Sebuah cerita yang tertulis merupakan bagian dari kehidupan gadis multitalenta dengan karir yang cemerlang dan persahabatan yang setia, kehidupan yang diwarnai dengan sorotan media serta penggemar yang cukup fanatik menjadikan Gianna Pionad Aaron tidak semata-mata semuanya terasa sempurna.
Ada Luka, Trauma dan Cinta, bagaimana Gianna bertahan? Baca selengkapnya dalam sebuah cerita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon the devvu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tantangan
Aku pikir kehadiran dia tidak lebih dari teman lama, bayi perempuan yang dia lihat di masa kecil, tapi lebih dalam dari itu, dia datang dengan sinar.
David menikmati kopi yang dia buat pagi tadi sembari melihat rekaman CCTV yang di kirim oleh Jack pada layar tipis, Jack bekerja dengan cepat sesuai perintah bahkan dia mendapatkan rekaman CCTV hingga rekaman lalu lintas, David mendapatkan bukti kemana perginya Gianna.
"Betul Tuan Muda keamanan mengkonfirmasi kedatangan Taxi di jam yang sama ketika Gianna pergi." kata Jack dalam telefon
Kini David mendapati alamat itu, Dia mengambil mantel untuk menutupi tubuh polosnya. Ferrari milik nya melesat dengan kecepatan tinggi, David sungguh tidak ingin merasa sia-sia kali ini.
Di lobi hotel David pergi kearah resepsionis untuk menanyakan nama Gianna, Namun. "Maaf Tuan kami tidak menemukan nama yang anda cari." kata petugas itu, "Cari dengan teliti" perintah David hal itu sontak membuat petugas disana kembali mengecek list nama untuk ketiga kalinya. Namun tetap sama, pihak hotel menjaga privasi dan data para tamu tapi David berani membayar lebih, nyatakan itu sungguh sia-sia Gianna benar ada disana namun kamar yang dia pesan atas nama Lisa sebelumnya.
Gianna membayar kamar president suite room di tambah Lisa meminta untuk incognito.
Gianna ingin memulai mandi sebelumnya dia bercermin, dengan jelas melihat setiap kiss maks yang kini menghiasi tubuhnya di leher dan bahu. "tidak ini tidak indah sama sekali" ujar Gianna mengingat semuanya, pergi untuk mencuci muka yang tampak kacau.
Lisa mendapati majikan dia yang sedang duduk di sofa panjang "ingin sarapan kebawah?" tawar Lisa "tidak suruh pelayan bawakan," Ucap Anna. Lisa masih bingung melihat respon dan sikap Gianna kali ini namun dia enggan untuk menganggu, memilih pergi.
Mereka makan bersama di ruang tengah dengan televisi yang menampilkan drama romantis barat, Gianna berdecak ketika melihat adegan puncak "ciiiik" dengan senyum sinisnya "kenapa?" pertanyaan Lisa, Gianna hanya diam. "aku akan pergi ke Villa untuk beberapa waktu" Ujar Gianna yang kini berjalan meninggalkan Lisa, sementara pernyataan itu membuat lawan bicaranya terkejut "Taaatttttpiiii-" Lisa pergi mengejar "masih banyak kerjaan yang perlu di lakukan" jelasan Lisa, "Katakan pada Diana ini akan terlambat tapi jika semua pihak mau bekerja sama aku berkomitmen pekerjaan akan terselesaikan." ungkap Gianna yang kini hilang dari ambang pintu.
Sementara di tempat lain, Jack dan David ada di restoran yang sama "kamu yang urus tinjauan disini aku akan pulang ke kota" Perintah David hal itu di mengerti oleh Jack, David melakukan ini karena dia berfikir mungkin Anna sudah pulang.
kenyataanya tidak, Gianna justru pergi ke suatu kota yang masih ada di wilayah tersebut, tempat tujuannya adalah villa milik dia yang di beli dari hasil kerja lalu dititipkan kepada mommy, momy justru membelikan aset dalam bentuk Villa.
Gianna menikmati desa yang nyaman bersih dan hijau sesekali dia menghisap roko yang ada dijarinya Lisa yang menyadari itu "apa yang mengganggu pikiran mu? Tidak ada Ambar bukan berarti kamu tidak memiliki teman bercerita," ujar Lisa disana, Gianna sesekali menghisap rokok jika sesuatu mengganggu pikiran dia.
David pergi keruangan setelah pertemuan selesai, sedikit terkejut mendapati Lebas disana "sejak kapan?" ujar David yang kini pergi ke sofa berhadapan dengan teman nya "belum lama," kata lebas yang menaruh majalah.
David menyoroti matanya ada paper bag berwarna merah maroon di samping meja kerjanya, David ingat dia beranjak untuk mengambil kotak itu.
Dia kembali ke arah sekitar Lebas "Diamond?" Tanya lebas yang tak asing lagi dengan nama brand dan kemewahan "untuk siapa?" tanya Lebas penasaran "seseorang yang istimewa" Kalimat David dengan membuka packing kotak, Lebas dapat melihat dari kejauhan kalung dengan diamond dan permata sapphire berukuran medium seperti ranting "wohooooo, seistimewa apa wanita itu," kalimat Lebas menggoda, "diamlah," Ujar David keduanya terkekeh.
Kedua raja itu dikejutkan oleh seseorang di ambang sana "Babyyy--" kalimat itu seperti merengek David yang melihatnya segera menyimpan kotak yang ada di tangan nya namun respon wanita begitu cepat, Mavie sudah lebih dulu disamping sana. "Wow apa iniii?" ujar dia terkesima "cendera mata, dari tamu" jawab David, kenyataannya itu perhiasan yang dibeli oleh Jack atas permintaan David sebagai kado untuk Gianna. Mavie menatap Lebas "Dari mu Bas?" tanya dia, Lebas kikuk sekilas di menatap mata David berkedip. "Yess" jawab Lebas santai mengambil anggur hijau di atas meja, "Ambil jika kamu mau" hal itu membuat David sontak kaget, "dan pergi dari sini." lanjut Lebas kepada Mavie.
Mavie yang paham dia meninggalkan David sebelumnya Mavie mendaratkan kecupan di pipi David, begitu Mavie tidak terlihat "sialan kauu-- aku membelinya mahal itu terbatas," ujar David sangat kesal. "Aku ingin lalat itu seger pergi, Aku berjanji memberikan yang lebih bagus dengan syarat, dapatkan wanita itu." Lebas tidak ingin bertanya siapa orangnya namun dia benar-benar ingin melihat dengan mata nya langsung.
devvuholic