Betapa gilanya perubahan dalam kehidupan Alex semenjak punya istri Nakal yang membuat hidupnya porak-poranda dengan segala tingkah istrinya itu .
Semenjak menikah Alex perlahan mulai kehilangan ketenangan dalam dirinya berganti dengan amarah , emosi berkepanjangan dan juga kekacauan dalam perasaan nya .
" Aku tidak mencintaimu jadi jangan berharap perlakuan lebih" ucap Alex menatap Lala yang berdiri disudut ruangan setelah memecah sebotol bir .
" Aku cuma ingin mencoba bir ini Om, bukan menginginkan cinta mu " pernyataan Lala menatap dengan sedih sebotol bir yang tumpah di lantai .
" Sekali lagi kamu mencoba menyentuh minuman di dalam lemari , aku yang akan memberikan kamu pelajaran " tegas Alex memanggil pelayan untuk membersihkan pecahan beling dan bir di lantai .
" Apa sih Om, marah-marah terus , nih aku sentuh wekkkk" cibir Lala menyentuh botol bir dalam lemari dan berlari kencang ketika Alex akan melempar nya .
Yuk baca cerita Lala😋
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2 Aku kan istri Om
" Ihhhhh, dasar nyebelin " ketus Lala mencibir pada Alex .
" Benar-benar istri durhaka " ketus Alex merapikan rambut dan mulai menjalankan mobilnya .
" Om yang suami durhaka , jahat sama istri " ucap Lala memangku kedua tangannya.
.............
" Rumah Om dimana sih lama banget sampai nya " ucap Lala setelah hampir setengah jam mereka berkendara .
" Di hutan " ketus Alex menatap gadis nakal yang duduk nyaman tanpa rasa bersalah setelah menjambak nya setengah jam yang lalu .
" Ohhhh, jadi Om beneran tinggal di hutan pantes ada miripnya sama monyet " tawa keras Lala memegang perutnya yang sampai kram melihat ekspresi wajah Alex .
" Ya , ya , jangan kek serigala juga tatapan nya Om, aku kan jadi takut " kata Lala berhenti tertawa dengan senyum terpaksa nya melihat ekspresi Alex yang benar-benar menakutkan.
" Aku tidak mengerti mengapa dari sekian banyaknya wanita dimuka bumi , kenapa harus kamu yang dipilih Ayah untuk menjadi istriku " geleng kepala Alex yang benar-benar tidak cocok dengan Lala
" Sama Om, aku juga heran kenapa Papi ingin aku menikah dengan Om padahal kan banyak pria dimuka bumi yang lebih dari Om " pernyataan Lala yang langsung terdiam begitu mereka sampai dirumah Alex .
" Dengar gadis nakal , Aku adalah Alexander Graham jika kamu menemukan pria yang rasanya melebihi aku dari segi apapun bawa kehadapan ku " senyum penuh kemenangan Alex karena bagaimanapun dia punya segala-galanya.
" Dihhhh, sok ganteng " muak Lala melihat Alex yang sudah turun itu .
Lala ikutan keluar mobil begitu di bukakan pintu oleh bodyguard Alex .
" Selamat datang Pak Alex dan Nyonya " ucap Bodyguard dan seluruh pelayan menunduk menyambut mereka.
Alex langsung berjalan cepat melewati mereka dan balik lagi setelah masuk karena Lala masih berdiri diluar .
" Masuk " tegas Alex memegang sebelah tangan Lala dan menyeretnya masuk .
" Om terus barang-barang aku " ucap Lala menatap kearah mobil .
" Pelayan akan mengurus nya " ucap Alex berjalan lebih cepat lagi hingga Lala kesulitan mengimbangi langkah nya .
" Alex mengapa menyeret Lala seperti itu" tegur Ibu yang ternyata ada didalam rumah bersama Ayah .
" Ti, tidak Ibu , aku tidak menyeret langkah nya yang terlalu kecil " ucap Alex mendongak melihat Ibu dan Ayah yang berdiri di pagar lantai dua .
" Yaudah gendong Lala keatas biar cepat " kata Lala dengan suara manja rada merengek seolah benar-benar lelah ingin membalas Alex mumpung ada Ibunya .
" Hehhhh, gadis sialan beraninya ," Alex menyikut gadis nakal itu yang sengaja sekali .
" Cepat kemari nak , Ayah perlu bicara dengan kalian " ucap Ayah dari atas .
" Ayo Om , cepat gendong , aku dah capek banget mau naik tangga " kata Lala dengan senyum ceria nya .
" Benar-benar gadis sialan " ucap Alex yang tidak punya pilihan karena orang tua nya terus menatap dari atas .
Alex menggendong Lala dengan sebelah tangan saja layaknya anak kecil sampai Lala kaget karena tidak expect.
