NovelToon NovelToon
Diantara Dua Dunia Season 1

Diantara Dua Dunia Season 1

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Mata Batin / Romansa Fantasi
Popularitas:18.6k
Nilai: 5
Nama Author: D.P. Auzora.

Aldi Mahendra seorang pemuda yang hidup sebatang kara, dia dari usia empat tahun hidup di jalanan. Hingga akhirnya bertemu seorang kakek yang mengangkatnya menjadi cucunya. Aldi di sekolah hingga lulus SMK, kini dia bekerja sebagai kuli panggul di pasar.

Walaupun uangnya tak seberapa tapi bisa untuk makan setiap hari, apalagi pekerjaan untuk lulusan SMK itu sedikit susah. Aldi di pandang rendah oleh siapapun hingga saat ini berusia 19 tahun dia tetap berusaha hidup di setiap gempuran ombak yang besar datang di kehidupannya.

Semua berubah ketika mendapatkan sebuah cincin merah delima, kehidupannya berubah menjadi lebih baik lagi tapi sesuatu keanehan di kedua matanya membawa dia kedalam dunia yang seharusnya tidak terjadi.

Perjalanan kota maupun di desa menjadi tolak ukur bagi pengalaman Aldi menjadi lebih berani lagi, seperti bentuk tubuhnya yang tinggi dan kekar dengan wajah tegasnya mulai terlihat dalam perjalanan hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D.P. Auzora., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tanpa Kepala Dan Memberikan Hadiah

       Deru suara musik gamelan terdengar jelas di telinga Aldi setelah bau itu perlahan menghilang, dengan penuh keberanian Aldi tetap cuek soal bau dan sekarang berubah menjadi musik gamelan jawa terdengar dekat.

Aldi melihat kelapa jatuh dari pohonnya dia perlahan mengambilnya, lumayanlah buat masak jangan santan nantinya.

"Balikin kepala saya...," sebuah suara terdengar jelas dengan sangat berat.

Aldi merasakan bulu kuduknya berdiri mendengar permintaan yang sangat aneh baginya, Aldi yang fokus kedepan lalu melihat sosok berjalan lurus ke arahnya.

Tubuh tanpa kepala berjalan mendekati Aldi yang sedang mematung tanpa bergerak sedikitpun, dia kaku berdiri memandang sosok menyeramkan mendekati dirinya.

"Balikin kepala saya...," suara berat dengan nada jelas kembali terdengar membuat Aldi kebingungan darimana asal suara itu.

Dengan perlahan Aldi mengangkat kelapa yang dia dapatkan tadi. Mata lagi langsung melotot melihat kelapa yang kini berubah dengan kepala sedikit hancur lalu darahnya mengucur deras.

"Setan alas," umpatan Aldi cukup keras kemudian dia melemparkan kepala itu lalu berlari tunggang langgang, Aldi berlari sangat cepat meninggalkan sosok yang tertawa cukup keras.

"Hahaha.. hahahaha.. hahaha...," begitu nyaring ketawa sosok astral itu.

Aldi sampai rumahnya dengan napas terengah-engah Kelelahan. Dia dengan perlahan membuka pintunya lalu masuk kedalam, setelah mengunci pintu rumah dia masuk kedalam kamar.

Dengan napas belum teratur keringat dingin membasahi tubuh Aldi hingga basah sedikit bajunya, kemudian Aldi berusaha menenangkan dirinya kembali.

Aldi mencuci muka di belakang setelah selesai dia merebahkan tubuhnya yang sudah kelelahan hari ini, terlebih lagi mahkluk terus menampakkan dirinya kepada Aldi.

     Pagi datang, suara ayam berkokok terdengar jelas membangunkan segala sesuatu yang akan di mulai pagi itu. Aldi baru terbangun dari tidurnya, dia merasakan tulang-tulangnya remuk akan lelah hari sebelumnya.

Aldi beranjak mencuci muka terlebih dahulu, dinginnya air langsung dari sumber mata air begitu dalam menyentuh kulit.

"Dingin banget," gumam pelan Aldi.

Kemudian setelah selesai Aldi menyiapkan apa yang akan di bawa ke kota hari ini, dia mengambil tas usangnya yang sudah berubah warna buram.

Aldi membungkus satu batang emas cukup berat baginya, Aldi sangat penasaran dengan harga emas batangan ini nantinya. Jika mahal semua apa yang dia harapkan akan di wujudkannya.

Tok...

Tok...

Tok...

Ketukan pintu terdengar jelas di rumah Aldi.

"Sebentar," teriak pelan Aldi.

Aldi membuka perlahan pintu rumahnya, setelah terbuka ternyata Sita bersama Bima datang lagi itu.

"Ini mbak masak sisa ikan yang kemarin sama sayuran masih banyak di rumah," ujar Sita, dengan perlahan meletakkan di meja.

"Terima Kasih mbak," balas Aldi.

"Ohhh iya mbak nanti nitip rumah sebentar ya?, aku mau kekota sama Niko," Aldi berkata pelan.

"Ngapain kekota?," tanya Sita.

