NovelToon NovelToon
"STERILIZED SECRETS: MY HYGIENIC MAFIA HUSBAND"

"STERILIZED SECRETS: MY HYGIENIC MAFIA HUSBAND"

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:598
Nilai: 5
Nama Author: RAYAS

Arkan Alesandro Knight adalah seorang King Mafia dari organisasi Black Eclipse yang memiliki reputasi mematikan, namun ia menyimpan satu rahasia konyol: ia menderita Mysophobia akut. Baginya, kuman lebih berbahaya daripada peluru. Hidupnya yang steril dan kaku berubah total ketika ia terjebak dalam sebuah perjodohan dengan gadis pilihan ayahnya, Evelyn Valentina Grant.

​Evelyn tampil sebagai sosok "My Nerdy Wife"—gadis culun dengan kacamata tebal, daster bunga-bunga yang aneh, dan sifat ceroboh yang luar biasa. Namun, di balik penyamaran konyolnya, Evelyn sebenarnya adalah Queen EVG, seorang peretas kelas dunia dan pemimpin organisasi spionase yang sangat tangguh. Ia sengaja berakting bodoh untuk melindungi identitasnya sekaligus memata-matai Arkan.

penasaran dengan cerita mereka jangan lupa mampir yapp🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAYAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12: Teror Bersin dan Pasukan Hazmat

Pagi itu, mansion Knight tidak lagi beraroma maskulin yang steril, melainkan beraroma cuka apel dan amonia dosis tinggi. Arkan berdiri di tengah ruang tamu dengan dahi berkerut, memegang alat detektor frekuensi yang semalam terus-menerus menangkap sinyal aneh dari lampu gantung.

"K-U-M-A-N... A-D-A... D-I... M-A-N-A... M-A-N-A," gumam Arkan, mengulangi pesan morse yang ia catat semalam. Wajahnya pucat, lingkaran hitam menggantung di bawah matanya. "Samuel benar. Ada peretas yang masuk ke sistem rumah ini. Dan dia sangat... kekanak-kanakan."

Evelyn muncul dari arah dapur, mengenakan piyama bermotif wortel yang sangat longgar dan kacamata tebal yang kacanya sedikit buram terkena uap air. Ia membawa segelas susu hangat dan sepotong roti yang gosong di satu sisi.

"Pagi, Tuan Sstt-Sstt! Wah, Tuan kok penampilannya seperti habis dikejar zombi kuman? Apa tidurnya tidak nyenyak?" tanya Evelyn dengan nada riang yang sengaja dibuat cempreng.

Arkan menatap Evelyn dengan tatapan menyelidik. "Kau tidak mendengar suara-suara semalam? Lampu di kamarmu tidak berkedip?"

Evelyn mengerjapkan mata, memasang wajah berpikir keras. "Hmm... berkedip ya? Oh! Iya! Eve pikir itu lampunya sedang mengajak Eve main petak umpet, jadi Eve balas kedip saja sampai Eve ketiduran. Seru lho, Tuan!"

Arkan memijat pelipisnya. Dia membalas kedipan lampu morse militer? Gadis ini benar-benar tidak tertolong.

"Aku sudah memanggil tim sterilisasi profesional dan ahli keamanan siber pagi ini. Aku tidak mau tinggal di rumah yang 'berhantu' digital," tegas Arkan.

Sepuluh menit kemudian, sebuah truk putih besar berhenti di depan gerbang. Lima orang turun dengan pakaian hazmat lengkap—baju pelindung putih tertutup, masker gas, dan tangki disinfektan di punggung mereka. Mereka terlihat seperti pasukan astronot yang siap menginvasi planet lain.

"Selamat pagi, Tuan Knight. Kami dari 'Pasukan Anti-Mikroba Global'. Kami akan membersihkan setiap inci rumah Anda," ucap pemimpin tim dengan suara yang terdistorsi oleh masker gas.

Arkan mengangguk puas. "Mulai dari ruang kerja dan kamar istriku. Periksa setiap kabel."

Namun, Arkan tidak menyadari bahwa salah satu anggota pasukan hazmat itu—yang badannya paling mungil dan jalannya sedikit goyang—adalah **Edward** yang sedang menyamar. Dan Evelyn? Evelyn sudah menyelinap ke kamar mandi tamu, melepas piyamanya, dan mengenakan baju hazmat cadangan yang sudah disiapkan Edward di balik dispenser air.

Evelyn (dalam baju hazmat) kini bergabung dengan pasukan di lantai dua. Arkan sedang mengawasi mereka dengan ketat, berdiri sejauh tiga meter sambil memegang botol hand sanitizer raksasa sebagai tameng.

"Petugas Nomor 5, kenapa kau hanya berdiri di depan router Wi-Fi itu? Periksa!" perintah Arkan pada Evelyn.

Evelyn tersentak. Ia mengubah suaranya menjadi berat dan serak. "S-siap, Tuan! Sedang memeriksa keberadaan... kuman siber!"

Evelyn berpura-pura menyemprotkan cairan ke router, padahal ia sedang menempelkan sebuah **mikro-speaker** magnetik di bawah meja kerja Arkan. Alat ini sudah diprogram oleh Edward.

Saat Arkan berjalan mendekat untuk memeriksa pekerjaan Evelyn, tiba-tiba...

Hachiii!

Suara bersin yang sangat keras dan basah terdengar tepat di bawah telinga Arkan.

Arkan melompat sejauh dua meter ke belakang, hampir menabrak rak buku kristalnya. "Siapa itu?! Siapa yang bersin tanpa masker?!"

Para petugas hazmat saling pandang. "Bukan kami, Tuan. Masker kami kedap udara."

Arkan menatap sekeliling dengan panik. "Aku dengar suaranya! Sangat dekat! Ada partikel droplet di udara!"

