Bagaimana jika kita di jodohkan dan ternyata kita sudah menyukai laki-laki itu dari pandangan pertama? tentu rasanya seperti semesta memberikan restu pada kita.
Clara seorang gadis cantik, manja, periang dan humble akan di jodohkan dengan seorang laki-laki bernama bastian, laki-laki yang arogan dan sombong, meski dia sangat tampan, Clara sudah menyukai Bastian dari awal dia melihatnya, namun sikap bastian justru sebaliknya pada Clara, Clara di anggap orang yang sudah menghancurkan hubungannya dengan kekasihnya.
Lalu bagaimana kelanjutan kisah Cinta Clara?apakah Bastian akan mencintai Clara ?
yuk terus baca karyaku ya.....
jika ada kesalahan dalam penulisan tolong beri kritik dan sarannya
jangan lupa dukung karyaku dengan memberikan, like,comment,dan vote ya
terima kasih
Happy reading
💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓
sayang kalian semua
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 11 kontrak pernikahan 3
Hari yang melelahkan! setelah selesai dari kampus, aku bergegas ke resto untuk mengecek beberapa stok bahan makanan, dan laporan yang kemarin belum ku selesaikan, setelah itu aku langsung menuju kosan, untuk mengambil beberapa barang yang kiranya bisa kupindahlan ke apartmen, rasanya sungguh melelahkan, saat dalam perjalanan ke apartmen aku teringat jika aku akan membuatkan kue untuk Bastian,dan aku mampir sebentar ke toko bahan kue, untung masih buka, setelah sudah mendapatkan semua bahannya, aku bergegas pulang ke apartmen.
Sesampainya di apartmen,aku segera mengeksekusi semua bahan yang sudah ku beli. Aku begitu bersemangat kali ini, ini adalah kue pertama yang kubuat dengan sepenuh hatiku, di temani alunan musik favoriteku, aku mulai menghias kue yang sudah matang.
"Taraaaaa, this is it opera cake by Clara !" ucapku sambil menirukan gaya sebuah chef artis
"Bagus juga," pujiku pada diri sendiri
Akupun menaruh kue yang sudah jadi di meja makan, kemudian aku membereskan kotoran-kotoran yang tersisa, dan memastikan semua kembali tertata rapi, setelah itu, aku bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhku dan memakai baju terbaik malam ini, entah kenapa aku begitu berharap malam ini Bastian bisa tergoda padaku.
Jam menunjukan pukul delapan malam dadaku semakin derdegup kencang, aku bahkan berlatih bagaimana cara memberikan kue yang sudah ku buat
Bastian, aku bikin kue ini, kamu mau? ahhhh sepertinya terlalu kaku
hmmm nih makan malam buat kamu terdengar begitu cuek, pasti bastian menolak
cobain deh tadi aku bikin kue ini di kampus, kata orang-orang sih enak pasti dia akan bersikap cuek
Ahhh aku bahkan pusing memikirkan bagaimana cara bicara pada Bastian. Detik jam terus berdetak, menit terus berjalan tapi sosok Bastian masih belum terlihat, entah sudah berapa kali aku melirik kearah jam dinding, rasanya sungguh membosankan, kucoba menyalakan tv mencari semua chanel tapi tak ada yang menarik, semua sudah kulakukan tapi Bastian belum juga pulang, hingga tanpa sadar akupun tertidur di sofa, dengan kue yang masih berada di meja.
"Ok sayang, kamu langsung istirahat ya." suara seorang wanita membangunkan tidurku.
Kulihat ternyata, Bastian pulang bersama seorang wanita cantik, ia bahkan mencium keningnya saat wanita itu pergi meninggalkan apartmen.
"Kamu pulang dengan siapa Bas?" tanyaku, ketika Bastian selesai menutup pintu.
"Bukan urusanmu!" jawabnya sinis, sambil melirik kearahku yang masih duduk di atas sofa.
"Itu menjadi urusanku sekarang!" tegasku, hingga menghentikan langkah kakinya.
"Hah, menjadi urusanmu?siapa kamu berani ikut campur dengan kehidupanku?" tanyanya, sambil mencengkram kedua pipiku, dan itu terasa sangat sakit.
"Lepas! aku sekarang sudah menjadi istrimu, jadi aku berhak tau, siapa wanita yang bersamamu!" teriakku, sambil mengyingkirkan tangannya dari pipiku, dia terlihat sangat marah saat suaraku mulai meninggi, tatapannya semakin sinis, rahangnya mulai mengeras.
"Aku sama sekali tak pernah menganggap kamu sebahai istriku, sudah ku bilang dari awal, cintaku hanya untuk Yolanda, mengerti!" bentaknya , membuatku mengecilkan mataku, karena teriakannya.
"Oke! pernikahan ini memang bukan keinginamu, tapi setidaknya kamu hargain aku sedikit aja, aku sudah lelah seharian, dan aku masih menyempatkan membuat kue ini untuk kamu, bodohnya, aku menunggu kamu sampai selarut ini, dan ternyata kamu bersama wanita lain" teriakku kesal
"Pelankan suaramu jika berbicara denganku, kamu bukanlah siapa-siap, harusnya kamu sadar aku tak akan pernah memperlakukan mu dengan baik, paham!" bentak Bastian.
"Oke, jika itu mau mu, mulai sekarang aku tak akan pernah perduli lagi tentangmu, begitupun kamu, kita akan melanjutkan hidup kita masing-masing, tapi aku minta satu syarat, jangan pernah bawa wanita lain kerumah ini," tegasku
"Kenap aku harus menuruti syaratmu?ini apartmenku, aku bebas membawa siapa saja kesini! ," ucapnya,
"Karena aku istrimu, ini juga menjadi apatmenku, aku gak akan segan-segan melaporkan semua ini pada om Wiguna," ancamku, dia terdiam sejenak, matanya terus menatapku begitu tajam.