"Kata Niko mau lihat adiknya," jawab Aldi.

"Ohh. Yasudah nanti kunci rumah kasih ke aku," ucap Sita.

"Oke mbak," balas Aldi.

Aldi mengambil handuk dan sabun mandi dia ingin pergi ke Kedung samping rumahnya, cukup dekat hanya sepuluh meter saja jaraknya.

"Om mau kemana?," tanya Bima yang sedang asik berlari-lari di depan rumah Aldi.

"Om mau berenang di sana," Aldi menjawab lalu menujuk kearah kedung yang sangat bersih di bawah pohon beringin tua yang sangat besar.

"Ma aku mau ikut om Aldi," pinta Bima, memegang kaki Sita.

"Iya kamu ikut. Sejak kapan itu bersih A?," Sita menjawab putranya lalu bertanya kepada Aldi soal kedung yang sangat bersih.

"Dari kemarin mbak, aku bersihkan biar airnya lancar. Lumayanlah buat aliran ke tanah yang bakal aku tanami cabe," balas Aldi.

"Ayo Bima kita berenang," Aldi mengendong tubuh Bima dengan perlahan, lalu dia berjalan menuju kedung diikuti Sita yang penasaran akan kedung itu.

Setelah sampai Sita sangat terpukau dengan kejernihan sumber air mata itu. Bima sangat gembira melihat keindahan alam baginya, apalagi ini pengalaman pertama dalam mengenal alam lebih jauh.

Aldi melepaskan bajunya memperlihatkan otot dada dan roti sobek begitu jelas di depan Sita, Bima ikut melepaskan bajunya dia memandang tubuh Aldi yang begitu tinggi dan besar.

"Bima kalau sudah besar ingin seperti om Aldi, tinggi besar berotot biar bisa lindungi mama," ujar Bima.

Sita yang mendengarkan itu tersenyum manis lalu berjongkok memegang bahu putranya. "Kalau mau seperti om Aldi kamu gak boleh nangis kalau jatuh," Sita berkata pelan kepada anaknya.

"Siap ma, Bima akan menjadi seperti om Aldi yang tinggi besar biar Bima bisa lindungi mama," seorang anak kecil seperti orang dewasa paham bagaimana cara melindungi orang yang dia sayang.

Air mata yang tertahan kini turun mengalir deras, Sita memeluk putranya begitu erat sambil menitikkan air matanya.

"Loh mama kok nangis?, katanya kalau mau kuat gak boleh nangis," Bima berkata pelan.

"Mama enggak nangis kok sayang, mama kelilipan saja," balas Sita, kemudian membersihkan air matanya.

Aldi yang melihat momen itu dia teringat kedua orang tuanya tidak tau dimana dan siapa mereka, dia hanya mengingat kakek Budi yang merawatnya sejak kecil dan menyekolahkannya.

Namun ketika kelas satu SMK kakek Budi meninggalkan Aldi selamanya, kesedihan Aldi yang tinggalkan begitu saja tanpa sakit tanpa apapun tiba-tiba sudah meninggalkan dunia ini.

Aldi kini tinggal di rumah kakek Budi yang sudah wariskan sepenuhnya, Aldi sangat bersyukur atas jasa kakek Budi yang sangat luar biasa baginya.

Dia bukan cucu kandung hanya orang jalanan di pungut lalu di biayayai sekolah tanpa pedulinya siapa dirinya, kenangan bersama kakek Budi sangat membekas dalam diri Aldi.

Bela diri segala ajaran dia dapatkan langsung dari kakek Budi tapi Aldi dilarang memakainya sebelum genap dua puluh tahun akan tetapi jika mendesak boleh melakukannya.

"Ayo Bima kita berenang," ajak Aldi lalu mengendong tubuh Bima.

Dengan perlahan Adli masuk kedalam Kedung yang tidak dalam karena membawa Bima.

"Wahhh.. om dingin banget," ujar Aldi, yang baru berusia tiga tahun lebih tapi sudah sangat cerdas.

"Sini om mandiin," Aldi mengambil sabun lalu membersihkan tubuh Aldi dengan sabunnya.

Sita yang melihat putranya sangat bahagia bersama Aldi hatinya terasa berbunga-bunga seperti menemukan kehidupan bagi putranya yang kekurangan kasih sayang seorang ayah.

"Ma, ayo ikut mandi," ajak Bima yang berteriak cukup keras.

Sita yang mendengarkan itu sedikit bingung harus bagaimana menjawab permintaan putranya.

"Mama nanti mandi di rumah saja," balas Sita.

Wajah Bima seketika berubah mendengarkan penolakan mamanya, seperti mau menangis karena penolakan itu.

Sita yang melihat itu Jiwa seorang ibu langsung turun masuk kedalam Kedung yang terasa sangat dingin pagi itu.

"Yeee mama ikut berenang," Bima sangat bergembira lalu mendekat ke mamanya.

Sita memandang Aldi dengan senyum penuh arti, Aldi membalasnya pelan.

