NovelToon NovelToon
Hotnews: I Love You

Hotnews: I Love You

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Kantor / Action
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Purnamanisa

Andrean Wibisono dikenal sebagai jurnalis paling perfeksionis, disiplin, dan menegangkan —menurut para rekan kerjanya. Hidupnya diatur oleh data dan struktur berita yang rapi.

Masalah hidup Andrean muncul setiap kali dia harus berurusan dengan Alena Maharani yang santai, spontan, percaya insting, dan entah bagaimana selalu selamat meski hobi sekali mepet deadline. Bagi Andrean, Alena adalah clickbait berjalan yang selalu santai menghadapi apapun, sedangkan bagi Alena, Andrean adalah robot jurnalistik yang siap mengingatkan Alena tentang kode etik jurnalistik dalam situasi apapun.

Ketika sebuah proyek liputan spesial memaksa mereka menjadi partner, bencana pun dimulai. Bagaimana kelanjutan kisah dua jurnalis yang saling bertolak belakang ini? Simak dalam Hotnews: I Love You

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Purnamanisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hot Investigation

Alena berdiri sambil berpikir cepat. Dia kembali mengingat obrolannya dengan Bu Lastri di warung. Pria berkemeja itu masih mengamatinya dan Andrean sambil menunggu jawaban dari Alena dan Andrean.

"Nggak ada," kata Alena akhirnya. Mata Andrean seketika membulat.

'Ya Tuhan... Inikah akhir hidup hamba-Mu ini?' doa Andrean dalam hati.

"Ahahahahaha..." tawa pria berkemeja pecah.

"Ahahaha... Hahah..." Alena ikut tertawa.

"Maaf, maaf, membuat kalian tegang. Saya baru saja nonton film action. Jadi pengen nyoba jadi penjahat," kata pria berkemeja dengan wajah yang sudah lebih ramah.

"Bapak ini terlalu menghayati. Saya sempet takut beneran tadi," puji Alena.

"Yang bener?" tanya pria berkemeja dengan mata berbinar. Alena mengangguk mantap.

"Wah, berarti bisa coba ikut casting," kata pria berkemeja dengan penuh semangat. Alena tersenyum sambil mengangguk.

"Oh ya. Mbak mau ambil barang? Berapa karton?" tanya pria itu.

"Satu dulu aja, Pak. Saya baru mau buka toko dua hari lagi. Kalo laris, bisa ambil lebih ntar," kata Alena.

"Oh, oke. Ambil aja nanti di depan. Seratus delapan puluh lima ribu aja," kata pria berkemeja.

Alena segera mengambil uang dalam dompetnya dan memberikannya pada si pria berkemeja —yang dandanannya, kalau dilihat lagi, sudah mirip mafia kelas bawah.

"Pas ya, Pak," kata Alena semangat.

"Siap, Mbak! Semoga laris, jadi bisa beli sini lagi," kata si pria berkemeja.

Setelah keluar dari ruangan dan menutup pintu, Alena tidak segera menuju pintu keluar. Alena malah belok kanan, kembali menuju bagian dalam rumah. Andrean mengekor di belakang Alena.

"Ngapain?" tanya Andrean dengan nada berbisik sambil menoleh ke belakang, waspada.

"Lo nggak ngerasa aneh?" tanya Alena balik.

"Iya, gue tau maksud lo. Tapi, kita keluar dulu bahas di mobil," kata Andrean masih dengan nada berbisik.

"Bentar. Gue masih penasaran," kata Alena. Kini Andrean dan Alena sudah berada di bagian belakang rumah. Masih sepi.

"Alena," panggil Andrean masih dalam mode waspada.

Alena hanya memasang jari telunjuk di depan hidungnya, mengisyaratkan Andrean untuk diam. Alena melompati pintu menuju halaman belakang yang terbuka. Nihil. Di halaman belakang sangat bersih —atau terlalu bersih?

"Aneh," kata Alena.

"Udah kita keluar dulu aja," kata Andrean.

"Ya udah. Yuk, cabs," kata Alena lalu berbalik.

Mata Alena membulat saat melihat sosok di belakang Andrean. Pria besar penjaga gerbang, entah sejak kapan sudah berdiri disana.

'O..o... Matilah kita,'

***

"Toilet. Mules abis makan gado-gado Bi Lastri tadi," kata Alena sambil meringis memegangi perutnya yang tak sakit lalu berjalan menuju toilet.

"Wah! Parah lo! Baru aja udah lupa arah. Dia emang kadang suka tersesat. Apalagi kalau di tempat baru," kata Andrean berusaha bersikap natural. Pria besar itu hanya berdiri mematung. Andrean berusaha menutupi ketakutan dan kecemasannya.

'Sial! Alena ngapain lama banget di dalem,' umpat Andrean.

"Aah~ lega... Yuk, balik. Sekalian bawa minyaknya satu karton," perintah Alena pada Andrean.

'Gila nih cewek! Menghayati bener peran jadi bumil rewel plus bawel,' kata Andrean dalam hati, sebal.