Evelyn menahan tawa di balik masker gasnya sampai perutnya kram. Ia segera berpura-pura menyemprot udara dengan kalap. "Tenang, Tuan! Saya akan memburu kuman bersin itu! Ssttt! Ssttt! Ssttt!"

Arkan gemetar. Ia segera menyemprotkan disinfektan ke wajahnya sendiri (yang untungnya terhalang masker kain). "Cepat bersihkan! Aku merasa ada virus yang sedang menertawakanku!"

Evelyn terus mengikuti Arkan. Setiap kali Arkan berhenti atau mencoba duduk, suara Hachiii! atau suara Ekh-hem! yang gatal terdengar dari sudut-sudut ruangan. Ini adalah serangan psikologis tingkat tinggi yang dirancang Evelyn untuk membuat Arkan sibuk dengan "hantu kuman" sehingga ia tidak sempat memeriksa laptop Evelyn yang sebenarnya berisi data transaksi Black Eclipse.

Dua jam kemudian, tim hazmat berpamitan. Arkan terduduk di kursi ruang tamu yang sudah basah kuyup oleh cairan pembersih. Ia merasa lelah secara mental.

Evelyn (yang sudah kembali menjadi si culun berbaju wortel) turun dari lantai atas sambil mengucek mata. "Wah, rumahnya jadi bau rumah sakit ya, Tuan? Tapi kok Tuan malah terlihat seperti habis mandi keringat?"

Arkan menatap istrinya. "Rumah ini... rumah ini benar-benar aneh, Evelyn. Aku mendengar kuman bersin."

Evelyn duduk di lantai (jarak satu meter, tentu saja) dan membuka sebuah bungkus kerupuk. "Mungkin itu kuman yang sedang flu, Tuan. Kasihan ya, mereka tidak punya selimut."

Arkan menatap kerupuk di tangan Evelyn. "Jangan makan itu di sini! Remahnya bisa mengundang semut, dan semut membawa bakteri dari tanah!"

"Tapi Tuan, kerupuk ini bentuknya seperti kuman yang sudah digoreng, jadi sudah mati!" Evelyn menyodorkan satu kerupuk ke arah Arkan.

Arkan menepisnya dengan jijik. "Jauhkan benda itu dariku!"

Tiba-tiba, ponsel Arkan berdering. Nama Samuel muncul di layar.

"Bos! Aku baru saja melacak sinyal suara 'bersin' yang kau laporkan," suara Samuel terdengar bingung. "Sinyalnya berasal dari speaker mikro yang terhubung ke... akun Wi-Fi tamu yang bernama 'Kucing-Ganteng-Anti-Kuman'."

Mata Arkan langsung berkilat tajam. Ia menoleh ke arah Evelyn yang sedang asyik mengunyah kerupuk dengan bunyi krak-kruk yang keras.

"Evelyn," panggil Arkan dengan suara yang sangat rendah dan berbahaya.

"Iya, Tuan?"

"Apa nama Wi-Fi ponselmu?"

Evelyn membeku. Aduh, Ed! Kenapa pakai nama itu?!

"E-eh... nama Wi-Fi Eve? Anu... namanya... 'Wortel-Imut-Suka-Makan', Tuan! Kenapa? Tuan mau minta *tethering* ya?"

Arkan berdiri, melangkah mendekat hingga jarak mereka hanya setengah meter. Evelyn bisa merasakan aura dingin yang mematikan dari sang King Mafia.

"Jangan bohong padaku. Samuel menemukan akun 'Kucing-Ganteng-Anti-Kuman' aktif di router ini tepat saat kau ada di dapur tadi pagi."

Evelyn menelan ludah, otaknya berputar 1000 RPM. "O-oh! Itu! Itu pasti punya Bi Ijah, Tuan! Kemarin Eve lihat Bi Ijah lagi nonton video kucing pakai kacamata hitam, mungkin dia ganti nama Wi-Fi-nya supaya keren!"

Arkan tidak melepaskan tatapannya. Ia merogoh saku Evelyn, mengambil ponsel istrinya yang casing-nya bergambar bunga-bunga. Ia menyalakannya.

Evelyn berkeringat dingin. Di dalam ponsel itu ada aplikasi enkripsi EVG!

Namun, saat Arkan membuka menu pengaturan Wi-Fi, yang ia lihat hanyalah daftar jaringan yang normal. Tidak ada akun kucing ganteng. Evelyn tersenyum dalam hati; Edward sudah menghapus jejak digitalnya secara real-time.

"Tidak ada," gumam Arkan kecewa. Ia mengembalikan ponsel itu ke tangan Evelyn (setelah mengelapnya dengan tisu alkohol, tentu saja). "Mungkin hantu peretas itu memang benar-benar ada."

"Tuh kan, Tuan! Makanya, Tuan jangan galak-galak, nanti hantunya makin betah!" ucap Evelyn riang.

Evelyn segera berdiri dan pergi ke dapur, namun saat berbalik, ia bergumam sangat pelan yang hanya bisa didengar oleh dirinya sendiri. "Permainan yang bagus, Arkan. Tapi kau butuh lebih dari sekadar disinfektan untuk menangkap Queen EVG."

Tanpa Evelyn sadari, Arkan sedang menatap langkah kakinya. Arkan menyadari satu hal kecil: saat Evelyn berjalan pergi, ia tidak lagi menyeret kakinya seperti orang ceroboh. Langkahnya tegak, ringan, dan sangat presisi—seperti langkah seorang prajurit yang sedang menyamar.

Kau sangat pandai berakting, Evelyn. Tapi setiap aktor pasti punya satu kesalahan kecil, batin Arkan sambil tersenyum miring—sebuah senyuman yang jarang terlihat, penuh dengan tantangan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!