NovelToon NovelToon
Gara-Gara Biji Kedondong, Aku Menikahi Tapir

Gara-Gara Biji Kedondong, Aku Menikahi Tapir

Status: sedang berlangsung
Genre:LOL / Keluarga
Popularitas:11.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira ohyver

"Bagi orang lain, pernikahan adalah ibadah. Bagi Dira dan Bagas, pernikahan adalah kompetisi bertahan hidup dari kebodohan masing-masing."

Dira tidak pernah menyangka jodohnya adalah laki-laki yang dia temui di IGD dalam kondisi kepala kejepit pagar rumah tetangga. Di sisi lain, Bagas jatuh cinta pada Dira hanya karena Dira adalah satu-satunya orang yang tidak menertawakannya saat melihatnya(padahal Dira cuma lagi sibuk nyelametin nyawa karena keselek biji kedondong).

​Kini, mereka resmi menikah. Jangan harap romansa ala drakor. Panggilan sayang mereka adalah "NDORO" dan "TAPIR" .

Ikuti keseharian pasangan paling absurd abad ini yang mencoba terlihat normal di depan tetangga, meski sebenarnya otak mereka sudah pindah ke dengkul.

"Karena menikah itu berat, biar kami aja yang gila."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira ohyver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12: Presentasi Selotip Jiwa dan Nasib Karier si Tapir

Ruang rapat PT Sempurna Sejahtera terasa sedingin lemari es yang baru dibersihkan. Di ujung meja oval yang panjang, duduk Pak Broto, direktur utama yang wajahnya sekeras semen patung Jago dan tatapannya sedalam palung Mariana.

Di sampingnya, Cindy duduk dengan wajah pucat, sesekali melirik Bagas yang sedang sibuk membetulkan letak kabel proyektor dengan bantuan selotip hitam.

​"Mas Bagas," suara Pak Broto menggema, berat dan tidak ramah. "Saya dengar dari Cindy, tim Anda punya konsep yang 'sangat berbeda' untuk kampanye asuransi jiwa kami. Saya harap ini bukan sekadar lelucon."

​Bagas berdiri, merapikan kemejanya yang sebenarnya agak kekecilan di bagian perut karena tadi pagi salah ambil kemeja milik adiknya.

"Tenang, Pak Broto. Di dunia periklanan, 'berbeda' adalah kunci. Jika kita menawarkan hal yang sama, kita hanya akan jadi butiran debu di tengah badai."

Cindy membatin, "Ayo Bagas, jangan sebut-sebut kucing itu... tolong jangan...."

​"Baik," Bagas mematikan lampu ruangan. Slide pertama muncul. Gambar seekor kucing oranye (ya, itu foto Supra yang diedit pake filter dramatis) sedang menatap hujan di balik jendela.

​Pak Broto mengerutkan dahi. "Ini... kucing?"

​"Bukan sekadar kucing, Pak," sahut Bagas dengan nada yang sangat emosional. "Ini adalah Supra. Dia adalah representasi dari setiap manusia yang merasa 'pincang' dalam hidupnya. Dia tidak tahu apakah besok dia masih bisa makan, atau apakah kakinya yang sakit akan sembuh. Dia butuh perlindungan. Dia butuh... Selotip Jiwa."

​Seluruh ruangan hening. Cindy sudah menutup wajahnya dengan tangan.

​Bagas melanjutkan dengan semangat yang makin membara, mirip orator demo. "Bayangkan, Pak Broto! Saat asuransi lain bicara soal kematian yang menyeramkan, kita bicara soal 'Keberanian untuk Tetap Pincang'. Asuransi Sempurna Sejahtera bukan cuma soal uang pertanggungan, tapi soal selotip yang menyatukan luka-luka nasabah agar mereka bisa melompat lagi seperti Supra!"

​Bagas kemudian memutar video singkat (yang dia edit bareng Dira semalam suntuk). Isinya Supra yang mencoba menangkap laron tapi jatuh, lalu ada tulisan besar muncul: "KARENA HIDUP SERINGKALI PINCANG. KAMI ADA UNTUK MENYAMBUNGNYA."

