NovelToon NovelToon
Bukan Inginku Jadi MADUMU

Bukan Inginku Jadi MADUMU

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Single Mom
Popularitas:12.6k
Nilai: 5
Nama Author: Dewi Risnawati

"Kamu harus tahu diri. Kamu wanita yang tidak pernah di inginkan oleh mas Yusuf. Jangan sesekali meminta perhatian darinya. ingatlah, mas yusuf menikahimu hanya ingin bertanggung jawab pada bayi itu!" tekan Nora.

"Aku tahu, Mbak. Maaf jika sikapku sudah membuat mbak nora tidak nyaman," jawab Siti hajar dengan wajah menunduk.

Kejadian yang tak terduga membuat Siti harus mengandung anak dari majikannya. Menjadi orang ketiga, dan di nikahi secara siri tidaklah membuat gadis malang itu bahagia. ia harus menerima segala hujatan dari nora istri sah Yusuf.

Bagaimana kisah selanjutnya? yuk ikuti ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Risnawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perasaan sedikit berubah

Sejak malam itu, ada perubahan halus yang terasa di antara keduanya. Sikap Yusuf yang berani menemaninya membeli rujak, yang menatapnya dengan tatapan penuh rasa bersalah sekaligus perhatian, membuat hati Siti yang tadinya kaku dan penuh takut, perlahan meleleh sedikit. Ada rasa hangat yang menjalar, rasa diperhatikan dan dianggap ada—sesuatu yang sudah lama ia rindukan namun tak berani ia minta.

Namun, begitu rasa itu muncul, Siti segera menepisnya keras-keras di dalam hati. Ia menggeleng pelan saat sendirian di kamarnya, menatap bayangannya sendiri di cermin.

"Jangan kacau, Siti. Jangan sampai kamu tumbuhkan rasa cinta atau harapan lebih. Itu sama saja kamu mau merebut suami orang. Itu sama saja kamu makin menambah dosa dan luka pada Mbak Nora," tegurnya pada diri sendiri.

Ia sadar betul posisinya. Kehadirannya di rumah ini bukan karena didambakan, bukan karena dicintai, melainkan semata-mata karena sebuah kesalahan besar yang terjadi satu malam itu. Kesalahan yang mengubah seluruh jalan hidupnya. Dan perlahan, ingatan tentang kejadian malam itu kembali terputar jelas di kepalanya, alasan mengapa ia akhirnya ada di sini, mengapa ia mau menerima tawaran Yusuf, dan mengapa ia memilih memaafkan meski hatinya hancur saat itu.

Malam itu, hampir setahun yang lalu...

Saat itu Siti masih bekerja sebagai asisten rumah tangga biasa, baru beberapa bulan masuk bekerja di keluarga ini. Malam itu Nora sedang dinas luar kota, Haikal menginap di rumah nenek. Yusuf pulang larut malam dalam keadaan tidak sadar. Bersama temannya, Reza, yang kerap kali berniat buruk dan tak suka melihat keharmonisan Yusuf dan Nora. Reza yang saat itu sedang bermaksud jahat, diam-diam memasukkan obat perangsang ke dalam minuman Yusuf saat mereka sedang minum bersama di luar. Tujuannya semata-mata untuk merusak kehormatan Yusuf, membuatnya jatuh, karena Reza memiliki dendam lama.

Yusuf yang tak tahu apa-apa, meminumnya begitu saja. Sesampainya di rumah, pengaruh obat itu sudah bekerja hebat, membuat akal sehatnya hilang, membuat dirinya panas dan gelap mata. Saat itu hanya ada Siti di rumah, yang sedang menunggu kedatangan tuannya untuk menyiapkan keperluan. Yusuf, di bawah pengaruh zat itu, tak lagi sadar siapa yang ada di hadapannya. Di bawah pengaruh rasa haus dan kebingungan yang luar biasa, ia melakukan hal yang tak seharusnya, hal yang melanggar batas, hal yang menghancurkan segalanya.

