NovelToon NovelToon
Tolong!!! Di Sini Banyak Setan

Tolong!!! Di Sini Banyak Setan

Status: sedang berlangsung
Genre:Matabatin / Horror Thriller-Horror
Popularitas:47.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

Setelah mengalami kecelakaan, mata batin Nino terbuka. Pemuda berusia 20 tahun itu jadi bisa melihat makhluk astral di sekitarnya.

Sejak tersadar dari komanya, pemuda itu selalu diikuti oleh arwah seorang wanita muda yang dilihatnya ketika kecelakaan terjadi.

Karena tak kuat terus menerus harus melihat makhluk astral, Nino meminta bantuan Pamannya untuk menutup mata batinnya. Sang Paman pun memberikan doa agar bisa menutupi mata batin.

Alih-alih menutup mata batin, kemampuan Nino yang awalnya hanya bisa melihat, justru berkembang jadi bisa berkomunikasi dengan para arwah.

Tak mau menderita sendirian, Nino pun meminta sahabatnya yang penakut, Asep untuk ikut membaca doa dengan dalih supaya menjadi berani. Dan ketika Asep mengamalkannya, sama seperti Nino, pemuda itu juga bisa melihat makhluk halus.

Kejadian demi kejadian aneh terus menimpa kedua sahabat tersebut. Lewat petunjuk dari makhluk astral, mereka bisa mengungkap kejahatan kasus kriminal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nasehat Eris

Sontak semua mata langsung tertuju pada Nino karena suara pemuda itu yang cukup kencang tadi. Asep melihat bingung pada sahabatnya. Dia hanya bertanya tanpa suara pada Nino.

“Nino, kamu kenapa?” tegur sang dosen.

“Eh ini, Pak. Tadi ada kecoa di meja saya.”

Nino menepuk-nepuk meja dengan buku sambil melihat ke bawah meja. Hantu wanita di depannya malah tertawa melihat aksi Nino.

Sang dosen kembali melanjutkan materinya. Dan Nino juga kembali fokus. Sebisa mungkin dia mengabaikan hantu wanita di depannya.

Tapi tak lama kemudian, hantu itu kembali mengganggunya. Kali ini dia menunjukkan wajah menyeramkannya. Sebagian wajahnya rusak akibat benturan dan dipenuhi oleh darah. Hampir saja Nino berteriak kembali, tapi untung dia bisa menahannya.

“Hai Nino..” ujar hantu wanita itu sambil berusaha mendekatinya.

Mata Nino terpejam erat, jantungnya berdetak tak karuan. Dia benar-benar takut melihat penampakan hantu wanita yang sekarang sudah berada di sampingnya.

Di saat itulah Eris muncul. Makhluk astral itu menarik pergi hantu wanita yang tengah menakuti Nino. Pelan-pelan pemuda itu membuka matanya. Hatinya lega mengetahui hantu usil itu sudah tidak ada di dekatnya lagi. Dia pun bisa menyimak materi dengan tenang.

***

Setelah selesai mata kuliah di pagi hari, Nino langsung kembali ke kost-annya karena memang hari ini hanya ada satu mata kuliah saja. Pemuda itu memilih beristirahat di kamarnya. Dia takut kalau berlama-lama di kampus, akan kembali didatangi hantu usil itu.

Di saat Nino sedang berbaring santai sambil memainkan ponselnya, Eris muncul dan langsung duduk di dekatnya. Melihat kedatangan Eris, Nino hanya membalikkan tubuhnya, membelakangi hantu wanita itu sambil terus memainkan ponselnya.

“Kamu tenang aja, hantu yang di kampus untuk sementara ngga akan ganggu kamu lagi.”

“Serius?” serta merta Nino bangun dari posisinya.

“Iya, tapi untuk sementara. nantinya dia bakal muncul lagi kalau kamu sudah siap.”

“Ah elah ngapain pake nongol lagi sih? Bikin ngga tenang orang belajar aja.”

“Ya ini udah takdir kamu, No. Makanya kamu harus berani.”

Tidak ada tanggapan dari Nino. Pemuda itu kembali membaringkan tubuhnya dengan posisi membelakangi Eris. Hantu wanita itu hanya tersenyum saja melihat tingkah Nino. Apa yang Nino lakukan mengingatkannya akan adiknya yang umurnya memang sepantar dengan Nino.

“Aku tahu kamu kasih doa buat buka mata batin ke Asep.”

“Bodo!”

