NovelToon NovelToon
Dikejar Cinta Pak Guru (Dipaksa Menikah Dengan Orang Mati Season 2)

Dikejar Cinta Pak Guru (Dipaksa Menikah Dengan Orang Mati Season 2)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Fantasi / Iblis
Popularitas:786
Nilai: 5
Nama Author: Fitria callista

Vince adalah seorang guru sekaligus pemilik saham terbesar di SMA Taruna. Awalnya ia mau untuk menjadi kepala sekolah, namun setelah kedatangan murid dengan paras yang begitu mirip dengan cinta pertamanya.
Vince mengurungkan niatnya untuk menjadi kepala sekolah.
Ternyata muridnya itu adalah anak kandung dari cinta pertamanya yang bernama Naura, Naura di paksa menikah dengan vampir.
Murid Vince yang menjadi cinta pertamanya adalah Maura, Maura tidak tahu jika dia bukanlah anak kandung dari Stela.
Maura adalah anak dari raja vampir Liam, Lian dan juga Naura.
Lian maupun Liam dulu sangat mencintai Naura, namun Naura meninggal dunia setelah beberapa hari melahirkan bayi Maura.
Naura meninggal dengan cara mengenaskan dengan menjadi tawanan raja vampir.
Lian sendiri menikah dengan Stela, namun detik detik meninggalnya Naura. Lian mengatakan hal yang menyakitkan Stela, membuat Stela menaruh dendam kesumat bahkan kebencian pada Maura, apalagi wajah Maura itu sama persis dengan ibunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23.

Vince merasakan tubuh nya itu bergetar hebat saat ini. Kala mendengar permintaan tidak masuk akal yang barusan keluar dari bibir muridnya.

Bahkan untuk berbicara pun, Vince merasa lidahnya terasa begitu kelu dan juga kaku.

"Astaga Pak Pin! Kenapa malah melamun lagi? Sekarang saya itu benar benar sudah tidak tahan kalau masih di suruh menahan buang air kecil," ujar Maura dengan suara kesal.

"Maura, tapi kita itu bukan muhrim. Saya mana berani buka celana dalam kamu, biar saya panggilkan suster wanita yang ada di depan." Vince berusaha untuk kabur.

"PAK Pin, ayolah buka. Saya udah tidak tahan!" teriak Maura dengan wajah merah padam.

Vince malah memutar kenop pintu kamar mandi, Maura dengan gerakan gesit. Mendorong pintu kamar mandi dengan kakinya.

"Astaga Pak Pin, buruan lah tinggal plorotin aja! Gitu aja kok repot."

"Ma - Maura ... Tubuhku itu bergetar hebat, aku gak bisa. Walaupun umurku menginjak 33 tahun, tapi aku belum pernah melakukan ini pada wanita manapun. Aku benar benar seorang pria yang masih polos." Vince berbicara dengan suara terbata bata. Ia berusaha dengan keras menolak permintaan

Maura hanya melongo, mendengar apa yang barusan di tuturkan oleh gurunya itu. Lantas ia pun memikirkan ide gila untuk mengancam gurunya agar bisa segera membantunya.

"Mengompol? Oh no." gumam Maura dalam hatinya.

"Astaga, katanya bapak itu menganggap aku sebagai anak sendiri! Memangnya bapak mau melakukan apa, kalau Bapak itu tidak mau segera untuk membantu melepas celana ku untuk buang air kecil. Aku tidak segan segan akan membuka bajuku, biar bapak itu bisa lihat dada ku yang kecil." Maura benar benar mengancam Vince.

Vince yang terjebak, dan kesulitan untuk keluar dari dalam kamar mandi pun tidak ada pilihan lain.

Dengan tangan yang terlihat gemetaran, ia pun sedikit membungkuk. Lalu meraba raba bagian tubuh bawah Maura.

"Kok tingkah Pak Pin aneh sekali ya? Dan berkali kali dia mengatakan kalau selama ini tidak pernah bersentuhan dengan lawan jenis. Jangan jangan Pak Pin itu tidak normal, dan menyukai sesama jenis!" gumam Maura dalam hatinya.

Vince terus meraba raba, tapi sepertinya karena tidak melihat ke arah yang ia Raba. Dia itu salah meraba dan malah sedikit menyentuh goa kupu kupu milik maut.

Glek!

Vince menelan ludahnya yang kelu, walaupun belum pernah melihat secara langsung atau pun menyentuh. Ia tentu saja tahu bagian mana yang baru saja tersentuh oleh tangannya.

"ASTAGA, PAK PIN!" teriak Maura dengan ekspresi wajah yang sulit untuk di deskripsikan.

"Vince ayolah, tinggal plorotin saja. Habis itu kamu bisa segera keluar dari dalam kamar mandi yang terkutuk ini!" gumam Vince dalam hatinya.

Dengan tekad yang sangat kuat, akhirnya Vince pun bisa membantu Maura untuk melepaskan celana dalamnya.

"Pak Pin, ayo bantu saya duduk!" Maura meminta bantuan Vince untuk membantunya duduk di atas toilet duduk.

Akhirnya terdengar suara bunyi yang melegakan dari tubuh Maura. Vince yang merasa tugasnya selesai pun terlihat membalikkan badannya lalu mulai memutar kenop pintu.

"Loh! Pak Pin mau kemana?" tanya Maura heran.

"Mau keluarlah! Kan tugasku sudah selesai, katanya hanya melepas celana dalam saja, kan!"

"Ya gak to Pak Pin. Bapak masih harus membantu saya berdiri dan memakai kembali celana dalam saya," sahut Maura dengan ekspresi wajah yang terlihat polos.

"Hadeh, kok malah ribet banget sih!" gerutu Vince dengan wajah kesal. "Jangan bilang aku juga harus membantu mu mengusap goa kupu kupu mu yang kecil itu," imbuh Vince tanpa menoleh.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!