NovelToon NovelToon
Legenda Penguasa Langit Dan Bumi

Legenda Penguasa Langit Dan Bumi

Status: sedang berlangsung
Genre:Ilmu Kanuragan / Kelahiran kembali menjadi kuat / Perperangan
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: JUNG KARYA

Di dunia di mana silat menentukan nasib alam semesta, Yuda adalah anak biasa dari pinggiran dunia fana tanpa sadar terseret ke konflik besar yang melibatkan klan kuno, kerajaan, hingga Alam Dewa.
Di balik kekacauan itu tersembunyi konspirasi Iblis Dewa yang ingin memicu perang demi merebut tahta langit.

Dalam perjalanan penuh pertarungan, tawa, dan kehilangan, Yuda ditemani sekutu tak terduga, termasuk siluman kucing putih kecil bernama Tara yang menyimpan kekuatan mengguncang langit.

Inilah kisah manusia biasa yang melangkah menuju puncak yang bahkan para dewa takuti.

***

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JUNG KARYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12 - Dampak dari yang Gagal Ujian di Lembah Kabut

Malam setelah Yuda dan Guruh berbincang, Yuda kembali ke tempatnya untuk beristirahat, sedangkan Guruh terlihat menemui sosok bayangan yang sedari tadi mengamatinya dari kejauhan.

Bukan sosok Ragha, melainkan bayangan yang sebelumnya ia perintahkan saat ujian kabut tadi siang.

"Maaf, aku gagal Tuan Guruh." ucap sosok bayangan hitam kepada Guruh dengan hormat.

Mendengar itu, Guruh hanya terdiam tidak menjawab, lalu berjalan pergi begitu saja.

Di dalam lembah kabut, kabut di lembah itu tidak pernah sepenuhnya menghilang.

Kabut itu hanya terlihat menipis, tapi tidak pergi. Seolah tempat itu memang sudah menjadi tempatnya, kabut itu seperti tidak ingin dilupakan oleh apa pun yang pernah masuk ke dalamnya.

Pagi hari setelah ujian kabut, suasana pelatihan terlihat berubah.

Tidak ada sebuah teriakan, bahkan tidak ada perintah pelatihan yang kerasa seperti hari-hari seblumnya.

Yang terasa hanya sebuah keheningan yang lebih menekan daripada tekanan Guruh sebelumnya.

Terlihat sosok Yuda kini berdiri bersama empat rekrutan lainnya.

Jumlah mereka benar-benar berkurang, total hanya menyisahkan lima orang saja.

Meskipun begitu, tidak ada satu pun rekrutan yang bertanya ke mana sisanya pergi, dan bagaimana keadaan mereka yang kemarin terjatuh di dalam lembah kabut.

Semuanya hanya terdiam, dengan pikiran yang waspada.

“Mulai hari ini, kalian akan belajar menghadapi yang tidak seharusnya ada.” ucap Guruh untuk membuka suara.

Ia kemudian menatap satu per satu wajah yang tersisa dengan tatapan yang terlihat sedikit menyesal dan ada kekhawatiran.

Kini tatapannya berhenti lebih lama pada Yuda, namun ia hanya menatapnya saja, tidak mengatakan hal lain.

Sedangkan agak jauh dari mereka, terlihat sosok kucing buntal sedang duduk di atas batu mengamati.

“Hummm... Kalimat yang sangat tidak meyakinkan,” gumam Tara mendengar perkataan Guruh.

Latihan pertama hari ini adalah hanya seperti menunggu sesuatu.

Mereka diperintahkan hanya untuk berdiri di lapangan batu tanpa bergerak.

Dan waktu pun berlalu dengan cepat.

Angin selalu dengan tiba-tiba berhembus kencang lalu menghilang, namun tidak ada yang terjadi.

Hingga beberapa saat kemudian, terasa tanah di ujung lapangan mulai bergetar.

Bersamaan dengan getaran itu, ada sebuah sosok muncul dari balik lembah kabut.

Langkahnya terlihat tertatih dengan tubuhnya yang terlihat kurus, terlalu kurus, seolah membuatnya terlihat seperti mayat hidup.

Yuda yang melihat ada sosok muncul dari balik kabut tipis itu mengernyitkan alisnya, ia seperti mengenal wajah yang mulai perlahan terlihat itu.

Itu adalah salah satu rekrutan yang jatuh kemarin.

Semakin berjalan, semakin terlihat juga sosok kurus itu, matanya terlihat kosong, dan napasnya juga tidak teratur.

“Dia kembali hidup-hidup,” bisik seseorang.

“Tidak, dia tidak hidup, dia hanya kembali.” jawab Guruh dengan cepat dan tatapan yang tajam.

Sosok kurus itu seketika berhenti di tengah lapangan.

Tubuhnya terlihat bergetar, lalu menegak tegang dengan tiba-tiba.

Seketika tekanan yang aneh terasa menyebar.

Sebuah tekanan, namun bukanlah tekanan tenaga dalam.

Tekanan ini lebih seperti sisa-sisa sesuatu yang tidak bisa menemukan tempatnya, itu seperti energi spiritual yang tidak bisa di kendalikan.

“Hadapi, cepat!” kata Guruh setelah melihat keadaan itu.

Tidak ada penjelasan tambahan lagi.

Sosok kurus itu seketika menyerang mereka

Gerakannya terlihat tidak teratur sama sekali, tapi sangat cepat.

Seorang rekrutan di belakang Yuda yang sebelumnya ingin menghadang itu, seketika langsung terpukul jatuh hanya dengan satu sapuan tangan dari sosok kurus yang hampir seperti mayat hidup itu.

