NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Alana 2

Takdir Cinta Alana 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / CEO / Dikelilingi wanita cantik / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Anisah Cute

******
Mencintai seseorang tanpa bertemu dengan nya, adalah bukti bahwa cinta itu bukan di depan mata, tapi di dalam hati. Itu yang terjadi dengan Alana, putri dari Aditya dan Davina.
Pertemuan tak sengaja Alana dengan sosok di media sosial membuat nya nyaman walau perbedaan usia mereka cukup jauh. Status tak menghalangi hubungan kedua nya.
Apa yang membuat Alana memilih pria yang tak pernah dia lihat? Konflik pun terjadi di antara Alana dan pria yang ada di sosial media tersebut. Hingga membuat Alana sering kali memblokir aplikasi hijau nya terkadang aplikasi hitam pun kena sasaran blokir Alana tapi selalu saja di buka kembali karena kedua saling Cinta.
Akan kah mereka bertemu dan bersatu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anisah Cute, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12. TCA 2

Saga dan Ken yang melihat kedatangan orang tua mereka hanya menatap saja, karena mereka tau apa tujuan nya dari kedatangan para orang tua nya, bagitu juga dengan Bima dan Arga yang melihat kedatangan ayah nya. Arga melirik ke arah Bella yang melihat kedatangan orang yang belum perah dia lihat.

"Siapa mereka kayak berwibawa dan kaya raya?" tanya Bella ke arah teman nya.

"Mana gue tau, kalau penasaran kenalan sana." ucap Teman Bella.

"Gila luh, luh pikir gue pecinta om - om." ucap nya.

Adit dan yang lain langsung menuju ke arah kantor saat jam istirahat anak - anak dan mereka melihat Saga bersama dengan Ken menemani Helen. Saat sampai di depan pintu kantor Vino mengetuk pintu dan di sambut oleh kepala sekolah yang terkejut melihat para orang tua murid nya termasuk donatur terbesar sekolah nya.

"Pak Aditya Mahardika dan keluarga Admaja mari silahkan masuk, silahkan duduk tuan - tuan, ada apa ini tuan - tuan datang tiba - tiba ke sekolahan?" tanya dengan senyum ramah yang memang tak tahu apa tujuan kedatangan dari orang tua muridnya.

Chandra melirik ke arah Adit dengan lirikan tajam saat mendengar kepala sekolah anak - anak mereka tak tahu apa yang terjadi kemarin.

"Bagini pak, apa anda sebagai kepala sekolah tak tahu atau memang pura - pura menutup mata tentang kejadian kemarin yang menimpa putri ku?" tanya Adit.

Mendengar perkataan Aditya ayah Alana kepala sekolah menelan saliva nya dengan berat dia benar - benar tak tahu apa yang terjadi kemarin.

"Sumpah demi Tuhan tuan Aditya, tuan Chandra saya benar - benar tidak tahu apa yang terjadi dengan kemarin, karena saya kemarin ada rapat di luar sekolah dan guru - guru disini juga gak ada yang mengatakan apa pun pada saya kalau boleh tau apa yang terjadi sehingga membuat anda begitu marah?" tanya nya.

Saat Adit ingin mengatakan sesuatu Chan langsung menyentuh pundak Adit, membuat Adit mengurungkan niat nya.

"Keponakan kami terkunci di dalam kamar mandi sekolah hingga bebarapa jam, sekolah ini pasti ada cctvnya kan, kita ingin melihat siapa saja yang masuk dan keluar terakhir kali saat Alana di ada di kamar mandi." ucap Chandra dengan dingin dan tatapan mematikan seperti biasa.

Kepala sekolah menelan saliva nya saat dia mendengar perkataan Chandra dan melihat tatapan tajam menujuk ke jantung seolah ingin membunuh lawannya saja.

"A- ad- ada tuan Chandra di luar pintu kamar mandi ada CCTV mari kita lihat sama - sama." ajak nya dengan nada gugup saat menghadapi Chandra.

Kepala sekolah pun langsung membuka laptopnya dan mencari hari di mana Alana terkurung di kamar mandi, mereka semua melihat sampai di mana Alana masuk dengan seragam sekolah yang baru di tangan nya. Tak lama beberapa siswi masuk dan keluar setalah itu, sampai jam pulang sekolah tak ada lagi yang masuk kedalam toilet dan mereka tak melihat Alana keluar hingga mereka melihat Saga menggendong Alana keluar dari kamar mandi.