" Aku pikir dia akan menggendongku ala brider style rupanya malah seperti menggendong balita " batin Lala melingkarkan tangan nya dileher Alex yang berjalan menaiki tangga.
Sesampai diatas Alex menurunkan Lala " Maafkan Alex ya udah berjalan menyeret kamu " kata Ibu meminta maaf langsung pada Lala atas kesalahan anaknya .
" Tidak apa-apa Bu, kan udah di gendong sama Om" ucap Lala yang sangat cepat memaafkan orang.
" Nak jangan panggil Om dong sama suami" komplen Ayah .
" Mmmmh, terus panggil apa?" pertanyaan Lala dengan polos .
" Coba tanya Alex dia pengen dipanggil apa sama istrinya " senyum menggoda Ibu .
" Om mau di panggil apa?" pertanyaan Lala langsung.
" Sudahlah nanti saja" kata Alex ingin cepat-cepat menyelesaikan obrolan dengan orang tuanya dan menghakimi gadis nakal itu.
" Ayo duduk " kata Alex yang ingin menyelesaikan dengan cepat pembahasan dengan orang tuanya.
" Aku pikir Ayah dan Ibu sudah pulang kerumah utama " ucap Alex begitu duduk .
" Ibu sama Ayah nginap disini aja " saran Lala yang membuat Alex melotot .
" Nggak, nggak usah lagian ,"
" Om aneh banget , kenapa nggak bolehin orang tua nginap " ucap Lala dengan ekspresi tidak suka nya mungkin tidak paham inti dari apa yang Alex pikirkan.
Itu Artinya mereka akan tidur satu kamar!.
" Sebenarnya kami juga ingin nya begitu La , tapi kami harus berangkat keluar kota untuk perjalanan bisnis jadi lain kali ya Ibu nginap disini " kata Ibu .
" Oooo, iya Bu" kata Lala.
Ayah dan Ibu membicarakan serta memberi pengarahan akan beberapa hal pada Alex dan Lala , sebelum mereka berangkat keluar kota .
.............
Setelah Ayah dan Ibu pergi Lala berjalan mengikuti Alex menuju kamar utama dirumah mewah lantai 3 yang hampir mirip kastil .
" Pelayan akan menunjukkan dimana kamar kamu " ucap Alex pada Lala yang berjalan di belakang nya .
" Lah emang Om nggak tau dimana kamar Om?" pertanyaan Lala.
" Ini kamarku " ucap Alex membuka pintu begitu sampai .
" Wahhhhhh" Lala langsung berlari masuk dan mendarat diatas ranjang king size yang begitu empuk , ini benar-benar seperti kamar sultan dan Lala yakin ini adalah kamar terbaik dari semua kamar yang ada dirumah ini .
" Hehhhhh, keluar jangan berbaring diatas ranjangku " tegas Alex menarik Lala yang berbaring itu sampai duduk .
" Kok disuruh keluar?" pertanyaan polos Lala mendongak menatap Alex yang berdiri di hadapannya.
" Ka, kamu , tidur di kamar sebelah " gelagapan Alex tidak sanggup menatap mata Lala .
" Kenapa? Aku kan istri Om , kok nggak boleh tidur disini?" pertanyaan Lala lagi dengan wajah yang jauh lebih polos lagi sampai Alex merasa sangat berdosa untuk mengusirnya keluar , bagaimanapun dia memang istri Alex sekarang.
" Ja, jadi kamu tidak apa-apa tidur berdua dengan ku?" pertanyaan Alex seolah-olah sebelumnya dia berpikir bahwa Lala lah yang tidak ingin tidur bersamanya .
" Tidak apa-apa, asal Om jangan ngorok aja " kata Lala berbaring lagi menikmati empuknya ranjang yang sangat lebar berbeda dengan ranjang yang biasa dia tidur berukuran minimalis .
Alex kembali membuka pintu kamar dan meminta pelayan untuk membawa barang-barang Lala kedalam kamar nya .
" Duduklah dengan baik aku ingin bicara " ucap Alex menghentikan Lala yang berguling kesana kemari di atas ranjang .
" Bibi nanti bawain boneka Lala ya" ucap Lala duduk ditepi ranjang begitu empat pelayan masuk untuk menaruh barang-barang nya .
" Om mau bicara apa?" tanya Lala menatap Alex yang kini duduk disebelah nya .
" Kenapa kamu mau menerima pernikahan ini?" pertanyaan Alex .
" Karena orang tua Lala yang minta " jawab nya .
" Ya tapi atas dasar apa kamu mau saja menikah dengan ku, padahal kita sama sekali tidak kenal satu sama lain " pernyataan Alex .
" Siapa bilang aku nggak kenal Om?" senyum nakal Lala menahan tawa yang membuat Alex melotot .
dobleeee donk thor😄💪
lanjuuttttttttt thor🤭😄💪
lanjutttttt💪😄