NovelToon NovelToon
Anak Kembar COE Terpisah

Anak Kembar COE Terpisah

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Anak Genius / Penyesalan Suami
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Rere Lumiere

Seraphina Gunawan atau yang sering di sebut Sera, menikahi CEO Ashford Sync yang dingin dan tanpa perasaan serta hanya mencintai, cinta pertamanya Celesta.

Selama tiga tahun Sera hanya menanggung rasa sakit karena hanya menjadi pengganti dalam hidup sang CEO dan melihat pria itu telah bertemu kembali dengan cinta pertamanya. Namun, ketika dia ingin meninggalkan kehidupan nya yang menyakitkan tiba-tiba dia mengandung anak CEO.

Bagaimana kelanjutan cerita nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere Lumiere, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ini Tentang Dominic

Sera menganggukkan kepalanya meskipun serat akan kekhawatiran pada kedua janin itu, "Andai ada papa mereka disini, aku pasti akan lebih kuat," gumamnya dalam hati.

Beberapa saat kemudian Sera tersadar dari lamunannya, "Lalu apa yang harus kita lakukan, Dok?" tanya Sera.

"Pertama yang harus kita lakukan adalah tidak boleh langsung mengambil kesimpulan. Kita harus memantau perkembangan mereka lebih dari biasanya, ibu harus kontrol ke saya lebih sering, untuk melihat perbedaan ukuran ini stabil atau melebar," jelas dokter Spog.

"Yang kedua, ibu harus memperhatikan asupan nutrisi dan beristirahat dengan baik, usahakan hindari stres berlebih, stres dapat menganggu kehamilan, Bu," lanjut dokter itu memberikan penjelasannya.

"Baik bu, kita selesaikan sampai di sini saja dulu pemeriksaan nya, saya akan membuat jadwal kontrol berikut nya dan catatan nutrisi yang di perlukan. Semoga ini hanya ke khawatir belaka dan keduanya sehat hingga lahir," ujar Dokter Spog itu kembali ke kursi dan mencatat semua yang di butuhkan.

Sera kemudian mengambil secarik kertas yang di berikan dokter itu, "Terima kasih banyak dokter," jawab nya terlihat sedikit lega.

Sera kemudian keluar dari ruangan itu menutup pintu itu dengan perlahan sembari tertatih mengelus perutnya yang buncit dan sesekali menopang pingangnya yang nyeri. Dia menghela nafasnya kasar meskipun dokter sudah mengatakan tidak perlu di pikirkan tetap saja dia merasa khawatir.

Dia kemudian melihat kepara ibu-ibu yang melihat pertikaiannya dengan Celesta masih terlihat khawatir, "Ibu, tidak apa-apakan tadi," tanya seorang ibu yang juga menunggu di periksa.

"Oh, saya tidak apa-apa, bu," ujar Sera melambaikan tangan menyadari bahwa seorang ibu mengkhawtirkannya.

"Bu, yang sabar ya, bu. Kalau pelakor tidak akan bisa tenang hidupnya, jadi tenang saja suatu saat dia akan mendapatkan balasannya," kata ibu itu mencoba menyemangati Sera.

*

*

Di sisi lain, di dalam kediaman Ashford, terlihat Bibi Yuni sedang membersihkan rumah seperti biasa. Kali ini Bibi Yuni menghidupkan televisi karena bosan dengan aktivitas monotonnya, dia ingin ada suara-suara yang membuatnya makin semangat bekerja.

Bibi Yuni mulai melihat channel-channel yang bisa dia tonton namun belum ada yang menarik hingga tangan berhenti menekan tombol remot, karena melihat orang yang tak asing.

'Bukannya itu Nona Celesta,' gumamnya dalam hati sembari menyipitkan matanya.

Suara pembawa acara itu mulai memasuki telinga Bibi Yuni, dan merasuki tubuh sang pelayan itu hingga bergerak bahkan berkedip sekalipun. Dia ingin mendengar jelas pecakapan presenter di dalam televisi.

"Waw... Waw ada berita terkini dan lagi viral di sosial media kita nih,"

"Apa tuh, Anita?" sahut teman presenter perempuan yang bernama Anita itu.

"Kabarnya artis tanah air kita yang baru pulang dari amrik, dan di jemput sama kekasihnya, itu loh," ujar Anita tersenyum seperti akun gosip terkenal.

"Siapa tu?"

"Celesta menyerang ibu hamil di rumah sakit, kok bisa begitu utasan di internet yang menghebohkan netizen," kata Anita mengulang perkataannya di sebuah kertas yang dia pegang.

"Kita lihat yuk cuplikannya," jawab teman presenter Anita nampak tersenyum seolah mengalihkan layar.