​Pak Broto diam seribu bahasa. Dia menatap layar, lalu menatap Bagas, lalu menatap Cindy.

​"Mas Bagas," panggil Pak Broto pelan. "Anda tahu kalau saya ini... alergi kucing?"

​Cindy hampir pingsan di tempat. Mampus sudah karier Bagas.

​"Tapi," lanjut Pak Broto, tiba-tiba matanya berkaca-kaca. "Kucing ini... dia persis seperti kucing masa kecil saya yang hilang. Namanya juga mirip, Saprol. Filosofi 'Selotip'-nya... entah kenapa masuk ke hati saya yang paling dalam. Saya lelah liat iklan asuransi yang isinya orang nangis-nangis di rumah sakit."

​Cindy melongo. Bagas langsung tersenyum kemenangan.

​"Jadi, Pak? Kita gaskan konsep 'Selotip Jiwa' ini?" tanya Bagas optimis.

​"Gaskan! Saya mau kucing ini jadi brand ambassador-nya! Tapi tolong, pastikan dia nggak deket-deket saya pas syuting nanti," perintah Pak Broto sambil mengusap air matanya dengan sapu tangan sutra.

​Selesai rapat, Bagas keluar dengan gaya berjalan yang sangat angkuh, sementara Cindy mengekor di belakang dengan perasaan tidak percaya.

​"Gila kamu, Mas Bagas. Kamu bener-bener pake foto kucing itu buat klien asuransi milyaran rupiah?" tanya Cindy lirih.

​"Itulah kekuatan kejujuran, Cin. Dan jangan lupa, kekuatan doa dari Ndoro di rumah," jawab Bagas sambil merogoh ponselnya.

​Di grup "Dinas Kebersihan Hati":

​Bagas (Tapir): Ndoro! Lapor! Supra resmi jadi bintang iklan! Pak Broto nangis liat video Supra jatuh pas nangkep laron. Kita dapet kontraknya!

​Dira (Ndoro): SERIUS?! Wah, gaji Supra harus naik nih! Berarti malem ini kita makan enak beneran ya? Bukan wagyu hasil nipu panco kan?

​Bagas (Tapir): Makan enak dong! Nanti aku mampir beli pizza yang ukurannya segede ban truk buat ngerayain kemenangan Supra!

Dira (Ndoro): Oke. Tapi inget, Supra tetep harus setor laron. Jangan mentang-mentang udah jadi bintang iklan dia jadi sombong.

​Sore itu, Bagas pulang dengan membawa kotak pizza raksasa. Di depan pintu, Dira sudah menunggu dengan Supra yang digendongnya (Supra sekarang pake syal kecil biar kelihatan kayak artis).

​"Sini, pahlawan keluarga kita!" Dira mencium dahi Supra, lalu melirik Bagas. "Lo juga keren sih, Pir. Bisa-bisanya manfaatin trauma masa kecil klien."

​"Itulah gunanya punya otak geser, Ndoro. Kalau lurus-lurus aja, kita cuma bakal makan tahu tempe tiap hari," sahut Bagas bangga.

​Mereka pun makan pizza di ruang tamu, duduk lesehan bareng patung Jago. Supra dapet potongan sosis kecil sebagai bonus prestasi.

Hidup terasa sangat indah bagi pasangan absurd ini, setidaknya sampai nanti malam saat mereka sadar kalau... pizza raksasa itu nggak habis dan mereka harus mikir gimana caranya nyimpen pizza itu di kulkas yang udah penuh sama alat eksperimen Bagas.

Bagas berhasil menyelamatkan kariernya (dan perut Dira) dengan cara yang paling tidak masuk akal.

Supra kini bukan lagi sekadar kucing pincang, tapi kucing "berduit".

...----------------...

Siang itu, kantor Dira kedatangan tamu yang membuat seluruh staf perempuan mendadak rajin retouch lipstik.

Namanya Aris. Dia adalah mantan pacar Dira zaman kuliah—sosok yang kalau di dalam novel romantis biasanya digambarkan sebagai "CEO Muda yang Wanginya Harum Surga".

Aris tinggi, badannya tegap karena rajin gym, dan bicaranya sangat tertata, kontras sekali dengan Bagas yang kalau bicara suka "kepleset" logika.

