Areksa Rexander seorang selebriti yang bertemu dengan seorang gadis cantik pemikat hatinya bernama jesselyn stevania yang merupakan mantan pacar dari sang kakak.
bagai manakah kisah cinta Areksa dan Jesselyn???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Izza naimah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
Deg!
biasanya Alaska tidak pernah menanggapi orang-orang yang membicarakannya tapi karena ucapan salah satu dari mereka seakan menjadi batu besar di dadanya yang kini terasa sangat sesak.
' tidak! Willa Setia! Mereka salah paham sama kayak apa yang netizen sangka sama gue ataupun Sofia' batin Alaska mencoba menetralkan perasaannya, dia terus menggelengkan kepala untuk menepis pikiran-pikiran negatifnya.
****
seminggu berlalu, weekend ini Alaska bersiap untuk pergi ke Bali menemui seorang wanita.
Alaska hanya beralasan ada pekerjaan di Bali dan beruntungnya Willa percaya. Willa juga tipe orang yang cukup pengertian saat Alaska bekerja di dunia entertainment, dia tidak pernah mengganggu dengan banyak chat ataupun teleponnya.
Willa akan merespon jika Alaska mengabarinya lebih dulu, Alaska tahu Willa sangat paham dengan dunia seperti itu sehingga tidak pernah merepotkan Alaska jika Alaska sedang bekerja atau syuting.
" bandara Nugrah Ria" kumam Alaska ketika sampai di Bandara Bali.
" ini alamat hotelnya, cukup dekat dari sini ternyata. oke... eh tunggu-tunggu Kayaknya gue nggak akan langsung ke hotel itu deh, gue harus cari hotel lain dulu" monolognya.
Jelaskan membuka ponsel dan mencari hotel untuk dia menginap beberapa hari, Yah mungkin pekerjaan hanya semalam tapi alasnya ingin menginap beberapa hari di Bali.
" gue cari villa aja kali ya, banyak yang murah-murah juga ini"
" oke fix Ini aja, ada kolam renang privatnya juga"
Alaska pun memesan salah satu kamar villa itu lewat aplikasi di ponselnya dan kini dia sudah berada di kamarnya.
" Capek banget gue" Alaska merebahkan dirinya di atas kasur empuknya yang menghadap ke kolam renang.
" enak buat tempat honeymoon ini" Alaska terkekeh.
" tidur dulu nyiapin tenaga buat ntar malam"
***
sedangkan kini Jesslyn pun baru saja landing di Bandara, dia begitu antusias untuk menikmati liburan beberapa hari kedepan dan sayangnya malam ini dia harus menghadiri undangan pernikahan anak dari salah satu kliennya sendirian. pasalnya Juan malah menjemput Inara dulu ke Jakarta dan baru akan menyusul ke Bali besok pagi.
"waaah Libur Telah Tiba, Libur telah tiba, hatiku gembira" Jesslyn sedikit bersenandung seperti anak kecil.
Jesslyn pergi ke hotel yang telah Juan pesan untuknya tidak jauh dari tempat pesta itu.
malam hari pun tiba, Jeslin sudah berdandan sangat cantik dengan dress pas body berwarna hitam panjang sampai menutupi mata kaki namun mempunyai belahan samping pahanya dan tali spaghetti di kedua bahunya, belahan dadanya cukup rendah. sungguh menampilkan lekuk tubuh Jesslyn yang begitu indah, ditambah kulit putih nampak sangat terlihat bersinar. make up yang digunakan pun cukup flawless membuatnya semakin cantik dan fresh tidak lupa rambut panjang yang disanggul acak membuat leher jenjangnya terekspos jelas.
" perfect Jesslyn" ucapnya di depan cermin.
Jesslyn masuk ke salah satu hotel yang tidak jauh dari hotelnya karena pestanya memang diadakan di salah satu Hotel itu.
dekorasi yang sangat mewah dan orang-orang kalangan atas sajalah yang hadir di tempat itu.
saat Jesslyn memasuki ruangan banyak sekali pasang mata yang melihat ke arahnya terutama kaum Adam yang terpesona oleh penampilannya serta kecantikan seorang Jesslyn, namun tatapan mata seperti itu sudah menjadi hal biasa bagi Jesslyn.
setelah menghampiri pasangan pengantin Jesslyn kembali berbaur dengan para tamu undangan dan banyak sekali yang mulai mendekatinya.
" Hai, kamu Jesslyn?" tanya seorang pemuda yang hadir di pesta itu.
