Kisah cinta Kapten John Christo Nagasaki Lantang seorang perwira angkatan laut yang berjanji menjadi pengawal bagi seorang perempuan yang dia temui di sebuah club malam. Ternyata perempuan itu adalah seorang dokter bedah bernama Pamela Christine Giardini.
Bagaimana Cinta bisa hadir diantara dua orang yang memiliki kepribadian keras dan cenderung introvert ini???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu
Ella dan John mampir di Supermarket, mereka membeli beberapa bahan makanan untuk di masak di rumah. Papa dan mama Ella masih bekerja. Mereka sudah mau pensiun. Tadi Ella sudah hubungi bahwa kekasihnya John mau mampir di rumah. Ella sudah bercerita kepada mama dan papanya tentang siapa itu Mayor John Christo Nagasaki Lantang.
Rumah Ella tidak semegah rumahnya John di Jakarta. Hanya rumah sederhana. Memiliki kebun sayur. Makanya tadi di supermarket Ella membeli lauk dan sayur yang tidak di tanam di rumah. Juga minuman kesukaan kekasihnya. Meskipun semua belanjaannya di bayar oleh kekasihnya.
"Sayang, tidak seperti rumah kamu??"
"I am happy there." John mencium kening Ella. Mereka pun menyiapkan makan siang sambil menunggu mama dan papa Ella pulang kerja.
"Ke rumah sakit siapa yang antar??"
"Papa dan mama."
"Pulang juga??"
"Iya."
"Manja!!!"
"Ngak masalah lah sayang, delapan tahun hidup mandiri." John tersenyum.
"Ini mama dan papa yang tanam??"
"Iya, ini konsep rumah masa depan mereka sayang."
"Sayang mobil ini??"
"Sudah di jual, bantu kuliah spesialis. Punyaku itu. Dari pada tidak digunakan. Kan aku di Jakarta."
Sore itu John makan bersama mama dan papanya Ella. Hari ini di gunakan untuk mengenal satu dengan yang lainnya. Malah mama dan papa juga, sudah berbicara dengan mami dan papinya John via vidio call.
Sorenya John sudah menggunakan celana pendeknya dan dia membantu papa dan mama di kebun dan panen telur. Yang hanya di gunakan untuk makan sehari - hari, jika berlebihan biasanya mama dan papa akan memberi kepada tetangga.
Jam tujuh malam, mereka berempat ngopi santai dulu, sambil menikmati band lokal menyanyi, baru ke kapal perang di pelabuhan. John langsung mengajak mama dan papanya melihat kapal dan kamar John. Bagian dari John bekerja itu saja yang di perlihatkan, juga kenalan dengan komandannya John. Mereka semua ramah - ramah. Bahkan papa dan mama sempat foto dengan komandan kapal bersama kepala - kepala oprasionalnya satu diantaranya adalah calon menantu mereka Mayor John Christo Nagasaki Lantang.
Papa dan mama juga melihat kamar John yang banyak foto anak perempuannya. Sedangkan di kamar Ella hanya satu fotonya bersama John. Jam sembilan mereka pulang, Ella bersama mama dan papanya. Malam itu John main ke markas lanal dan meminta mereka memadu arah jalan ke rumah sakit umum dan ke rumah Ella kekasihnya lewat jalur dari rumah sakit. Karena besok dia rencana mau jemput Ella kekasihnya.
Pagi hari Ella hanya memberi kabar lewat vidio call. John sangat senang sekali. Dia sedang berada di pusat kebugaran yang ada di kapal. Disitu banyak sekali alat - alat moderen yang bisa di gunakan untuk berolah raga.
"Selamat pagi nyonya John Lantang." Ella hanya tersenyum.
"Selamat pagi bapak mayor. Sarapan apa pagi ini??"
"Di kamar ada, Roti yang semalam kamu beli sayang. Kan di ruang makan juga pasti sudah ada makanan. Sebentar siang aku jemput ya."
"Sayang ini bukan Jakarta. Aku pulang sendiri aja."
"Jam berapa selesai kerja??"
"Jam tiga sayang."
Ella tidak menyangka, ternyata John menjemputnya dengan mobil jeep kendaraan yang ada di kapal. Kemunculan John di halaman parkiran rumah sakit semua banyak orang memandang dirinya. Bagaimana tidak bodinya bagus, tinggi dan menggunakan kaca mata berwarna hitam. Ella mengenal mobil yang kemarin dia gunakan.
"Papa, ngak usah jemput kaka. John sudah jemput."
"John jemput??"
Ella langsung membalikkan kamera handphonenya. Papanya langsung tersenyum.
