NovelToon NovelToon
Gadis Penakluk Tuan Ceo Mandul

Gadis Penakluk Tuan Ceo Mandul

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cintapertama / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:19.2k
Nilai: 5
Nama Author: KGDan

Karena panggilan sahabatnya, yang telah bekerja di ibukota, Esther Valencia pun datang ke ibukota, untuk bekerja di perusahaan sahabatnya.

Siapa sangka, ia dijual sahabat yang ia percayai selama ini, kepada lelaki hidung belang di sebuah club malam.

Tubuh panas Esther menabrak tubuh seorang pria, saat ia melarikan diri dari kejaran pria hidung belang, yang bertepatan pria tersebut akan masuk ke dalam sebuah kamar.

Esther pun akhirnya menghabiskan cinta satu malam dengan pria asing, karena pengaruh obat yang diberikan sahabatnya ke dalam minumannya.

Bagaimana sikap Esther setelah ia sadar dari pengaruh obat, kalau ia telah tidur dengan seorang pria yang tidak ia kenal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 12.

"Apakah kamu memang begitu ingin sekali pergi?" tanya Jack menahan perasaan, yang entah kenapa tidak nyaman dalam dirinya.

"Tuan, aku hanyalah gadis, oh tidak! sekarang aku sudah jadi Ibu, aku tidak memiliki orang tua lagi! Bibiku pasti akan mencari keberadaanku, di mana pun aku tinggal di ibukota! jadi, kalau aku pergi jauh, dia pasti tidak akan dapat menemukanku!" jawab Esther menjelaskan alasan ia ingin pergi jauh.

"Kamu bisa tinggal disini, kediaman Sebastian menjadi tempat tinggalmu!!"

"Aku tahu, tentu saja aku akan tinggal untuk sementara disini, sampai bayi-bayinya lahir, setelah itu baru aku pergi!"

"Apakah kamu tega meninggalkan anak kandung mu sendiri begitu saja?"

Mata Esther terlihat cerah mendengar pertanyaan Jack, "Jadi, apakah Tuan memperbolehkanku untuk membawa anak-anakku?"

"Apa?! mereka keturunan Sebastian! darah dagingku! bagaimana mungkin aku membiarkan mu membawa mereka pergi!!"

Jack seketika bangkit berdiri dengan raut wajah, yang terlihat sangat kesal sekali dengan jawaban Esther.

"Ta.. tapi, bukankah Tuan bertanya padaku? tentu saja aku menjawab, aku ingin selalu bersama dengan anak-anakku!"

Jack kembali mengepalkan tangannya dengan erat.

Ia menjadi tidak ingin bicara lagi dengan Esther, karena Esther sangat ingin pergi setelah melahirkan anak-anaknya.

Esther merasa ia memang gadis yang tidak menyenangkan, sepertinya auranya sangat mengesalkan siapa pun dengannya.

Keluarga Jack baik padanya, hanya karena bayi yang ada dalam perutnya.

"Tuan! apa kata orang-orang nantinya pada anda, kalau membiarkanku tinggal dirumah Tuan! nama Tuan pasti akan tercela, dan menjadi bahan pergunjingan dikalangan sosial Tuan!"

"Untuk apa memusingkan apa tanggapan mereka! urusan keluargaku tidak layak mereka campuri!!"

"Tapi, Tuan! aku yang merasa tidak nyaman, dan rasanya tidak pantas!"

"Kenapa tidak pantas? kamu Ibu dari anak-anakku!"

Esther meremas tangannya, karena ia tidak mungkin mengatakan, tanpa ikatan pernikahan tinggal dirumah lelaki, rasanya tidak pantas.

"Pokoknya kamu tinggal saja disini! urusan Bibimu jangan khawatir, aku akan urus mereka!"

"Butler!!" panggil Jack.

Pintu kamar terbuka, "Iya, Tuan!"

"Panggil Rose dan Luna untuk membantu Nona Esther mandi!!"

"Baik, Tuan!"

Pintu kamar kembali tertutup.