​"Dira, long time no see," sapa Aris dengan senyum maut yang memperlihatkan deretan gigi putih cemerlang. "Aku dengar kamu sudah menikah. Kebetulan perusahaan aku mau kerja sama dengan kantormu untuk kampanye rebranding."

​Dira, yang saat itu sedang asyik makan kerupuk kaleng, hampir tersedak. "Eh, Aris. Iya, sudah setahun. Wah, dunia sempit ya."

​Dira segera mengirim sinyal darurat ke Bagas.

​Dira (Ndoro): Pir! Gawat tingkat dewa! Si Aris, mantan gue yang dulu lo sebut 'Mas Glow Up' itu, ada di kantor gue sekarang. Dia makin ganteng dan baunya kayak bau bank swasta yang baru buka. Sini lo, jemput gue!

​Tak butuh waktu lama, balasan masuk.

​Bagas (Tapir): Mas Glow Up? Yang giginya saking putihnya bisa buat mantulin sinar matahari itu? Oke, tunggu di situ. Gue bakal dateng dengan aura 'Alpha Male' yang sesungguhnya. Jangan naksir lagi ya, inget lo udah punya Tapir Premium.

​Satu jam kemudian, sebuah motor matic butut berhenti di depan kantor Dira. Bagas turun dengan gaya sangat percaya diri. Dia sengaja pakai kacamata hitam milik patung Jago (yang gagangnya sudah dilem pake selotip) dan jaket kulit yang aromanya campuran antara matahari dan bumbu pizza sisa semalam.

​Bagas masuk ke lobi kantor Dira dan langsung melihat istrinya sedang berdiri di samping pria yang penampilannya sangat... unreal.

​"Ndoro! Maaf telat, tadi gue harus briefing bentar sama Supra soal saham akhirat," seru Bagas kencang, membuat beberapa orang menoleh.

​Dira menepuk jidatnya. Aris menoleh, menatap Bagas dari atas ke bawah dengan tatapan bingung namun tetap sopan. "Ini... suami kamu, Dir?"

​"Kenalin, gue Bagas. Creative Lead sekaligus pelatih kucing profesional," ujar Bagas sambil menyodorkan tangan untuk bersalaman. "Lo Aris kan? Yang dulu sering dibanggain Dira karena punya koleksi dasi paling banyak se-kecamatan?"

Aris tersenyum tipis, menjabat tangan Bagas. "Aris. Senang bertemu kamu, Bagas. Dira sudah banyak cerita... eh, tapi kayaknya dia belum cerita kalau kamu punya selera busana yang sangat... 'ekspresif'."

​"Ini namanya gaya Unfinished Business, Ris. Sangat populer di kalangan orang yang sibuk cari duit," balas Bagas telak.

​Aris mencoba tetap elegan. "Baguslah. Dir, aku duluan ya. Nanti kita lanjut bahas kontraknya lewat email. Oh ya, Bagas, kalau kamu butuh tips soal grooming atau tempat gym yang bagus, hubungi aku saja. Aku punya akses VIP."

​Bagas nyengir lebar. "Wah, makasih Ris! Tapi gue udah punya akses VIP ke dapur Dira tiap malem, itu udah cukup buat bakar kalori kok."

​Setelah Aris pergi, Dira langsung menjewer telinga Bagas. "Lo ngapain sih pake bilang 'bakar kalori' segala?! Malu-maluin!"

​"Aduh! Sakit, Ndoro! Lagian dia sok pinter banget nawarin gym. Dia nggak tau apa kalau otot gue ini terbentuk dari hasil angkat-angkat karpet dan ngejar-ngejar Supra?!" protes Bagas sambil mengelus telinganya.

​"Tapi lo cemburu kan liat dia?" goda Dira.

​Bagas diam sejenak, lalu membetulkan kacamata hitamnya yang miring. "Cemburu? Sama cowok yang giginya terlalu putih sampai gue silau? Enggak lah. Gue cuma kasihan sama dia."

​"Kasihan kenapa?"

