NovelToon NovelToon
Shan Luo

Shan Luo

Status: tamat
Genre:Action / Balas Dendam / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:12.8k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

“Demi ibu, apa pun akan kulakukan!”

Dianggap sampah oleh ayahnya sendiri karena tak memiliki bakat kultivasi, Shan Luo hidup dalam hinaan. Demi melindungi ibunya, ia memilih pergi meninggalkan segalanya.

Takdirnya berubah saat ia menemukan sebuah gua misterius yang menyimpan warisan terlarang: Sabit Jiwa Kegelapan.

Dengan kekuatan itu, Shan Luo bersumpah
“Aku akan membalas semua yang menghina aku dan ibuku!”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34: Bertanya

Yan Bingchen hanya tersenyum tipis, matanya menatap lurus ke depan. "Dendam hanya akan memakan masa depan. Persatuan membawa perut kenyang. Sesederhana itu." Ia kemudian menoleh ke arah Shan Luo. "Jadi, bagaimana kondisi ibumu sekarang, Nak?"

​Shan Luo sedikit membungkuk hormat. "Ibu berada di Federasi Lin, Tuan. Di bawah perlindungan Guru Lin Yue. Dia baik-baik saja dan tampak lebih tenang sekarang."

​"Baguslah kalau dia bersama Lin Yue," Yan Bingchen menghela napas, ada nada nostalgia dalam suaranya. "Aku cukup khawatir kepadanya dulu saat ia bersikeras ingin menikah dengan keturunan Kaisar Shan itu. Tapi yah, kau tahu sendiri, ibumu adalah wanita yang keras kepala jika sudah urusan hati. Setidaknya, dia menghasilkan anak yang baik."

​Mereka sampai di sebuah gerbang raksasa yang tingginya mencapai awan. Di atas gerbang itu terukir simbol yang sangat megah: Naga Api dan Burung Es yang saling melingkar.

​"Klan Api Abadi dan Es Abadi? Apa ini tempat Anda tinggal?" tanya Shan Luo.

​"Anggap saja begitu. Meskipun aku jarang berada di rumah," jawab Yan Bingchen santai. "Istriku sering memarahiku karena hal itu. Padahal aku hanya menghilang selama sepuluh tahun saja untuk jalan-jalan mencari ketenangan."

​Mo Huang, yang sejak tadi berusaha mengecilkan keberadaannya di paling belakang, mendadak tersedak udara. "Sepuluh tahun? Kau bilang 'hanya' sepuluh tahun? Pantas saja istrimu ingin meledakkan kepalamu!"

​Yan Bingchen berhenti melangkah. Ia menoleh sedikit, melirik Mo Huang melalui sudut matanya yang tajam.

Seketika, tekanan atmosfer di sekitar Mo Huang terasa seperti berat satu gunung menindihnya. Aura ungu Mo Huang bergetar hebat.

​"M-maaf ... saya lancang," bisik Mo Huang sambil menunduk dalam, keringat dingin keluar dari wujud rohnya.

​Yan Bingchen kembali berjalan setelah memberikan pelajaran kecil itu. Shan Luo kemudian memberanikan diri bertanya, "Tuan ... jika boleh tahu, apakah Anda sedekat itu dengan ibu saya?"

​Yan Bingchen berhenti sejenak untuk berbicara dengan penjaga gerbang. Para penjaga itu tampak sangat terkejut melihat siapa yang datang, namun Yan Bingchen memberikan isyarat rahasia yang membuat mereka segera membukakan jalan tanpa suara.

​"Dekat ya?" Yan Bingchen berjalan masuk ke area dalam yang jauh lebih megah. "Mungkin. Aku selalu memperhatikan setiap anggota klan, terutama mereka yang memiliki potensi unik. Ibumu itu anak yang sangat baik dan polos. Aku tidak menyangka 'anak kecil' itu sekarang sudah memiliki putra sebesar kau."

​Di dalam gerbang, pemandangan semakin tidak masuk akal.

Di sisi kanan, bangunan-bangunan megah berdiri dengan ornamen api yang menyala abadi, memberikan kehangatan yang pas. Di sisi kiri, istana-istana kristal es memancarkan cahaya biru yang menenangkan.

​"Ingat satu hal," Yan Bingchen berhenti di persimpangan. "Jangan panggil aku Yan Bingchen atau menyebutkan namaku di depan siapa pun di sini. Jangan panggil aku Kepala klan atau apa pun."

​"Kenapa?" Shan Luo heran.

​"Aku sudah terlalu lama tidak menunjukkan diri secara resmi. Jika mereka tahu aku pulang, istana ini akan penuh dengan tetua-tetua cerewet yang membawa laporan membosankan. Aku sudah terlalu tua untuk mengurusi birokrasi klan," jawabnya dengan wajah malas yang sangat tulus.

​Mereka akhirnya sampai di sebuah paviliun pribadi yang tersembunyi di balik hutan bambu perak.

Di tengahnya terdapat taman yang dialiri salju lembut yang tidak dingin, melainkan terasa seperti kapas.

1
Ajipengestu
lanjut thor👍
Iwa Kakap
ribet amat thor
Beni: itu cuma penjelasan naik ranah sama kesulitannya aja. gak perlu di pikirin hehe. /Pray/
total 1 replies
angin kelana
ayooooo jdi juara💪💪💪
Beni
oke... 😐
Beni
😛
Beni
/Hunger//Sweat/
Beni
😐
Beni
oke... 😐
angin kelana
semangat bertarung💪💪💪
angin kelana
anak baik👍
angin kelana
semangaaat menjadi kuat..
angin kelana
ayo buktikan kekuatanmu💪💪💪
angin kelana
ayoooo lebih kuat lg
angin kelana
lanjuuuttt...
angin kelana
kalo untuk pengenalan bole lah pake english tpi ke depannya gak usah ajah ini kan fantasi timur bukan barat..lanjut👍
Beni: nanti di revisi ya, terima kasih/Pray/
total 1 replies
angin kelana
lanjuuuttt..
angin kelana
dunia yg kejam.😬
Beni
😐
Jade Meamoure
bagus 🤣🤣🤣
Jade Meamoure
Yan Bingchen bukankah itu patriarki sekte es ya
Beni: Pendekar es dan api
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!