NovelToon NovelToon
Di Jual Kepada Mafia Rusia

Di Jual Kepada Mafia Rusia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu / Action
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: EILI sasmaya

"Sepuluh tahun lalu, ayahku menjualku. Dan malam ini, sang pembeli datang menjemputku."
Alana mengira hidupnya sempurna, sampai ia diseret ke Rusia oleh Alexei Dragunov seorang Tsar mafia yang dingin dan berbahaya. Alana bukan datang sebagai pengantin, melainkan sebagai aset yang telah dibayar lunas oleh Alexei untuk menutupi hutang ayahnya.
Di tengah badai salju Saint Petersburg, Alana terjebak di antara dua pria paling berkuasa, Ayah kandung yang menjadikannya barang dagangan, dan suami mafia yang menjadikannya tawanan obsesi.
Saat rahasia darahnya mulai terungkap, Alana menyadari, Di dunia Alexei, tidak ada jalan keluar. Ia harus memilih, hancur sebagai korban, atau bangkit menjadi Ratu di samping sang iblis.

"Kau adalah milikku, Alana. Hidup atau mati, kau tetap dalam genggamanku."
-Alexei Dragunov-

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EILI sasmaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8. SISI GELAP SANG PENYELAMAT

Dunia seakan berhenti berputar bagi Alana. Di seberang aula yang dipenuhi kepulan asap cerutu dan denting gelas kristal, sosok itu berdiri dengan keanggunan seorang kaisar. Wira Naratama. Ayahnya, atau setidaknya, pria yang selama dua puluh dua tahun ini ia panggil "Ayah". Wira tampak tidak menua, rambut klimisnya yang mulai memutih di pelipis justru menambah kesan otoritas yang mutlak. Ia sedang berbincang dengan Sergei Volsky, musuh bebuyutan Alexei, seolah-olah mereka adalah kawan lama yang sedang mendiskusikan harga saham, bukan rencana pembunuhan.

Cengkeraman Alexei di pinggang Alana mengencang, menariknya lebih rapat hingga Alana bisa merasakan detak jantung suaminya yang tenang dan teratur, sebuah kontras yang mengerikan dengan badai yang berkecamuk di dalam dadanya.

"Lihat dia, Alana," bisik Alexei, suaranya sedingin es yang merayap di dinding mansion. "Lihat betapa tenangnya dia. Dia berdiri di sana, meminum sampanye terbaik, sementara beberapa jam yang lalu anak buah Sergei hampir membuatmu menjadi mayat di altar gereja. Apakah itu wajah seorang ayah yang khawatir?"

Alana menelan ludah yang terasa seperti duri. Ia menatap Wira. Pria itu menoleh, mata mereka bertemu, dan untuk sesaat, Alana melihat kilatan sesuatu yang menyerupai kelegaan di mata ayahnya. Namun, kata-kata Alexei tentang Jenderal Orlov dan foto Dmitri Volkov telah meracuni setiap sel di otaknya.

Dia membunuh ayah kandungku. Dia membesarkanku sebagai aset. Dia menjualku untuk menutupi dosanya. "Jangan biarkan dia melihat kelemahanmu," Alexei melanjutkan hasutannya, bibirnya hampir menyentuh daun telinga Alana. "Dia datang ke sini bukan untuk menjemputmu. Dia datang untuk memastikan investasinya aman di tanganku. Tunjukkan padanya bahwa kau telah memilih pihakmu, Moya printsessa."

Wira mulai melangkah mendekat. Kerumunan tamu secara otomatis terbelah, memberikan jalan bagi sang raja sindikat Asia Tenggara. Setiap langkah Wira terasa seperti dentuman palu hakim bagi Alana.

"Alana," Wira menyapa, suaranya lembut, penuh dengan nada kebapakan yang selama ini Alana anggap sebagai tempat perlindungan. Ia mengulurkan tangan, hendak menyentuh pipi putrinya. "Syukurlah kau selamat. Ayah sangat mengkhawatirkanmu setelah kejadian di gereja."

Alana tersentak mundur, menghindari sentuhan Wira seolah-olah tangan itu berlumuran racun. Tindakan itu membuat senyum di wajah Wira membeku.