Bibi Yuni melihat dengan seksama layar televisi itu yang memperlihatkan Celesta yang benar memarahi seorang ibu hamil yang mencoba melepaskan cengkraman tangannya,

'Eh... tunggu sepertinya aku kenal,' fikir Bibi Yuni melihat seorang ibu muda yang berpakaian sweater yang berwarna aqua blue yang berdiri tepat di hadapan Celesta.

"Hah!... bukannya itu Nyonya Sera!," gumam Bibi Yuni keget di buatnya, dia kemudian melirik kekanan dan kiri nya berharap tak ada yang mendengar jeritannya berusan.

Namun, beberapa saat dia terpaku dan benar saja ada yang mendengar teriakkannya, "Bi, apa yang kamu lihat?" tanya Dominic keluar dari kamarnya.

Bibi Yuni mematikan TV itu dengan cepat seolah telah tertangkap basah melakukan kesalahan yang fatal, dan menepuk-nepuk bibirnya yang terasa kurang ajar karena berteriak-teriak disana seolah Dominic tidak ada di ruamh.

"Tidak ada Tuan," ujar Bibi Yuni gugup.

"Bi, kenapa kamu sekarang sering sekali menutupi sesuatu dari ku," geluh Dominic nampak kecewa dengan Bibi Yuni yang sering menutup-nutupi sesuatu darinya.

"Bukan begitu Tuan," Bibi Yuni terlihat khawatir.

"Bukan begitu? Aku akan mencari tahu permasalahan ini sendiri, Bibi taukan kalau aku sudah mencari sendiri, akan bagaimana hasilnya," ucap Dominic dengan nada dingin membuat Bibi Yuni sedikit khawatir.

Karena, apa yang Dominic inginkan pasti akan pria itu dapatkannya walaupun berada di lobang tikus sekalipun, Dominic bisa mencarinya.

Akhirnya Bibi Yuni berani bersuara, "T-tuan, itu Nona Celesta..." keluhnya menunjuk kearah TV yang sudah mati.

"Kalau itu tentang Celesta lebih baik tidak usah di sampaikan," sahut Dominic, kini nampak tidak suka pada wanita itu. Meskipun awalnya dia menunggu-nunggu kedatangan Celesta, bahkan menyebarkannya pada semua orang dan istrinya sendiri.

"Bukan--bukan itu, Tuan, saya melihat Nyonya disana," jawab Bibi Yuni memilin celemek yang selalu di pakai saat bekerja.

"Apa Bibi katakan?! Mana berita itu," panik Dominic mengambil remot TV yang masih di tengan Bibi Yuni dengan cepat dan ingin menekan tombol hidup.

"Tu--tuan, mungkin berita sudah usai, karena Bibi melihat pemutaran terakhir video," ucap Bibi Yuni nampak khawatir.

Dominic yang mendengar itu terlihat berdecak kesal dan mengembalikan remot tv itu pada Bibi Yuni. Dan meninggalkan tempat itu dengan tergesa-gesa. Membuat Bibi Yuni terlihat bingung dengan sikap Dominic, padahal yang Bibi Yuni lihat selama ini Tuannya selalu dingin pada Nyonya mereka.

Dominic memasuki kamarnya mengambil ponselnya yang berada di atas nakas disamping tempat tidurnya. Selepaskan kehilangan Sera dia kelimbungan mencari perempuan itu.

Dia menyadari bahwa kehilangan perempuan itu adalah pukulan telak untuknya, ternyata perasaan terhadap Sera selama ini yang selalu dia tepis karena tak ingin menghanati cinta pertamanya itu.

Namun selepas cinta pertamanya itu kembali, semua terasa nyata seolah dia memang lelaki yang bodoh. Dominic menyadari bahwa mencoba memperoleh cinta dari Celesta. Rasanya mencintai orang yang salah.

Dominic mendengar nya sendiri ketika Celesta mengajak pergi ke sebuah bar yang di isi orang-orang elit, Celesta dengan penuh manja merangkul dan mengoyangkan tubuhnya sama seperti wanita-wanita malam.

Dia tidak menolak sedikitpun karena Dominic senang sebab itu cinta pertamanya, meskipun ada sensai yang berbeda entah apa itu. Tapi, yang pasti seakan penolakkan halus.

"Terima kasih sayang sudah mau membayarkan aku, emuah..." ujar Celesta ingin mencium pipi Dominic, namun pria itu menghalau bibir Celesta dengan tangan serta perasaan dingin yang menusuk.

"Kamu kenapa sayang," keluh Celesta nampak tak suka dan memanyunkan bibirnya.

1
Greenindya
aku kira Dominic bakalan langsung beli tuh RS pas ga dikasih info
Kas Mi
semangat berkarya
Kas Mi: masama thor
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!