Aldi berdiri tegak begitu jelas terlihat otot-otot kekar tubuh Aldi di depan Sita kembali. Sita yang melihat itu jantung berdebar-debar sedikit malu walaupun sudah tau.

"Sebenarnya kamu itu tampan Al, cuman wanita lain itu memandang kekayaan saja," gumam pelan Sita.

Aldi menyelam lebih dalam menikmati keindahan pemandangan di bawah Kedung yang begitu indah, dalam hati Aldi ingin membeli ikan lalu di tabur disini. Jika sudah besar nanti bisa di pancing.

Aldi yang mau naik keatas mata tajamnya menangkap sebuah liontin kecil begitu indah di bawah kayu, Aldi kini lebih turun lalu mengambil kalung berliontin merah kecil sangat indah baginya.

"Kasihkan mbak Sita saja, ucapan rasa terima kasih atas bantuan selama ini," dalam hati Aldi berkata dengan sendirinya, keinginan dari hati terdalam Aldi.

Aldi naik kembali keatas, kemudian mendekatkan ke Bima dan Sita yang kebingungan.

"Om Aldi hebat sekali, menyelam sangat lama," ujar Bima, dengan wajah penuh kegembiraan.

"Om Aldi gituloh," balas Aldi.

Setelah dekat dengan Sita tanpa aba-aba atau izin Aldi memakai liontin yang tidak sengaja terkena darahnya setelah mengambilnya tadi.

Sita yang merasakan itu sangat terkejut lalu menoleh kebelakang melihat Aldi sedang memasangkan kalung berliontin merah sangat indah baginya.

"Apa ini Al?," tanya Sita bingung.

"Hadiah untuk mbak cantik yang sudah membantu dan merawat saya," balas Aldi.

Jantung Sita berdegup kencang merasakan begitu nyaman dekat dengan Berondong Muda ini, wajahnya memerah karena salah tingkah oleh hadiah yang sangat mewah baginya.

°°°°°

1
CeliaVespera.
Jadi menegangkan begini jadinya, siapapun yang datang akan selalu di curigai. Apalagi ada sebuah konspirasi yang aku rasakan di setiap babnya ini, benar-benar penasaran Aku Thor siapa sebenarnya yang melakukan ini semua 🤔🤔
CeliaVespera.
Aneh tapi benar-benar membingungkan, bagaimana bisa Sita dan Warga menemukan posisi Aldi sebenarnya 🤔. Sangat misterius sekali ini 🤔
CeliaVespera.
Jaga Mata Al, jangan sampai lupa ada Mbak Sita di rumah 😂😂
CeliaVespera.
Kelihatan banget kesedihan Sita sampai seminggu lebih 🥹
CeliaVespera.
Kasihan Sita, kelihatan kehilangan banget dengan hilangnya Aldi. Siapapun yang mengalami hal semacam ini tetaplah tenang dan berusahalah dengan doa kepada tuhanmu 😊
CeliaVespera.
Aku puasa kayak gini bisa pingsan beneran, gak mungkin kuat kalau gak ada niat dari dalam dirinya sendiri. Tapi Aldi melakukan itu dengan cara tersesat di dalam hutan menambah tekanan, jadi penasaran bagaimana setiap harinya Aldi menjalani puasa tanpa makan dan minum
CeliaVespera.
Kok aku nangkep ada seseorang yang benar-benar tidak menyukai Aldi dan Sita tapi siapa sebenarnya dia 🤔🤔
CeliaVespera.
Waduh buku kuno kemarin ternyata isinya ajian segala, makin ngeri aja Aldi kalau begini 😱
CeliaVespera.
Sampai ada pocong terbakar juga ternyata 😱😱
Eliermswati
wah jngn2 mau bwa Aldi😂😂😂jngn dong thor kshnnnti bima sm sita gad yg jgain ap itu Kenderwo yg nyamar jd kakeknya Aldi🤣🤣😍😍
Eliermswati
smga cpt smbh y aldi😍😍🤣🤣smngt thor up nya
Eliermswati
klo lg marah nyeremin aldi🤣🤣🤣smga scpt aldi bs kelua dr hutan yg menyeramkan y thor😂😂😍😍smngt thor up nya
Titin Maryati
pokoknya tetap semangat Thor lanjut cerita nya💪💪🙏🙏
Eliermswati
trma ksh y thor dah up smpe 3 bab, smga Aldi secpt nya pulang y kshn bima, jngn smpe ap yg td mahluk ghoib bilng bwh sita orang jht, pdhl sita itu orang baik thor jngn smpe aldi membenci nya kshn🤣🤣🤣😍😍😍smngt thor up nya
CeliaVespera.
waduh ada buku kuno segala, kira-kira apa isinya itu Al 🤔🤔
CeliaVespera.
Seperti tidak ada ketenangan di desa Joyo ini 🤔
Eliermswati
lanjut up nya thor😍🙏
CeliaVespera.
Jalannya hilang bersama kenangan masalalu mungkin Al 😂😂
CeliaVespera.
Loh Al ngapain ke hutan belantara segala 🤔😂
CeliaVespera.
Hayoloh Al bunga mawar darimana itu asal di cium aja 😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!