NovelToon NovelToon
Doctor Mafia

Doctor Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Duniahiburan / Mafia / Dark Romance / Enemy to Lovers / Obsesi
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Yuan La

Elaine seorang mahasiswi kedokteran memiliki perasaan yang mendalam pada seorang pria adi kuasa, Killian. Salah satu pria dari kaum elite global. Yang bekerja sama dengan para mafia untuk menjalankan bisnis kotornya.

Damian. Kakaknya bekerja di interpol untuk menyelidiki masa lalu kematian orang tua mereka. Saat ia mengetahui adiknya memiliki hubungan khusus dengan anggota elite global dan mafia. Elaine harus memutuskan akan berdiri melindungi kekasihnya atau kakaknya, keluarga satu-satunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuan La, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12 : Membawa mu

Beberapa hari Elaine lalui dengan sibuk menangani pasien dan menyelesaikan laporan kuliahnya. Saat ada waktu untuk makan bersama di kantin, Killian akan selalu mengambil tempat duduk tepat di hadapan Elaine. Meski tak lama setelah itu El akan bangkit berdiri menyudahi makannya. 

Hal yang mengesalkan bagi Lian, wanita itu dapat berakting seakan tidak terjadi apa-apa. Elaine mengabaikan Lian begitu saja. Tapi pria itu tidak menyadari bahwa Elaine memendam perasaan suka padanya dan beberapa kali wanita itu juga suka mencuri pandang pada Lian.

“Apa kau sedang menghindar?” Kesal Lian saat bertemu Elaine seorang diri di dalam lift.

El tak menjawab. Ia mengabaikan pria itu. Entah siapa yang dimaksud Lian. Saat itu di dalam lift ada dirinya juga Hansen.

“Aku sedang berbicara padamu dokter Elaine.” Tegas Lian menahan amarahnya.

El akhirnya menatap Lian dan beralih ke Hansen.

“Jangan bersikap formal.” Kesal Lian saat tahu Elaine akan menjaga sikap saat ada orang lain.

El melangkah mendekati pria itu. Membuat Lian tersenyum miring, ia menyukai wanita itu yang menghampirinya.

“Kau ingin aku bersikap seperti apa denganmu Lian? Ini ditempat kerjaan. Meski kau atasan ku, saat di tempat kerja hanya ada dua pilihan, kau atau aku yang jatuh.”

PING

Pintu lift terbuka dan Elaine berlalu begitu saja.

“Sudah ku katakan. Meski statusnya masih dokter residen, dia diperebutkan banyak profesor atas kemampuannya. Kau tidak bisa menjatuhkannya Lian. Banyak rumah sakit menunggu jadwal kosong nya.”

“Dia pulang sore ini bukan?” Tanya Lian.

“Ya, dia ada jadwal ke kampus hari ini, setahuku sebelum akhir pekan para dokter residen harus menyerahkan tugas mereka.”

PING.

Pintu lift terbuka.

“Kosongkan jadwalku hari ini.” Pinta Lian yang beranjak keluar.

“Untuk rapat dengan menteri…”

“Kau yang urus.” 

Hansen menghela nafas. Ia tahu tujuan Lian hari itu. 

...****************...

“Turunlah Glenn, kau tunggu aku di kantin. Aku hanya menyerahkan tugasku.” Ucap Elaine saat mereka tiba di kampus.

Glenn mengikuti kemauan adiknya itu.

Dari kejauhan Lian melihat kedekatan Glenn dan Elaine. Begitu akrab. Entah kenapa ia tak menyukai hal itu meski menurut data bahwa mereka adalah kakak beradik. Namun Lian yang memiliki Araya sebagai adik tiri merasa janggal jika Glenn adalah kakak kandung El. 

BIP

K.V : Aku butuh informasi tentang Glenn Eloise. 

Hansen yang saat itu tengah mempersiapkan rapat menerima pesan masuk dari Killian.

Hansen : Semua sudah ku berikan. Hal apa lagi yang kau butuhkan?

K.V : Semuanya.

Hansen : Tentang Lyxan yang kau minta kemarin, dia ada di Malice. Tadi dia juga datang ke rumah sakit untuk membuat jadwal kontrol dengan Elaine. Syukurnya El sudah pulang.

Lian terdiam membaca pesan singkat itu. Dahinya mengerut. Untuk apa lagi Lyxan datang menemui El. Alasan untuk kontrol dokter sangat tidak masuk akal. 

Hansen : Aku akan mencari tahu alasan kenapa dia  ingin menemui Elaine.

Hansen menghela nafas. Bahkan sebelum Lian membalas pesan tadi, ia sudah tahu apa yang ada dipikiran pria itu. Entah sudah berapa kali ia bingung menghadapi Lian semenjak Elaine hadir dalam hidup pria itu. Ia berharap El dapat segera berada di sisi Lian, setidaknya semua akan kembali normal.

El menghabiskan waktu cukup lama. Ia bahkan menyantap makan malam di kantin kampusnya bersama Glenn malam itu.

