NovelToon NovelToon
Aku Berharga Saat Ku Jatuh

Aku Berharga Saat Ku Jatuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Cinta Seiring Waktu / Menjadi Pengusaha / Cinta Murni
Popularitas:25.1k
Nilai: 5
Nama Author: Arias Binerkah

Aurely Tania Baskoro, dulu percaya hidup akan selalu memihaknya. Cantik, mapan, dicintai, dikagumi. Ia tak pernah mengenal kata kekurangan.

Namun ketika kebangkrutan merenggut segalanya, Aurely harus meninggalkan kota, kampus, dan orang-orang yang katanya mencintainya.

Desa menjadi rumah barunya, tempat yang tak pernah ia inginkan.

Di sana, ia melihat ayahnya berkeringat tanpa mengeluh. Anak-anak kecil bekerja tanpa kehilangan tawa, orang-orang yang tetap rendah hati meski punya segalanya... Dan Rizky Perdana Sigit, pemuda desa yang tulus menolongnya..

Pelan pelan, Aurely belajar bahwa jatuh bukan akhir segalanya. Harga diri tidak selalu lahir dari kemewahan. Dan kadang pertemuan paling penting… terjadi saat kita berada di titik paling rendah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arias Binerkah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 12.

Aurely tersenyum kecut. “Sepi ya.. Baru sadar… aku nungguin mereka.” Gumam Aurely lirih setengah jujur, “Elin dan Elang.” Ucapnya lagi sambil tersenyum. Tanpa menyebut nama Rizky lagj.

Bu Lastri yang mendengar berkata pelan “Itu tandanya kamu mulai betah di sini, kalau sudah ada yang ditunggu.”

“Apalagi lebih dari satu orang.” Ucap Bu Lastri lagi sambil tersenyum.

“Kios ini memang semakin ramai kalau ada Elin dan Elang. ” Ucap karyawan yang lain.

Siang menjelang jam istirahat. Bu Wiwid muncul di ruang packing..

“Rel,” panggilnya, “ikut aku yuk.”

“Ke mana, Bu?” tanya Aurely sambil menatap Bu Wiwid yang sudah tidak memakai apron dan membawa tas kecil di tangan

“Jemput Elin dan Elang.”

Jantung Aurely berdetak lebih cepat. “Boleh?”

Bu Wiwid menatapnya sambil tersenyum. “Kenapa tidak?”

Mereka naik mobil catering.. Bu Wiwid dan Aurely duduk di jok belakang kemudi.

“Bu Wiwid , sudah lama punya usaha catering?” tanya Aurely memecah keheningan.

“Lumayan, sejak Elin dan Elang masih bayi.” Jawab Bu Wiwid tersenyum dan pandangan menerawang jauh.. seakan menatap masa lima tahunan lalu.

“Awalnya hanya usaha di rumah. Tidak menyangka juga semakin besar.” Ucap Bu Wiwid selanjutnya.

“Bu Wiwid, asli orang desa sini?” tanya Aurely lagi.

“Bukan. Aku pendatang. Dari kota meskipun bukan dari Ibu kota.”

“Bu Wiwid ikut suami ke sini?” tanya Aurely lagi..

Bu Wiwid menoleh menatap Aurely yang duduk di sampingnya.. hingga jantung Aurely berdetak lebih kencang. Takut. Karena ekspresi wajah Bu Wiwid tiba-tiba berubah. Tidak ada lagi senyuman di wajahnya.

“Tidak. Justru saat aku ke sini, aku sedang sendiri.” Ucap Bu Wiwid lirih. “Aku baru saja kehilangan bayi dan suamiku.”

Aurely menutup mulut dengan satu tangan nya.. Kaget tidak menyangka. Bu Wiwid punya masa lalu lebih buruk dari dirinya. “Ooh.. maaf Bu..”

“Mereka meninggal ?” tanya Aurely lagi, “karena kecelakaan Bu?”

“Bayiku meninggal, tapi suamiku menceraikan aku.”

Kedua mata Aurely melotot.. lebih kaget lagi.. “Bu Wiwid sangat kuat.” Ucap lirih Aurely.

“Kita harus kuat Rel. Waktu terus berjalan.. ada masa depan yang lebih baik. Asal kita mau berusaha dan berdoa. “ ucap Bu Wiwid sambil mengusap lembut lengan Aurely..

Mobil mulai berjalan pelan pelan.. di depan sudah terlihat gedung sekolah sederhana.

Perjalanan singkat itu terasa sangat penting bagi Aurely. Ternyata Bu Wiwid juga tercerabut dari kota dan ditinggalkan oleh orang tercintanya. Seperti dirinya yang ditinggalkan oleh Kevin.

