––Tak ada angin, tak ada hujan, Ailena di ajak oleh seorang laki-laki yang entah muncul darimana tiba-tiba menarik nya menuju kantor urusan agama (KUA).
"Cepat katakan nama mu! Dan tanda tangan setelah nya" desak Haikal dengan nada tegas.
"Tapi kita nggak saling kenal!"
"Nanti kenalan!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hanisanisa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
(12) Bukti Nikah
Ailena semakin mendekat dan mengernyit alis heran, wajah Haikal yang nampak memar membuat nya menatap Alvin yang berada di dekat nya.
"Mbak.."
"Bisa jelaskan ini? Kenapa suami saya bisa babak belur begitu?" Ailena langsung mencela dan menatap tajam Alvin.
Alvin meneguk ludah nya pelan. "Kami nggak tau mbak kalau laki-laki ini suami mbak.. Karena dia gerak-gerik nya mencurigakan saat tadi saya berpatroli" jawab Alvin dengan jujur.
"Mencurigakan gimana? Orang lagi buka pintu kok di bilang mencurigakan" sahut Haikal tak terima dengan penuturan dari Alvin yang seperti memiliki dendam pada nya, hingga membuat nya babak belur.
Alvin lah yang paling banyak memukuli Haikal di bagian wajah dan perut, karena tenaga nya lebih kuat di banding bapak-bapak yang memang sudah di atas kepala 4 dan 5.
Ailena menghela nafas pelan. "Salah saya karena belum lapor RT RW untuk konfirmasi, tapi demi Allah. Dia suami sah saya" ucap Ailena mencoba untuk meredamkan emosi nya.
"Kapan menikah nya mbak Lena? Kok tiba-tiba sudah bersuami saja.." tanya Alvin dengan nada berat dan tatapan yang sulit di jelaskan.
Haikal berdecih melihat tatapan Alvin pada Ailena. "Istri.. Badan ku sakit semua" adu Haikal segera menghampiri Ailena walau tangan nya masih di ikat di belakang.
Ailena dengan sigap melepaskan ikatan di tangan Haikal dan mengulurkan tangan nya untuk menyangga tubuh Haikal.
"Kalau untuk kabar menikah nya itu, dadakan. Tapi untuk lebih jelas nya lagi, saya bisa tunjukkan buku nikah kami.. Tapi bisa ikuti saya ke rumah, buku nikah nya ada di rumah" ucap Ailena membuat bapak-bapak itu saling pandang sejenak.
"Ayok lah, kita harus lihat bukti nya dulu" sahut salah satu bapak yang sudah tak sabaran.
Ailena mengangguk pelan dan menuntun Haikal berjalan menuju rumah yang berada di ujung jalan.
"Sakit banget istri.." lirih Haikal sembari memegangi perut nya yang terasa nyeri.
"Nanti di obatin" sahut Ailena dengan datar, ia harus menjaga sikap nya di depan bapak-bapak yang mengikuti nya di belakang.
#~
Sesampainya di tetas rumah, Ailena segera membantu Haikal untuk duduk sejenak di teras.
"Tunggu sebentar ya bapak-bapak" ucap Ailena dengan nafas yang ngos-ngosan, tubuh Haikal lebih besar dari nya tapi harus menuntun Haikal yang nampak kesakitan
Ailena segera masuk ke dalam rumah meninggalkan Haikal bersama lara bapak-bapak yang menunggu.
"Hais! Habis ini harus di pijitin dan di obatin sama istri, remuk semua badan ku" keluh Haikal dengan sengaja mengeraskan suara nya.
Alvin yang juga ada di antara bapak-bapak itu nampak mencebik bibir dan mengepalkan tangan nya tanpa ada yang menyadari.
Ailena akhirnya kembali dengan membawa satu buku nikah milik nya dan Haikal yang ia simpan di lemari.
Bapak-bapak itu membaca dengan seksama lalu melihat foto yang memang terpampang jelas wajah Ailena dan Haikal, juga tanggal yang ternyata pada hari itu.
"Baiklah, kami percaya.. Maaf ya mbak Lena.. Sudah membuat keributan, kami mengira suami mbak Lena itu maling yang ingin mengambil barang milik mbak Lena.. Karena komplek kita lagi rawan maling mbak" jelas salah satu bapak-bapak mewakili meminta maaf.
Ailena mengangguk. "Terimakasih ya pak karena sudah menjaga dengan sukarela rumah saya ini.. Dan saya juga meminta maaf karena belum mengkonfirmasi perihal suami saya yang orang baru di sini" balas Ailena dengan panjang lebar.
"Ah ya kami juga meminta maaf pada suami mbak Lena.. Karena sudah memukuli suami mbak Lena" sesal bapak-bapak itu sembari menunduk tak berani menatap Haikal.
Haikal menghela nafas dan mengangguk pelan, "Saya terima maaf nya bapak-bapak.. Ini terakhir kali nya ya, setelah ini kalau saya kesini malam-malam jangan di pukuli lagi seperti tadi" ucap Haikal di angguki bapak-bapak yang ada di hadapan nya, kecuali Alvin.
👍👍👍👍👍
👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
❤️❤️❤️❤️❤️
sehat-sehat ya kakkk ❤️