"Kamu perlu mandi, setelah itu istirahat! aku keluar dulu!" kata Jack, setelah itu melangkah ke pintu.

Esther memandang pintu kamar yang tertutup, ia merasa Jack menahannya tinggal di rumah Jack, hanya demi anak-anak dalam perutnya saja.

Pintu kamar kembali terbuka, dan dua pengasuh wanita masuk ke dalam kamar.

"Nona, kami akan membantu Nona mandi!" kata salah satu dari mereka.

"Kenalkan, namaku Rose!"

"Namaku Luna!"

Ke dua mengasuh itu tersenyum ramah memperkenalkan nama mereka.

"Namaku Esther, aku bisa mandi sendiri! tidak perlu di bantu!" jawab Esther menolak bantuan pengasuh.

"Tidak bisa Nona! Tuan muda Jack yang menyuruh kami untuk melayani Nona mandi!" jawab Rose.

Luna masuk ke dalam kamar mandi, untuk mengisi bathtub dengan air hangat.

"Silahkan, Nona! air hangat sudah terisi dalam bathtub!" kata Luna memberitahu Esther

"Mari kubantu, Nona!" Luna menawarkan diri, untuk menuntun Esther masuk ke dalam kamar mandi.

"Aku bisa jalan sendiri!" jawab Esther merasa canggung sampai harus diurus oleh dua maid.

"Tidak apa-apa, Nona! sudah tugas kami untuk melayani Tuan rumah Sebastian!"

"Tapi aku bukan Tuan rumah, aku hanya menumpang untuk sementara saja di sini!" jawab Esther semakin canggung.

"Nona, anda sudah mengandung anak Tuan muda Jack, berarti Nona istri Tuan muda Jack!" kata Rose tersenyum melihat sikap canggung Esther.

Luna meraih tangan Esther, "Ayo, Nona! airnya nanti dingin!"

Esther dengan rasa yang masih canggung, membiarkan saja dirinya dibawa ke kamar mandi.

Baru kali ini Esther melihat kamar mandi yang begitu mewah, membuatnya tidak percaya bisa berada di rumah mewah tersebut.

"Nona, ini handuk bersih!" Luna meletakkan handuk di meja pendek dekat bathtub, "Kalau Nona butuh sesuatu, panggil saja kami! kami menunggu di depan pintu kamar mandi!"

"Baik, terimakasih!"

Esther ditinggal sendirian di kamar mandi, dan ia pun masuk ke dalam bathtub, setelah menanggalkan seluruh pakaiannya.

Air hangat terasa begitu nyaman menyentuh kulit tubuh Esther.

Saat berendam, ia memikirkan kehidupannya sewaktu tinggal dengan Bibinya.

Ia sempat putus asa, kalau ia tidak akan pernah merasakan hidup bahagia, karena berada dibawah kendali Bibinya.

Perlahan tangannya mengelus perutnya, yang sudah terlihat sedikit menonjol.

Mungkin karena kembar empat, kehamilannya jadi terlihat jelas di usia yang masih muda.

"Nak, Mama setiap hari bekerja keras sampai kelelahan, tapi kalian tidak mengalami sesuatu, saat Mama mengangkat barang-barang yang berat" gumam Esther tersenyum.

"Kalian bayi ajaib, begitu kuat mencengkram rahim Mama"

"Mulai sekarang, kalian tidak akan menderita lagi bersama Mama, Papa kalian sudah menemukan kalian"

Esther bergumam sendirian, sembari tangannya terus mengelus perutnya.

Sabun cair yang Luna masukkan ke dalam bathtub telah menjadi busa, dan menutupi permukaan air, dan memudahkan Esther membersihkan tubuhnya di dalam bathtub.

Air hangat yang merendam tubuh Esther, membuat tubuh Esther terasa begitu rileks, hingga membuatnya menyandarkan kepalanya di kepala bathtub.

Esther memejamkan matanya, meresapi air hangat pada kulit tubuh polosnya.

Hingga ia tanpa sadar tertidur, karena merasa sangat nyaman dengan posisi ia meletakkan kepalanya.