"Jangan sentuh aku," desis Alana. Suaranya bergetar karena kemarahan yang meluap. "Ayah? Masih berani kau menyebut dirimu ayahku setelah apa yang kau lakukan?"

Wira mengerutkan kening, tatapannya beralih pada Alexei yang berdiri dengan seringai tipis yang nyaris tak terlihat. "Alana, apa yang kau bicarakan? Rusia pasti telah membuatmu lelah. Dan Tekanan pernikahan ini..."

"Tekanan pernikahan ini tidak sebanding dengan kenyataan bahwa aku hanyalah barang dagangan bagimu!" potong Alana, suaranya mulai menarik perhatian para tamu di sekitar mereka. "Aku tahu tentang Dmitri Volkov. Aku tahu tentang apa yang terjadi pada ibuku. Dan aku tahu... bahwa darah yang mengalir di nadiku bukan darahmu."

Keheningan yang mematikan jatuh di antara mereka. Wira terdiam, matanya yang tajam kini beralih sepenuhnya pada Alexei. Ada kilat kemarahan dan pengkhianatan di mata Wira, namun Alexei hanya membalasnya dengan tatapan menantang yang tenang. Alexei telah berhasil, ia telah menanamkan duri di antara ayah dan anak itu.

"Siapa yang memberitahumu omong kosong itu?" suara Wira kini berubah menjadi bariton yang rendah dan berbahaya.

"Kebenaran tidak butuh juru bicara, Tuan Naratama," Alexei menimpali, suaranya penuh dengan nada kemenangan. "Istriku telah menemukan jalannya sendiri menuju cahaya. Kau tidak bisa lagi mengurungnya dalam kebohongan yang kau ciptakan di Jakarta."

Wira melangkah satu tindak lebih dekat ke arah Alexei, mengabaikan protokol keamanan yang ketat. "Kau bermain api, Dragunov. Kau memanipulasi putriku untuk melawan ayahnya sendiri? Kau pikir dengan membuatnya membenciku, dia akan menjadi milikmu sepenuhnya?"

"Dia sudah menjadi milikku," balas Alexei, tangannya kini beralih merangkul bahu Alana secara posesif. "Secara hukum, secara darah, dan segera... secara hati. Kau sudah selesai, Wira. Kembalilah ke negaramu dan urusi jalur senjatamu. Alana tidak akan pernah kembali padamu."

Alana menatap ayahnya dengan kebencian murni. Di kepalanya, ia membayangkan Wira menarik pelatuk ke arah pria di foto itu, Dmitri, ayahnya yang sebenarnya. Ia membayangkan ibunya, Elena, menangis dalam diam selama bertahun-tahun di Jakarta karena dipaksa hidup dengan pembunuh kekasihnya.

"Pergilah," ucap Alana dingin. "Aku lebih baik mati di Rusia daripada menghirup udara yang sama denganmu lagi."

Wira tampak terpukul, sebuah ekspresi yang jarang sekali terlihat di wajah sang predator Asia. Ia menatap Alana lama, mencari sisa-sisa putri kecilnya yang dulu sering duduk di pangkuannya. Namun, yang ia temukan hanyalah seorang wanita asing yang mengenakan mahkota emas Dragunov dan menatapnya seolah ia adalah iblis.

"Kau akan menyesali ini, Alana," ucap Wira pelan, suaranya penuh dengan kesedihan yang tulus atau mungkin itu hanya lapisan manipulasi lain yang sudah mendarah daging. "Suatu hari kau akan sadar siapa sebenarnya monster di ruangan ini. Dan saat itu terjadi, aku harap kau masih punya jalan untuk pulang."

Wira berbalik dan berjalan pergi menembus kerumunan, meninggalkan aula tanpa menoleh lagi. Sergei Volsky mengikuti dari belakang dengan senyum licik, menyadari bahwa aliansi Naratama-Dragunov kini sedang berada di ambang kehancuran dari dalam.

