NovelToon NovelToon
Abiyan; TUAN MUDA Terbuang

Abiyan; TUAN MUDA Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Kebangkitan pecundang / Persahabatan / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:15.1k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Hidup bergelimang harta, tetapi tanpa kasih sayang seorang ibu, membuat Abiyan tumbuh menjadi sosok pemuda yang keras kepala dan pembangkang. Suatu hari dia melakukan kesalahan fatal dengan terlibat balapan liar yang mengakibatkan dirinya tertangkap polisi.

Akibat perbuatannya, Bastian sang ayah murka dan Abiyan harus menerima hukuman terberat: dia terbuang dari rumah yang selama ini menjadi istananya. Tanpa kemewahan, tanpa perlindungan, Abiyan terpaksa harus menghadapi dunia yang keras dan penuh tantangan seorang diri.

Mampukah Abiyan sang tuan muda yang terbuang, bertahan hidup dan belajar menjadi pribadi yang bertanggungjawab? Atau justru dia akan semakin terpuruk dalam kesengsaraan?

Ikuti kisahnya hanya di sini:

"Abiyan, Tuan Muda Terbuang" karya Moms TZ, bukan yang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12. Naraya Nathania

Naraya semakin heran dan bingung saat Abiyan terus berjalan di belakangnya. "Bi, sebenarnya kontrakan kamu di mana? Perasaan, dari tadi kamu ikuti aku terus?" tanyanya, nyaris tiba di depan kontrakannya.

Abiyan menatap Naraya sambil tersenyum. "Ya kan, kontrakan aku memang di blok ini, Ra?"

"Kamu di kamar nomor berapa?" tanya Naraya kemudian.

"Tuh, kamar aku di pojok," tunjuk Abiyan pada kamar paling ujung.

"Hahhh...?" Naraya tercengang. Dalam benaknya, Abiyan mungkin mengontrak di blok lain.

Kontrakan Hajjah Hindun memang terdiri dari beberapa blok. Setiap blok berisi sepuluh kamar bahkan lebih. Naraya sendiri mengontrak di blok H.

"Kok, aku bisa nggak tahu ya, kamu ngontrak di sini?" gumamnya pelan, tetapi masih terdengar oleh Abiyan.

"Mungkin pas aku pindah, kamu lagi kerja atau ada urusan lain," jawab Abiyan.

"Sudah ya, aku mau ke kamarku," pamitnya. "Aku mau tidur, lumayan masih ada beberapa jam sebelum berangkat kerja nanti."

"Oh ya, kamu nggak usah berangkat kerja, Ra. Nanti aku minta izin sama Pak Joni kalau kamu sakit," pesan Abiyan.

"Kalau aku nggak kerja, terus siapa yang bisa aku andalkan? Aku juga perlu menabung untuk biaya lahiran nanti," sahut Naraya, wajahnya tampak meredup.

"Suami kamu memangnya ke mana?" tanya Abiyan hati-hati.

Naraya menggeleng, lalu menunduk sambil mengusap perutnya. "Dia menganggapku pembawa sial. Tiga bulan setelah pernikahan kami, dia di-PHK. Lalu meninggalkanku atas permintaan ibunya, yang memang nggak menyukaiku sejak awal."

Abiyan tertegun mendengar pengakuan Naraya. Sebagai seorang pria dia merasakan nyeri di hatinya melihat kesedihan di mata wanita itu. Tanpa sadar, tangannya terulur untuk menggenggam tangan Naraya.

"Maaf, Ra," ucapnya lirih. "Aku nggak bermaksud membuatmu sedih."

Naraya mengangkat wajahnya, menatap Abiyan dengan mata berkaca-kaca. Genggaman tangan Abiyan terasa hangat dan menenangkan.

"Nggak apa-apa, Bi," jawabnya dengan suara bergetar. "Itu sudah lama berlalu."

"Apa dia tahu kalau dirimu hamil?" tanya Abiyan lagi. Entah mengapa tiba-tiba dia ingin tahu. Ini sama sekali bukan kebiasaannya.

