NovelToon NovelToon
PAHLAWAN ERA KEKACAUAN

PAHLAWAN ERA KEKACAUAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Time Travel / Perperangan
Popularitas:575
Nilai: 5
Nama Author: erik riswana

Setelah terlibat menggulingkan kekuatan kaisar Shu , Yan Qin sebagai jenderal harimau kiri mendapatkan penghargaan, berharap penghargaan itu membuat dirinya menjadi seorang panglima perang ibukota yang sudah lama di cita citakannya sejak dahulu, namun saat penganugerahan penghargaan, harapan keinginan itu tidak terkabul ,tatkala kaisar baru memberikan mandat yang sangat menghina dan merendahkan dirinya sebagai seorang jenderal harimau kiri .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon erik riswana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 22

Jalan kota Jushan.

Keesokan harinya, cuaca cerah mulai datang dari ufuk Timur, semburat cahaya berwarna kuning keemasan bagaikan permadani kaisar Huang yang agung, menyelimuti seantero alam semesta.

Angin dingin digantikan dengan nafas hangat dari keberadaan kemunculan mentari pagi itu , satu persatu warga kota mulai keluar dari kediaman masing masing, mereka mulai mengerjakan pekerjaan sehari hari yang sudah menjadi kebutuhan hidup seluruh manusia yang membutuhkan makanan.

Di beberapa tempat dan area yang cukup luas , beberapa pedagang mulai mengeluarkan semua barang yang mereka miliki, guna untuk di jual atau di tukar dengan barang lain , pada masa itu, barter masih berlaku dan hal itu tidak menjadi masalah bagi pemerintah Da Qian atau pemerintah sebelumnya, Da Yan .

Selain para pedagang, ada pula beberapa prajurit kota yang berjaga atau sekedar berkeliling pasar untuk mencari sarapan pagi gratis yang biasa di berikan oleh para pedagang yang baik hati atau dari beberapa preman pasar yang ingin mendapatkan perlindungan dari para prajurit kota.

Hal itu mendapat kecaman dari beberapa pedagang dan tokoh masyarakat, namun prajurit kota seperti mendapatkan bantal saat ada kasur , mereka menutup mata atas pemerasan tersebut, bahkan beberapa prajurit ada yang juga ikut ikutan memalak para pedagang kecil atau warga sekitar.

Jadi walaupun di permukaan kehidupan kota jalan Jushan baik baik saja , bila di lihat dari dalam , akan terlihat jelas buruknya birokrasi pemerintah dan militer , para atasan sudah melupakan dengan namanya disiplin politik dan militer, mereka ikut bersenang senang diatas penderitaan masyarakat luas .

Di depan gerbang kota yang megah , beberapa prajurit kota berjalan dengan kedua tangan penuh makanan dan di pinggangnya , kain hitam menggelembung seperti tidak bisa lagi di pakai untuk memasukan barang barang lagi .

" hei tadi malam , kelompok tuan Ming bergerak lagi , korbannya adalah tuan Jiu dari rumah bordil kota Jushan " Seorang prajurit berzirah kulit hitam menoleh ke arah temannya yang asik menikmati makanan di tangannya.

" ohh saudara Fang , kalau begitu sekarang rumah bordil sudah tidak ada lagi pemiliknya ?"

" tidak, itu sudah di bubarkan oleh tuan Ming sendiri, dengan alasan tidak membayar upeti untuk Da Qian !"

" bubar ? Sepertinya tidak sesederhana itu !" Ujar prajurit yang satunya bergumam .

" memang benar , semua penghuni rumah bordil dibagi bagikan kepada anggotanya dan beberapa waktu yang lalu, teriakan panas di berbagai tempat terdengar " kata prajurit bernama Fang itu menjelaskan.

" uhh sungguh beruntung, tapi bagaimana dengan putri tuan Jiu ?"

Semua orang tahu bahwa putri tuan Jiu adalah kecantikan kota yang mempesona dengan pesona gadis rumahan sederhana.

" menghilang .. !"

" itu tidak mungkin , pasti tuan Ming sendiri yang menangkapnya !"

" tidak, gadis tuan Jiu benar benar menghilang , bahkan tuan Ming sendiri terus mencari " katanya sedikit menggelengkan kepala.

" ahh sudahlah jangan dipikirkan, sekarang kita kemana , apa desa Zhaojia sedang membutuhkan bantuan pengamanan?"

" iya , ayo kita ke sana !"

Segera ketiga prajurit kota yang begitu bangga berjalan keluar gerbang kota jalan Jushan, ketiganya secara mendadak berhenti bersama , mereka bersama sama melihat kerumunan orang yang ada di depan gerbang.