Beberapa teman wanita nya memuji Elaine yang memiliki kakak tampan rupawan dan penuh perhatian. Bahkan beberapa ada yang meminta El untuk dijodohkan.

“Lain kali kau tidak perlu kekampus ku lagi.” Kesal El didalam mobil.

“Kenapa? Kau kesal? Kau cemburu?”

“Hah?! Untuk apa?!” El semakin kesal mendengarnya, “Sudahlah antar aku pulang.”

“Aku malam ini akan kembali ke Amber city El. Aku tidak bisa berlama-lama disini.”

El tak menjawab ia memejamkan matanya. Ia sudah terbiasa sendiri. Ia tahu Glenn juga sangat sibuk. Pria itu sudah hampir sebulan harus bolak balik Amber city - Malice setiap hari menggunakan helikopter untuk mempersingkat waktu. Semua itu atas perintah Damian. Kakaknya masih cemas akan pergelangan kaki Elaine yang retak.

“Kau tidak apa?”

“Pergilah Glenn, aku baik-baik saja.” Ucap El tenang masih memejamkan matanya.

“Kakak mu meminta bibi Wen untuk menemani mu nanti.”

“Tidak perlu. Aku bukan bayi.”

“Tapi…”

“Jadwal ku padat, aku akan jarang dirumah. Waktu ku lebih banyak dirumah sakit dan kampus. Bukankah kau tau itu.” El membuka mata mengambil ponselnya.

“Kalau begitu pekan depan aku akan kembali.”

“Glenn…” El menatap pria disampingnya, perjalanan malam itu terasa tenang dan lancar, “Tidak perlu repot. Pertengahan bulan depan Lena akan kembali, aku berencana menjemputnya dan pulang ke Amber city bersamanya.”

Kembali hening didalam mobil itu. El yang mengantuk juga mulai memejamkan matanya. Ia cukup lelah berkutat dengan banyak pasien dan laporan kuliah yang tiada habisnya. Saat tiba diparkiran apartemen tersebut, El bahkan belum terbangun juga. Glenn tak membangunkannya. Ia hanya terdiam di parkiran mobil itu menatap hangat Elaine yang tidur disampingnya.

Tak jauh juga ditempat tersebut, Lian menatap Glenn dengan geram. Sang kakak membelai halus wajah adiknya, namun semua itu terlihat tidak normal. Saat itu Lian sudah tahu dengan pasti bahwa Glenn mencintai Elaine bukan sebagai adiknya.

...****************...

“Kau tidak melihat siapa pengirimnya?” Tanya Lyxan pada Ethan.

“Hanya kurir biasa.” Jawab Ethan.

Lyxan melempar amplop yang berisi Mastercard dan buku rekening atas namanya sendiri. Tertera dalam buku rekening tersebut uang sejumlah 30.000 dollar.

“Aku tidak menemukan alamat tinggalnya, dia tidak tinggal di asrama kampus.”

Lyxan memejamkan mata dan menghela nafasnya. Elaine bahkan berani memblokir nomor kontaknya.

“Sore ini dia ke rumah sakit. Ada rapat. Hanya saja hingga jam berapa aku belum mendapatkan informasi. Dan Killian sudah mengetahui kau ada di Malice.”

“Tentu saja dia tahu. Rumah sakit itu miliknya.”

“Xan… kakaknya bertugas di interpol.” Ethan mengingatkan.

“Aku tidak peduli pada yang lain.” Ucap Lyxan mengambil kunci motor dan bergegas keluar.

Tujuan Lyxan saat itu kerumah sakit Malice, tempat Elaine bekerja.

...****************...

“Gilaa…” Kesal Mia, “Ini jadwal libur ku dan bisa-bisanya aku disuruh masuk hanya untuk rapat.”

“Mi… Jangan lupakan aku.” Lirih El yang terlihat kusut. 

“Aaah… El sayangku.” Zayn berlari memeluk Elaine, “Kasihannya kau.” Terlihat Zayn menahan tawa saat mengetahui Elaine tidak jadi libur. Padahal kemarin wanita itu dengan bangga memamerkan waktu liburnya ia akan pergi spa dan sudah reservasi.

Suara di ruang rapat yang tadi nya gaduh seketika hening saat beberapa profesor dan dewan direksi memasuki ruangan itu. El terdiam melihat Lian hadir di ruangan itu juga.

Rapat itu membahas keluhan dari rumah sakit cabang yang kekurangan tenaga medis. Mereka meminta sejumlah tenaga kerja tambahan. Alih-alih merekrut tenaga kerja baru. Dewan direksi akan mengirimkan sejumlah tim untuk membantu sementara di rumah sakit cabang hingga ada perekrutan tenaga baru.

Elaine tidak peduli jika dirinya harus dikirimkan. Bahkan dulu saja ia pernah mendapat surat tugas di wilayah terpelosok. Yang ia inginkan saat ini hanya kursi pijat dan berendam air hangat. Badannya terasa remuk.

“El kau dan aku akan dikirimkan ke kantor cabang.” Ucap Mia ada rasa sesal saat akan dikirim keluar kota.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!