Sekolah Elin dan Elang tidak besar. Bangunan sederhana, catnya mulai pudar. Di depan gerbang, anak-anak mulai berhamburan dari dalam kelas.

Elin dan Elang muncul di punggung mereka ada tas kecil. Sedangkan tangan mungil mereka membawa box transparan yang berisi jasuke dagangan mereka.

Tampak beberapa anak anak menatap mereka, ada yang tersenyum, ada yang menertawakan mereka. Ada yang menunjuk-nunjuk, menutup mulut sambil tertawa.

“Yeeeaa masih banyak ya?”

“Nggak laku ya? Kasihan...”

“Ha... ha... rugi dong, udah capek capek bawa.” Ucap seorang anak yang terlihat lebih besar.

“Eh… itu anak jasuke!”

“Hahaha, jualan lagi!”

Aurely cepat cepat membuka pintu mobil. Ingin segera turun untuk membela Elin dan Elang..

Namun Bu Wiwid mencegahnya.. “Kita tunggu di sini saja.”

“Tapi Bu, anak anak itu menertawakan mereka. “ ucap Aurely tidak tega.

“Lihat mereka dari sini. Baru kalau membahayakan, kita turun.” Ucap Bu Wiwid tetap tenang.

“Iya Mbak, tenang saja..” ucap Pak Sopir yang sajak tadi diam.

Dan benar Elin dan Elang… justru tertawa.

“Nggak rugi kok!” kata Elin lantang. “Ini jasuke spesial. Enak!”

Elang mengangkat boxnya.

“ Ayo ayo beli satu, murah!”

“Diskon.. diskon!” Teriak Elin lagi. “Borong lebih murah lagi!”

Beberapa anak justru berhenti tertawa. Ada yang mendekat, ada yang ragu.

“Satu berapa?” tanya seorang anak.

“Seribu!” jawab Elin ceria.

Dalam hitungan menit, jasuke itu berpindah tangan. Elin menghitung uang receh dengan serius. Elang membantu menuang susu dan keju parut pada cup cup yang sudah diisi jagung manis.

Tidak ada wajah tertunduk. Tidak ada air mata. Tidak ada rasa malu.

Aurely duduk terpaku. Dulu… satu bisikan saja bisa membuatnya hancur.

Satu ejekan cukup membuatnya merasa tidak berharga.

Tapi dua anak kecil ini… berdiri tegak di tengah tawa orang lain.

“Mereka hebat ya Bu..” gumam Aurely.

Bu Wiwid melirik Aurely. “Mereka meskipun berbeda dengan anak anak lainnya. Tapi sama mereka juga punya perasaan. Mereka juga pernah menangis jika hatinya terluka.”

“Dulu mereka juga pernah nangis,” katanya pelan. “Tapi saya bilang… yang memalukan itu bukan jualan. Yang memalukan Itu jika takut dan malas untuk bekerja.”

Aurely menelan ludah. Dadanya sesak.

Elin dan Elang berlari menghampiri mobil catering yang menjemputnya..

“Yeeeaa... ada Mbak Aurely..” teriak mereka berdua..

“Ma, Mbak ! Lihat! Habis!”

Aurely menatap anak anak itu yang masuk ke dalam mobil..

“Kamu nggak sedih ditertawakan?”

Elin mengernyit.

“Kenapa sedih?”

Elang menimpali serius.

“Kita jualan buat bantu Mama. Itu keren.”

Kata keren itu… menghantam lebih kuat dari ejekan Kevin mana pun.

Di perjalanan pulang, Aurely diam. Matanya menatap jalan, tapi pikirannya jauh.

Ia teringat dirinya dulu—yang hidup untuk dipuji, takut jatuh, takut terlihat rendah.

Dan kini, ia melihat kebahagiaan yang tidak bergantung pada tepuk tangan siapa pun.

“Bu…” suara Aurely bergetar.

“Apa saya selama ini salah?”

Bu Wiwid tersenyum lembut.

“Kamu hanya terlalu lama hidup di tempat yang mengukur manusia dari luar.”

Aurely menatap langit siang. Dadanya terasa penuh, tapi hangat. Hari itu, ia tidak hanya belajar bekerja. Ia belajar tidak malu menjadi dirinya sendiri.

Ia juga belajar … bahwa kuat bukan berarti tidak pernah terluka, melainkan tetap melangkah meski pernah patah.

