NovelToon NovelToon
Bangkitnya Klan Abadi

Bangkitnya Klan Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Fantasi Timur / Fantasi
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: hdibibu

Di dunia yang penuh dengan keajaiban, di mana yang Abadi mampu membelah lautan dan menghancurkan gunung, di mana Akar Roh menjadi penentu antara yang fana dan yang Abadi, jiwa lain bangkit di tubuh manusia fana.

Dengan kitab harta karun yang ia peroleh, jiwa itu membawa tekad untuk bertahan di dunia yang kejam. Ia melangkah ke dunia kultivasi, menciptakan klan kultivasinya sendiri. Setiap langkah adalah perlawanan, setiap kemajuan dipenuhi berbagai rintangan dan cobaan.

Namun ia ditakdirkan untuk tidak menjadi biasa-biasa saja.

Ia ditakdirkan untuk mencapai sesuatu yang besar.

Saksikan bagaimana seorang manusia fana memulai jalan kebangkitan untuk klannya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hdibibu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch.12 - Perkembangan Klan

“Kalau begitu sudah ditetapkan, “ Ucap Yan Jun pelan. “Adapun untuk pemilihan Kepala klan pertama, saya kira tidak ada yang lebih baik dari adik ketiga saya.”

Yang lain mengangguk setuju. Meskipun masih sangat muda, Yan Lei membawa kekuatan pencegah yang tidak dimiliki oleh siapa pun, dan itu penting untuk menjaga stabilitas klan, terutama di masa-masa awal pembentukan.

“Adapun pemilihan berbagai tetua, kita akan mengurusnya setelah kita berhasil menggabungkan penduduk,’ lanjut Yan Jun.

Lalu mereka mulai berbicara lebih jauh mengenai beberapa hal, terutama tentang nama setiap generasi. Pada akhirnya, melalui berbagai perdebatan yang rumit dan panjang, mereka memutuskan untuk mengambil sepuluh nama generasi; Xuan, Tian, Ling, Yun, Chen, Dao, Zhen, Gu, Sheng dan Huang.

Dan dengan usulan Yan Lei, mereka memutuskan bahwa setiap generasi mencakup lima puluh tahun lamanya.

Tentu saja, nama generasi ini hanya akan dipakai oleh para kultivator. Seperti Yan Lei, kini ia memperoleh tambahan nama generasi pertama, yaitu Xuan, sehingga namanya kini menjadi Yan Xuanlei.

Selain dirinya, ia juga memberi saudara-saudarinya nama generasi Xuan, termasuk Yan Xie, yang menyebabkan para tamu menatapnya dengan bingung, berpikir bahwa dia sedang mendemonstrasikan kekuasaan-nya untuk melanggar aturan.

Dan Yan Xuanlei tidak punya niat untuk menjelaskan. Hanya tetua Chen Lui dan kepala desa Yan Song, dengan kebijaksanaan mereka, yang samar-samar memikirkan sesuatu dalam diam.

“Baiklah, cukup untuk hari ini, besok akan menjadi hari yang panjang,” Yan Xuanlei mengakhiri pertemuan saat itu juga. Para tamu lalu bangkit dan memberi salam sebelum meninggalkan rumah itu.

Di jalan pulang, tetua Chen Lui mendekati Yan Song dengan sangat dekat dan berbisik perlahan, “mengenai saudara-saudaranya yang juga diberi nama generasi Xuan..”

Namun bisikannya segera dihentikan oleh tatapan mata Yan Song yang dalam. “Tetua Chen Lui, anda dan saya sama-sama terpelajar dan mengerti beberapa hal, mari kita simpan semua ini untuk kebaikan diri kita sendiri dan klan yang baru.”

Chen Lui mengangguk serius, sedikit terkekeh dan berkata, “tentu saja, saya paham pepatah ‘satu kata bocor, seribu bencana datang’. Saya hanya ingin mendengar pendapatmu.” Lalu mereka berdua mengganti topik ke pembicaraan yang ringan.

Yang tidak mereka sadari adalah bahwa Yan Xuanlei mengikuti mereka dari jauh. Dengan pendengarannya yang tajam, dia bisa mendengar bisikan-bisikan itu dengan jelas.

“Penilaianku benar, hanya tetua Chen Lui dan Yan Song yang menyadarinya,“ gumam Yan Xuanlei pelan. “Dan respon mereka sesuai dugaanku. Karakter mereka memang dapat saya percayai.”

Dia lalu menghilang di balik kegelapan malam dan kembali ke rumah.

“Bagaimana?” di sana, Yan Xuanwei, Yan Xuanjun dan Yan Xuansue sedang menunggu di ruang tamu dengan ekspresi serius.

“Semuanya persis seperti dugaan kita,” jawab Yan Xuanlei.

“Syukurlah kalau begitu..” hela Yan Xuansue dengan lembut. “dengan kebijaksanaan dua tetua, mereka dapat membantu kita menyelesaikan beberapa masalah yang mengganggu di masa depan.”

