NovelToon NovelToon
Kau Renggut Bahagia Ku ( Pembalasan )

Kau Renggut Bahagia Ku ( Pembalasan )

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Balas Dendam
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: chiechie kim

Ibu hamil yang wafat di tempat kejadian,sebut saja Rini bersama dengan anaknya yang belum lahir. Rasa cinta yang dalam pada anaknya dan kemarahan pada mereka yang menyebabkan kematiannya membuatnya menjadi arwah penasaran yang tak bisa pergi ke alam lain. Setiap malam, dia muncul di jalan raya tempat kejadian itu terjadi—bayangan dia dengan perut membuncit dan tas yang masih tersangkut di bagian tubuhnya sering dilihat oleh sopir yang lewat, membuat mereka merasa dingin mendadak dan merasakan kesedihan yang mendalam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chiechie kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pemanggilan Arwah Lewat Jelangkung

Hari kamis akhirnya tiba. Setelah pulang sekolah, Bayu langsung pulang ke kontrakan Dewi untuk memberi kabar.

"Tante, malam ini aku mau nginep di rumah teman ya," ucap Bayu sambil mengganti baju.

"Oh? Ke rumah siapa? Kenapa tiba-tiba?" tanya Dewi yang sedang memasak di dapur.

"Ke rumah Bobi, Tante. Kita mau kumpul bareng teman-teman kelas," jawab Bayu dengan sedikit tergesa-gesa. Dia tidak berani mengatakan tentang rencana main jelangkung karena tahu Dewi pasti akan melarangnya.

"Oke , tapi jangan main terlalu larut ya. Dan ingat ya, kalau ada apa-apa langsung telepon Tante," pesan Dewi dengan perhatian.

"Baik Tante, makasih!" Bayu langsung mengambil tasnya dan bergegas keluar rumah.

Saat tiba di rumah Bobi, Priya dan Putra sudah ada di sana dan ke dua teman nya lagi.Rumah Bobi yang cukup luas tapi sepi karena orang tuanya sedang keluar kota terasa sedikit mengerikan di sore hari yang mulai gelap.

"Kita mulai siapkan aja ya!" ajak Priya sambil mengambil tas ranselnya yang sudah diisi dengan perlengkapan jelangkung piring kecil, lilin, tali benang, dan beberapa barang lainnya.

"Kita harus nyusunnya dengan benar ya, jangan asal-asalan," kata Putra yang sudah mencari informasi tentang cara memakai jelangkung dari internet.

Bobi hanya diam dan membantu menyebarkan barang-barang di lantai ruang tamu. Wajahnya masih menunjukkan rasa ragu, tapi dia tidak mau membuat teman-temannya kecewa.

"Kita lakuin aja di tengah ruangan ini aja ya, lebih luas dan gak ada benda yang mengganggu," kata Priya sambil menempatkan piring di tengah lantai.

Bayu berdiri di belakang teman-temannya, tangan sedikit menggigil. "Kita benar-benar mau lakuin ini ya?"

"Wah, Lo kan bilang gak takut kan?" goda Priya lagi.

"Gue bukan takut, cuma hati-hati aja sih," jawab Bayu dengan sedikit membela diri.

Setelah semua perlengkapan siap, mereka berlima duduk melingkari piring yang sudah diberi tali benang dan lilin di tengahnya juga Priya yang memegang jelangkung nya Ruangan sudah dipadamkan lampunya, hanya ada cahaya lemah dari lilin yang membuat bayangan mereka bergoyang-goyang di dinding.

"Siapakah yang mau mulai ngomong?" tanya Putra dengan suara pelan, suasana mulai menjadi serius dan sedikit menegangkan.

Semua mereka saling melihat, tidak ada yang berani bicara pertama kali.Sebelum lilin padam, mereka berempat sudah mulai membaca mantra pemanggil arwah yang sudah Priya catat dari internet beberapa hari lalu.

Dengan suara yang sedikit gemetar tapi tetap berusaha terdengar jelas, mereka berbaris melingkari piring dan mulai membaca serempak.

"Jelangkung, jelangkung, datanglah ke pestaku. Datang tak dijemput, pulang tak diantar."

"Yang hadir di alam sana, yang tinggal di tempat sunyi... Kami mengundangmu untuk datang ke dunia kami... Datanglah dengan damai, untuk berbicara dan memberi petunjuk... Kami siap menerima kehadiranmu..."

Setiap kata terdengar menggelegar di tengah ruangan yang sepi. Priya membacanya dengan nada yang lebih mantap dibanding teman-temannya, sementara Bobi hanya mengikuti dengan suara pelan dan mata terkadang melihat ke sekeliling dengan penuh ketakutan. Putra mencoba tetap fokus, sambil memegang erat benang yang terhubung ke piring.

Bayu meskipun masih merasa tidak nyaman, tetap mengikuti membaca mantra tersebut. Suara mereka bersatu, membuat suasana di ruangan menjadi semakin tegang dan berat. Udara sepertinya menjadi lebih dingin, dan angin sepoi-sepoi mulai menerbangkan tirai jendela yang terbuka sedikit.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!