Tania Saraswati, berusia 18 tahun dibesarkan di sebuah panti asuhan Kasih Ibu. Tania di tinggalkan ketika masih bayi di depan panti asuhan. Setahun yang lalu Tania lulus sekolah dan ia bertekad untuk mencari pekerjaan di kota dan membantu biaya adik-adik panti. Tapi malang nasib Tania ketika baru beberapa bulan bekerja di kota mendapat musibah. Musibah itu akhirnya dia harus menerima kenyataan dengan usia masih muda harus hamil di luar nikah. Kenyataan pahit yang ia terima diperkosa dan mengandung hasil dari tragedi pemerkosaan tersebut.
Tania tak sengaja bertemu lelaki yang memperkosanya. Akankah Tania meminta pertanggungjawab atas apa yang dilakukan olehnya setelah beberapa tahun Tania menghilang apalagi lelaki tersebut tak mengenal Tania?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anna Maryana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dua Belas
“Mami ..” jerit Hendra kesal
“Boleh Mi ..” Ucap Mia yang juga menggoda Hendra
“Gak usah kalau gitu “ Ucap Hendra dengan memeluk pinggang Mia dengan erat dan ingin membawa Mia dari kedua orang tuanya yang sudah tertawa melihat kecemburuan Hendra
Mia yang melihat Hendra cemburu dan posesif padanya hanya bisa menggeleng kepalanya dengan tersenyum
“Besok siang mami jemput di sini ya sayang .. ajak Nia juga“ Ucap Tiara tanpa mempedulikan Hendra yang sedang merajuk sama Tiara, Mia hanya mengangguk kepala
“Iya mmi “ Ucap Mia
Adrian dan Tiara pun pergi meninggalkan Hendra dan Mia. Mia merasa lucu melihat muka Hendra yang masih marah hanya bisa tersenyum sambil menggeleng kepalanya
“Udah ngambeknya “ Ucap Mia sambil melepaskan rangkulan tangannya yang bermaksud untuk keluar dari ruangan untuk kerja
“Kenapa gak pergi sana cari cowok lain” Ucap Hendra dengan memandang Mia dengan muka marah karena cemburu
“Mas.. “
Mia tak bisa melanjutkan ucapannya untuk membujuk Hendra karena Niko asisten Hendra datang dengan berkas
“Apa?” Ucap Hendra ketus sama Niko membuat Niko memandang Hendra dengan heran
“Maaf tuan ada berkas yang mau tanda tangan “ Ucap Niko walau masih bingung dengan raut Hendra
“Taruh di meja “ Ucap Hendra tegas yang langsung pergi tanpa mempedulikan Niko yang memandang dengan heran
Mia yang melihat Hendra seperti itu hanya bisa memandang dengan rasa bersalah dan lucu dengan kemarahan Hendra atas kecemburuannya karena dijaili tadi.
“Siapa yang sudah kasih bangun singa yang lagi tidur” Gumam Niko
Niko memandang Hendra yang sudah tak terlihat memandang Mia dengan rasa penasaran
“Kalian berantem?” Tanya Niko penasaran Mia hanya tersenyum
“Maaf atas sikapnya “ Ucap Mia Niko hanya tersenyum memandang Mia
“Aku gak apa – apa jika dia sikap seperti itu .. udah lama singa gak bangun terakhir dia ngamuk thu saat liat kamu diantar oleh laki-laki“ ucap Niko Mia kaget mendengar itu
“Kapan ?” Tanya Mia penasaran dengan mengingat siapa yang di maksud Niko
“Dalam bulan ini.. ingat gak waktu dia marah – marah gak jelas di sini “ Ucap Niko
Mia berusaha mengingat ucapan Niko dan langsung teringat waktu Hendra marah – marah yang tak jelas sampai Tania dan Mia tak mau mendekati apalagi kerja bersama, Mia baru tau sebabnya hari ini.
