NovelToon NovelToon
Diputusin Tunangan, Dilamar Aktor Tampan!

Diputusin Tunangan, Dilamar Aktor Tampan!

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Showbiz
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: imafi

Semua orang menganggap aku halu. “Mana mungkin, Bima, aktor tampan yang disukai semua perempuan di Indonesia mengajakmu menikah?” kata sahabatku, sambil tertawa terbahak-bahak. Tapi kemudian dia diam melihat pesan yang dikiimkn Bima kepadaku, ingin serius menikah denganku. Aku memang mencintainya, tapi apakah aku layak hidup dengan seorang aktor tampan, padahal aku hanyalah perempuan biasa yang tidak punya apa-apa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon imafi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 – Naya

Bab 21 – Naya

Gedung serbaguna yang berdempetan dengan sebuah GOR milik pemerintah daerah itu tidak terlalu besar, tapi cukup untuk menampung 600 undangan. Meski bangunannya sudah terlalu tua, ada beberapa bagian yang tampak catnya mengelupas, kayu hiasan sudah mulai terlepas, tapi letaknya yang startegis sangat lah memudahkan para undangan.

Aku dan Risa mensurvei gedung itu sambil video call dengan klien.

“Tinggal di dekor sedikit aja, bisa kok jadi bagus,” kata Risa menunjukkan daerah pelaminan pada klien. Sedangkan aku sedang fokus melihat ponsel.

“Oke, boleh deh. Langsung booking aja, soalnya mau cetak undangan,” kata klien.

“Oke! Aku langsung ke pengurus gedung,” jawab Risa lalu mematikan ponselnya dan berkata padaku, “Ayo ke kantor pengurus.”

Risa jalan ke kantor pengurus gedung, sementara aku masih melihat video soal Mutia yang diwawancarai wartawan.

“Nay!”

Aku menoleh.

Risa mendekatiku, “Liat apa sih?”

Aku memalingkan ponselku, tapi Risa keburu tahu kalau aku sedang melihat videonya Mutia.

“Liat gosip itu lagi?”

Aku jalan ke kantor pengurus gedung.

“Nay, kamu itu harus percaya sama Bima, bukan percaya sama gosip!” Risa menasihatiku sambil kami berjalan ke kantor pengurus gedung.

“Kak, bukan masalah percaya sama Bima atau gosipnya, tapi aku pengen tahu apa Bima udah bilang belum sama perempuan itu, kalau dia itu sama aku! Udah milih aku!” aku berhenti jalan dan menatap Risa kesal.

“Apa pentingnya? Yang penting kan kamu dan Bima!” Risa dan aku berdiri di tengah aula besar, berdebat soal gosip.

“Aku nggak mau ini berkembang, terus gosip makin lebar, orang-orang percaya. Nanti tiba-tiba aku sama Bima nikah, terus aku dibilang jadi pelakor, rebut Bima dari perempuan lain!”

“Kamu itu ovt!”

“Bukan ovt, tapi kemungkinannya ada kan?”

“Tapi kan kamu tahu, kamu bukan pelakor!”

Aku terdiam.

“Gosip akan terus ada. Mau Bima ngasih tau Mutia, atau nggak, akan terus ada gosip!”

 Risa berbisik padaku, “Kamu itu mau jadi istrinya artis. Eh, nggak. istrinya Bima! Idola cewek satu Indonesia!”

Dadaku makin sesak kalau dibahas soal itu. Apa pantas aku jadi istrinya artis terkenal? Apa bisa aku bertahan dari gosip?

Risa memegang kedua pundakku, bicara sambil menatap mataku, “Yang penting itu kamu sama Bima. Bukan orang lain.”

Aku menghela napas.

“Hei! Gimana? Oke nggak gedungnya?” Pengurus gedung teriak dari ambang pintu masuk. Suaranya menggema ke seluruh ruangan.