Lagi, Naraya menggeleng. "Dia sudah meninggalkanku, tak wajib bagiku untuk memberitahu apa yang terjadi denganku."

Abiyan menatap Naraya dengan prihatin. Ada rasa kagum juga kasihan. "Lalu, orangtuamu bagaimana?"

Naraya tersenyum tipis dibalik perasaannya yang terasa getir. "Aku juga nggak tahu ibuku di mana. Dia menginggalkanku saat aku masih kecil.

Abiyan terkesiap, dia teringat akan dirinya sendiri. Dia masih beruntung memiliki keluarga yang menyayanginya, tetapi justru memberontak hingga sang ayah menghukumnya. Perasaan bersalah menghimpitnya, karena selama ini hanya memikirkan dirinya sendiri.

Tiba-tiba Abiyan tergerak hatinya untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain.

"Ra," panggil Abiyan, suaranya penuh ketulusan. "Soal biaya lahiran nanti, kamu jangan khawatir, ya. Aku pasti akan membantumu."

Naraya menggeleng. "Nggak, Bi. Aku nggak bisa menerima kebaikanmu. Kamu sudah terlalu banyak menolongku."

"Aku ikhlas, Ra," sahut Abiyan. "Aku ingin membantumu."

Keheningan menyelimuti mereka berdua. Naraya menatap Abiyan dengan tatapan yang sulit diartikan. Ada rasa terima kasih, haru, dan mungkin juga... sesuatu yang lain.

"Ya sudah, sebaiknya kamu istirahat," ucap Abiyan, memecah keheningan. Dia melepaskan genggaman tangannya dan tersenyum lembut pada Naraya.

"Terima kasih, Bi," ucap Naraya tulus. "Selamat istirahat."

Naraya kemudian berdiri dan membuka kunci pintu kamarnya lalu masuk ke dalam.

Abiyan menatapnya hingga menghilang di balik pintu. Dia menghela napas panjang kemudian melangkah pergi menuju kamarnya.

Di dalam kamarnya, tubuh Nayara langsung luruh ke bawah dan bersandar di dinding yang dingin.

Air matanya mengalir deras di pipi. Ia terisak tanpa suara, meluapkan segala kesedihan dan kepedihan yang selama ini terpendam. Ia merasa lelah, terluka, dan sendirian. Naraya merenung tentang hidupnya. Ia bertanya-tanya mengapa harus mengalami semua ini. Mengapa dirinya harus ditinggalkan dan dikhianati?

Namun, di tengah kegelapan hatinya, secercah harapan muncul. Perkataan Abiyan tentang bantuannya terngiang di telinganya. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan, tetapi ia merasa sedikit lebih kuat dan tidak sendirian lagi. Akankah ada kebahagiaan yang menantinya di masa depan?

Tanpa terasa, Naraya tertidur dengan air mata yang masih membasahi pipinya. Dalam tidurnya, ia bermimpi tentang masa depan yang lebih baik, tentang keluarga yang bahagia, dan tentang cinta yang tulus.

.

Sementara itu, di dalam kontrakannya, Abiyan tidak bisa memejamkan mata. Dia terus memikirkan Naraya dan segala masalahnya juga beban hidup yang dipikulnya. Ada perasaan iba, simpati, dan juga... tertarik -- mungkin? Dia tidak tahu mengapa, tetapi ada semacam dorongan kuat dari dasar hatinya untuk melindungi dan menjadi sandaran bagi wanita itu dalam hidupnya.

Baru saja Abiyan akan memejamkan mata, tiba-tiba ada yang memasukkan kunci pintu kamarnya dari luar. Abiyan segera berdiri dan membuka pintu dari dalam.

"Biyan...!" Aldo dan Benny langsung menyerbu masuk dan memeluk Abiyan.

"Alhamdulillah, akhirnya loe pulang juga," seru Aldo dengan ekspresi gembira.

"Loe dari mana saja semalaman? Kita khawatir banget sama loe!" timpal Benny tak kalah gembira.

