NovelToon NovelToon
The Adgof

The Adgof

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Romantis / Tamat
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Setelah kecelakaan tragis empat tahun lalu, Lyodra Taylor terbangun dari koma panjang di Chicago dalam keadaan amnesia total. Keluarganya, yang menyimpan dendam dan mengira kecelakaan itu adalah sabotase bisnis, memilih memalsukan kematian Lyodra dan menghapus seluruh masa lalunya—termasuk rahasia bahwa ia sempat hamil dan keguguran saat kecelakaan terjadi.
Di sisi lain, Archello Dominic, sang kekasih yang hancur karena mengira Lyodra telah tiada, berubah menjadi pria yang dingin dan menutup diri. Di bawah tekanan ibunya, Archello terpaksa bertunangan dengan Oliver Bernardo, seorang gadis baik hati yang tidak tahu apa-apa tentang konspirasi besar di balik perjodohan mereka.
Tanpa mereka sadari, kecelakaan itu sebenarnya adalah skenario manipulatif kakek Oliver demi ambisi bisnis keluarga. Di tengah bayang-bayang masa lalu yang membeku dan kebohongan yang rapi tersusun, Archello mulai berjuang antara kesetiaannya pada memori Lyodra atau membuka hati bagi ketulusan Oliver.

🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#28

Langit New York pukul sebelas pagi itu menggantung kelabu, seolah-olah awan menyimpan rahasia gelap yang siap dicurahkan ke bumi. Archello melangkah cepat memasuki lobi gedung kantornya, napasnya sedikit memburu setelah pertemuan panjang yang melelahkan dengan kolega bisnis. Ia memutuskan untuk melewatkan makan siang di luar dan memilih kembali ke ruangannya demi menyelesaikan beberapa berkas sebelum pulang lebih awal untuk Lyodra.

Namun, baru saja ia hendak melangkah menuju lift pribadi, sesosok wanita dengan sweater abu-abu yang jauh kebesaran di tubuhnya muncul dari balik pilar. Wajahnya pucat, rambutnya berantakan, dan matanya bengkak.

"Archello..." suara itu serak dan penuh keputusasaan.

Archello membeku. "Oliver?"

"Archello, kumohon... bantu aku. Sembunyikan aku dari Kakek. Aku berhasil kabur, aku tidak tahu harus ke mana lagi," tangis Oliver pecah di tengah lobi. Isakannya terdengar tragis, seolah nyawanya sedang dipertaruhkan.

Melihat kondisi Oliver yang begitu mengenaskan, rasa kemanusiaan Archello bergejolak. Ia tahu Oliver pada dasarnya adalah gadis baik yang terjebak dalam ambisi gila Silas Cavanaugh. "Tenanglah, Oliv. Ayo kita bicara di atas."

Sambil menuntun Oliver menuju ruangannya, pikiran Archello melayang pada istrinya yang sedang hamil tua. Ia membatin, semoga putranya kelak tidak pernah mendapatkan tekanan mental sehebat yang dialami keluarga Silas. Sesampainya di ruangan, Archello menyuruh Oliver duduk di sofa panjang.

"Istirahatlah dulu. Tenangkan dirimu, nanti kita bicara soal pelarianmu," ucap Archello tenang. Ia duduk di sofa seberang, menjaga jarak aman, tanpa sentuhan, bahkan tanpa memandang Oliver secara intens demi menjaga kehormatan istrinya.

Di tempat lain, Lyodra sedang tersenyum riang. Dengan perutnya yang sudah membuncit bulat, ia berinisiatif memasak makan siang spesial untuk suaminya. Kebetulan rumah sedang sepi karena Nenek Hera sedang berziarah ke makam keluarga di luar kota. Dengan langkah hati-hati namun penuh semangat, Lyodra sampai di depan pintu ruangan Archello.

"Yes, akhirnya sampai!" gumam Lyodra sambil memegang kotak makanannya.

Di dalam ruangan, Oliver masih terisak. "Archello, aku benar-benar takut..."

Archello yang menganggap mereka berteman baik merasa iba. Ia berpindah duduk ke sofa yang sama, namun tetap menjaga jarak sekitar satu meter. "Sabar, Oliver. Kakekmu tidak akan bisa menyentuhmu di sini."

Namun, dalam hitungan detik, atmosfer berubah. Oliver yang tadinya tampak lemas tiba-tiba bergerak dengan kekuatan penuh. Ia mendorong Archello hingga bersandar pada lengan sofa dan langsung membungkam bibir Archello dengan ciuman paksa.

Archello tersentak kaget. Ia baru saja hendak mendorong bahu Oliver saat terdengar suara pintu terbuka.

PRANK!

Kotak makanan itu jatuh berserakan di lantai. Jantung Lyodra seolah berhenti berdetak. Di depannya, ia melihat suaminya sedang berciuman dengan Oliver. Archello dengan cepat mendorong Oliver hingga wanita itu terjatuh ke lantai.

"Sayang! Ini salah paham, aku bisa jelaskan!" seru Archello panik.