Setelah melewati pria besar itu, Andrean kemudian berjalan menuju ruang depan dan mengambil satu karton minyak goreng.

"Uangnya udah saya kasih ke Bapaknya yang di dalem ya, Bang!" kata Alena santai. Pria besar itu mengangguk kaku lalu berhenti di pintu depan setelah Alena dan Andrean benar-benar sudah keluar rumah.

Saat sudah berada agak jauh dari tempat terduga pengoplosan minyak, Alena dan Andrean berhenti sejenak.

"Wah gila lo!" komentar Andrean.

"Bwahahahaha... SERU!" teriak Alena.

"Sssttt... Alena! Wah bener-bener lo!" kata Andrean sambil menoleh ke arah rumah yang baru saja mereka satroni.

"Ahahahaha... Lo sering investigasi kek gini, An?" tanya Alena dengan nafas terengah akibat tertawa.

"Nggak. Ini pertama kalinya," kata Andrean kembali ke mode datar.

"Hah?! Bukannya lo sering liputan investigasi kek gini?" tanya Alena.

"Sering liputan investigasi. Iya. Liputan investigasi kek gini. Nggak," jawab Andrean. Alena mengerutkan kedua alisnya.

"Maksud lo?"

"Liputan investigasi gue selalu terencana, terstruktur. Nggak ada yang dadakan kek gini. Rencana kita di awal adalah wawancara Pak Slamet," jelas Andrean.

"Kan lo juga yang ngajak kesini?" kata Alena.

"Memang. Tapi nggak tanpa rencana kek gini," kata Andrean.

"Bodo amat sama rencana. Kelamaan. Kek gini lebih seru. Lebih menegangkan. Udah kek di film-film gitu. Seru nggak sih?" kata Alena dengan wajah berbinar, wajah yang baru pertama kali ini Andrean perhatikan benar-benar.

"Nggak," kata Andrean cepat, tersadar dari pikirannya yang —dia anggap— mulai kacau.

"Dasar! Robot!" kata Alena lalu berjalan perlahan menuju mobil Andrean di dekat warung Bu Lastri.

"Sial!" umpat Andrean sambil mengambil kardus minyak goreng yang dia letakkan di jalan lalu berjalan menyusul Alena.

"Rumah itu terlalu bersih," kata Andrean setelah diam cukup lama.

"Naaah kan! Gue juga ngerasa gitu. Pak Slamet bilang kegiatan ngoplosnya disini. Tapi, barusan kita kesana nggak ada bukti. Nggak ada tangki minyak atau drum, alat penyaring, alat pemanas, bahkan setetes bekas minyak pun nggak ada," kata Alena.

"Kita coba uji minyak yang di dalem kardus ini. Sekalian kita wawancara tentang hasil uji sampel yang lo serahin kemarin. Kira-kira hasil uji labnya bakalan nunjukin hasil yang sama atau nggak," kata Andrean.

Setelah pamit pada Bu Lastri, Alena dan Andrean bergegas kembali menuju kantor redaksi. Hari sudah mulai siang. Giliran Alena yang memegang kendali mobil. Jalanan sangat panas hari itu, membuat Alena merasa gerah meski AC mobil sudah maksimal. Perlahan Alena melepas cardigannya dan hanya menyisakan tanktop hitam di badannya yang langsing.

"Ngapain lo?" tanya Andrean, terkejut melihat tubuh Alena yang —ternyata— cukup sexy.

"Gerah, An. Freon AC lo kudu diisi ini keknya," keluh Alena.

Andrean menatap Alena. Keringat memang terlihat menetes di sekitar pelipis dan leher Alena. Andrean menelan ludah susah payah melihat bagian lekuk leher Alena yang biasanya sering tertutup rambut panjangnya.

"Batre lo abis, An? Perlu di charge? Bengong aja," kata Alena sambil fokus pada jalanan.

"Eh? Oh. Ini sih masih dingin. Elonya aja yang over keringetan," kata Andrean sambil meraba-raba lubang AC mobilnya.

"Sial! Lo ngatain gue?!"

"Biasanya juga lo ngatain gue," balas Andrean.

"Hih! Awas lo! Begitu berita liputan ini tayang, gue bakal minta Pak Indra buat balikin ketenangan hidup gue!" kata Alena.

"Lo pikir, gue mau selamanya ngliput sama lo?!" balas Andrean.

Andrean dan Alena saling membuang muka. Alena memutuskan untuk mematikan AC dan membuka kaca jendela. Andrean melakukan hal yang sama.

'Jangan sampe gue terjebak sama dia selamanya,'

***

1
Nanaiko
Aaaa bersambung😅
Nanaiko
Bisa tidak yaa sehari updatenya 5 bab sekalian, Thor? hehehe
ceritanya menarik, selalu dinanti.
🥰❤
Purnamanisa: kapasitas author sehari nulis cuma 3 bab kak 😅😅😅 2 bab disini, 1 bab di I Love You, Miss!!!🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!