NovelToon NovelToon
Kembar Tiga Sang CEO Dingin

Kembar Tiga Sang CEO Dingin

Status: tamat
Genre:Anak Kembar / CEO / Romansa / Tamat
Popularitas:458k
Nilai: 5
Nama Author: Julian_06

Alya Renatha tak pernah menyangka akan diceraikan oleh Leonhart Varellion, CEO dingin dari Leonhart Corporation yang menikahinya tanpa cinta. Saat ia pergi dari hidup pria itu, Alya tidak tahu bahwa dirinya sedang mengandung anak kembar tiga.

Bertahun-tahun berlalu. Alya kembali ke kota itu bersama ketiga putranya. Tanpa sengaja, mereka bertemu dengan Leon di sebuah lobi hotel.

“Om, mau nggak jadi Papa kami?” tanya ketiga bocah itu serempak—membuat Leonhart Varellion terpaku dengan tatapan datar, karena wajah mereka mirip dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julian_06, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mulai Perhatian

"Wah, papa kalian sangat tampan dan mama kalian juga cantik, pantas saja 3 kembar begitu tampan juga, ternyata mirip papanya."

Alya merasa kesal karena pria itu ternyata mengikutinya.

"Permisi, Bu Yanti, kami permisi dulu dan sampai jumpa besok."

"Bye-bye, Bu Guru."

Alya mengajak ketiga anaknya untuk berjalan keluar dari Fairy Care, sementara si kembar teringat jika pria itu yang mendorong dan membentaknya di hotel kemarin.

"Tolong jangan ikuti kami!" ucap Alya.

"Aku akan antar kalian pulang, sebentar lagi akan malam," jawab Leon.

"Tak perlu, kami bisa pulang sendiri," ucap Alya.

Pria itu tetap mengikuti mereka dan melihat ketiga kembar yang terus menoleh ke belakang seolah kepo dengan Leon.

"Wajahnya seperti aku, sangat mirip sekali."

"Jangan bercanda! Ini anak mantan suami keduaku dan tidak ada mirip-miripnya denganmu," ucap Alya.

"Benarkah?" tanya Leon, ia melihat wajah mereka yang bahkan ada mirip-miripnya dengan Rafael.

"Om, ngapain sih ikut kami? Aku nggak suka sama Om yang galak!" ucap Farid.

"Iya, Omnya kasar dan galak, kami nggak suka," sahut Fared.

Sementara Farad hanya diam saja, tapi dia sama kesalnya seperti saudara kembarnya yang lain kepada pria aneh itu.

"Siapa nama Papa kalian?" tanya Leon.

"Kami nggak punya papa," ucap Farid.

Saat bersamaan, mobil online yang dipesan Alya datang, Alya menggiring anak-anaknya untuk masuk ke dalam mobil. Setelah mereka semua masuk ke dalam mobil, Alya memandang ke arah Leon.

"Tolong jangan ganggu kami!" ucap Alya.

"Aku akan buktikan jika mereka adalah anakku. Batin antara ayah dan anak sangat kuat, kamu harus ingat itu, Alya Renatha," ucap Leon.

Mobil pun melaju meninggalkan Leon, sementara Alya masih menatap kaca spion mobil dan pria itu masih memperhatikan kepergian mereka. Tentu saja hal ini membuat si kembar tiga kepo kepada pria yang mengaku sebagai papanya tersebut.

"Om itu kenapa sih, Mah?" tanya Farad.

"Dia orang gila dan penculik, jangan dipedulikan!" jawab Alya.

"Ih bener.... kemarin aja dia marah-marah kepada kami," sahut Farid.

"Intinya dia penculik, kalian teriak saja jika dia tiba-tiba muncul di depan kalian," ucap Alya.

Sesampainya di rumah.

Alya membuka pintu kontrakan sederhana yang baru saja disewanya. Ketiga anak kembarnya yang berusia lima tahun langsung melompat ke dalam ruangan, mereka tampak begitu ceria dan tak menyadari bahwa kehidupan mereka telah berubah drastis.

