NovelToon NovelToon
Transmigrasi Alea : Kehidupan Kedua Sang Ratu Mafia

Transmigrasi Alea : Kehidupan Kedua Sang Ratu Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita perkasa / Reinkarnasi / Roman-Angst Mafia
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rs_31

Akibat sebuah kecelakaan, Alea—Ratu Mafia yang ditakuti dunia bawah—bertransmigrasi ke dalam tubuh seorang siswi SMA yang cupu, norak, dan selalu menjadi sasaran perundungan.
Lebih buruk lagi, gadis itu bukan hanya dibenci di sekolah, tetapi juga ditolak oleh keluarganya sendiri. Penampilan lusuh dan tingkahnya yang dianggap memalukan membuatnya hidup tanpa suara, tanpa pembelaan.
Kini, jiwa dingin dan berbahaya milik Alea menempati tubuh yang selama ini diremehkan semua orang.
Sekolah yang dulu penuh ejekan mulai terasa tidak aman.
Keluarga yang dahulu membuangnya perlahan menghadapi perubahan yang tak bisa mereka kendalikan.
Akankah mereka menyesal telah membenci Alea?
Ataukah justru Alea yang tak lagi peduli untuk memaafkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rs_31, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kecurigaan Rafaell.

Ara langsung saja pergi meninggalkan Kenzo dan yang lainnya. Dia menggeleng pelan saat melihat tingkah kakak-kakaknya yang menurutnya payah. Bahkan gaya bela diri mereka jauh di bawahnya.

" Ck, sudahlah. Sisanya kalian yang urus, gue mau pergi. Bye," kata Ara sembari melambaikan tangan lalu berjalan menjauh.

Mereka semua menganga lebar. Tatapan mereka bergeser ke arah para musuh yang kini tergeletak tak berdaya di jalan. Wajah-wajah itu babak belur, memerah, napas terengah.

Farel sampai bergidik ngeri.

" Hah, gila. Si Ara jago banget," gumamnya pelan.

" Lihat tuh,mereka nggak ada yang bisa bangun," ujar Devan sembari menunjuk.

Kenzo menghela napas panjang. " Sudahlah. Mending sekarang kita beresin mereka sebelum makin ribet."

Namun berbeda dengan yang lain, Kenzi masih terpaku di tempatnya. Tatapannya kosong, pikirannya terasa penuh. Adegan barusan seperti bukan Ara yang selama ini dia kenal.

" Ken, lo kenapa?" tanya Kenzo heran.

Kenzi menoleh perlahan. " Sejak kapan dia bisa bertarung kayak gitu?"

Kenzo hanya menggeleng.

Jangankan Kenzi, dia sendiri nggak pernah tahu. Selama ini Ara selalu bersikap manja di rumah. Dandan menor, cari perhatian, bikin mereka malu. Mereka bahkan sering merasa risih dengan tingkahnya.

Tapi barusan Itu bukan Ara yang mereka kenal.

" Lah, lo nanya gue? Emang gue cenayang?" balas Kenzo kesal, lalu menarik lengan adiknya. " Udah, jangan bengong. Bantu gue beresin ini dulu."

Kenzi menurut, tapi pikirannya masih tertinggal pada satu sosok yang barusan pergi tanpa menoleh sedikit pun.

Sedangkan Ara, setelah membantu kakak-kakaknya, dia langsung kembali ke kelas. Langkahnya santai, seolah tidak terjadi apa-apa. Tapi jauh di dalam hatinya, ada sesuatu yang terasa aneh.

Kenapa gerakan tadi terasa begitu familiar?Kenapa tubuhnya bergerak sendiri, tanpa dia pikirkan?

" Kenapa gue merasa ringan saat bertarung tadi, padahal kan Ara gak bisa bela diri?"

Belum sempat dia mencerna semuanya, Rafaell sudah berjalan menghampirinya dari kejauhan.

" Ra, kenapa lo nggak ngajak gue?" katanya pura-pura kesal.

Ara mendengus pelan, memutar bola matanya malas. " Ck, emang lo bisa?"

Rafaell berhenti. " Arabella Kalandra, lo lupa? Kita itu ahli taekwondo. Bahkan kita sudah tahap sabuk hitam, bego."

Langkah Ara seketika terhenti.

Taekwondo?Sabuk hitam?

" Jadi selama ini Ara bisa beladiri?"

Terkejut? Tentu saja Alea kira hanya dia yang bisa bela diri karena jiwa Queen Mafia tapi nyatanya, Ara juga bisa hanya saja yang jadi pertanyaannya kenapa dia menyembunyikan semua keahliannya.

Dadanya terasa sesak. Kepalanya berdenyut pelan.

