NovelToon NovelToon
Layangan Yang Tak Pernah Lupa

Layangan Yang Tak Pernah Lupa

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Kisah cinta masa kecil / Cintapertama / Idola sekolah
Popularitas:421
Nilai: 5
Nama Author: Ratna_dee

"janji ya kita harus bareng-bareng sampai besar nanti.. sampai aku bisa ajak kamu jalan-jalan keliling dunia!" seru Sena pada Arunika, gadis dengan rambut kepang duanya itu. "hm! Sena gak boleh ingkar janji ya, Aru bakalan nunggu janji Sena!" angguk gadis itu semangat sambil menyambut jari kelingkin Sena

namun sebuah kesalahpahaman menghantam keduanya, mengukir benci tanpa akhir. perpisahan tak dapat terelakkan hingga takdir mengikat keduanya kembali Cinta dan Benci, Rindu dan Dendam mempermainkan mereka dalam kisah masa-masa SMA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna_dee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

rencana kemah dua hari kedepan

dan Yup!! Lusi berdiri menatap papan itu dengan wajah kesalnya. Yulia dan Claudia memotret papan itu, mengabadikan momen yang terasa lucu namun menyebalkan

"Odii, Yul.. kalian masuk aja" ucap Lusi berbalik badan

"eh? loe mau kemana? loe gak gara-gara tulisan random di papan itu terus baper kan?" celetuk Claudia

Lusi menggeleng, sebenarnya dalam benaknya dia sedang menyiapkan sesuatu untuk membalas Marsha, tapi harus menghindari dua orang itu dan kebetulan papan di pintu kantin memberinya jalan yang mudah

"loe beneran baper ya? jangan di masukin ke hati Ci, papannya bisa di cabut lagian juga gak ada yang punya hak buat larang loe masuk kantin ini!!" sahut Yulia juga

"enggak kok, gue cuma mau meratapi nasib doang" jawab Lusi dengan suara lesu yang di buat-buat, Yulia menghela nafas kasar, dia pikir sahabat nya itu beneran sedih ternyata hanya akting

"loe pura-pura nya terlalu pura-pura deh, bikin panik aja tadi!" celetuk Claudia malas

"nitip deh, nanti bawain ke kelas ya Yul, gue mau ke toilet bentar" Lusi buru-buru pergi meninggalkan mereka

Yulia dan Caludia masuk ke kantin membeli beberapa snack dan minuman dingin, tak boleh makan di kelas dan itu peraturan yang sangat dijunjung tinggi, kebersihan kelas adalah prioritas utama para Siswa mereka tak berniat makan di kelas meski Lusi sebelumnya mengatakan hal itu, mereka akan makan di taman nanti

Deva menatap Yulia dan Claudia yang sedang memilih Snack, senyumnya mengembang dia berpikir jika Lusi takut untuk masuk ke kantin itu dan dengan bodohnya berdiri di depan pintu menunggu dua orang yang sedang memilih jajan itu disana

Deva berjalan keluar kantin, sayangnya tak ada Lusi di sana, Deva berfikir mungkin Lusi menunggu di kelasnya jadi dia berniat mencari Lusi untuk menertawakan dan mengganggunya. Alvin dan Samudra mengikuti langkah Deva, mereka juga ingin menonton drama gratis hari ini

sampai di depan kelas 11A ruang 2, Lusi masih tak terlihat batang hidungnya, Deva bingung sekarang kemana dia harus mencari Lusi?

"nangis kali dia di belakang sekolah" celetuk Alvin, Deva dan dua orang itu bergegas mencari Lusi ke belakang sekolah dan mereka masih tak menemukannya, lelah dengan tingkah bodohnya Deva dan dua orang itu berjalan dengan kesal ke kelasnya

Aaaaaa!!!

teriakan nyaring Marsha yang berlari keluar kelasnya mengejutkan banyak orang, banyak mata yang menatap heran Marsha ada yang sudah tertawa cekikikan juga. Deva berhenti melihat Marsha yang sudah mengamuk ketakutan karena sesuatu yang melingkar di lehernya

"tu cewek kenapa sih? gak ribut sehari kayaknya gak hidup dia" gumam Samudra heran

"liat lehernya, kayaknya dia di kerjain deh" celetuk Alvin

sebuah ular mainanan berwarna hijau, entah siapa yang melilitkan mainan itu di lehernya, Deva menatap malas gadis manja yang terlalu lebay di matanya itu

"siapa sih yang ngerjain gue!!!" teriak kesal Marsha melempar ular mainanan itu ke sembarang arah, puas menjadi bahan tertawaan Marsha bersembunyi di dalam kelas karena merasa malu

"siapapun yang masih ngetawain gue, gue bakal bikin kalian di skors!!!" teriaknya lagi

Deva memungut mainan itu, ular yang terbuat dari daun kelapa yang masih muda bentuk dan warnanya cukup mirip dengan ular asli, pantas saja Marsha ketakutan

'mainan kayak gini aja di takutin! Desa.. kenapa orang-orang sekarang pinter banget buat ular-ularan ini? dulu yang ngajarin buat bikin beginian... heh, si pembunuh itu!' batinnya mengingat Surya, Mood nya tiba-tiba berubah Deva membuang mainan itu ke tong sampah dan kembali ke kelasnya

