NovelToon NovelToon
- Believe In Magic -

- Believe In Magic -

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Akademi Sihir / Reinkarnasi
Popularitas:226
Nilai: 5
Nama Author: bidadari

Sihirnya tajam, hampir terlalu sempurna untuk usianya. Mantra yang lain pelajari selama bertahun-tahun, ia pahami hanya dalam hitungan detik. Namun, setiap kilau kekuatan yang ia tunjukkan justru menjadi bayangan yang menjauhkannya dari yang lain.

Mereka menyebutnya dingin.
Mereka menyebutnya sombong.

Padahal, yang tak pernah mereka lihat adalah badai sunyi yang ia peluk sendirian.

Evelyn tidak pernah memilih untuk menjadi berbeda. Tapi sihir di dalam dirinya… terasa seperti sesuatu yang hidup—berdenyut, berbisik, seolah menyimpan rahasia yang bahkan ia sendiri takut untuk sentuh.

Dan di balik tatapan tenangnya, tersembunyi pertanyaan yang terus mengendap:

Apakah ia mengendalikan sihir itu… atau justru sedang perlahan dikuasai olehnya?


- Believe in magic -

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 — Kehidupan yang Asing

Laura Roberts duduk di kursi makan, tubuhnya masih terasa kaku setelah menyesuaikan diri dengan dunia manusia. Ruang makan rumah mewah itu begitu besar, dipenuhi cahaya hangat lampu gantung kristal yang memantul ke meja kayu panjang berkilau. Aroma makanan yang baru dimasak memenuhi udara, namun bagi Laura, semua itu terasa asing dan membingungkan. Di dunia sihir, segala sesuatu bersifat fungsional—tidak ada dekorasi mewah, tidak ada aroma yang harus dinikmati, dan tidak ada perbincangan ringan seperti ini.

Nyonya Quenza, wanita paruh baya yang hangat dan perhatian, duduk di ujung meja, tersenyum sambil menatap Laura dan Martin. Suaranya lembut, penuh keceriaan.

“Mommy mau punya cucu tampan dan cantik seperti kalian,” katanya dengan semangat.

Laura menatapnya, terdiam sejenak. Kata “cucu” itu asing baginya, dan ungkapan itu sama sekali tidak ia pahami. Ia menatap Martin, mencari petunjuk. “Cucu itu… apa? Lalu… apa hubungannya dengan kami?”

Martin mencebik, nada suaranya bercampur antara kesal dan heran. “Apa benar kamu seorang S3? Kenapa kamu begitu bodoh? Sialnya aku menikahi gadis seperti kamu.”

Laura menelan ludah, terkejut. Kata-kata itu… kasar, tapi tidak sepenuhnya menakutkan. Ada nada campuran kekesalan dan perhatian yang sulit ia pahami.

Nyonya Quenza langsung menegur anaknya, matanya menatap tajam Martin. “Martin! Minta maaf, kamu kasar! Dengan istrimu!”

Martin menundukkan kepala sedikit, terlihat menahan senyum tipis. Laura menatap interaksi itu dengan mata melebar. Semua terasa begitu asing: percakapan tentang cucu, teguran seorang ibu pada anaknya sendiri, dan nada bercampur antara kemarahan dan kasih sayang.

Laura mencoba mencerna. Di dunia sihir, kehidupan selalu terstruktur. Tugas, latihan, dan sihir adalah segalanya. Hubungan manusia yang rumit seperti ini tidak pernah ada. Ia harus belajar dari nol tentang hal-hal paling dasar: keluarga, ikatan, cinta, dan bahkan humor manusia.

Nyonya Quenza tersenyum, menatap Laura dengan mata penuh harap. “Jangan khawatir, Laura. Semua akan mengerti seiring waktu. Kamu akan tahu apa itu keluarga, apa itu hubungan.”

Laura mengangguk pelan, masih sedikit bingung, tetapi rasa penasaran mulai muncul. “Jadi… kami dimaksudkan untuk… punya anak? Seperti cucu itu?”

Martin menatapnya, matanya tetap dingin namun ada kilatan lembut di sudut matanya. “Kalau kamu masih hidup dan sehat, iya. Tapi jangan terlalu cepat pusing dengan hal-hal yang belum kamu mengerti. Fokus saja pada sekarang.”

Laura menelan ludah lagi, mencoba memahami kata-kata itu. Tubuhnya manusia, pikirannya manusia, dan kini ia menghadapi konsep yang benar-benar asing: peran dalam keluarga, harapan orang tua, dan bahkan tanggung jawab yang belum ia kenal.

Nyonya Quenza menepuk tangan dengan ringan. “Ah, cukup serius. Makan dulu. Semua akan terasa lebih jelas setelah kamu terbiasa.”

Laura mengambil sendok, perlahan-lahan menyuap makanan yang terasa berbeda di lidahnya. Setiap rasa, setiap aroma, terasa terlalu nyata, terlalu intens, dan semuanya menuntut perhatiannya. Ia menatap Martin, yang duduk di kursi roda, menonton dengan ekspresi datar tapi tetap waspada.

Martin mencondongkan tubuh sedikit ke depan. “Kamu harus belajar menyesuaikan diri, Laura. Tidak semua hal akan seketika kamu pahami. Kamu manusia sekarang. Itu artinya… kamu akan belajar dari kesalahan, dari pengalaman, dan dari orang-orang di sekitarmu.”

Laura menatapnya, ragu. “Kesalahan… pengalaman… semuanya terasa terlalu cepat. Aku masih belajar… bahkan tentang hal-hal paling sederhana.”

Martin mengangkat alis, sedikit tersenyum tipis. “Itulah menjadi manusia. Tidak ada yang instan. Bahkan aku, yang sudah hidup bertahun-tahun di dunia ini, masih belajar setiap hari.”

Laura menelan makanan terakhir di piringnya, merasakan kehangatan makanan yang masuk ke tubuhnya. Sebelumnya, di dunia sihir, energi selalu tersedia dan makanan hanyalah formalitas. Di sini, ia merasa hidup benar-benar mengalir melalui tubuhnya—lapar, kenyang, lelah, dan kenyamanan.

Nyonya Quenza menatap Laura dengan lembut. “Lihat? Tidak apa-apa jika kamu belum mengerti semuanya. Yang penting kamu ada di sini, kamu belajar, dan kamu hidup.”

Laura mengangguk pelan, hati mulai menerima kenyataan yang asing ini. Semua terasa berbeda, semua terasa hidup, dan ia mulai menyadari satu hal penting: menjadi manusia bukan hanya soal fisik, tapi juga soal hubungan, tanggung jawab, dan perasaan.

Martin mencondongkan tubuhnya sedikit ke Laura, matanya menatap tajam tapi lembut. “Kamu akan terbiasa, Laura. Jangan terlalu panik. Semua hal baru memang terasa aneh, tapi itu normal.”

Laura tersenyum tipis, perlahan merasakan ketenangan yang asing namun menyenangkan. Di dunia manusia ini, ia mungkin lemah, bingung, dan sering tidak mengerti, tapi perlahan ia mulai merasakan sesuatu yang belum pernah ia rasakan di dunia sihir: kehidupan yang nyata, dengan semua ketidakpastian, kehangatan, dan interaksi yang penuh makna.

Ia menarik napas panjang, menatap Martin dan Nyonya Quenza. Untuk pertama kalinya, ia merasa… tidak sendirian. Dan meski dunia ini begitu asing, ia tahu satu hal: ia akan belajar menyesuaikan diri, memahami keluarga, dan menemukan perasaan yang sebelumnya hanya bisa ia bayangkan dari jauh.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!