kosan Mbok ini sebenarnya sudah sangat... membekas dan mendalam di dalam hati saya. Saya cuma merasa sudah waktunya untuk mencari suasana baru, tempat baru yang lebih luas untuk mengembangkan seluruh potensi diri saya sebagai seorang pendidik bangsa yang visioner."

​Mbok Sum mendengus sangat keras, melipat kedua belah tangannya yang gempal di depan dada dengan pose menantang yang sangat ikonik di kalangan anak kos.

​"Halah! Jangan bohong lu sama gue, Vand! Ini pasti gara-gara kejadian WiFi kosan mati total semalam selama dua jam suntuk, kan?! Lu mau protes dan ngambek karena kagak bisa nonton video tutorial mengajar atau main game di YouTube, kan?!"

​Arvand berusaha sekuat tenaga menahan tawa, mencoba memasang wajah bersalah yang tipis untuk memancing reaksi lebih lanjut. "Yaaa... kalau soal itu sih... sebenarnya memang sedikit ada benarnya juga, Mbok. Semalam saya lagi genting-gentingnya butuh koneksi internet cepat untuk menyusun materi, eh di layar laptop malah muncul logo tanda seru warna kuning."

​"Nah tuh! Kan bener dugaan gue kagak pernah salah!" seru Mbok Sum dengan nada kemenangan sambil menunjuk tepat ke arah wajah Arvand menggunakan ulekan batu di tangan kanannya, membuat beberapa tetesan kuah sambal merah hampir saja mengenai ujung hidung Arvand.

​"Dasar bocah zaman sekarang! Baru mati lampu sama WiFi mati dua jam aja udah langsung manja mau pindah kosan segala! Manja bener lu jadi cowok! Dulu waktu zaman orang tua kamu masih muda di kampung, mereka bisa bertahan hidup puluhan tahun tanpa ada WiFi, tanpa ada internet, cuma modal lampu petromak minyak tanah sama dengerin radio butut yang suaranya kresek-kresek! Kagak ada tuh ceritanya yang merengek-rengek mau pindah rumah cuma gara-gara sinyal!"

​Arvand langsung memotong pembicaraan dengan kalimat andalannya yang meluncur cepat sambil menahan tawa yang sudah berada di ujung tenggorokan, "Ya tapi kan perlu diingat juga, Mbok... dulu waktu zaman orang tua saya muda, mereka belum kenal yang namanya aplikasi pinjaman online sama sistem Mobile Banking di ponsel, Mbok! Kalau WiFi kosan mati total, saya kagak bisa ngecek apakah gaji honorer saya yang secuil itu udah masuk ke rekening atau belum!"

​Mbok Sum menggeleng-gelengkan kepalanya dengan raut wajah yang mengejek, namun di dalam sorot matanya sebenarnya terselip rasa sayang seorang ibu kos kepada penghuninya yang paling rajin ini. "Dasar anak muda zaman now... bener-bener dah kelakuannya. Lebih panik dan stres kehilangan sinyal internet daripada kehilangan sandal jepit swallow di masjid waktu salat jumat! Mentalnya rapuh bener kayak kerupuk kaleng ke siram kuah soto panas!"

​"Hahaha! Tapi tenang saja, Mbok. Biarpun nanti saya sudah pindah ke tempat baru yang koneksi wifi nyaa sekencang angin puyuh, saya dijamin tetap bakal kangen berat sama cita rasa masakan Mbok Sum di dapur ini. Terutama oseng mercon sama sambal korek buatan tangan Mbok yang tingkat pedasnya mampu mengalahkan tajamnya omongan tetangga sebelah rumah itu," puji Arvand menggunakan gaya diplomasi pujangga tingkat tinggi untuk meredakan ketegangan situasi.

​Mendengar pujian maut yang sangat telak tentang kemampuan memasak legendarisnya, pertahanan ego keras Mbok Sum langsung runtuh seketika tanpa sisa. Ia tersenyum malu-malu kucing dengan wajah yang merona, membuat wajah tambunnya terlihat sedikit jenaka di bawah siraman cahaya lampu neon dapur umum yang remang-remang.

​"Ih, si Jaka bisa aja kalau nyari alasan buat ngerayu orang tua. Kalau gitu, saran terbaik dari gue sih lu jangan pindah deh, Vand. Nih, dengerin baik-baik ya... khusus buat lu sama adek lu yang cantik, mulai besok porsi makan siang lauk kalian bakal gue tambahin sambal ekstra gratis tanpa biaya tambahan! Terus... nih, gue kasih bocoran informasi rahasia berharga: gue baru aja ganti password WiFi kosan biar kagak ditumpangi gratisan lagi sama anak-anak kampung sebelah. Password barunya: 'BayarKosanWoi123'. Gimana? Kurang baik dan kurang perhatian apa coba ibu kosmu yang seksi dan menawan ini?" ucap Mbok Sum sambil mengedipkan sebelah matanya dengan gaya jenaka yang sukses membuat Arvand merinding geli di tempat berdiri.