“Jadi gara – gara aku waktu itu di antar laki – laki jadi dia marah – marah sampai aku dan Tania takut dekati dia apalagi kerja bareng” Ucap Mia yang sudah mengingat
“Iya gara – gara itu .. Dia thu cemburu “ Ucap Niko
“Astaga dia itu hanya teman aku dia juga udah punya istri lagi“Ucap Mia yang masih di dengar oleh Niko
“Udah ... kamu lebih baik turun ikut dia ... bisa bahaya” Ucap Niko
Mia pun akhirnya mengikuti ucapan Niko untuk mencari Hendra dan benar saja saat Mia ketemu Hendra yang sedang marah kepada office girl yang sedang mengepel lantai. Entah kesalahan apa yang di perbuat office girl hingga Hendra marah kepadanya. Mia yang melihat itu memandang Niko yang berjalan bersamanya Niko yang dipandang hanya mengangkat bahunya tanda dia juga gak tau. Mia balik memandang Hendra hanya bisa menggeleng kepala dan berjalan ke arah Hendra dan office girl itu
“Ini ada apa sampai kamu marah gitu ?” Ucap Mia
“Maaf Mia aku yang salah.. taruh peralatan di sini tadi” Ucap office girl itu
Mia yang merasa kasihan padanya karena hanya dengan kelalaian office girl satu kali ini Hendra memarahinya
“Kalau udah bersih kamu balik aja dan jangan ulangi lagi kesalahan yang sama “Ucap Mia pada office girl yang hanya bisa menangguk kepala
Hendra memandang Mia ingin marah padanya tapi tidak bisa karena Mia melihat office girl itu hendak pergi tapi di tahan oleh Mia dengan memegang tangan office girl
“Maaf kamu udah melihat Nia ?” Tanya Mia
“Nia belum datang, Mia “ Jawab office girl
“Ya udah makasih” Ucap Mia
Mia membiarkan office girl pergi lalu memandang Hendra yang masih marah padanya
“Kok tumben jam segini Nia belum datang biasanya dia gak pernah telat “ gumam Mia tanpa memperdulikan Hendra yang masih marah dan masih bisa di dengar oleh Hendra
Mia memandang Hendra lalu mengajak Hendra ke ruangan Hendra
“Ayo ikut aku “ ajak Mia yang sudah menarik Hendra
Hendra yang masih marah tapi ketika mendengar Tania belum datang memandang jam di tangannya lalu memandang ke semua arah dan pintu masuk tapi tidak kelihatan Tania. Matanya masih memandang ke arah lain tapi ketika di tarik oleh Mia langsung memandang Mia yang mengajaknya. Ketika Hendra melihat Niko yang masih ada langsung angkat bicara saat sudah dekat Niko
“Sudah pacarannya ?” Tanya Hendra dengan ketus
Mia memandang Hendra hanya bisa menggeleng kepala untung Hendra bicara semua orang pada sibuk jadi tidak mendengar lalu memandang ke Niko yang sudah tersenyum pada mereka berdua membuat Hendra semakin kesal
“Gak lucu” Ucap Hendra lalu meninggalkan Mia dan Niko
“Lu yang lucu.. “ Ucap Niko yang sudah tertawa melihat tingkah Hendra yang cemburuan
“Mia kamu yang urus aja dia aku cabut urus yang lain” Ucap Niko lalu pergi meninggalkan Mia membiarkan Mia yang membujuk Hendra
Sesampai di ruangan Hendra Mia melihat Hendra yang sudah duduk di kursinya lagi menelpon entah menelpon siapa Mia tidak tau itu. Hendra meletakan handponenya kembali tanpa berbicara membuat Mia menjadi heran. Mia berjalan mendekati Hendra dan berdiri di sampingnya dengan duduk di pinggiran meja
“Mas, kamu kalau marah sama aku lampiaskan ke aku jangan ke orang lain.. untung hanya kesalahan kecil yang di buat ob tadi “ Ucap Mia dengan berbicara serius sambil memandang Hendra
“Kenapa masih di sini ... “ ucap Hendra yang di potong oleh Mia
“Cukup yan mas... aku dan mami tadi hanya bercanda dan aku gak serius juga “ Ucap Mia sambil memegang tangan Hendra
“serius juga gak apa – apa” Ucap Hendra
Mia yang tak mau bertengkar dengan Hendra membuat Mia membuang rasa malunya lalu duduk di pangkuan Hendra lalu mengusap pipi Hendra. Mia yang duduk di pangkuan Hendra membuat Hendra kaget
“jangan marah lagi sayang “ Ucap Mia lalu mencium pipi Hendra
Hendra yang di lakukan seperti itu terhadap Mia menjadi kaget dengan memandang Mia yang juga memandangnya
“udah ya jangan cemburu lagi dan marah – marah gak jelas ” Ucap Mia
“Aku gak cemburuan “ Ucap Hendra menyangkal
“Trus apa marah – marah kaya tadi kalau bukan cemburuan sama aku.. sama kak Niko juga di cemburui” Ucap Mia
“Iya aku cemburu .. “Ucap Hendramengakui kalau dia cemburu
Mia tertawa ketika Hendra mengakuinya
“Senang banget buat aku cemburu “ Ucap Hendra
“Belum nikah aja udah cemburu gini apalgi udah nikah “ ucap Mia Hendra tersenyum mendengarnya
“Kan aku sayang sama kamu” Ucap Hendra
“ iya aku tau mas, udah yuk kita turun kerja lagi ya” Ucap Mia yang ingin bangun dari pangkuan Hendra tapi di tahan oleh Hendra
“Apalagi ?”Tanya Mia heran dan malu jika lama di pangkuan Hendra
“Seharusnya tadi thu di sini bukan di pipi” Ucap Hendra menunjukan bibirnya
“Apaan sich kamu mas.. “ Ucap Mia malu lalu dengan gerakan cepat melepaskan rangkulan Hendra dan berdiri menghindar dari Hendra.
Hendra hanya tersenyum melihat muka Mia yang sudah merah akibat malu digodanya lalu berdiri sambil mengambil handponenya dan kembali menelpon seseorang. Mia yang melihat itu memandang dengan bingung karena Hendra tak jadi menelpon
“Tumben nich anak gak aktif” Ucap Hendra
“Siapa ?” tanya Mia
“Nia “ Jawab Hendra
“Mungkin udah datang “ Ucap Mia