“Tapi ngga semua orang bisa kebuka mata batinnya melalui doa itu. Hanya orang-orang terpilih saja yang bisa terbuka mata batinnya.”

Apa yang dikatakan Eris kembali mengusik rasa penasaran Nino. Lagi pemuda itu bangun dari posisinya kemudian melihat pada Eris.

“Kalau si Asep kira-kira bakal kebuka ngga mata batinnya?”

Eris hanya mengangkat kedua bahunya saja dan sukses membuat Nino dongkol.

“Lo tuh jadi hantu senang banget bikin orang kepo. Kalau ngga niat kasih informasi, mendingan mingkem!”

“Hahaha.. kamu tuh cowok tapi kok baperan sih.”

“Au ah gelap. Gedeg gue ngobrol sama elo.”

“Memangnya kalau mata batin Asep kebuka, bakalan ngaruh sama kamu? Memangnya kamu jadi berani berhadapan dengan makhluk astral?”

“Biar gue ngga berani, tapi seenggaknya gue ada teman dan ngga sendirian lihat yang begituan.”

“Terus kalau mata batin Asep ngga kebuka setelah baca doa, kamu mau terus ketakutan seperti ini?”

“Ya tergantung. Kalau nongolnya pake muka serem, ya gue takut juga. Tapi kalau normal kaya elo, takut dikit lah.”

“Tapi kayanya kamu ngga takut sama aku.”

Sejenak Nino terdiam. Apa yang dikatakan Eris sukses menyentil hatinya. Dari sekian banyak makhluk astral yang dilihatnya sejauh ini, hanya pada Eris dan Ayu saja dia tidak merasakan takut. Mungkinkah karena bisa berkomunikasi dengan mereka, makanya rasa takutnya sedikit menghilang?

“No, kamu harus belajar berani. Manusia itu statusnya lebih mulia dari jin dan iblis. Kalau kamu takut, mereka malah tambah senang gangguin kamu.”

“Ya gimana ngga takut kalau penampakan mereka seram bin jelek.”

“Aku bakal bantu kamu supaya kamu ngga takut. Tapi kamu juga harus menguatkan diri kamu supaya lebih berani, oke? Kita saling bantu.”

“Iya deh.”

Mau tidak mau, Nino harus mengakui kalau apa yang dikatakan Eris benar adanya. Dia harus berani menghadapi ketakutannya sendiri. Soal kemampuannya yang bisa melihat makhluk astral memang sudah takdir dari sang Ilahi. Daripada menghindar dan menyalahkan keadaan, lebih baik menerima dan mencari jalan keluar agar dirinya terbiasa dengan keberadaan mereka.

***

“Sep, amalan yang gue kasih,udah dibaca?” tanya Nino di sela acara makan malam mereka. Keduanya sekarang sedang berada di kedai penjual nasi goreng langganan yang ada di daerah Tubagus Ismail.

“Baca lah. Urang mah sakalian maca habis shalat tahajud.”

“Jiaahh.. rajin shalat tahajud pas ada amalan doang.”

“Dih, sembarangan. Geus ti bareto urang sok shalat tahajud (Udah dari dulu gue suka shalat tahajud).”

“Ya bagus. Tapi kenapa elo masih penakut?”

“Naon hubunganna antara shalat tahajud jeung wani ningali jurig? (Apa hubungannya antara shalat tahajud sama berani lihat setan?).”

Nino terkekeh saja mendengar tanggapan Asep. Pemuda itu terus menyuapkan nasi goreng ke dalam mulutnya. Tanpa sengaja matanya melihat sesosok menakutkan sedang berdiri di samping pohon yang ada di belakang Asep. Seketika Nino menundukkan kepalanya, tak mau melihat lagi pada penampakan yang berwujud pocong.

“Balik yuk,” ajak Nino setelah menghabiskan makannya.

Lebih dulu Asep menghabiskan minumannya sebelum ikut berdiri menyusul Nino. Mereka membayar dulu nasi goreng yang dimakannya tadi, sebelum akhirnya meninggalkan kedai tersebut.

Baru saja berjalan beberapa meter, jantung Nino dibuat berdegup kencang ketika melihat ada pocong yang berdiri di motor Asep. Pocong tersebut berdiri tepat di belakang sahabatnya itu. Belum hilang keterkejutannya, tiba-tiba saja di belakangnya muncul Eris. Duduk menyamping, seraya menunjukkan wajahnya di kaca spion.

“Ris.. itu ada pocong ngikutin Asep.”

“Biarin aja. si poci lagi pengen jalan-jalan kayanya. Bosen dia nangkring di pohon mulu.”