​"Kasihan karena dia nggak punya istri yang bisa diajak taruhan panco atau diajak makan mi instan sungsang. Hidup dia pasti ngebosenin banget, Dir. Terlalu sempurna itu bikin orang cepet tua."

​Dira terdiam. Dira menatap suaminya yang masih pakai kacamata selotip itu. Memang, Aris punya segalanya yang diimpikan wanita: tampan, kaya, dan sempurna. Tapi bersama Bagas, Dira punya sesuatu yang tidak dimiliki Aris: rasa bahagia yang tidak bisa dijelaskan dengan logika.

​"Ya udah, ayo pulang. Gue laper," ujar Dira sambil menggandeng lengan Bagas.

​"Bentar, Ndoro. Tadi gue sempet minta kartu nama si Aris."

​"Buat apa?!"

​"Gue mau kasih ke Jaka. Siapa tahu Jaka bisa pake kartu namanya buat ganjel kaki meja dia yang goyang. Kan bahannya eksklusif tuh, pasti kuat."

​D

ira hanya bisa tertawa. Si Tapir tetaplah Tapir. Tidak peduli seberapa sempurna lawannya, Bagas selalu punya cara untuk mengubah situasi serius menjadi komedi yang menenangkan hati.

Ujian "Mantan Sempurna" berhasil dilewati Bagas dengan gaya yang sangat... Bagas. Tapi, pertemuan itu meninggalkan sedikit rasa penasaran di hati Bagas. Besoknya, Bagas tertangkap basah oleh Dira sedang mencoba "memutihkan" giginya pake pembersih porselen kamar mandi gara-gara minder sama Aris.

​"BAGAS! ITU BUAT LANTAI, BUKAN BUAT GIGI!"

1
Alissia
/Joyful//Joyful/
Alissia: jangan pangil aku tante dek,kyak berasa tua banget dan umur aja baru 20 tahun😭😭
total 2 replies
𑇛ʜᴇ ʏᴜ
ceritanya bagus, menarik dan lucu"
apalagi bagas ada aja ide kreatif nya, dan bisa merubah segala macam situasi 😃
🖤ᴡᴀɴɢ ɴᴀɴ
bagus kak,
dsini dira yang masih waras meski idenya bikin geleng kepala pas suruh lawan pelakor 🤣
🧡⃟ɱᷫυᷤɱυ ιɱυҽƚ
luar biasa bagus ceritanya, lucu dan pasti ga bosen bacanya
up terus kaka semangat 🤗🤗
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι²
bagus cerita nya dan menghibur
semangat up kaka🤗
🧡⃟мσᷫмᷤσ
bagus ceritanya, udah gtu banyak banget ide ide yang menarik
dan suka karakter bagas yang ga menye menye😃
🧡⃟мυᷫмᷤυ αη∂нιкα
sungguh karya yang bagus
idenya kreatif kak, bisa bikin cerita lucu dngan berbagai ide yang unik 🤗
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι⁴
ceritanya bagus kak, penulisan juga rapih dan enak dibaca
suka karakter manda yang super mistis, 🤣🤣🤣
🧡⃟ɢᴏᷫɴᷤтєɴɢ ƈιʅιƙ¹ᴸ
ceritanya bagus , humoris, lucu
yang pasti bnyak ketawa nya
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι⁵ᴸ
ceritanya bagus kak
menarik banget
🧡⃟ɢᴏͨɴͥᴛᷝᴇͥɴᷜɢ²ᵇ
ceritanya bagus alur juga keren pokoknya novelnya bagus ceritanya
ketawa terus pas setiap baca perbab
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι⁶ᵇ
ceritanya bagus kaka
semangat up iya kaka🤗
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
goood banget ceritanya kak bagus aku suka
semoga makin asyik kedepannya 👍
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
keren mama mu bagas dia jadi maskot 🤣🤣🤣
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
haha karena extra pedas ini🤣🤣🤣🤣🤣🤣
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
keren sih usaha mereka 🤣
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
haha pelajaran baru dari bagas itu😅
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
ga mau kalah ini emak satu wkwkwkwk
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
kdng emang ga bisa dipredikdi justru yang aneh itu yang menarik perhatian banyak orang
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
haha kapok makanya jangan maen" smaa bagas😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!