Pagi harinya, saat kesadaran Yusuf kembali utuh, saat ia melihat apa yang telah terjadi, ia hancur lebur. Ia sadar sepenuhnya bahwa ia telah berbuat dosa besar, telah menghianati kepercayaan istrinya, dan telah mengambil kehormatan seorang wanita muda yang tidak bersalah. Siti saat itu hanya bisa menangis tersedu-sedu, ketakutan, bingung, dan merasa dirinya sudah tak bernilai lagi. Ia berniat pergi, berlari keluar rumah itu dan menghilang selamanya, karena malu dan sakit hati.

Namun Yusuf menahannya. Yusuf yang tahu betul bahwa ini bukan murni kehendak hatinya, bahwa ada campur tangan jahat orang lain yang membuatnya khilaf, namun tetap sadar bahwa tanggung jawab ada di pundaknya. Ia tahu Siti korban, sama seperti Nora yang nantinya akan terluka. Yusuf mencari tahu asal muasal kejadian itu, dan setelah mengonfrontasi Reza, ia tahu pasti soal obat itu. Meski begitu, alasan itu takkan pernah cukup untuk menghapus fakta. Ia telah merusak hidup Siti.

Maka, dengan segala rasa bersalah dan keterpurukannya, Yusuf datang pada Siti. Ia berlutut di hadapan wanita itu, memohon maaf, dan mengajukan satu-satunya jalan yang menurutnya paling benar dan terhormat—baginya, bagi Siti, dan bagi calon anak yang mungkin ada dari kejadian itu.

"Dengar, Siti... Aku tahu aku salah besar. Aku tahu aku sudah menghancurkan masa depanmu. Aku khilaf, aku dipermainkan orang lain, tapi itu tidak membuat dosaku hilang. Aku tidak akan lari dari tanggung jawab," ucap Yusuf saat itu dengan suara parau. "Kalau nanti kamu ternyata mengandung... aku minta maaf, tapi aku akan bertanggung jawab sepenuhnya. Aku tidak akan membuangmu, aku tidak akan membuang anakku. Aku tahu ini berat buat kamu, berat buat Nora, berat buat semuanya. Tapi aku janji, aku akan berusaha sebaik mungkin menebus kesalahan ini. Aku akan berikan hak-hakmu, aku akan pastikan kamu dan anakmu aman dan terhormat."

Siti saat itu bimbang. Ia benci, ia marah, ia kecewa. Namun perlahan, ia melihat ketulusan di mata Yusuf. Ia melihat bahwa laki-laki ini bukan penjahat yang sengaja mempermainkan wanita. Ia melihat Yusuf yang selama ini ia kenal—Yusuf yang sopan, yang baik hati, yang sangat menyayangi keluarganya, yang selalu bersikap adil pada siapa saja. Yusuf yang selama bekerja di sana, tak pernah sekali pun bersikap kasar atau kurang ajar padanya. Yusuf yang pada dasarnya adalah lelaki yang baik dan penyayang, yang hanya sekali ini tergelincir karena kelicikan orang lain.

Dan saat ia akhirnya tahu bahwa dirinya hamil, Siti mengambil keputusan besar dalam hidupnya. Ia memilih memaafkan. Ia memilih menerima tawaran Yusuf. Bukan karena ia menganggap kejadian itu benar, bukan karena ia ingin merebut tempat di hati Yusuf, tapi karena ia sadar, anak yang dikandungnya berhak punya ayah, berhak lahir dalam keadaan sah dan terhormat. Dan ia pun sadar, Yusuf adalah korban juga, korban kejahatan teman sendiri yang ingin menjatuhkannya.

Kembali ke masa kini, di malam setelah kejadian rujak itu, Siti mengelus perutnya yang makin membesar.

"Dia lelaki baik," batinnya pelan. "Kalau dia orang jahat, mungkin dia sudah menyuruhku menggugurkan kandungan ini. Kalau dia orang jahat, mungkin dia sudah mengusirku diam-diam agar istrinya tak tahu. Tapi dia tidak. Dia berani mengaku, dia berani bertanggung jawab, dia berani menanggung rasa sakit istrinya demi menjaga aku dan anak ini. Kesalahan malam itu hanyalah satu titik kelam dalam hidupnya, bukan sifat aslinya."