Melihat itu, Yuda langsung bergerak refleks menghindar serangan lanjutan yang ternyata mengarah kepadanya.

Di saat itu juga, ia merasakan ruang kosong di dalam tubuhnya juga bereaksi, seolah mengenali energi asing yang mencoba menyerangnya.

Ruang kosong dalam tubuhnya seolah seperti menarik sesuatu yang keluar dari sosok tubuh mayat hidup itu.

Melihat kejadian itu, Tara yang sedari tadi hanya mengamati saja, kini mulai melompat turun dan berteriak kepada Yuda.

“Bocah bebal, jangan serap semuanya!, kau bahkan belum tahu energi apa itu!” teriaknya sembari berlari kearah Yuda.

Namun usaha Tara ternyata sangat terlambat.

Kini Yuda terlihat sudah saling bersentuhan dengan sosok mayat hidup itu.

Seketika sebuah rasa dingin mulai merambat dari telapak tangannya, membuat ingatan asing mengalir di kepalanya.

Sebuah ingatan yang menunjukkan ketakutan, kesepian, dan kehancuran dalam hatinya.

Merasakan itu, Yuda langsung terhuyung kebelakang hampir terjatuh.

Sagara yang melihat Yuda hampir terjatuh, akhirnya langsung melompat, bukan untuk menopang Yuda yang hampir jatuh, melainkan menahan sosok mayat hidup itu dari belakang.

Wajahnya terlihat sangat tegang.

“Sekarang!” teriaknya kemudian kepada Yuda.

Mendengar ada teriakan di depannya, Yuda pun akhirnya tersadar kembali lalu hanya mengatupkan gigi.

Ia kemudian mendorong aliran dalam tubuhnya itu agar keluar.

Beberapa detik kemudian, energi yang di keluarkan mayat hidup sebelumnya mulai menguap perlahan, seolah dilepaskan kembali ke tempat asalnya.

Brukk!

Sosok mayat hidup itu tiba-tiba ambruk.

Dan perlahan tubuhnya hancur menjadi abu halus.

Semua orang yang melihat kejadian itu, termasuk Guruh juga terlihat hanya terdiam mematung, sehingga membuat lapangan itu terlihat langsung hening.

“Ini adalah pelajaran pertama, yang kembali bisa saja membawa sisa dan menjadi bahaya, seperti kejadian tadi.” ucapnya kemudian dengan wajah yang terlihat menyesal.

Ia sebenarnya menyesali perbuatannya yang membawa para rekrutan masuk ke lembah kabut, seharusnya ia hanya membawa Yuda saja.

Saat ini matanya terlihat lemas dan menatap kearah Yuda.

“Umm.. Ternyata tubuhmu bisa menampung sisa dari bahaya itu.” ucap Guruh pelan.

“Apa ini bisa membuat dampak buruk pada tubuhku, Kek?” tanya Yudas penasaran

“Umm.. Tidak," jawab Guruh seperti menyembunyikan sesuatu.

Ia menyembunyikan sesuatu dari Yuda, yaitu penyerapan energi sisa itu memiliki sebuah harga yang harus di bayar, itu berarti penyerapan sisa energi yang Yuda lakukan memang sebenarnya memiliki dampak.

Namun belum di ketahui, apa dampak yang akan terjadi nanti pada tubuh Yuda.

Malam harinya, Yuda terlihat duduk sendirian di depan goa tempatnya beristirahat.

Di belakangnya, ada kucing buntal berjalan mendekat, namun kali ini terasa aneh, ia berjalan tanpa nada bercanda.

“Apa kau tahu, apa yang hadapi tadi siang? sebenarnya itu bukanlah manusia lagi, Itu jejak atau bisa di bilang sisa, sebut saja mayat hidup” ucap Tara yang sudah duduk di samping Yuda dengan mengibaskan ekornya.

“Tapi jejak apa?” tanya Yuda dengan cepat setelah mendengar perkataan Tara.

“Jejak sisa yang berdampak pada sesuatu yang lebih besar, dan kau baru saja membuka pintu lagi di dalam tubuhmu dari sisa itu, meskipun hanya sedikit.” jawab Tara yang membuat Yuda kebingungan.

Mendengar jawaban dari kucing buntalnya itu, Yuda yang kebingungan hanya menatap tangannya yang sebelumnya ia gunakan untuk menyentuh mayat hidup.

Ia masih merasakan sisa rasa dingin itu.

“Bagaimana jika aku terus membuka pintu dalam tubuhku ini?” tanya Yuda penasaran.

Mendengar pertanyaan itu, Tara pun hanya terdiam sejenak.

"Umm.. Jika terlalu lebar, dan terlalu sering, Mungkin kau tidak akan menjadi dirimu lagi.” jawab Tara dengan tatapan yang masih terlihat sambil memikirkan sesuatu.

Di tempat lain, yang terletak jauh dari lembah batu tempat Yuda saat ini tinggal.

Ada sesuatu aneh dan asing berwarna hitam terlihat mulai bergerak.

Sebuah retakan kecil seketika terbuka di antara lapisan dunia, seperti garis hitam tipis yang merobek udara.

Dan di balik retakan hitam itu, kini juga terlihat ada sosok makhluk asing yang sedang tersenyum tipis.

Sosok asing itu seperti merasakan dan mengamati setiap perbuatan Yuda.

Sedangkan untuk Yuda, saat ini tidak tahu sama sekali bahwa ternyata ada yang mulai memperhatikannya.

......................

1
JUNG KARYA
/Coffee/
JUNG KARYA
mohon dukungannya teman-teman🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!