Alana merasa kakinya lemas, seolah seluruh fondasi hidupnya baru saja diledakkan oleh kata-katanya sendiri. Ia hampir terjatuh jika Alexei tidak menahannya dengan kuat. Lengan pria itu terasa seperti jeruji besi yang kokoh, dan satu-satunya hal yang menjaganya agar tidak hancur berkeping-keping di atas lantai marmer yang dingin.

"Kau melakukannya dengan sangat baik," Alexei berbisik. Ada nada kepuasan yang dalam, dalam suaranya, sebuah nada yang sulit diartikan, apakah itu kebanggaan seorang suami, ataukah kepuasan seorang pemenang yang melihat bidak caturnya bergerak tepat sesuai rencana?

Alexei menuntun Alana menjauh dari kerumunan, menuju balkon luas yang menghadap ke hamparan hutan pinus yang tertutup salju. Di sana, kegelapan malam hanya dipecah oleh cahaya bulan yang pucat. Alana melepaskan topeng emasnya dengan tangan gemetar, membiarkan udara beku Rusia menyapu sisa-sisa air mata di pipinya.

"Aku tidak punya siapa-siapa lagi sekarang," bisik Alana pada kesunyian malam. "Duniaku... semuanya hancur."

Alexei berdiri tepat di belakangnya, menutupi tubuh Alana yang menggigil dengan jubah bulunya yang berat dan hangat. Ia melingkarkan tangannya di bahu Alana, membiarkan gadis itu bersandar sepenuhnya pada dadanya. Alana tidak mencoba menghindar. Di tengah pengkhianatan ayahnya, hanya Alexei yang berdiri tegak di sisinya.

"Kau punya aku," ucap Alexei, suaranya terdengar sangat meyakinkan di tengah deru angin musim dingin. "Aku akan memberikanmu dunia yang seharusnya kau miliki, Alana. Aku akan memberikanmu keadilan yang selama ini disembunyikan darimu. Tapi kau harus percaya padaku sepenuhnya. Jangan biarkan keraguan masuk, atau kau akan hancur."

Alana memejamkan matanya, merasakan hangatnya napas Alexei di lehernya. Ia tidak menyadari bahwa di balik punggungnya, Alexei sedang menatap ke arah mobil Wira yang menjauh dengan tatapan yang sangat dingin dan penuh perhitungan.

Alexei merogoh saku jasnya, jemarinya menyentuh sudut foto yang telah ia remas tadi. Ada kilatan aneh di matanya saat ia menatap profil samping Alana, sebuah tatapan yang sulit dibaca. Apakah itu rasa iba? Ataukah itu tatapan seorang pemburu yang baru saja berhasil menggiring mangsanya ke dalam sudut yang tidak memiliki pintu keluar?

"Alexei," panggil Alana pelan, suaranya nyaris hilang ditelan angin.

"Ya?"

"Berjanjilah padaku satu hal." Alana berbalik, menatap mata biru itu dengan tekad yang lahir dari rasa sakit. "Bantu aku menghancurkan Wira Naratama. Aku ingin dia merasakan kehilangan yang sama seperti yang ia berikan pada ibuku."

Sudut bibir Alexei terangkat sedikit, membentuk senyum yang tidak sampai ke matanya. "Apapun untukmu, Moya printsessa. Kita akan menghancurkannya bersama-sama."

Alexei menunduk dan mencium Alana, sebuah ciuman yang terasa seperti janji sekaligus pengikat kontrak baru di antara mereka. Alana membalasnya dengan keputusasaan, mencari pegangan di tengah badai. Ia tidak melihat bagaimana Alexei melirik ke arah Ivan Petrov yang berdiri di kegelapan pintu balkon, dan memberikan sebuah anggukan kecil yang sangat samar.

1
Mia Camelia
haduh kok jadi rumit sih😔
My: Kalau terasa rumit, berarti kamu mulia melihat potongan puzzle- nya.. 👀
total 1 replies
Mia Camelia
lanjut thor🥰👍
Mia Camelia
cerita nya menarik
Mia Camelia
lanjut thor, cerita nya seru banget👍👍👍
putri
Alexei.. neraka yang indah itu macam mana?? 😄
My: wahh, terimakasih kehadirannya kak-
🥰
total 1 replies
putri
aku suka ceritanya.. tetap semangat kak..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!