"Kalian duduk di sofa dan nonton TV ya, Nak," kata Alya dengan senyum lelah, "Mama mau mandi dulu."

Ketiga anak kembarnya mengangguk dan duduk di sofa, sibuk menonton kartun yang sedang tayang. Sementara itu, Alya masuk ke kamar mandi. Saat air mengalir di tubuhnya, pikiran Alya melayang pada pertemuannya dengan Leon beberapa jam lalu.

Air mata Alya mulai mengalir dan bercampur dengan air yang menetes dari pancuran. Alya tak ingin ketiga anaknya tahu bahwa Leon adalah ayah kandung mereka. Dia takut akan dampak buruk yang akan terjadi pada anak-anak jika mereka mengetahui kebenaran itu.

Alya menghela napas, mencoba mengusir rasa sakit dan kekecewaan yang menyelimuti hatinya. Dia harus tetap kuat demi anak-anaknya. Mereka adalah satu-satunya alasannya untuk terus bertahan di tengah badai kehidupan yang kian mengganas.

Setelah selesai mandi, Alya keluar dari kamar mandi dan menemukan ketiga anaknya tertidur di sofa dengan TV masih menyala.

Dia tersenyum sambil mencium kening mereka satu per satu, lalu mematikan TV.

"Kalian adalah kekuatanku, Nak," bisik Alya dalam hati.

Beberapa saat kemudian.

Alya masuk ke dapur yang sederhana.

Pikirannya terasa berat, hari ini dia hanya bisa menyajikan makanan sederhana untuk anak-anaknya. Ia mengambil bungkus mie instan dari lemari dan mulai memasaknya dengan hati-hati. Tak lama, aroma mie instan menyebar ke seluruh rumah.

Si kembar, Farad, Fared, dan Farid, langsung merasakan aroma tersebut dan berlari ke dapur dengan wajah sumringah.

"Wah, hari ini kita makan mie instan ya,Mah?" tanya Farad dengan antusias.

"Iya, Nak. Maaf ya, hari ini Mama belum sempat belanja. Besok Mama janji akan masak makanan yang lebih enak. Kok kalian sudah bangun sih? Pasti karena mencium aroma mie ini, ya?"

"Iya, Mah. Wangi banget."

Mereka lalu duduk bersila di meja makan, menunggu makanan mereka disajikan.

Setelah mie instan siap, Alya menghidangkan makanan itu di piring untuk anak-anaknya. Farad, Fared dan Farid menyantap mie instan dengan lahap, serasa seperti makanan terlezat di dunia.

"Besok makan ayam goreng ya, Mah?"

tanya Fared dengan wajah polosnya.

"Oke, maafkan Mama ya hanya bisa memberikan makan malam ini pada kalian."

"Gapapa, Mah. Mama pasti juga capek bekerja, setelah ini mau kami pijat?" tanya Farad.

Alya tersenyum. "Tak perlu, Nak. Oh iya, kalian belajar apa saja di Fairy Care?"Mereka lalu bercerita banyak hal dan Alya mendengarkan. Dia senang jika anak-anaknya betah di Fairy Care sehingga ia bisa fokus bekerja tanpa mengkhawatirkan mereka.

Di sisi lain.

Leon terdiam menatap kertas yang ada di tangannya. Di dalamnya tertulis informasi tentang ketiga anak kembar yang bersama Alya.

Seketika rasa marah memuncak dalam dadanya, mengingat saat itu Alya sengaja menyembunyikan kehamilannya dari Leon.

"Sialan! Selama ini aku dibodohinya."

Leon teringat kala itu dia sering menyiksa Alya dari siksaan batin maupun fisik.

"Apa yang harus aku lakukan?"

Leon menggigit bibirnya, menahan rasa kesal yang menggebu-gebu. Tangannya gemetar saat memegang kertas tersebut. Betapa bodohnya dirinya tidak menyadari kehamilan Alya saat itu dan betapa kejamnya perempuan itu menyembunyikan kebenaran ini darinya.

"Tapi ini memang salahku, aku yang sudah membuatnya tertekan."

Rick datang dan melihat sang tuan yang merenung.

