NovelToon NovelToon
Istri Tersembunyi Dokter Pradikta

Istri Tersembunyi Dokter Pradikta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / Mengubah Takdir
Popularitas:14.3k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Zivanna gadis 24 tahun yang sudah lulus kedokteran, praktek di rumah sakit besar menjadi Dokter muda. Menjadi seorang Dokter tidaklah mudah meski sudah berusaha keras. Zivanna mengalami kesulitan dan bahkan segala usahanya selalu tidak pernah terlihat.

Zivanna selalu menjadi bulan-bulanan orang-orang yang bertugas di rumah sakit, dianggap sepele bahkan dia Dokter yang lulus karena uang. Zivanna kerap kali dimarahi senior di depan banyak orang.
Dibalik semua itu tidak ada yang tahu bahwa dirinya adalah putri dari pemilik rumah sakit terbesar di Jakarta tempatnya bertugas.
Bukan hanya itu statusnya sebagai istri tersembunyi yang tidak ada mengetahui bahwa dia adalah istri Dokter senior yang bersikap dingin selama di rumah sakit kepadanya.

Pernikahan Zivanna dengan Dokter Pradikta penuh cerita dalam keterpaksaan pernikahan itu terjadi. Lalu bagaimana keduanya menghadapi pernikahan mereka dengan dunia pekerjaan dan juga rumah tangga mereka.
Jangan lupa untuk terus membaca....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 13 Diam-diam Memperhatikan

Dikta tidak berkomentar apapun dengan apa yang dikatakan Ayah mertuanya itu.

"Hmmm, baiklah Dikta, untuk masalah rumah tangga kalian saya tidak perlu terlalu banyak berkomentar ini dan itu kepada kamu, kamu sudah dewasa dan saya yakin kamu bisa menghadapi semua ini, saya hanya berharap kedepannya baik-baik saja, kamu juga tidak terlalu memikirkan apapun dan fokus pada karir kamu sebagai Dokter dan jangan lupa untuk terus membimbing Zivanna agar karirnya juga baik-baik aja dan bisa seperti kamu," ucap Andra memberi saran pada menantunya itu.

"Baik. Pa, saya akan mencoba untuk melakukan yang terbaik," sahut Dikta. Andra menganggukkan kepala.

"Kalau begitu saya permisi dulu!" ucap Dikta.

"Silahkan!" sahut Andra.

Dikta menghela nafas ketika keluar dari ruangan ayah mertuanya.

Dikta mengusap kepalanya, tampak sedikit frustasi ketika mengingat perkataan ayah mertuanya menyinggung Nayla.

Langkahnya tiba-tiba saja terhenti tepat di depan pintu ruangan yang terbuka sedikit. Ternyata di sana terlihat Zivanna berada di dalam ruangan itu yang berdiri dengan tubuh membungkuk, ternyata Zivanna fokus pada bagian patung dengan kepala di dalam tubuh manusia.

"Apa yang dia lakukan?" ucap Dikta pelan.

Dikta terlihat berdiri dengan kedua tangannya berada di dadanya, Zivanna mengambil kesempatan di tengah pekerjaannya yang tidak terlalu banyak, untuk belajar sendiri.

Zivanna tampak serius, layaknya seperti seorang Dokter yang melakukan operasi pasien. Zivanna selama menjadi Dokter belum mendapat kesempatan untuk mengoperasi pasien dalam bentuk kecil maupun besar.

Zivanna tidak mendapat kesempatan dalam kepercayaan itu. Tetapi saat ini yang telah dia lakukan seolah-olah seorang Dokter profesional yang menjadi Dokter special bedah.

Dikta sangat betah berada dalam situasi tersebut, lihatlah bagaimana dia terus memperhatikan istrinya begitu serius.

"Dokter Dikta!" Dikta kaget ketika seseorang menegurnya membuatnya menoleh ke samping.

Orang tersebut tak lain adalah Sherina.

"Hah, kenapa Sherina?" tanya Dikta sedikit gugup, seperti tertangkap basah.

"Untuk apa Dokter di sini?" tanya Sherina.

"Oh...tidak apa-apa saya baru saja selesai mengangkat telepon, makanya berhenti di sini," jawab Dikta kemudian langsung pergi begitu saja membuat Sherina mengerutkan dahi.