"Ya sudah. Hati - hati ya kamu sama John."
"Iya pa."
Ella langsung menghampiri kekasihnya. Semua mata masih tetap memandang ke arah mereka.
"Sayang ayo cepat masuk mobil. Kamu ngak lihat orang banyak melihat kamu."
"Iya." John menutup pintu mobil dan langsung ke bangku supir. "Baru lihat orang ganteng ya?"
"Stop pamer ya."
"Iya sayangku. Mau kemana kita, minum kopi yuk??"
"Aku belum makan sayang."
"PAMELLA CHRISTINE GIARDINI, kamu ya???"
"Tadi ada operasi, aku tahan perutku dengan coklat yang kemarin dari mas."
"Kita makan dulu. Mas mau makan ikan dek."
"Ayo mas kedepan ada warung ikan bakar enak sekali."
John dan Ella menikmati makan ikan bakar sudah sore hari. John lebih antusias karena rasa ikan di Indonesia Timur masih segar - segar.
"Sayang, cewek itu siapa??"
"Dek, selesai makan ya. Mas janji akan jelaskan. Ikan ini enak sekali." Ella langsung membuat bibir monyong ke depan. "Sayang, mas gigit bibir itu ya."
"Enak aja, mas kira ini ikan ya." John tersenyum.
John membawa Ella membeli segala keperluan mandi John, karena sudah habis. Selesai belanja mereka ke kapal. Di bagian bawa kapal ada latihan drumband, karena akan ada defile dua hari lagi. Memperkenalkan kelengkapan perang tentara angkatan laut bersama markas lanal yang ada di sini.
"Mandi, sana dulu."
Ella langsung mandi, karena Ella tidak tahu, bahwa kemarin John membawa beberapa bajunya ke kapal.
"Mas nyolong bajuku ya."
"Sengaja. Biar kamu disini lama."
"Selesai mandi, jelasin semua awas kalau ngak."
"Kalau ngak apa??"
"Ini daerah kawasanku mas. Ingat kota tempat kamu menyandarkan kapal ini, adalah??"
"Adalah apa??"
"Ahk bodo amat. Pokoknya harus jelaskan. Aku ngak mau di duai." Ella sudah mau menangis. John langsung berdiri dalam memeluk kekasihnya.
"Mas mencintaimu dek. Hanya kamu. Mas jelasi."
John pun menjelaskan semuanya. Tidak ada disembunyikan.
"Melinda dokter juga??"
"Iya, dokter umum sayang. Beda sama calon istriku dokter bedah."
"Mas berapa lama disini??"
"Dua minggu sayang. Selesai dari sini mas cuti. Kamu masih enam bulan kan disini?"
"Iya."
"Berarti mas cuti ke sini lagi."
"Mahal mas tiket kesini."
"Terus bagaimana dong, kalau mas kangen."
"Tahan lah mas."
"Stop ya. Mas sudah atur. Mas akan cuti kesini."
Ella yang kelelahan, dan kenyang pula, langsung tertidur di kasur John kekasihnya. John yang harus apel bersama. Terpaksa mengunci pintu kamar dan membiarkan kekasihnya tidur. Namun dia sudah menulis note yang mengatakan bahwa dia ada apel, tenang saja di kamar.
Sampai John selesai apel juga Ella belum bangun. Dia langsung menghubungi mama dan papa Ella.
"Apa tidak masalah nak??"
"John sudah lapor kepada komandan. Kemarin juga kan papa dan mama sudah kenal bersama Ella dengan beliau."
"Oke mama percaya sama kamu nak."
"Kelelahan sepertinya mungkin tadi operasi??
"Iya ma, dua pasien kata Ella."
Jam sembilan malam baru Ella terbangun. John ada baring - baring di Sofa sambil menonton televisi. Begitu melihat Ella bangun John pura - pura tidur.
"Ade tahu, mas lagi akting."
"Kamu bangun jam segini, tidur malamnya jam berapa lagi??"
"Besok aku off, libur."
"Kalau begitu kamu disini sama mas saja."
"Orang mengira aku cewek simpanan orang kapal." John tersenyum. Coklat yang kemarin malam di bawa satu oleh Ella, sekarang dibawa pulang dua pak. John kemarin sempat beli di batam buat ole - ole.
"Kamu ternyata idola juga di markas angkatan laut??"
"Salah - salah, aku kan cantik. Jadi wajarlah bujang di kompleks tergila - gila sama aku."
"Mas tembak semua."
"Jahat amat calon suamiku." Ella sengaja memeluk dada kekasihnya. John hanya tersenyum.