Mobil catering berhenti di depan kios. Elin dan Elang turun lebih dulu, berlari kecil sambil berceloteh, menceritakan siapa saja yang membeli jasuke hari itu. Bu Wiwid menepuk pundak mereka bangga, lalu menyuruh masuk dan cuci tangan.

Aurely turun terakhir. Ia berdiri sejenak, menatap kios yang semakin ramai di siang hari. Tidak megah. Tidak glamor. Tapi di sanalah ia menemukan sesuatu yang tidak pernah ia dapatkan di tempat sebelumnya, rasa diterima tanpa syarat.

“Rel,” panggil Bu Lastri dari dalam, “makan dulu. Jangan lupa istirahat.”

Aurely tersenyum. “Iya, Bu.”

Saat duduk di bangku kayu sambil membuka jatah kotak makan . Elin menyodorkan satu cup jasuke terakhir. “Buat Mbak,” katanya polos. “Yang ini paling enak. Kita simpanin... full kejunya..”

Aurely menerimanya dengan mata berkaca-kaca.

“Terima kasih,” ucapnya pelan. “Mbak bangga sama kalian. Kalian hebat.”

Elang mengangguk mantap. “Mbak juga hebat. Mbak kerja terus, nggak galak lagi.”

Kalimat sederhana itu membuat Aurely tertawa kecil. Ia menunduk, menyeka sudut matanya...

Namun sesaat terdengar bunyi banyak notifikasi di ponsel yang belum lama ia aktifkan..

1
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
lha dalah kenapa mlh jd 2 orang yg menjatuhan sih
ohh ndak kapok2 nya
apa mau dekam di pe jara lebih lama lagi
boar di intilin om wowo di teroro bru tau
Arieee
😡😡😡Nurul si biang kerok yang gak kapok kalo belum masuk penjara
Arias Binerkah: Iya tuh Nurul anak Pak Sastro pelit bin licik
total 1 replies
Lisa
Moga setelah diadakan pengajian org² yg biasa makan.di warung itu lebih yakin bahwa warung itu bersih dr hal² mistis
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
ini si Nenek Lyncah kenapa jadi ikut2an Nurul 🙄🙄
Ai Emy Ningrum: bikin duet maut 😹😹 nyanyi dangdut sambil ngedebus 👻👻
total 12 replies
Siti Naimah
woalah..itu kok ada aja orang yg mau disuruh sama Nurul dan Nelly..maklum mungkin diberi upah yg banyak ya?
nurul supiati
masuk penjara om wowo sekalian 🤣🤣🤣 nurul dan bpknya🤣🤣
Arieee
Nurul kalo gak masuk penjara gak mungkin kapokkkkkkK 😡😡😡😡😡
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
lahfalah piye too iki
mlh dadi kocar kacir
mg2 wae dang di out ben dang kapok
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
ehhh hayoo siapa neror itu

nahh udh di pringatin kok mlh ttp ngeyel aja
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
lhaaa udh mimpi kek gtu malah masih di terusin lagi mau nyebar rumor klo pake pesugihan .blm kapok rupanya
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
ehh di bilang om wowo nanti ya kok pake pesugihan segala hadehh cari mati rupanya
udh kalah tp g ngaku mlah mau bikin masalh baru lagi wis iki fix dek e ora waras utek e
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
pas para mahasiswa ngecek dapur dan gudang harusnya sekalian di videoin, biar ada bukti tuuh /Shy/
Ai Emy Ningrum: hmm 🧐🤔 ada mungkin seksi video2 nya ...sungguh sangat ngeselin 😕🫤
total 1 replies
Lisa
Moga rumor itu terkalahkan oleh pernyataan dr mahasiswa² yg udh liat ke dapur.
Lisa
Wah jgn sampe para mahasiswa itu percaya pd rumor itu..
Lisa
Pak Sastro ini udh tau anaknya salah eh malah dibelain dgn cara spt itu..liat aj tuh mana yg akhirnya kalah..
Siti Naimah
hari gini masih percaya sama hal2 klenik.ingat lho Nurul..kamu itu mahasiswi.. seharusnya logika dipakai😄
Nancy Nurwezia
fitnah emang kejam ya..
Thewie
manusia Dajjal si Nurul ini ya. untung bacanya pas HBS magrib KLO gak hampir batallah puasa
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
gak mungkin ini om wowo kan..? om wowo kan gak punya hape 🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🤣🤣🤣 atau skrg om wowo udah melek teknologi, udh punya akun efbi, igoy, dll 🙄
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ: yoi.. om wowo kan siaga selalu 👻👻👻
total 7 replies
Nancy Nurwezia
dasar anak dan bapak sama2 sifatnya..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!