"Panggil 3 orang gadis itu." ucap Adit yang tak terima saat melihat putri nya lemas di gendong Saga.

Kepala sekolah terkejut saat dia melihat salah satu nya adalah keponakan nya. Dia pun keluar menyuruh salah satu murid memanggil Bella yang dia kenal.

"Saya keluar sebentar pak Adit mau panggil siswi yang bernama Bella beserta teman - teman nya." ucap nya.

Adit dan yang lain hanya menatap saja hingga mereka tak lagi melihat kepala sekolah. Tak lama dia masuk dan diikuti oleh Bella beserta dua orang teman nya.

"Ada apa om, panggil Bella?" tanya Bella.

"Apa yang kamu lakukan pada Alana Putri, putri dari tuan Aditya?" tanya nya.

Bella menatap Adit ayah Alana dengan tatapan biasa saja dan melihat beberapa orang berdiri di dekat Adit.

"Jawab!" bentak nya dengan tegas.

"Bella gak tau yang om maksud, Bella gak kenal sama Alana yang om maksud." ucap Bella yang sengaja tak mau mengakui kesalahan nya.

Brak...

Vino yang geram mendengar jika Bella tak mengaku langsung menggebrak meja hingga membuat ke tiga gadis itu terkejut dengan apa yang di lakukan Vino. Vino pun mendekat kearah tiga gadis itu dengan berjalan santai.

Sedangkan kepala sekolah cemas dengan apa yang ingin di lakukan om dari Alana tersebut.

"Brengsek kecil - kecil sudah berani berbohong mau jadi apa kamu! Apa yang kamu bilang tadi gak kenal!" ucap Vino dengan mencengkram pipi Bella.

Bella yang di cengkram hanya bisa mengangguk dengan tatapan sedikit cemas.

"Mengaku atau kantor polisi kita sudah lihat rekaman CCTV, apa yang kamu lakukan terhadap Alana." ucap Vino setelah dia melepas cengkeramannya.

"Aku gak berbuat apa pun buat apa aku takut, om." ucap Bella kearah Vino.

"Om juga kenapa om diam saja Bella ponakan om lho dan om kepala sekolah di sini." ucap Bella kearah kepala sekolah.

Semua saling tatap saat mendengar jika Bella keponakan kepala sekolah dan Adrian langsung memperlihatkan rekaman CCTV kearah Bella dan dua orang temannya.

Wajah Bella pucat saat dia melihat rekaman itu tapi dia terus berpikir agar bukan dia yang di salah kan. Bella lupa jika di atas pintu masuk toilet ada CCTV nya.

"Terus kalau kita yang keluar dari toilet kita yang salah enak saja, kita ke toilet bukan mau ngerjain Alana tapi kita dari pipis." ucap Bella. dengan menyenggol lengan teman nya agar membenarkan ucapan nya.

"Iya kita dari pipis terus masuk ke kelas saat dengar bel berbunyi, lagi pula saat kita di. toilet gak ada siapa pun kok hanya kita bertiga." ucap Erni.

Sedangkan di luar ruangan kepala sekolah salah satu siswi yang tak sengaja mendengar apa yang terjadi di dalam ruangan tersebut dan langsung menyebarkan berita apa yang dia dengar.

Arga yang mendengar langsung berjalan menghampiri ruangan kepala sekolah, dia tak terima jika Bella bebas begitu saja tanpa hukuman karena sudah berusaha menyakiti adiknya.

"Mau kemana Ga?" tanya Bima saat melihat Arga akan pergi dari dekat nya.

"Keruangan kepala sekolah kamu gak denger apa, jika Bella gak ngaku kalau dia yang celaka'in Alan." ucap Arga.

"Denger." jawab Bima.

Bima mengerut kan dahi saat mendengar apa yang di katakan Arga, dia tau apa hubungan Arga dan Bella.

"Kamu mau belain si Bella?" tanya Bima.

"Najis.... Banget gue belain dia, yang ada gue mau dia dapat hukuman." jawab Arga dengan tegas.

Arga berjalan meninggalkan Bima yang menatap nya dengan tatapan heran saat mendengar apa yang di katakan oleh Arga. Saat sampai di depan ruangan kepala sekolah Arga mengetuk pintu ruangan dan melihat ayah dari Ken berada di dekat Bella.

Tok... tok...!

Cekrek

"Permisi pak saya boleh masuk?" tanya Arga dengan sopan saat berada di ruangan kepala sekolah.

