NovelToon NovelToon
GADIS PEMBAWA SIAL, DI CINTAI DUDA KAYA RAYA

GADIS PEMBAWA SIAL, DI CINTAI DUDA KAYA RAYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Lisa idayu

Nayra Agata Kennedy, ia merupakan putri bungsu dari Lukas Kennedy, Nayra memliki saudari kembar bernama Nayla (Nayla lahir 45 menit lebih dulu), lahir dengan membawa duka. Ibunya meninggal dunia karena pendarahan hebat setelah berjuang melahirkannya, membuat Nayra dibenci ayah dan ketiga kakak laki-lakinya selama 21 tahun. Hanya Nayla yang selalu peduli padanya.

Takdir berubah saat Nayra bertemu seorang miliarder tampan. Dipersunting olehnya, hidup Nayra berubah drastis, dari yang dulu diabaikan, kini ia dimanjakan layaknya putri raja oleh suaminya yang penuh kasih sayang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa idayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kerukunan Antar Saudara

"Lho, kok catetan mu tentang sistem manajemen hotel berbeda dengan punya ku, Nay?" tanya Nayla sambil mengerutkan kening, mata nya tidak lepas dari layar laptop yang terpampang di meja kamar Nayra.

Kamar yang dihiasi dengan dekorasi warna muda itu kini penuh dengan tumpukan buku tebal, kertas kuliah, dan gelas kopi yang sudah dingin. Nayra sedang jongkok di lantai karpet lembut, menyusun lembaran data tentang tren mode tahun ini untuk skripsi nya tentang strategi pemasaran produk fashion branded.

"Aku rasa kakak pakai referensi tahun lalu, kak!" jawab Nayra tanpa melihat ke atas. "Profesor ku bilang harus pakai data terkini dari survei konsumen tahun ini lho.kakak juga harus cek lagi bagian analisis keuangan hotel kakak ya, aku liat ada angka yang mungkin salah."

Nayla langsung menyadap buku referensi di sebelahnya, wajahnya langsung bereaksi kaget. "Ya ampun, benar juga! aku salah masukin angka di tabel excel kemarin malam pas sudah kantuk parah."

Sejak pembacaan surat wasiat, kedua kembar ini semakin sibuk, tidak hanya mengurus skripsi akhir tahun mereka masing-masing, tapi juga mulai belajar mengelola bagian warisan dari Papa nya. Nayla sudah beberapa kali bertemu dengan manajer hotel untuk memahami sistem operasionalnya, sementara Nayra sering mengunjungi ketiga toko baju branded untuk berbicara dengan staf dan melihat kondisi bisnis secara langsung.sedangkan perihal perusahaan, Nayra menyerahkan penuh ke Awan

"Sore ini kita harus beli bahan makanan juga kan? Bi Surti bilang mau bikin kue sendiri untuk ulang tahun kita," ujar Nayra sambil menutup laptopnya dan meregangkan tubuh. "Sekalian kita bisa beristirahat sebentar dari buku-buku ini, rasanya mata ku mau keluar!"

Nayla tertawa lembut, lalu menutup laptop nya juga. "Oke, aku juga butuh istirahat. Oh iya, Kak Naga bilang sudah mulai merencanakan acara wisuda dan ulang tahun kita. Katanya semua keluarga dan teman penting akan diundang."

"Enggak terasa ya. Akhirnya kita sampai di usia ini" gumam Nayla tersenyum lembut

"Iya, 21 tahun juga ya kita. Tahu-tahu udah dewasa aja" kelakar Nayra dengan tertawa cekikikan

Keduanya berbincang santai sebelum masing-masing balik ke kamar nya untuk istirahat kebetulan hari memang sudah larut.

Hari itu paginya, kedua kembar sudah dibangunkan oleh bi Surti dan para asisten rumah tangga. Ruang rias kamar mereka dihiasi dengan bunga mawar putih dan merah muda, warna favorit Nayla dan Nayra. Sebelum menghadiri acara ulang tahun mereka terlebih dahulu menghadiri acara wisuda.

Ribuan mahasiswa mengenakan toga hitam memenuhi arena besar itu. Nayla dan Nayra duduk berdampingan di barisan depan, tangan mereka saling menggenggam erat. Ketika nama "Nayla Agata Kennedy" dipanggil, seluruh keluarga mereka berdiri dan bersorak dengan keras. Nayla berjalan dengan langkah percaya diri ke atas panggung untuk menerima ijazahnya dari rektor universitas.