"Di mana Nona Esther?" tanya Jack kepada pengasuh yang melayani Esther, saat ia masuk kembali ke dalam kamarnya.

"Nona masih mandi, Tuan!" jawab Rose.

Mereka berdua masih tetap berdiri di depan pintu kamar mandi, menunggu Esther selesai mandi.

"Sudah berapa lama di kamar mandi, kenapa belum selesai? apakah dia belum mengerti menggunakan bathtub?"

Jack mengetuk pintu kamar mandi.

Tidak terdengar tanggapan dari dalam kamar mandi, dan ia kembali mengetuk daun pintu kamar mandi.

Tetap tidak terdengar suara dari dalam kamar mandi, membuat Jack seketika menjadi panik.

Tanpa memanggil nama Esther, ia pun membuka pintu kamar mandi, dan bergegas masuk ke dalam.

"Esther!!" panggil Jack, setelah ia masuk ke dalam kamar mandi.

Jack menyibak tirai bathtub, dan ia pun melihat Esther tertidur di dalam bathtub.

Ia mendengar suara lembut dengkuran Esther.

Jack menghela nafas dengan lega, ternyata Esther tertidur saat berendam.

Perlahan ia berjongkok disisi bathtub, lalu tangan menyentuh pipi Esther, dan menepuknya lembut untuk membangunkan Esther.

"Esther, bangun" panggilnya lembut.

Esther tetap terlelap, tidak terbangun dengan tepukan tangan Jack pada pipinya.

Dengkuran lembut Esther, dengan mulut setengah terbuka, dapat Jack rasakan betapa lelahnya Esther.

Dengan hati-hati Jack meraih tubuh Esther dari dalam bathtub, dan ia pun melihat tubuh polos Esther.

Malam itu karena pengaruh obat, ia tidak melihat dengan jelas tubuh gadis yang ia tiduri.

Sekarang ia dapat melihat dengan jelas, betapa indahnya tubuh ramping Esther, dengan perut yang terlihat menonjol.

Tanpa sadar Jack menelan ludahnya melihat tubuh basah Esther, yang membuat dirinya bereaksi.

Bersambung..........

1
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
💝F&N💝
esther, kau harus mempertahankan jack. jack itu sudah bucin sama kamu. kamu jangan merasa rendah. jack sangan mencintai kamu. kau harus tau itu
vania larasati
lanjut
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
vania larasati
lanjut
partini
aaihhhh ini mah si Jack nya aja nya yg goblok udah tau Kunti bogel
vania larasati
lanjut
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Endang Sulistiyowati
bukannya Jack ga bisa berdekatan sama perempuan, karna hidungnya yg sensitif?
partini
ini Jack yg lolos bodoh lemot bin bodoh aihhh kenapa CEO ogeb semua
partini: dua" mah itu kalau belum di ucapkan belum sah kata cinta
total 4 replies
partini
hemm pasti bikin masalah,, insting suami biasanya rada" kalau udah kena baru reaksi
Mineaa
hadeech.....melda....melda.....
cari penyakit aja kamu.....😡
partini
masa Tidak saling mencintai belum nyadar aja kalian berdua ,,wihhhh tahan sekali ga di sentuh Ampe lahiran
Reni Anjarwani
lanjut thor
Anita Rahayu
karma itu namanya buat anaknya kena autisme biar di buang sama keluarga william😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Anita Rahayu
Ayo dong cepet buat si verot di siksa di hotel prodeo karna udah mau bhnuh ester😠😠😠😠😠🙏🙏🙏🙏
partini
kasih bodyguard bayangan dong Mr Jack biar istri mu mana, Secara banyak ygbga suka
Sri Aastuty Julyantii Sadega
si jack cembokur esther di deketin cowo yang lebih muda🤭
makanya cepetan nyatain perasaan kamu, biar gk salaha paham terus.
🤭🤭
Anita Rahayu
kapan ni family benalu dapag jackpot karma is realnya thor biar nyahok mereka itu😠😠😠😠😠😠😠😠😠😠
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!