“Eh, iya, Pak!” teriak Risa. “Ayo!” Risa menarik tanganku.

Setelah kami mengurus deal soal booking gedung. Aku dan Risa masuk ke taksi online.

“Soal gedung kalian nanti di mana?” tanya Risa. “Tiga bulan lagi loh!”

“Nggak tau. Jangan kan soal itu, soal Mutia aja, Bima nggak bisa dihubungi,” aku berpaling kesal. “Sudah tiga hari ini nggak ada kabar dari Bima. Terakhir aku tanya ke mbak Celsi, Bima lagi sibuk audisi filmnya Bang Jaka.”

“Masih cari artisnya ya?”

“Iya.”

“Kenapa bukan sama Amanda Mai?” tanya Risa yang tahu kalau Celsi juga memanajeri artis terkenal, Amanda Mai.

“Nggak tau!”

“Kemudaan kali ya, muda buat Bima,”

“Iya, kali.”

“Kamu kesel sama Bima, jangan marahnya sama aku dong!” Risa bicara dengan nada kesal.

“Sori, kak,” kataku menatap Risa yang sedang melihat ke luar jendela.

--

Malamnya aku tiba di rumah. Papa dan Mama lagi-lagi menanyakan soal lamaran.

“Kapan mau lamaran?”

“Kapan mau bilang sama keluarga besar?”

Dan pertanyaan yang paling membuatku pusing adalah.

“Kapan papa sama mama ketemu sama keluarganya Bima?”

Aku masuk ke kamar, merebahkan badan di kasur, sambil melihat ponselku, Bima tidak juga membalasku.

Di balik bantal, aku teriak, “Arrrgggg!”

Awal-awal, niat banget pdkt, sampe mepet banget. Pas sekarang, udah aku bilang iya, malah begini. Maunya apaaaa siiiih?

Aku kembali menatap ponselku. Iklan Bima muncul ketika aku sedang scroll tiktok.

Bima sedang naik sepeda dengan keringat mengucur di dahinya. Ia lalu berhenti dan mengeluarkan air kelapa segar. Sinar matahari menyinari wajahnya yang close up sedang minum, lalu tersenyum lebar dan menatap kamera, “Air kelapa segar, mengembalikan kesegaran tubuhmu!” Ia lalu mengedipkan matanya sebelah.

“Aaaagrrrrh!” aku memukul bantal.

Sudah lah, aku batalkan saja semua ini. Nggak pantas rasanya berdiri di sebelah Bima yang super ganteng. Sementara aku cuma perempuan yang pakai kerudung paris 20ribuan.

Aku mencoba menelepon Bima, tapi tidak diangkatnya.

Setelah iklan itu, muncul sebuah video. Tentang Bima yang keluar dari toko cincin, tapi kemudian cut to video Mutia yang diwawancara wartawan.

“Denger-denger Bima cari cincin, buat lamaran apa mas kawin?” tanya wartawan.

Mutia yang seperti artis terkenal, padahal hanya seorang kaya yang sering flexing sehingga followersnya banyak, menjawab, “Buat lamaran kayaknya, kan lamaran dulu sebelum nikah.”

“Rencananya kapan, Mbak?”

“Masih ngatur jadwal. Bima lagi persiapan film baru, jadi sibuk kan.”

Aku lempar ponsel ke lantai, lalu berusaha tidur.

Fokus sama kerjaan dulu aja, Nay! Kataku dalam hati.

Tak lama kemudian, terdengar suara dering notifikasi di ponselku.

Bima!

Aku bergegas mengambil ponsel, tapi kemudian kecewa ternyata yang mengirimkan pesan padaku adalah Alfian.

Alfian!

Aku duduk di kasur, kaget. Kenapa Alfian mengirimkan pesan di saat kaya gini?

Aku buka pesan dari Alfian.

Alfian   :           Nay, kita bisa ketemuan?

1
Q. Adisti
menyala bimaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!