Potongan-potongan kecil seperti bayangan samar melintas di pikirannya—ruangan latihan, suara hentakan kaki, sorak pelatih. Tapi semuanya kabur dan tidak utuh.

Ara mengepalkan tangan. Hatinya terasa panas.

Jadi selama ini… dia sengaja terlihat bodoh? Sengaja berdandan berlebihan cuma buat cari perhatian keluarga yang bahkan nggak pernah benar-benar peduli?

" Dasar bodoh." Umpat Ara lirih, entah untuk siapa.

Kalau saja Ara asli masih ada di sini, mungkin dia sudah diajak sparring sampai salah satu dari mereka tumbang. Minimal buat meluapkan emosi yang sekarang terasa menyesakkan.

" Kenapa, Ra? Lo lupa?" tanya Rafaell lagi, kali ini nadanya berubah serius.

Ara menatapnya datar.

Tatapan itu bukan tatapan Arabella yang dulu.

" Lo lupa, Rafaell," ucapnya pelan.

Dia tersenyum miring.

" Gue ini amnesia, Bambang."

Udara di antara mereka mendadak terasa lebih berat.

Rafaell terdiam menatap Ara dengan tatapan dalam.

" Kenapa gue merasa dia bukan Ara," gumam Rafaell dalam hati.

Meskipun yang berdiri dihadapanya ini adalah tubuh dan wajah Ara. Tapi, entah kenapa Rafaell merasa dia hanyalah orang asing yang mirip dengan sahabatnya.

" Rafaell, Lo kenapa diam?" tanya Ara.

Rafaell yang sedang melamun, tersentak saat mendengar ucapan Ara." Hah, Lo nanya apa tadi?" tanya Rafaell.

" Lo melamun," kata Ara.

Rafaell menggelengkan kepalanya dengan cepat menatap Ara sekilas lalu membuang muka ke arah lain.

" Ck, dasar Lo Rell," kata Ara sembari menggelengkan kepala melanjutkan langkahnya meninggalkan Rafaell.

♧♧♧♧♧

Sore harinya Ara pulang mengendarai motor sportnya. Dia mengendarai motor itu dengan kecepatan di atas rata-rata.

" Hah, sudah lama gue nggak ngerasain angin sepoy-sepoy seperti ini," gumam Ara saat angin menerpa wajahnya.

Ara begitu sangat menikmati rasa tenang dan menjadi hidup normal seperti orang biasa.

"Sepertinya main ke sirkuit juga tidaklah buruk," gumam Ara.

Dia langsung saja membawa motor itu ke arah sirkuit di daerah sana. Meskipun Alea tidak pernah tahu tapi entah kenapa tubuhnya dengan otomatis bergerak sendiri ke area sirkuit.

Sesampainya di sana Ara langsung saja menghentikan motornya di pinggir lintasan menonton orang-orang yang sedang balap dan latihan di sana. Namun, saat Ara baru saja membuka helmnya tiba-tiba saja seorang pria asing memanggilnya.

" Queen," teriak seorang pria asing.

Ara menoleh, menatap kearah pria itu, menatapnya dengan tatapan bingung. Apakah dia mengenali Ara? Siapa Ara sebenarnya kenapa dia bisa mengenalinya?

Berbagai pertanyaan muncul di otak dan pikiran Ara membuat dia sampai memegangi kepalanya yang sedikit pusing itu.

" Siapa dia? Apakah dia mengenali gue?" tanya Ara pada dirinya sendiri.

Pria itu, berjalan dengan sedikit berlari menghampiri Ara. Dia begitu sangat senang saat Ara kembali ke sirkuit.

" Queen, Akhirnya Lo kembali," ucap Pria itu saat sudah berada di hadapan Ara.

" Hah, Queen?" tanya Ara.

Dia tidak mengerti kenapa pria itu memanggil Ara, Queen.

" Iya, Lo kan Queen Racing kami," jawab pria itu dengan santai sambil tersenyum bahagia.

" Bentar, Lo siapa?" tanya Ara dengan kebingungan.

Pria itu yang tadinya sangat senang saat melihat Ara langsung saja terdiam, senyum merekahnya menjadi luntur di gantikan dengan tanda tanya besar kepada Ara.

" Queen, jangan bercanda, gue itu Riko temen Lo sekaligus panitia penyelenggara balapan, masa Lo lupa," jawab Riko.

Dia menatap Ara dengan tatapan tidak percaya, sedih dan juga khawatir secara bersamaan.

" Sorry gue lupa, karena kecelakaan waktu itu gue mengalami hilang ingatan," jawab Ara.

Riko membulatkan matanya menatap Ara dengan terkejut." Apa Amnesia?"

1
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Tinta_Hitam: cus lanjut baca. jangan kupa saran dan keritikannya ya guys
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!