Setelah itu adalah giliran Nayra. Saat namanya dipanggil, Nathan bahkan mengangkat tangan untuk membunyikan klakson kecil yang dibawanya khusus untuk acara ini, membuat semua orang di sekitar mereka tertawa. Setelah menerima ijazah, kedua kembar berdiri bersama di atas panggung, mengangkat ijazah mereka dengan bangga sambil tersenyum lebar.

Setelah acara wisuda selesai, semua tamu berpindah ke rumah besar keluarga Kennedy yang sudah dihiasi dengan dekorasi megah namun hangat. Ribuan lampu kecil bersinar di pohon-pohon taman, dan tenda besar sudah dipasang dengan meja-meja yang penuh dengan makanan lezat.

Tamu undangan terdiri dari keluarga besar, teman-teman sekolah dan kuliah Nayla serta Nayra, rekan kerja Kak Nick dan Kak Nathan, hingga para mitra bisnis perusahaan keluarga. Di tengah taman ada panggung kecil dengan band yang sedang memainkan musik yang meriah.

"Aduh, bi Surti, riasan nya jangan terlalu berat ya," pinta Nayla sambil duduk di kursi rias. Sementara Nayra duduk di sebelahnya, sedang memilih aksesoris yang akan dipakai.

"Tenang saja, hasil nya pasti cantik seperti mahkota kerajaan!" jawab bi Surti dengan senyum hangat sambil menyapukan bedak lembut ke wajah Nayla. Mereka memang tidak memanggil MUA, karena bagi mereka keterampilan bi Surti lebih memukau dalam hal make up

Setelah siap berpakaian, Nayla mengenakan gaun cantik warna cream dengan renda halus, Nayra memilih gaun warna biru muda dengan aksen renda di bagian lengan, mereka turun ke ruang tamu dimana tiga kakak laki-laki mereka sudah menunggu dengan jas yang rapi.

"Wow..." ucap Nick dengan mata terpana. "Kalian dua benar-benar cantik sekali. Mama pasti bangga melihat kalian sekarang."

Nathan membawa bunga mawar merah untuk Nayla dan bunga anggrek untuk Nayra, sementara Nagara memberikan sebuah kotak kecil berwarna emas. "Ini dari Papa juga," katanya lembut. "Dia menyimpan ini jauh sebelum kalian lahir, bilang untuk diberikan saat kalian ulang tahun ke-21."

Kedua kembar saling melihat dengan mata penuh emosi saat membuka kotak itu, di dalamnya ada dua kalung dengan liontin bentuk bintang yang sama persis.

"Papa bilang, meskipun kalian kembar, kalian masing-masing adalah bintang yang bersinar sendiri," jelas Nagara dengan suara lembut.

"Sekarang waktunya untuk memotong kue!" seru Nagara dengan mengambil mikrofon.

Kue ulang tahun berukuran besar dengan tiga tingkat, bagian atas bernuansa perhotelan dengan hiasan miniatur hotel, bagian tengah bernuansa mode dengan hiasan miniatur baju dan aksesoris, dan bagian bawah dengan hiasan bunga kembar yang melambangkan Nayla dan Nayra. Kedua kembar berdiri bersama di depan kue, meniup lilin sebanyak 21 buah sambil membuat keinginan dalam hati.

Setelah itu, Nayla naik ke atas panggung untuk memberikan pidato singkat. "Terima kasih semua yang sudah datang hari ini. Kami sangat bahagia bisa merayakan momen spesial ini bersama keluarga dan teman-teman terkasih. Tanpa dukungan kalian semua, kami tidak akan sampai di sini. Khususnya untuk tiga kakak laki-laki kami yang selalu melindungi dan mendukung kami, terima kasih sudah menjadi bagian dari hidup kami."

Nayra kemudian melanjutkan pidato nya. "Dan untuk Papa dan Mama yang sedang melihat kita dari langit, kami berjanji akan menjalankan amanah yang kalian berikan dengan sebaik-baiknya. Kami akan menjaga keluarga ini tetap erat, dan mengembangkan bisnis yang kalian tinggalkan dengan penuh cinta dan kerja keras."

Saat malam semakin larut, semua orang bergabung menari di lantai dansa yang sudah disiapkan. Nayla menari dengan Nathan, sementara Nayra menari dengan Nick. Di tengah keramaian, Nagara berdiri dengan senyum hangat sambil melihat adik-adiknya yang bahagia, ia tahu bahwa Papa dan Mama nya pasti sedang tersenyum bangga di surga.