​"Hahaha! Waduh, password WiFi barunya benar-benar sangat memotivasi kondisi finansial para penghuni ya, Mbok! Tapi keputusan saya kali ini sudah bulat dan tidak bisa diganggu gugat lagi, Mbok. Anggap saja ini langkah awal saya untuk belajar hidup lebih mandiri dan berkembang," jawab Arvand sambil terkekeh geli menanggapi humor ibu kosnya.

​Mbok Sum akhirnya menghela napas pasrah, tahu bahwa ia tidak bisa menahan guru muda ini lebih lama lagi. Ia melirik kembali ke arah mobil BMW 7 Series hitam yang terparkir anggun dan mencolok di depan gerbang besi luar, lalu kembali menatap wajah Arvand dengan rasa penasaran yang sudah tidak bisa dibendung lagi di dalam dadanya.

​"Eh tapi bentar dulu deh, Vand. Gue dari tadi masih penasaran setengah mati sampai mulas. Lu sebenarnya dapet duit tunai segepok begitu dari mana asalnya? Terus itu mobil hitam gede nan mewah di depan... lu beneran kagak miara minyak mistis atau ikutan ritual babi ngepet, kan? Jujur lu sama gue, jangan sampai besok pagi rumah kos gue digerebek sama warga kampung karena kasus pesugihan hitam!"

​Arvand mendekatkan posisi wajahnya ke arah telinga Mbok Sum, lalu berbisik dengan nada penuh rahasia yang sengaja dibuat misterius dan dramatis agar nuansa komedinya semakin kental terasa di udara.

​"Jadi begini cerita rahasianya, Mbok... beberapa bulan yang lalu saya iseng-iseng beli beberapa lembar saham perusahaan teknologi luar negeri sama beberapa aset mata uang kripto pake sisa uang jajan bulanan yang tersisa sedikit. Eh, kagak tahunya, semalam grafik nilai pasarnya mendadak naik melesat terbang ke bulan tinggi banget, Mbok! Istilah anak zaman sekarang namanya: To The Moon! Makanya saya langsung dapet rezeki nomplok instan, bisa beli mobil mewah itu secara tunai beserta bonus rumah barunya sekalian di kompleks elit! Hehehe!"

​Mbok Sum melongo sempurna mendengar penjelasan panjang Arvand yang dipenuhi dengan istilah-istilah asing yang sangat baru di telinga paruh bayanya.

​"Hah? Saham? Kripik... kripik kripto? Maksud lu... lu selama ini jualan kripik renyah di internet sampai bisa beli mobil mewah sepanjang itu?! Hebat bener zaman sekarang ya, jualan kripik buatan rumahan aja bisa bikin orang biasa jadi sultan dadakan dalam semalam!"

​Arvand langsung memegangi perutnya yang mendadak kram, tertawa terpingkal-pingkal dengan sangat keras sampai air matanya keluar mengalir di pipi mendengar interpretasi kuliner Mbok Sum yang sangat melenceng jauh tentang dunia finansial teknologi modern.

​"Hahaha! Iya wis, Mbok! Anggap saja saya sukses besar karena jualan kripik gaib super renyah di internet! Yang penting semua duitnya dijamin halal, bersih, dan berkah buat bayar sisa kosan!"

1
irena
lanjut thor..
Aisyah Suyuti
good
Mamat Stone
/Tongue/
acep maulana
Hehehe, kalau kalian punya ide gokil, teori liar, atau saran buat novel ini, tulis aja di komentar. 😆
Saya selalu baca komentar kalian, dan siapa tahu ada ide yang bisa menginspirasi jalan cerita ke depannya. Terima kasih sudah mendukung novel ini! 🙏🔥
Mamat Stone
/Chuckle/
Mamat Stone
/Toasted/
Mamat Stone
/Gosh/
Mamat Stone
/Smile/
Mamat Stone
/Proud/
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
verto
novel terjemahan kah ini? dengan di modif dikit
acep maulana: Ehh iya, ada sedikit inspirasi dari drama China yang saya tonton, bahkan mungkin ada beberapa ide dari film juga di bab-bab yang akan datang. Tapi saya modifikasi dan kembangkan sesuai alur cerita novel ini. Hehehe 😆🙏 Terima kasih sudah membaca.
total 1 replies
verto
mirip sebuah komik sipnosisnya
acep maulana: Waduh, ketahuan gue deh 🤭 kebanyakan baca komik. 😂 Tapi semoga makin ke depan ceritanya punya warna sendiri dan tetap seru buat diikuti. 😁🙏
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
crazy up Thor
Dewiendahsetiowati
kok banyak yang diulang2 ya paragrafnya
acep maulana: maaf ka hehe saya ngetik nya sambil ngantukk 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!