“Benar,” Yan Xuanwei dan Yan Xuanjun menimpali dengan setuju. Adapun Yan Xuanlei, dia termenung selama beberapa saat sebelum berbicara, “dan jika karakter mereka konsisten seperti itu, membantu mereka menjadi kultivator sebagai hadiah bukanlah masalah.”

Mereka bertiga saling melirik dengan terkejut. Mereka tahu bahwa Biji Akar Roh Surgawi sangatlah langka. Lagipula dia sendiri pernah menyebutkannya secara samar-samar kepada mereka. Keputusannya untuk memberi dua tempat pada dua tetua sedikit di luar dugaan.

“Meskipun usia mereka sudah telat untuk memulai kultivasi, mereka masih punya peluang untuk menembus alam Pemurnian Qi, yang setidaknya dapat membantu mereka hidup hingga umur seratus dua puluh tahun.”

Mereka bertiga mengangguk mengerti. Mereka sadar akan keterbatasan mereka sendiri. Usia mereka masih sangat muda, ada beberapa hal yang belum mereka pahami.

Mereka membutuhkan kebijaksanaan dua tetua untuk membantu mereka mengelola klan, terutama mengenai populasi. Semakin berumur panjang dua tetua tersebut, semakin banyak bantuan yang bisa mereka berikan.

“Cukup hari ini, mari istirahat, ada banyak hal yang menunggu untuk kita selesaikan,” Yan Wei melambaikan tangannya.

Keesokan harinya, Yan Xuanlei terbangun oleh suara tawa yang riang.

Yan Xie berlari di halaman dengan gembira, tertawa bahagia karena ia baru saja memperoleh tambahan Xuan pada namanya. Sesekali ia mendekati beberapa kupu-kupu, berceloteh seolah ingin memberi tahu mereka tentang nama barunya.

Matahari sudah menggantung tinggi di langit. “Sepertinya saya tidur terlalu lama,” ucapnya pelan. Dia memang kuat, tetapi belum sampai di titik tidak mengenal lelah. Perburuan masih membuatnya sedikit kewalahan.

Yan Xuanwei dan Yan Xuanjun tidak ada di rumah. Mereka sudah pergi bersama Yan Song dan para tetua untuk membujuk penduduk desa. Yan Xuansue sedang sibuk memasak di dapur, dan ketika ia pergi untuk sarapan, adiknya itu langsung menyiapkan makanan dengan lihai.

“Kakak, paman Chen Lu menyampaikan terima kasih atas daging yang kita berikan, ” ucap Yan Xuansue, “dan mereka juga sudah tahu mengenai pembentukan klan. Dia bilang Chen Yang, yang baru saja pulang berburu pagi tadi sangat bersemangat.”

Senyum tipis tersungging di wajah Yan Xuanlei. Chen Yang, orang itu, dia berutang nyawa padanya. Saat berusia 16 tahun, ia dan tiga kawan gengnya mengunjungi kota Sue.

Saat itu ia terpisah dari rombongan dan tersesat di kompleks kumuh, dan disudutkan oleh beberapa pencuri bersenjata. Karena panik dan marah, dia memulai pertarungan.

Saat itu ia pikir akan mati, tapi Chen Yang bersama dengan yang lain tiba di waktu yang tepat dan tanpa ragu memungut benda apa pun di sekitar dan memulai pertarungan yang ganas dan berdarah-darah. Chen Yang bahkan kehilangan satu jari tangannya karena memblokir tusukan yang tidak ia sadari, yang membuatnya masih hidup hingga sekarang.

Bahkan si gendut Yan Yan yang kepalanya selalu dipenuhi tael perak dan sedikit pemalu, dan Li Xen yang hanya tahu cara melukis dan menggambar, bertarung berani saat itu.

Kejadian tersebut membuatnya sadar bahwa dia tidak lagi sendirian di dunia ini, bahwa ada beberapa saudara tak sedarah yang akan selalu berdiri di sisinya, yang akan saling menjaga dan melindungi satu sama lain dengan berani.

Sebulan berlalu begitu saja, dan desa Qinghe perlahan-lahan mengalami transformasi. Berkat bujukan lihai para tetua dan Yan Song, semua penduduk akhirnya memilih menjadi bagian baru dari Klan Yan.

Beberapa bergabung terlambat karena masih ragu-ragu dengan keberadaan Dewa Abadi di desa, tetapi ketika Yan Xuanlei mendemonstrasikan kekuatannya sendiri, mereka akhirnya percaya dan bergabung.

Karena adanya aturan baru dan insentif dari klan bagi mereka yang melahirkan setiap anak, beberapa penduduk yang belum menikah mulai mencari pasangan untuk mempercepat pertumbuhan populasi.

Mereka yang tidak menemukan pasangan di desa akan dibantu oleh para tetua dengan mengunjungi desa lain, dengan syarat pasangan mereka bersedia menjadi bagian dari Klan Yan.

1
Hebibu
Halo para pembaca budiman. Author di sini...

Rencana saya update 2 chapter/hari.

Bagi kawan2 yang menyukai cerita ini, bantu like dan komen skuyy.

Dukungan kalian jadi motivasi buat Author.

Salam membaca, Salam dari dunia kultivasi. Gua tunggu lu pada di sana.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!