"Perasaan aku tidak melihat Dokter Dikta mengeluarkan ponselnya," gumam Sherina kebingungan.

Sherina menghela nafas dan kemudian memasuki ruangan tersebut.

Langkah Sherina sedikit berisik membuat Zivanna menyadari dan buru-buru menghentikan pekerjaannya.

"Tidak perlu malu seperti itu, lanjutkan saja, seperti siapa saja yang masuk," sahut Sherina.

"Kamu membuatku kaget saja, aku pikir siapa yang masuk dan seharusnya kamu mengetuk pintu sebelum masuk ke dalam ruangan ini," ucap Zivanna.

"Kamu sendiri tidak mengunci pintunya dan bahkan tidak menutup pintunya, jadi siapapun bisa masuk karena ruangan ini juga ruangan umum," jawab Sherina membuat Zivanna melihat ke arah pintu dan ternyata memang tidak dikunci.

"Astaga, aku benar-benar lupa," Zivanna menepuk jidatnya.

"Makanya, kalau ingin berlatih sendiri dan tidak ingin dilihat oleh orang lain yang akan menjadi ejekan, kamu harus menutup pintu dan untung saja Dokter Dikta tidak masuk dan menegur apa yang kamu lakukan," ucap Sherina.

"Dokter Dikta, maksud kamu bagaimana?" tanya Zivanna kebingungan.

"Tadi aku melihat Dokter Dikta berdiri cukup lama di depan pintu ruangan kamu dan entahlah apa yang dia lakukan, tapi dia mengatakan hanya kebetulan lewat dan mengangkat telepon," jawab Sherina.

"Untuk apa dia berada di sana? apa dia ingin menegurku, atau ingin memarahiku, aku tidak meminta bantuannya untuk mengawasiku dalam melakukan praktek sendiri dan harusnya dia tidak punya hak memarahiku jika aku melakukan kesalahan," batin Zivanna.

"Malah melamun," ucap Sherina membuyarkan lamunan dari sahabatnya itu.

"Sudahlah, kamu buruan ambil keperluan kamu di dalam ruangan ini. Aku akan melanjutkan untuk belajar praktik sendiri dan akan menutup pintu agar tidak ada yang masuk ke dalam ruangan ini," ucap Zivanna menegaskan.

"Memang ruangan ini milik kamu pribadi sehingga tidak ada yang boleh masuk, seperti punya Nenek moyangmu saja," ejek Sherina.

Zivanna hanya tersenyum penuh arti menanggapi pernyataan dari temannya itu dan bagaimana tidak, itu punya nenek moyangnya, karena memang rumah sakit itu milik orang tuanya.

"Baiklah temanku sukses untuk belajar. Aku harus melanjutkan pekerjaan dulu, tetap semangat!" ucap Zivanna.

"Oke," sahut Zivanna.

Sherina tidak mengatakan apapun lagi dan langsung keluar dari ruangan tersebut. Zivanna menghela nafas dan kemudian melanjutkan menyelesaikan pekerjaannya.

Zivanna benar-benar sungguh-sungguh ingin belajar. Dia ingin membuktikan kepada semua orang yang telah meragukannya bahwa dia benar-benar mampu dan layak untuk menjadi seorang Dokter.

******

Dikta baru saja selesai melakukan operasi. Dikta berbicara pada suster yang membantunya operasi pada salah satu pasien dan sekarang suster tersebut sedang memberi hasil rekap medis.

"Dikta!" fokusnya tiba-tiba teralihkan ketika mendengar suara memanggilnya membuatnya melihat Nayla tersenyum dengan melambaikan tangan sekitar beberapa meter dari tempatnya berdiri.

"Kamu laporkan data-data pasien pada Dokter Arif," ucap Dikta.

"Baik Dokter," sahut suster tersebut dan kemudian langsung pergi.

Ketika melihat Suster tersebut yang akhirnya pergi membuat Nayla berjalan dengan sangat excited menghampiri Dikta.

"Aku tidak lupa membawa makanan kesukaan kamu. Ayo kita makan bersama!" ajak Nayla langsung menarik tangan Dikta tanpa sempat untuk menolak.

