NovelToon NovelToon
Kekasih Yang Tak Akur

Kekasih Yang Tak Akur

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Romantis
Popularitas:314
Nilai: 5
Nama Author: I Putu Merta Ariana

Nono dan Ayu adalah sepasang kekasih yang unik. Mereka sering bertengkar soal hal-hal kecil—mulai dari soal baju, jalan mana yang lebih cepat, sampai soal makanan. Tetangga bilang mereka kayak air dan minyak, nggak pernah akur. Tapi siapa sangka, di balik setiap pertengkaran dan perdebatan, tersimpan rasa sayang yang besar dan perhatian yang tulus. Bagaimana kisah mereka bertahan dan tetap bersama meski sering beda pendapat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon I Putu Merta Ariana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahasia di Balik Kekesalan

Sore harinya, matahari mulai bergeser perlahan ke arah barat, menyisakan cahaya oranye yang lembut menyelimuti kota. Ayu sedang duduk di teras rumahnya yang luas, sambil memandangi jalanan yang mulai sepi oleh aktivitas warga. Pikirannya melayang jauh, kembali ke pertengkaran mereka di warung kopi tadi siang.

"Aku tuh cuma mau dia kelihatan keren dan pas banget pas acara nanti malam," gumam Ayu pelan, tangannya memainkan ujung kain roknya. "Tapi dia malah ngelawan terus, nggak pernah mau dengerin aku. Padahal kan aku sayang sama dia, pengen yang terbaik buat dia."

Perasaan Ayu campur aduk. Di satu sisi, dia kesal sama sifat Nono yang keras kepala. Tapi di sisi lain, dia juga sedih kalau mereka harus berantem terus. Dia takut, suatu saat Nono bakal bosen dan pergi karena mereka selalu beda pendapat.

Tiba-tiba, terdengar suara ketukan pintu yang pelan. Ayu menoleh dengan kaget dan melihat Nono berdiri di sana, memegang sebuah kantong kertas kecil yang baunya sudah tercium harum sampai ke teras.

"Mau ngapain kamu ke sini? Masih kurang ribut tadi siang?" tanya Ayu, tapi suaranya tidak setajam tadi siang. Ada nada penasaran dan sedikit harapan di dalamnya.

Nono tersenyum malu-malu, rambutnya sedikit berantakan kena angin sore. "Aku bawa martabak manis kesukaan kamu, Yu. Tadi aku lewat depan toko martabak langganan kita, terus ingat kamu pasti belum makan sore. Kebiasaan kamu kan, kalau lagi kesal atau pusing pasti lupa makan."

Ayu terkejut. Dia tidak menyangka Nono bakal datang membawa makanan kesukaannya di saat mereka baru saja bertengkar. Mata nya berkaca-kaca sedikit. "Kamu... kok tahu aku belum makan? Dan kok kamu bawa ini?"

"Ya tahu lah, Yu. Kita udah lama kenal, masa aku nggak tahu kebiasaan kamu?" jawab Nono sambil melangkah masuk dan duduk di sebelah Ayu di teras. Dia meletakkan kantong kertas itu di meja kecil di depan mereka. "Maaf ya tadi siang aku ngeyel terus. Aku cuma... takut kamu nggak nyaman pakai baju yang kamu pilih. Aku nggak mau kamu merasa terpaksa atau nggak enak badan pas acara nanti."

Ayu menatap Nono lekat-lekat. Di saat itu, Ayu sadar bahwa di balik sifat Nono yang keras kepala dan suka melawan, ada perhatian yang tulus dan rasa sayang yang besar. Nono bukan cuma sekadar melawan, tapi dia juga memikirkan perasaan Ayu.

"Aku juga minta maaf, No," kata Ayu pelan, suaranya bergetar sedikit. "Aku cuma mau kamu kelihatan bagus dan bangga pas di acara itu. Kamu tuh... penting banget buat aku, No. Aku nggak mau ada orang yang bisa ngelihat kamu kurang dari yang seharusnya."

Nono tersenyum lebar, menampakkan giginya yang rapi. Dia meraih tangan Ayu dan menggenggamnya pelan. "Berarti kita sama-sama salah dong? Atau mungkin kita sama-sama benar, tapi cara kita ngomongnya aja yang beda?"

Ayu tertawa, air matanya pun jatuh tapi itu air mata bahagia. "Iya deh, kita sama-sama benar. Tapi ingat ya, besok-besok kalau aku bilang sesuatu, kamu harus dengerin dulu sebelum ngeyel!"

"Ya, ya, Tuan Putri. Apa perintah Tuan Putri, pasti aku turuti," jawab Nono sambil tertawa renyah, diikuti tawa Ayu yang tak kalah renyahnya.

Mereka pun membuka kantong kertas itu dan mulai makan martabak manis itu bersama-sama. Rasanya manis dan enak, persis seperti perasaan mereka saat ini. Di luar sana, angin sore bertiup sejuk, menyapa mereka dengan lembut. Pertengkaran mereka tadi siang seakan hilang terbawa angin, digantikan dengan kehangatan yang membuat hati mereka berdua merasa damai dan penuh cinta. Di saat itu, mereka sadar bahwa meski sering bertengkar, mereka selalu menemukan cara untuk saling mengerti dan tetap bersama.

1
Ayu Suryani
Bagus Banget Kak🥰
Ayu Suryani
Bagus kak😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!