"Ahhh, dasar wanita menyebalkan, bisanya hanya mengadu!jangan harap karena papi, kamu bisa mengaturku ya!" ucapnya
"Aku tak akan mengaturmu, aku hanya meminta jangan bawa wanita lain ke apartmen ini" jelasku
"Itu sama saja kamu mengaturku!" teriaknya di hdapanku
"Aku hanya minta itu saja! kamu sadar, semua orang tau jika kita sudah menikah, lalu bagaimana pandangan orang ketika kamu masih saja membawa wanita lain di kesini!" jelasku, aku tak kuat menahan tangis yang akhirnya terjatuh juga dari mataku.
"Ok,ok! aku akan setujui syaratnya, dan akupun punya syarat untukmu!" ucapnya, tersenyum sinis padaku,
"Ok, apa syaratnya?" jawabku menantang.
"Kamu harus ikut bekerja bersamaku di kantor papi, mengerjakan semua pekerjaanku, bukan sebagai istri pemilik perusahaan, tapi sebagai sekertaris!" ucapnya, membuat aku tercengang,
Bagaimana bisa, aku harus kuliah,aku harus ke resto, lalu sekarang aku harus menjadi sekertarisnya? senang sekali dia membuatku repot! gumamku dalam hati
"Gimana?kamu setuju atau tidak?" tanyanya lagi.
Aku masih terdiam dan berfikir.
"Jawab! jangan diam aja!" Bentaknya, membuatku sedikit terkejut.
"Bagaimana mungkin aku bekerja di perusahaan om Winguna? aku sendiri harus mengurus restoku " jelasku
"Itu bukan urusanku, kamu sendiri yang atur semuanya!" jawabnya,
"Kenapa kamu jadi laki-laki semenyebalkan ini sih?" tanyaku kesal
"Lalu bagaiman denganmu, kamu adalah wanita terendah yang pernah aku temui." Suaranya terdengar menyakitkan di hatiku.
"Prakkk" dengan refleks aku menampar pipinya, iapun langsung memegang pipi yang sepertinya terasa sakit, matanya semakin memerah, rahangnya semakin mengeras, ia menghampiriku penuh kemarahan.
"Berani sekali kamu menamparku!" ucapnya, sambil memegang kerah bajuku, tubuhku yang ringan dia angkat hingga kakiku tak menapak ke lantai.
"Lepasin laki-laki brengsek!" ucapku semakin membuatnya marah, di langsung melemlarku ke sofa.
"wanita tak tau diri , aku akan memberimu sedikit pelajaran" ia menarik baju yang ku pakai , hingga beberapa kancing terlepas, dan membuat bagian dadaku terlihat, dengan refleks aku menutupnya, tapi dia menarik tanganku hingga setengah dari bajuku terbuka
"Lepasin, kamu mau apa?" tanyaku saat dia berusah terus membuka semua pakaianku
"Bukannya kamu adalah istriku, aku akan melakukan apa yang seharusnya suami istri lakukan," ucapnya kasar.
" Tidak! Bastian aku mohon, sakit, jangan paksa aku, aku mohon!" teriakku, dia terus berusaha melepaskan pakain yang kukenakan, dan tak memperdulikan teriakanku.
"Kamu yang sudah membuatku marah, jadi tanggung sendiri akibatnya!" ucapnya , kini bajuku sudah terlepas, aku berusaha bangun, dan berlari menuju kamar, tapi dia mengejarku dengan cepat,
"kamu sudah gila bastian!" teriakku, sambil terus berusaha lepas dari cengkramannya
"Suruh siapa kamu membangunkan singa yan sedang tidur! ucapnya.
" Tolong bastian, jangan lakukan ini padaku" mohonku, kini aku sudah benar-benar kehabisan tenaga, dengan tergopoh-gopoh aku berlari ke kekamar, dan berusaha menutup pintunya, namun tenaga bastian lebih besar, hingga dia mampu membuaka pintu sebelum aku menguncinya
ia mendekap tubuhku, dan melemparkannya keatas kasur.
" Bastian maafkan ucapanku, tolong jangan lakukan ini padaku!" Aku terus berusaha melepaskan tubuhnya dari tubuhku , ia bahkan mengikat tanganku dengan bajunya, semua dia lakukan dengan begitu kasar.
"Tenang sayang, semua akan terasa lebih nikmat setelah ini," ucapnya dengan wajah yang menyebalkan.
Aku benar-benar tidak bisa menahannya lagi, malam itu benar-benar menjadi malam terburuk untukku, kini dia berhasil mengambil seluruh hidupku, aku hanya bisa terbaring lemas saat dia telah selesai melakukan misinya.
"Terima kasih untuk malam ini," ucapnya sambil meninggalkanku begitu saja, aku hanya bisa menangis, aku tak menyangka dia akan melakukan ini padaku, aku memang berharap malam ini kami akan melakukannya atas dasar cinta,dengan lembut seperti layaknya suami istri, tapi ternyata dia melakukannya dengan begitu kasar, seperti aku ini adalah hewan.
mah,pah apa Clara sanggup bertahan bersama dia? Batinku, air mataku terus mengalir membasahi bantal, badanku terasa remuk dan aku merasakan sakit yang teramat di bagian sensitive ku. Aku berusaha bangun dengan tergopoh-gopoh untuk bisa sampai di kamar mandi, semua terasa menjijikan, padahal sudah berulang kali aku membersihkannya, tapi bau tubuh bastian seakan menempel di tubuhku.
peran utama nya bego banget