“Kasihan si Asep weh.”

Karena terus berbincang dengan Eris, pemuda itu tidak sadar kalau motor Asep berjalan melambat dan sekarang motornya sudah sejajar dengan motor Asep.

“No, motor urang asa beurat euy. Aya nu ngilu kitu? (No, motor gue kerasa berat. Ada yang ngikut gitu?).”

“Ngga tahu.”

Ada rasa iba menyelip di hati Nino sekaligus tidak enak karena terus membohongi sahabatnya. Dia akan menunggu sampai tujuh hari. Kalau sampai hari itu mata batin Asep tidak terbuka juga, maka dia akan melakukan pengakuan dosa.

Tak tega melihat Asep yang kelihatan kesulitan menjalankan motornya, akhirnya Eris meninggalkan motor Nino. Hantu wanita itu sekarang ikut di motor Asep. Kemudian dengan santainya dia menendang pocong tersebut hingga tersangkut di pohon. Kemudian dia kembali berpindah ke belakang Nino.

“Geus hampang ayeuna motor urang. Jigana tadi aya nu ngilu euy! (Udah enteng motor gue sekarang. Kayanya tadi ada yang ikut!),” teriak Asep.

Nino hanya mengacungkan jempolnya saja. kemudian dia melihat ke kaca spion. Sebuah senyuman diberikan pemuda itu pada Eris sebagai ungkapan terima kasih.

***

Asep masih terpekur di atas sajadahnya. Seperti biasa setiap habis shalat, dia selalu membaca doa yang diberikan Nino padanya. Ini adalah hari ke tujuh pemuda itu membaca doa tersebut.

Waktu sudah menunjukkan pukul tiga dini hari. Pemuda itu baru saja selesai melakukan shalat tahajud yang disambung dengan membaca doa yang diberikan Nino.

Usai menunaikan shalat tahajud, Asep segera melipat sajadahnya kemudian melepas sarungnya. Saat akan kembali ke kasur, telinganya menangkap suara seperti ada yang mengetuk-ngetuk kaca dengan jari.

Awalnya Asep mengabaikan itu karena bunyinya terdengar samar. Tapi lama kelamaan, suaranya semakin jelas. Karena penasaran, Asep beranjak dari kasur lalu mendekati jendela. Pemuda itu menyibak gorden yang menutupi jendela. Tubuhnya membeku ketika melihat pocong dengan wajah hitam dan mata merah berdiri di depan jendela kamarnya.

“HUAAAAAAAA!!!”

***

Nah loh Asep udah bisa lihat jurig👻🤣

1
tehNci
Iya ih..lama gak nongol tuh duo kancing cetet Upin ipin😂
Ani
satu satunya tempat pembunuhan Maya kan apartemen. coba minta jaksa mengeluarkan surat izin untuk menggeledah..
dewi rofiqoh
Pandai juga mereka berkelit!
choowie
ayoolah cari buktinya di apartemen
choowie
tidak ada cctv kah
choowie
nah ketauan kan
Ria alia
Tenang tunggu waktu’y kamu dijerat anton
Upin ipin lgi sibuk liburan 🤣
sakura hanae @ mimie liyana❤️
Belum ada acara teriak-teriak berarti ya🤣🤣🤣
🇮🇩2Z◌ᷟ⑅⃝ͩ●🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟
yang sabar Bun 🤗...
eeehh🤔

belum waktunya kamu ke tangkep Anton...tunggu aja gk bakal lama juga kamu akan mendekam jd penghuni hotel prodeo...karena apartemen mu udah di pindah sewakan ke orang lain...untuk meniggalkan jejak ke jahatanmu....ementara kamu tinggal gretongan di bui 😂
pintar sekali kamu ya Anton /Curse/
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
tahun baruan dulu ya upin ipin nya🤣
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
ngapain lagi mesti nyari orang nya udah ada
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
kau ini bikin malu pengacara aja ,gk jujur
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
klo gk mau ketahuan ya jgn selingkuh dong
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
polisi lebih pintar daripada kamu anton
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
polisi gk ada tiba tiba manggil klo gk ada bukti
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
jgn harap kamu bisa lolos dari hukuman anton
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
Alhamdulillah dpt satu bukti lagi
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
makanya jgn asal nerima kerjaan aja ,hrs hati hati nyari kerjaan itu jgn mudah tergiur dengan upah yg gede
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
jujur aja buk sama polisi,jgn ada yg ditutup tutupi
Cindy
lanjut kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!