Itulah sebabnya Siti berusaha keras menjaga hatinya agar tak berlebihan. Ia memaafkan Yusuf atas kesalahan masa lalu, ia menghargai kebaikannya saat ini, tapi ia selalu mengingatkan dirinya sendiri batas yang tak boleh ia langgar. Perhatian Yusuf adalah bentuk tanggung jawab dan rasa terima kasih, bukan cinta. Kebersamaan mereka adalah jalan menebus dosa, bukan awal kisah asmara.

Sementara di lantai atas, Yusuf pun terbaring tak bisa tidur. Bayangan wajah Siti yang menahan lapar, yang berjalan sendirian di malam hari, dan yang menunduk takut saat ia datang, terus berputar di kepalanya. Ia pun teringat kembali malam kejadian itu, betapa hancurnya dirinya saat sadar, betapa ia merasa tak pantas lagi disebut laki-laki karena telah menyakiti dua wanita baik-baik sekaligus. Ia berjanji pada dirinya sendiri, bahwa kebaikan dan kasih sayang yang ia berikan pada Siti murni bentuk tanggung jawab. Ia ingin memastikan, bahwa meski bermula dari kesalahan dan kekhilafan yang dipicu oleh kejahatan orang lain, setidaknya akhir dari cerita ini akan membawa kebaikan bagi Siti, bagi anaknya, dan bagi Nora yang tetap menjadi cinta sejati dalam hidupnya.

Perasaan di antara mereka memang berubah menjadi lebih lembut, lebih saling memahami rasa sakit masing-masing. Namun keduanya sama-sama teguh pada pendiriannya. Siti menjaga hati agar tak jatuh lebih dalam, Yusuf menjaga sikap agar tak menimbulkan salah paham lebih jauh. Mereka berjalan berdampingan, sama-sama membawa luka dan masa lalu kelam, namun sama-sama berusaha menjadikan sisa waktu kebersamaan mereka di rumah itu sebagai penebusan dan persiapan perpisahan yang layak.

Bersambung....

1
Suanti
semoga aja pas di jln yusuf melihat nora sama selingkuhan nya 🤭
Naufal Affiq
sabar ya anak ku,ayah masih berusaha untuk meluluh kan hati bunda nu
❀∂я🌹WIDYA⒋ⷨ͢⚤
sabar ya nak 🥺🥺
❀∂я🌹WIDYA⒋ⷨ͢⚤
lagi nyari kenyamanan 😂
❀∂я🌹WIDYA⒋ⷨ͢⚤
senangnya Daffa bertemu ayahnya 😍
Naufal Affiq
istrimu di tempat selingkuhan nya yusuf
Jetva
si Siti ga kerja..??
Jetva
Lah Siti ogeb....ga pux harga diri....
Dewi Habibah
endingnya sudah bisa di tebak🤭
Dewi Habibah
gimana Nora tidak mencari kebahagiaannya sendiri , suami yg di cintai si Yusuf itu memendam cita pada Siti dan Nora di abaikan , lebih baik Nora cari kebahagiaan sendiri la
❀∂я🌹WIDYA⒋ⷨ͢⚤
lanjut kak 👍
Naufal Affiq
kasihan aku lihat kamu yusuf,masih saja kau pikir kan perasaan istrimu yang tukang selingkuh di belakang mu
Tri Hastuti
mudah2an mereka bersatu,, nora tinggalin j
Naufal Affiq
nikahin siti yusuf,karena istri mu sudah selingkuh di belakang mu
❀∂я🌹WIDYA⒋ⷨ͢⚤
mau lihat reaksi nora gimana nanti 🤧
Suanti
nora sdh selingkuh yusuf tinggal cerai kan nora baru nikah lgi sm siti 🤭
❀∂я🌹WIDYA⒋ⷨ͢⚤: gampang sekali ya kak /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Meri Meri
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Sasikarin Sasikarin
bolak balik g up juga... kecewa sangat
❀∂я 𝗗𝗘𝗪𝗜 𝗥⒋ⷨ͢⚤ : Bentar ya kak, lagi nulis🤗
total 1 replies
Naufal Affiq
yusuf berusaha kuat lagi untuk mencari siti dan dafa,mereka ada di Kalimantan lho
Tri Hastuti
biarin j nora selingkuh, nti siti sama yusuf j 😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!