Lusi sudah menunggu di kursi taman, mendengar jeritan Marsha di beberapa detik yang lalu membuatnya tak berhenti tertawa sekarang, Yuli dan Odii datang dengan jajan dan minuman di tangan mereka

"kenapa? loe kayaknya seneng banget" tanya Yuli

"oh.. tadi ada itu.. tikus lewat" jawab Lusi berbohong

"hah? apasih loe, random banget.. aneh deh" celetuk Odii

mereka mengobrol santai disana menikmati angin sepoi-sepoi yang dingin, langit di hari ini terlihat mendung sepertinya akan ada hujan di sore hari itu, suara dari Toa di lapangan mengundang mereka semua untuk berkumpul di sana. sebelum berlari ke lapangan tiga gadis itu membersihkan sampah mereka dulu menghindari denda dari Osis

"silahkan berbaris dengan rapi, karena pak Dharma akan menyampaikan sebuah pengumuman!!" ucap Arsha yang berdiri tepat di tengah-tengah lapangan

"Arsha ketua OSIS ya?" tanya Lusi berbisik pada dua temannya itu, mereka berdua mengangguk

Lusi mengangguk faham, rupanya ketua kelasnya itu adalah seorang ketua OSIS juga. pantas saja suaranya cukup didengar oleh siswa lain selain teman sekelasnya, Lusi sempat memperhatikan Arsha tanpa sengaja di dua hari itu

"semua sudah berkumpul? baik.. jangan ada yang bicara, jika ada yang bermain di belakang akan di hukum berlari tujuh putaran!" ucap Arsha lagi, Mikrofon yang dipegangnya di berikan kepada kepala sekolah yang sudah berdiri tegap di sana, Dharma namanya. semua terdiam tanpa ada yang berani bergerak sembarangan, Lusi cukup tertegun dengan kekompakan dan kedisiplinan itu di sekolahnya yang dulu bahkan saat para guru marah pun banyak siswa bandel yang tak ingin mendengar dan terus mengajak ribut temannya yang lain

"dua hari lagi, kita akan mengadakan kemah terakhir untuk Senior- senior kalian yang kelas 12, bapak harap kalian bisa bersiap-siap! dalam dua hari ini siapakan keperluan kalian karena kita akan berkemah selama tiga hari" ucap Dharma, senyum di wajah para siswa mengembang sempurna! acara kemah yang selalu ada setiap tahun dengan slogan kemah terakhir untuk Senior mereka yang kelas 12 itu merupakan kemah besar-besaran, lokasinya selalu berbeda dan akan selalu memilih lokasi yang dengan alam yang masih terjaga, kebetulan nya kemah tahun ini memilih tempat yang akan memperkuat sebuah benang merah yang pernah terlupa karena noda.

"kemah tahun ini akan di adakan di bukit hijau rindang.. sebelumnya tempat ini sudah pernah di kunjungi Lentera Ilmu, tapi sudah 20 tahun yang lalu saat Bapak masih menjadi siswa, dan.. Bapak ingin mengenang kembali masa itu. baiklah, pengumuman nya sudah selesai silahkan kalian kembali ke kelas karena jam istirahat sudah selesai"

Dharma mematikan mikrofon dan para siswa bubar, mereka begitu gembira tak berhenti membagi pengalaman tahun kemarin membuat mereka semakin semangat untuk dua hari kedepan

"ini mah kita disuruh pulang" celetuk Yulia, Lusi sedikit kecewa dan hanya dirinya yang seperti itu

"tahun kemarin kalian kemana?" tanya Lusi

"tahun kemarin ke lembah batu biru!bagus banget tau pemandangannya!! alamnya bener-bener cantik! air terjunnya bikin rindu!!" celetuk Odii dengan wajah yang berbinar, Lusi menghela nafas malas

"kenapa harus kebukit hijau rindang sih.. tempat lain kek, gak pernah liat ada tempat sebagus lembah batu biru cuma pernah denger namanya doang.." lesunya, hatinya memang sedikit kecewa

"sabar.. masih ada tahun depan!" jawab Yulia menyemangati sahabatnya itu

"kok loe keliatan gak seneng? di bukit hijau rindang bukannya ada lembah awan ya? tempat yang di gosip kan sebagai surga tersembunyi.. pernah liat di internet dan emang secantik itu! masih ada kuda yang hidup liar juga disana.. loe aneh banget gak exited!" ucap Odii membayangkan betapa cantiknya lembah itu

"masalahnya kita tinggal di kaki bukit itu, pemandangannya udah biasa! buat kami.." jawab Lusi lesu

"hah!!! wah parah.. kok loe gak bilang-bilang sih!! terus semua gosip yang di internet itu bener gak? lembah awannya cantik gak? kudanya beneran ada kan?" Claudia sangat bersemangat mendengar dua temannya itu berasal dari tampat yang akan mereka kunjungi dua hari lagi

1
v_v aja🩵🩷🩶
bagus banget 😍💐💐
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!