"iya"
" saya beruntung bisa bertemu denganmu di sini, ternyata isu yang beredar tentang kecantikan seorang Jesslyn stevania pemimpin perusahaan coklat terbesar di Belgia" ungkapnya.
" terima kasih jangan terlalu menyanjung seperti itu" ucap Jesslyn.
" itu bukan Sanjungan tapi itu fakta"
Jesslyn hanya tersenyum menanggapinya.
" Oh ya Kenalkan saya Daniel" ucapnya mengeluarkan tangan
" Jesslyn" Ia pun menyambutnya dan tersenyum ramah walaupun sedikit merasa risih.
" Oh iya kita bersulang?" tawarnya.
" saya tidak minum alkohol" tolaknya halus.
" Ini jus bukan alkohol" ucapnya Seraya mengangkat minuman yang ada di salah satu tangannya dan memang benar ditangannya itu adalah jus strawberry.
" baiklah" Jasmine mengambil minuman itu dan bersulang dengan gelas yang satu lagi yang ada di tangan laki-laki yang bernama Daniel itu.
meneguk Jus itu dan Daniel tersenyum manis ke arahnya. mereka melanjutkan obrolannya dan tiba-tiba Jesslyn merasa ada yang tidak beres, kepalanya sedikit pusing.
" ada apa?" tanya Daniel.
"tidak" sahutnya namun Daniel terus menatap lekat ke wajah Jesslyn seperti menyadari sesuatu namun tidak bertindak apapun.
" kamu cantik Jesslyn, Bagaimana kalau malam ini kita bersenang-senang" bisiknya tiba-tiba dan Jesslyn langsung mendorong tubuh dan Daniel.
Pandangan Jesslyn mulai kabur tapi dia masih dalam kesadarannya.
" saya ke toilet sebentar" ucap Jesslyn dan sedikit sempoyongan.
Jesslyn pergi meninggalkan Daniel, awalnya Daniel bersikap masih terlihat normal saat Jesslyn pergi namun Jesslyn menyadari Daniel sedang mengikutinya. Jesslyn bukan pergi ke toilet melainkan pergi dari acara itu dan akan kembali ke hotel.
semakin lama kepalanya terasa berputar, pandangan sedikit fokus dan sedikit kabur dan terus bergantian seperti itu. Jesslyn terus mempercepat langkahnya untuk menghindari Daniel.
sedangkan di tempat lain kini Alaska akan bersiap ke hotel yang telah ditentukan, dia hanya memakai celana jeans hitam dan hoodie yang menutupi kepalanya tidak lupa masker untuk menutupi wajah tampannya Agar tidak banyak dikenali orang di luar sana. saat ini siapa juga yang tidak mengenali dirinya.
"ayo Al, Kalau pasti bisa" Alaska menyemangati dirinya sendiri dan menghela nafas panjang sebelum dia keluar dari kamar.
Alaska tengah berjalan di luar dan mencari taksi yang lewat, Dia sedang tidak ingin menggunakan aplikasinya jadi memutuskan untuk mencari taksi manual.
di sisi lain Jesslyn kini sedang berlari dikejar oleh Daniel, larinya sudah sangat sempoyongan dan Daniel hanya mengejarnya perlahan dengan Seringai piciknya.
Ya Tuhan tolong... tolong siapapun untuk menolongku saat ini, siapapun Tuhan aku akan membayarnya mahal untuk itu" lirih Jesslyn dalam kepanikannya.
Jesslyn semakin panik berjalan entah ke mana kepalanya semakin berputar dan-
Bruk!
Jesslyn terjatuh saat menubruk tubuh seseorang, penglihatannya sudah cukup kabur dan Jesslyn terlihat ketakutan.
" Kak Jessy" Ucap orang itu dan samar-samar suara sedikit Jesslyn hafal.
" Kakak kenapa? Kakak baik-baik aja? tanyanya orang itu berjongkok dan memegang kedua tangan Jesslyn.
" lepaskan sialan! lo nggak akan bisa nyentuh gue!" hardiknya dan menepis tangan laki-laki itu.
" Hai Kak, ini aku Alaska" ucapnya.
" Alaska?" liriknya lemah perlahan matanya mencoba untuk fokus melihat wajah yang ada di hadapannya, wajah tertutup masker dan membuat Jesslyn kembali ketakutan.
" pergi... pergi.... Jangan sentuh gue, Sana pergi!"
.
.
.