Setelah tamu-tamu mulai pulang dan suasana rumah kembali tenang, Nayla dan Nayra duduk bersantai di taman belakang, menyantap sisa kue sambil melihat langit yang penuh bintang.

"Kau tahu tidak Nay, aku sudah punya ide untuk hotel-hotel ku," ucap Nayla dengan mata yang bersinar. "aku mau mengubah salah satu hotel jadi 'Hotel Tema Keluarga' dengan fasilitas khusus untuk anak-anak dan orang tua, lengkap dengan taman bermain yang ramah lingkungan dan restoran makanan sehat."

Nayra mengangguk dengan antusias. "Itu ide bagus banget kak! Kalau aku sih, aku mau membuat kolaborasi dengan desainer muda lokal untuk toko-toko kita. Biar produk yang kita jual tidak hanya barang branded dari luar negeri, tapi juga karya anak bangsa yang punya kualitas sama baiknya. Bisa jadi wadah bagi mereka yang punya bakat tapi belum punya kesempatan."

"Aku juga mau mengajak Kak Athan untuk membuka restoran di setiap lantai atas hotel," lanjut Nayla. "Seperti restoran dengan konsep berbeda di setiap hotel, satu dengan masakan tradisional Indonesia, satu lagi dengan masakan internasional modern. Pasti akan menarik banyak tamu!"

Nayra tersenyum lalu mengambil tangan Nayla. "kau ingat enggak kak waktu kecil kita sering bermain rumah dengan membuat 'hotel' dari kursi dan 'toko baju' dari lemari kita? Kini semua jadi kenyataan ya."

"Ya dong! Dan aku tidak sabar untuk menjalankannya bersama mu," balas Nayla dengan erat menggenggam tangan saudari kembarnya. "Oh iya, aku sudah berbicara sama Kak Naga. Dia bilang akan membantu kita belajar tentang manajemen keuangan dan strategi bisnis selama beberapa bulan ke depan. Katanya pengalaman dia sebagai pemimpin perusahaan bisa bantu kita tidak salah langkah."

"Sangat bagus! aku juga sudah berencana untuk mengikuti pelatihan tentang tren mode internasional di Jakarta bulan depan," ujar Nayra. aku pasti akan buat toko kita tetap kompetitif dan selalu menyajikan yang terbaru."

Saat itu, Nick datang membawa dua gelas teh hangat. "Masih ngobrolin rencana besar ya? Kakak mendengarnya dari sana lho," katanya dengan senyum. "Kalian tahu enggak, kakak punya teman pilot yang sering terbang ke berbagai negara. Dia bilang bisa membantu kalian mencari informasi tentang tren perhotelan dan mode di luar negeri lho Nay, La."

"Benarkah Kak Nick? Terima kasih banyak!" seru kedua kembar sekaligus, membuat Nick tertawa.

"Nanti kalau kakak punya waktu libur dari penerbangan, kakak bisa ikut kalian berdua keliling melihat hotel dan toko-toko nya ya," tambah Nick. "Kakak juga mau belajar dari kamu berdua, siapa tahu kelak bisa bantu mengembangkan bisnis keluarga lebih jauh lagi."

Tak lama kemudian, Nathan dan Nagara juga datang bergabung. Mereka duduk berkeliling meja kecil di taman, berbagi cerita dan merencanakan bagaimana semua bisnis keluarga bisa saling terhubung dan mendukung satu sama lain.

"Kita bisa membuat paket liburan lengkap," ucap Nathan dengan antusias. "Tamu bisa menginap di hotel Nayla, berbelanja di toko Nayra, dan makan di restoran kita. Pasti akan jadi daya tarik sendiri!" Seru Nathan antusias

Nagara mengangguk dengan bangga. "Ini yang aku mau lihat, kita semua bekerja sama untuk menjadikan impian Papa semakin besar. Mama dan Papa pasti sangat bangga melihat kita seperti ini."

Di malam yang tenang itu, suara tawa dan canda mereka berkeliling taman. Nayla dan Nayra saling melihat, tahu bahwa masa depan mereka tidak hanya penuh dengan tanggung jawab besar, tapi juga dengan cinta dan dukungan dari keluarga yang selalu ada untuk mereka.

 

1
Monroe George
dunia Nayra msih baik" sja coz pnya saudara kembar yang peduli 👍
Monroe George
marathon aku kak, seru crita nya 💪
Monroe George
CEO ni nnti yang nikahi Nayra 🤭
Ardy Ansyah
teraniaya dulu bahagia kemudian 🤣. suka aku tuh kalau alur yang begini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!