"Masuk lah Ga ada apa?" tanya Vino kearah Arga.

Arga masuk dan menutup kembali pintu ruangan tersebut, sedangkan Bella yang melihat kedatangan Arga langsung mendekat agar Arga membantunya lepas dari tuduhan. Arga yang risih langsung melepas tangan Bella dari lengan nya.

"Lepas gue gak sudi di sentuh oleh luh lagi." ucap Arga dengan tatapan kesal.

Adrian yang melihat wajah kesal putra nya tau jika putra nya tak menyukai apa yang di lakukan oleh Bella.

"Ga semua orang fitnah aku." ucap Bella dengan tatapan sedih agar Arga membantu nya.

"Arga ada apa kamu masuk keruangan ini nak?" tanya Adrian ayh Arga.

"Arga cuma mau tunjukin rekaman ini pi, jika dia yang sengaja mengurung Alan saat Alan di toilet," ucap Arga.

Arga memberikan ponsel nya kearah Adrian yang berisi rekaman saat Bella mengakui apa yang sudah dia lakukan pada Alana, Vino yang ada di dekat Arga langsung mengambil ponsel Arga dan dia langsung memutar suara rekaman itu.

1
kalea rizuky
cepetan pergi kan moga dpet yg lebih tajir. lebih kaya dr Riski itu dan buat si Helen sepupu durjana makan itu Riski cwok kere
Anan Sah
Pintar banget Alan menyimpan semua rasa sakit nya sampai ga ada yang tau apa yang di rasakan sama Alan sehingga Alan memutuskan untuk pergi jauh dari keluarga...Semangat ya Alan...😍😍😍
Ani Rohayani
Alana terlalu pintar menyimpan rahasia alasan sebenarnya tentang kepergiannya ke Malaysia
Ani Rohayani
ya ampun Mahar kamu terlalu membesar besarkan masalah sampai akhirnya kamu sendiri terluka
Ani Rohayani
cinta pada pandangan pertama tuh saga😄
Ani Rohayani
ya ampun saga apa yang terjadi,kamu nabrak orang ya
Sahidah Sari
wih mantap nih Alana menang balapan sepeda,emng keren Alana!.
Riski kek nya suka sama Helen deh klu Alana tau orang yg dia suka justru ga suka sama dia gmn ya ,moga sikap Alana ga berubah ya klu tau
Sahidah Sari
Ken dan saga selalu menjadi pelindung bagi Alana dr siapa pun termasuk dr ayah nya sendiri,, mereka ga mau Alana knp2 padahal Adit hanya ingin Alana belajar bertanggung jawab atas apa yg dia perbuat.
Sahidah Sari
ya ampun Alana kelakuan nya bikin orang ngakak juga geleng geleng kepala tau, ada aja kelakuan nya buat pusing om nya ..
kalea rizuky
ambil aja Riski cwok miskin aja dihh Alana bisa dpet yg lebih
kalea rizuky
pergilah Alana yg jauh cari bahagia mu
Anan Sah
😍😍😍
SusiVikers
Ken kamu gak perlu khawatir ya, aku yakin Alana pasti baik² aja kok dia bisa jaga diri
doakan saja agar semuanya lancar ya
SusiVikers
sakit bgt ya pasti jadi Alana
apalagi Bagas emg langsung menjauh setelah pacaran sama Helen, lagian Helen juga apa-apaan sih kok kamu sampe segitunya sama Alana
toh Alana gak akan pernah rebut Bagas dari kamu ishhh ngeselin 😤😤
SusiVikers: lah iya haha
Bagas siapa coba ampun dah🤣🤣
total 2 replies
SusiVikers
aduh untung aja ya langsung banting stir kalo enggak bisa nabrak org tuh
tapi sayangnya kepala Alana malah jadi memar gitu ya
SusiVikers
alana kamu bner² pandai menutupi semua rasa sakit yg kamu rasakan
tapi mungkin ini pilihan kamu ya lan, semoga di Malaysia nanti kamu bisa jauh lebih bahagia ya Alana
Ratih Tyas
Alan pasti bisa jaga diri
Ratih Tyas
Mungkin Humaira jodoh Saga🤭
Ratih Tyas
Kok Helen jadi ngeselin ya
gak bisa jaga perasaan Alan malah pamer🙄
Estri Gunyani
Ken jangan kwatirkan Alan dia gadis yg pintar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!