" hei jangan menghalangi jalan kami ..!"

Segera kerumunan membuka jalan, memperlihatkan dua buah bola hitam yang begitu menakutkan dengan di mana terlihat wajah manusia yang masih membuka matanya.

" ya tuhan apa yang terjadi ? Tuan Cao .... !" Prajurit Fang terkejut melihat sosok kepala yang dikenalnya, ia tahu dengan kepala tersebut, seorang tokoh yang sangat tenang dan juga seorang ahli strategi kota jalan Jushan.

" prajurit anda mengenal kepala ini ?"

" benar , ini tuan Cao , adik dari ketua Ming ... !"

" bagaimana bisa dia menjadi seperti ini !"

Beberapa orang tidak percaya , mereka sedikit menggosok kedua matanya untuk menghilangkan ilusi di depannya, apakah asli atau tidak , tapi dua buah kepala yang tergeletak berdarah itu masih ada dan tetap utuh tidak bergerak .

" cepat beritahu tuan Ming !"

" baik.. !"

Semakin lama , semakin banyak orang berkumpul , hingga beberapa pengunjung dari luar kota juga ikut berkumpul untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi .

Ada yang langsung mengenalnya , ada pula yang tidak mengenal sama sekali .

Mereka terus berbicara hingga tiga sosok muncul dari arah dalam kota .

" minggir , di mana adikku !"

Pria yang berteriak itu memiliki postur tubuh tinggi besar dengan mata tajam serta kulit yang sedikit pucat , mirip dengan mayat hidup yang keluar dari kuburnya.

Matanya terbelakak lebar saat melihat sosok kepala yang begitu familiar dan akrab dalam hatinya .

" adik Cao.... !!!

Orang tua itu berteriak histeris, dengan tubuh tinggi besarnya, menggapai sosok kepala yang begitu di sayanginya.

" siapa yang membunuh adikku.... siapa !!!"

Hening.

Geletak .

Tiba tiba dari lubang leher yang putus , keluar dua buah bilah bambu yang cukup panjang, di dalamnya tertulis kalimat yang membuatnya sangat marah hingga bergetar seluruh tubuhnya.

" hehehehe.... semoga saja tuan Ming bahagia menerima hadiah ini , adikmu Cao telah pergi ke surga karena telah menyinggung hati paman ini , dia membawa empat puluh orang untuk menyalib orang biasa, paman ini tidak tega dan memberikan kematian terhormat untuk dia yang sudah sedikit tersesat, jangan tanya siapa saya , aku memiliki indentitas sebagai keturunan kaisar Yan , Qin Zhu Qian , pangeran kesembilan dari generasi terakhir."

Kraktak.

" pangeran kesembilan.... ternyata ada yang seperti itu , apakah pembersihan ini sudah diketahui oleh para petinggi klan Yan !" Ji Ming begitu suram , matanya yang merah tampak seperti manusia penghisap darah.

Dua pria dewasa yang ikut bersama dengan Ji Ming merasa penasaran dengan isi surat yang ada di tangan pria berwajah pucat itu.

" tuan Ming , bolehkah saya mengetahui isi surat ini !" Nan Xian, walikota jalan Jushan menatap harap ke arah Ji Ming yang begitu tertekan.

" silahkan... !"

Keduanya membaca dengan teliti dan wajah keduanya langsung berubah drastis , walaupun diragukan keasliannya, mereka berdua yakin bahwa ada yang berani menentang kekuatan klan Ji dan itu juga bisa merembes ke dalam urusan mereka , terutama bagi pria gemuk berarmor putih dengan surai merahnya tampak begitu gugup .

" kalau benar pangeran kesembilan itu ada , kemungkinan akan ada kekacauan lebih besar di Qingzhou ini , aku harus segera mengirimkan pesan kilat ke istana kekaisaran " gumamnya berbalik .

Nan Xian tahu bahwa pria gemuk berwajah sangar itu akan melakukan pengiriman surat kilat rahasia, dan ia tidak menahannya.

" tuan Ming, apakah kita harus memperkuat keamanan ?"

Ji Ming berdiri, tangan kirinya memegang rambut kepala adiknya yang sudah kotor penuh darah ,matanya yang merah begitu dalam.

" aku akan kerahkan kekuatan utama untuk mencari sosok yang mengaku sebagai pangeran kesembilan Yan , bila memang benar ada maka , Yang Mulia Kaisar harus dengan cepat bertindak..!"

" itu lebih baik .!"

1
Aisyah Suyuti
good👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!