"Tadi pagi gue sama Benny pergi ke tempat kerja loe, tapi loe nggak ada dan mereka bilang kalau hari ini loe masuk siang," kata Aldo.

Abiyan merasa bersalah. "Maaf ya, sudah membuat kalian khawatir. Semalam gue ngantar teman kerja ke rumah sakit. Namanya Naraya..."

Abiyan kemudian menceritakan semua kejadian malam itu mulai dari dia yang kerja lembur, dan melihat Naraya yang pingsan di pinggir jalan lalu membawanya ke rumah sakit hingga menunggunya sampai siuman.

Aldo dan Benny mendengarkan cerita Abiyan dengan seksama. Keduanya mengangguk mengerti. Mereka merasa prihatin dengan kondisi Naraya sekaligus kagum dengan sikap Abiyan yang bertanggung jawab.

"Loe emang terbaik, Bi! Gue salut banget sama, loe," puji Benny, menepuk pundak Abiyan.

Aldo mengangguk setuju. "Iya Bi. Loe sangat keren! Tapi, loe juga harus ingat kesehatan loe sendiri. Jangan sampai loe malah sakit karena kecapekan."

Abiyan tersenyum. "Iya, gue tahu, kok. Makasih ya, sudah perhatian sama gue."

"Oh, ya. Terus loe anter dia pulang ke mana?" tanya Benny masih penasaran.

"Ternyata kontrakan dia dekat dengan kita." jawab Abiyan. Dia berdiri di depan pintu mencondongkan badannya keluar dan menunjuk ke arah kamar Naraya yang ada di ujung deretan paling depan.

Aldo dan Benny mengikuti arah telunjuk Abiyan. "Terus kamu ketemu sama suaminya pas tadi ngantar dia pulang?" Aldo ganti bertanya.

Abiyan menggeleng. "Naraya tinggal sendirian, suaminya pergi meninggalkannya."

Aldo dan Benny saling berpandangan dengan tatapan ambigu. Mereka tidak tahu harus bagaimana menyikapinya.

1
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
itu karena Lo aslinya bego🤣
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
ngarang aja lo
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
keok dia. makanya jgn curang
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
tuh yg ditunggu² udah datang😄
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
ortu egois. kalau mau nikah lagi seharusnya cari laki² yg juga mau menerima putrimu
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
nungguin Abiyan ya🤭
Aditya hp/ bunda Lia
anak tiri emak durjana nya Naraya ....
Aditya hp/ bunda Lia: pasti 😂😂
total 2 replies
Cindy
lanjut
vj'z tri
waduh kalau Abi d tolak cewek terus apa kabar kalian 🤣🤣🤣🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: ya udah terima nasib🤭
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
emang kemjamu semula bagaimana? bentuk kodok atau kadal? di cci kan biar bersih, 🤧
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 3 replies
Esther
siapa dia
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: entahlah🤭
total 1 replies
ora
Mamanya, kah/CoolGuy/
Terus pemuda itu anak tirinya. Nggak punya sopan santun banget ....
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: mungkin🤭
total 1 replies
ora
Haduhhh. Perkara kemeja aja jadi ngehina orang😒😒
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
Patrick Khan
wahhh anak manja kyk nya itu😒
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: masa????
total 1 replies
Tiara Bella
siapa lg nh perempuan ibunya kah.....
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: mungkin🤭
total 1 replies
Esther
Aku juga cinta kamu Abiyan.....kata Naraya🤭
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭😍🫶🫰😂
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
pertanyaanmu terjawab setelah membuka tas bekalnya.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Nar Sih
ungkapan cinta keluar juga ,pasti nara menerima cinta mu abyan ,tpi kmu mesti sabar nunggu hinga nara sdh lahiran
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huumm
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
Waaw, ... Biyan 👍
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😍😍😍😍😍
total 1 replies
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
sudah kuduga. ayo Biyan, tunjukkan kalau kamu tdk bisa dipandang remeh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!