Keduanya akhirnya terlihat makan di salah satu bangku di luar rumah sakit yang terdapat di bawah pohon.

"Aku tahu kamu pasti sudah merindukan makanan ini. Ini adalah makanan kesukaan kamu, makanan yang super duper lezat," ucap Nayla terlihat semangat mengeluarkan makanan tersebut dari tempatnya.

"Kenapa tidak mengabariku terlebih dahulu jika ingin datang ke rumah sakit?" tanya Dikta.

"Hey, Dokter Dikta, apakah harus membuat janji terlebih dahulu pada Dokter yang sangat sibuk ini jika ingin bertemu? Apa kamu tidak menganggapku ada?" tanya Nayla sewot.

"Bukan begitu Nayla, di rumah sakit juga ada peraturan dan terlebih lagi aku tidak ingin jika kamu seperti tadi memanggilku, orang-orang yang memiliki kepentingan di rumah sakit akan bertanya-tanya," ucap Dikta.

"Apa yang menjadi urusan mereka? Apa mereka akan berpikiran bahwa aku wanita pecicilan, berteriak seperti itu memanggil kamu dan lagi pula rumah sakit yang memiliki aturan ini adalah rumah sakit keluarga dari sahabat kita sendiri apa yang salah dengan hal itu jika Zivanna sendiri tidak menegurku," ucap Nayla tidak mau kalah dengan apa yang dikatakan Dikta.

"Untuk masalah rumah sakit milik kedua orang tua Zivanna, aku juga berharap kamu tidak mengatakan hal itu kepada orang lain. Zivanna sendiri tidak pernah mengatakan kepada rekan-rekannya bahwa keluarganya yang memiliki rumah sakit itu," ucap Dikta.

"Benarkah?" tanya Nayla.

"Wau benar-benar sahabatku yang sangat baik dan rendah hati, dia benar-benar sangat the best," ucap Nayla tanpa ditanggapi apa-apa oleh Dikta.

Bersambung....

1
Teh Euis Tea
jgn saling salah salahkan sekarang cepat selamatkan Zifana, dari pd ribut ga jelas, kalian ber2 emang pd egois
Teh Euis Tea
semoga Zifana selamat, kadang aku sebel sm Zifana kadang kasihan jg sm dia
Endang 💖
berantem lagi, salah paham lagi, kapan mereka akurnya
Teh Euis Tea
nah gitu dong Zifana hrs percaya diri klu kamu mampu mengatasinya
Teh Euis Tea
Zifana jgn cengeng, kapan km dewasanya klu ngeluh trs seharusnya km byk belajar jgn cuma mengeluh, jgn manja zi
Sri Darwati
knp bisa lulus jdi dokter y??menghadapi pasien parah dh gemeter.🤦
Sarinah Quinn
Seruu 😍up lagi thor 🙏🙏
Dew666
🍎🍎🍎🍎
falea sezi
kn emang si digta goblok🤣🤣🤣
Dew666: Setuju hehehe
total 1 replies
falea sezi
moga aja ketemu dokter ganteng kaya raya biar mampus si suami serakah🤣
Teh Euis Tea
trs aj zi egois ga bisa di kasih tau, udah di tolong di kasih tau msh aj ga terima
Teh Euis Tea
ga suka bgt sama sikap Zifana, orang mah jalani aj dulu siapa tau dari pengalaman km jd dokter hebat
Jumi Saddah
mari kita lihat kelanjutan ini pasangan,,apa seterus nya begini atau akan ada perubahan atau akhir nya memilih jalan masing2,,
Inarrr Ulfah
kasih satu tentara buat ziva,,dan buat cemburu si dokter dingin itu,,ayo semngat ziva
Teh Euis Tea
semoga pulang tugas Zifana jd dokter hebat
Teh Euis Tea
Dikta berterus terang lah pd nayla klu km diam diam sudah menikah
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Erna Ladi Yanti
thor ubah Savana jd sosok cerdas,dingin dan tak tersentuh.
Asmawati Wati
semoga zifana ketemu dokter ganteng, mapan, spesialis, CEO, suka sama zifana, biar dikta tau rasa 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!