Jamila Anata gadis sembilan belas tahun yang tiba-tiba hamil anak kakak Iparnya kejadian itu terjadi karena Kakak ipar Mila pulang kantor dalam keadaan Mabuk parah dan dia menganggap Jamila adalah sang istri
Bagaimana kejadian nya simak di novel terbaru ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mesya icha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malam. Resepsi
Setelah istirahat dan menenangkan diri dan pikiran, malam ini Mila tampil cantik dan anggun. Ballroom hotel yang sudah di sulap indah dengan dekorasi penuh bunga, membuat suasana berbeda.
Rayyan mengapit tangan Mila dengan erat seakan menunjukkan kepada dunia bahwa wanita cantik di samping nya adalah wanita miliknya seorang.
Di depan mereka sepasang anak laki-laki dan perempuan berjalan bergandengan tangan dan tersenyum penuh kebahagiaan. Bahagia karena sekarang mereka memiliki keluarga lengkap.
Jovan, Dinda menatap penuh haru melihat kebahagiaan Mila dan Rayyan. " Mas, aku bahagia melihat Mila bahagia Mas. Aku yakin Rayyan akan memperlakukan Mila dengan baik, ucap Dinda.
Jovan mengangguk. Setidaknya dia telah menunjukkan jika dia ingin bertanggung jawab atas Bara mulai sekarang. Mila pun menyetujui nya berkat bantuan Rayyan. Kerasnya hati Mila luluh karena kelembutan sang suami.
" Daddy, ini pesta siapa?? kenapa kita ada di sini?? tanya Chira.
Dinda dan Jovan tersenyum " Nak, ini pesta pernikahan Tante Kamu, itu yang pakai baju Princess itu namanya Tante Mila, dia adiknya mami kamu dan itu anak laki-laki yang kamu panggil Kakak Bara itu kakak laki-laki kamu. Anak Daddy juga, ucap Dinda menjelaskan secara singkat.
Chira mengangguk pelan. " Berarti Chira punya kakak dong!! ucap balita itu dan Dinda mengangguk. Chira sungguh bahagia sekarang dia bisa bermanja dengan seorang kakak.
Kembali ke pengantin baru, Begitu banyak tamu undangan membuat Mila kelelahan. " Mas kamu ngundang berapa ratus tamu sih?? capek banget aku ini, keluh Mila.
Rayyan tertawa saja. " Maklum yank, suami kamu ini pebisnis terkenal, kelakar Rayyan membuat Mila tertawa. Benar adanya jika Rayyan memang pebisnis ternama dan memiliki kakek pun pebisnis ternama di Jakarta, sehingga tamu undangan bukan hanya dari rekan kerja nya melainkan rekan kerja sang Kakek.
Acara berlangsung selama empat jam. " Dinda, Jovan dan Chira maju untuk bersalaman untung-untung di ajak bersua foto bersama mempelai.
" Selamat ya Mil, selamat Yan. Bahagia selalu, doa kami menyertai kalian, ucap Dinda. Jovan menggendong Chira pun mengucapkan selamat
Sekali lagi kami minta maaf, dan semoga kita bisa menjalani kehidupan keluarga yang lebih baik mulai sekarang. Dinda memeluk Mila dan Mila membalas pelukan sang Kakak. Pelukan yang selama ini dia rindukan.
Chira tersenyum malu kala bertamu Mila. " Hey, kamu siapa namanya. Maaf ya sayang, Tante baru kali ini bertemu kamu!! Mila mengelus pipi Chira.
Jovan dan Dinda tersenyum. " Nama Aku Chira tante. Enggak apa-apa, oia tante Abang Bara mana?? tanya Chira.
Mila tersenyum sendiri. sungguh Chira ini bagaikan dirinya kala kecil dulu, cerewet.
" Abang Bara tadi bersama tante Rena dan Kak Naina. Chira mau main sama abang Bara?? tanya Mila dan anak itu mengangguk.
Lalu Jovan menggeleng, enggak sekarang ya nak, pesawat kita udah akan terbang sejam lagi. Ucapan Jovan membuat Chira kecewa.
Namun ucapan Mila kembali membuat Chira tersenyum.
" Nanti kalau ada waktu, Abang Bara ke Jakarta deh, biar bisa main sama Chira. Kalian kan juga saudara, Mila berbesar hati mengucapkan kata itu.
Chira sangat bahagia. Bara tiba-tiba muncul. " Ma, aku mau tidur sama Aunty Ren ya malam ini sama Kak Nai juga" Ucap Bara.
Mila mengangguk. " Nak, ini adek kamu, kamu ingat kan pernah bertemu di Jakarta?? tanya Mila dan Bara menatap Chira lalu mengangguk.
" Ingat, dia kan anak nya Om Jovan kan!! ucap Bara membuat Jovan sangat sedih. Rayyan paham jika Jovan tidak ingin memanggil Jovan Papa, mungkin untuk saat ini.
" Bro berusahalah merebut hatinya. Dia masih anak-anak masih bisa Lu rebut buat mau manggil Lu Papa, tapi ingat dia juga anak gua!! tekan Rayyan.
Jovan mengangguk lalu tersenyum kecut. " Boleh kan Ma!! tanya Bara kembali dan Mila mengangguk.
Bara salim dulu sama Tante Dinda dan Papa Jovan!! ucap Mila membuat Bara menatap Mama nya namun tetap mengulurkan tangan untuk salim pada Dinda dan Jovan.
" Jovan memeluk Bara dan menahan isak tangis. Nak ini Papa kamu nak, Papa kandung kamu. Jangan cuekin Papa nak, Papa salah. Maafkan Papa Bara, Jovan menatap Bara.
Anak laki-laki itu menatap Jovan diam. " Maaf Om, Papa aku itu Papa Rayyan. Kalau Om papanya Chira. Aku enggak berhak mendapatkan perhatian Om, lalu dia pergi begitu saja.
Semua diam tidak tau harus berkata apa sekarang. Bara sungguh sangat keras bagaimana sikap dan sifat Jovan begitu lah sikap dan sifat Bara pula.