Mata Lyodra terpaku pada Oliver. Bibir Oliver berantakan, lipstiknya tercoreng ke mana-mana hingga ke pipi. Pikiran ibu hamil yang sedang sensitif itu langsung kacau; dalam logikanya, lipstik yang hancur berantakan adalah bukti ciuman panas yang baru saja terjadi. Ia tidak tahu bahwa sejak awal Oliver memang sudah merusak riasannya sendiri.

Lalu, mata Lyodra turun ke leher Oliver. Ada tanda merah di sana.

"Kesalahpahaman, Ello?" suara Lyodra bergetar.

"Iya sayang, kumohon percaya padaku!"

"Tapi lehernya sampai memerah, Ello! Kau meninggalkan tanda di sana?"

Deg.

Archello tertegun. Ia berbalik menatap Oliver. Ia baru menyadari ada tanda merah di leher Oliver yang tadi tertutup kerah sweater tinggi yang kini sengaja disingkapkan.

"Sayang, bukan aku yang melakukannya! Dia baru saja mendorongku, menciumku, dan naik ke pangkuanku dengan cepat. Aku baru saja ingin mendorongnya saat kau masuk! Percaya padaku, Ay!" Archello memohon dengan mata yang menyiratkan ketakutan kehilangan.

Namun Oliver justru menambah bensin ke dalam api. "Maafkan aku, Lyodra... tapi aku kemari karena Archello yang memohon. Dia bilang aku seksi, dan dia merindukanku."

"APA?!" raung Archello.

"Kami memang sudah bersama sejak kau hamil, Lyodra. Archello bilang dia tidak bisa memuaskan hasratnya dengan perutmu yang buncit dan badan melar seperti itu," ucap Oliver dengan nada yang dibuat sedih namun berbisa.

Kata-kata itu menghujam tepat di ulu hati Lyodra. Insekuritasnya sebagai ibu hamil meledak. Archello mencoba mendekat untuk memeluk istrinya. "Sayang, itu tidak benar! Dia menjebakku, ini skenario seseorang!"

Oliver berteriak lagi, "Archello! Lalu malam-malam bersama kita kau anggap apa, hah? Desahanmu, kau bilang hanya namaku yang kau sebut!"

Perkiraan Oliver bahwa Lyodra akan pingsan atau menangis tersedu-sedu ternyata salah besar.

PLAK!

Lyodra maju dan menampar Oliver dengan kekuatan penuh hingga kepala wanita itu terlempar ke samping. "Coba kau ulangi, Bitch!!!"

Wajah Lyodra memerah karena amarah yang murni. Ia tidak peduli dengan perut besarnya, ia merangsek maju dan membanting wajah Oliver ke meja kopi di samping sofa. "Ulangi!"

"Ahhh! Lepaskan aku!" teriak Oliver kesakitan.

"Secara langsung kau menghina anakku, dasar jalang! Aku membuncit karena ini adalah hasil cinta Archello, suamiku!" Lyodra berteriak tepat di depan wajah Oliver. "Bilang sekali lagi? Malam bersama? Ahahaha! BRAKKK!"

Lyodra menghempaskan tubuh Oliver ke lantai. "Kau... kau wanita murahan! Aku percaya Archello! Dia suamiku! Aku tahu persis suamiku seperti apa, dan kau hanya jalang murahan yang mencoba mengais sisa perhatian!"

Archello segera memeluk Lyodra dari belakang, menahan istrinya agar tidak melakukan tindakan fisik yang lebih berbahaya bagi kandungannya. "Sudah sayang... sudah. Kau sedang hamil, kumohon jangan seperti ini."

"Dia mau memisahkan kita, Ello! Dia menghina tubuhku! Dia menghina calon anak kita!" Lyodra berontak dalam pelukan Archello, napasnya memburu. "Aku benar-benar marah, Archello! Aku ingin menghancurkan wajah palsunya itu!"

Archello mendekap Lyodra erat, menenangkan istrinya yang sedang dalam puncak emosi. Ia menatap Oliver yang tersungkur di lantai dengan tatapan yang lebih dingin dari kematian. Kini ia sadar, Oliver bukan lagi korban; dia adalah senjata yang dikirim untuk menghancurkan rumah tangganya.

🌷🌷🌷

1
Meris
suka dgn karakter Alexander Dominic
ros 🍂: Ma'aciww sudah mampir kak🥰
total 1 replies
Meris
Suka dgn ketegasan Ello...sbg suami yg bertanggungjawab.
winpar
gmna yh pertemuan mreka????
winpar
smkin seru thor 🥰😍
ros 🍂: Ma'aciww kak🥰
total 1 replies
winpar
ceritanya selalu aj bgus 🥰😍
ros 🍂: ma'aciww kak🫶🥰
total 1 replies
winpar
seru🥰😍
winpar
kk cerita ini msih lnjut kn kk????
ros 🍂: masih kak🙏
total 1 replies
winpar
smga cinta elo dan lyodra kuat mnghdpi neneknya yg jhat
Amy Chacha
sangat suka dengan alur ceritanya gk bertele2 dan kasian lyodra thor pertemukan dengan ello thor kasian lyodra thor
ros 🍂: Sabar kak ini ujian 🤭🥰
total 1 replies
Amy Chacha
lanjut lagi thor up yang banyak
Amy Chacha
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!