"Rick? Bisakah kamu mengambil sampel rambut 3 kembar itu? Aku ingin memastikan jika dia anak-anakku. Jika memang bukan maka aku tidak perlu menyesalinya," ucap Leon.

"Agak sulit mengambilnya karena pihak Fairy Care itu tetap akan melindungi murid-muridnya, lebih baik minta langsung kepada Alya," jawab Rick.

Leon melotot ke arahnya. "Dia tidak akan memberikan sampel rambut anak-anaknya. Hah! Jika kamu tidak becus maka aku yang akan mengambil sampel itu sendiri."

Tentu saja Leon orang yang keras kepala dan tidak bisa diatur, semakin cepat dia tahu maka semakin ia bisa melupakan kesalahan kepada Alya di masa lalu.

"Tugasmu cari tahu alamat tempat tinggal mereka," ucap Leon."Baik, saya akan mencarinya," jawab Rick.

Dia lalu memandang foto tiga anak kembar tersebut, dari melihat wajahnya saja ia yakin jika itu adalah anak kandungnya.

"Aku akan berubah jika kalian benar benar anakku," gumam Leon.

***

Keesokan harinya.

Pagi itu, langit cerah dan matahari bersinar terang. Alya bersemangat untuk membeli lauk matang di warung sekitar kontrakannya. Dia akan menyiapkan sarapan untuk ketiga anak kembarnya yang masih terlelap di rumah.

Alya melangkah dengan gembira membayangkan ekspresi wajah bahagia anak-anaknya saat menyantap lauk yang lezat.

Setelah memilih beberapa lauk, Alya membayar dan segera bergegas pulang.

Sesampainya di rumah, ia menyusun piring dan menghidangkan lauk yang baru saja dibeli. Tak lama, ketiga anak kembarnya sudah terbangun dan bergabung dengannya di meja makan.

"Mama, bau apa ini?" tanya Farad sambil mengucek matanya.

"Ada ayam goreng?" tanya Fared.

"Nggak ada, sayang. Makan ini dulu, ini juga enak kok," jawab Alya.

Mereka menikmati sarapan bersama dan si kembar tiga juga tidak protes.

"Sore nanti kita beli ayam goreng ya!"

"Asyik! Mama yang terbaik deh!"

Setelah itu Alya mengantar ke Fairy Care, dia harus berpisah lagi dengan anak-anaknya sampai sore nanti. Sesampainya di sana, Bu Yanti mengajak ketiga kembar itu masuk dan Alya menitipkan pada beliau.

"Jika si kembar nakal, marahi saja tak apa, Bu Yanti."

"Mereka baik kok dan penurut juga.

Jangan khawatir! Mereka berada di tempat yang tepat."

"Ya sudah, saya permisi dulu.""Bye-bye, Mama!" ucap si kembar bersamaan.

"Bye sayang."

Alya berjalan keluar dan air matanya menetes, ia masih tidak ikhlas anak-anaknya harus berpisah dengannya.

Di sisi lain.

Leon berjalan masuk ke Fairy Care tempat si kembar tiga berada

Sesampainya di Fairy Care, Leon segera mencari Bu Yanti.

"Bu Yanti, aku ingin bertemu dengan anak-anak saya yang kembar tiga itu," ujar Leon.

Bu Yanti mengerutkan keningnya heran.

"Bukankah Bapak Leon ini papa mereka? Kenapa harus datang ke Fairy Care untuk bertemu mereka?"

"Istri saya, Alya. melarang saya untuk bertemu anak-anak. Katanya saya tidak pantas untuk menjadi papa yang baik bagi mereka," ucap Leon berbohong.

"Baiklah Bapak, silakan temui mereka. Tapi tolong jangan menimbulkan masalah, ya."

Bu Yanti mengantar Leon ke ruang bermain, si kembar tiga sedang sibuk merakit lego padahal baru datang.

"Om?" tanya Farad terkejut.

"Hai," ucap Leon berusaha ramah.

Mereka justru ketakutan bahkan malas melihat wajah Leon.

"Om mau nyakitin kami, ya?" tanya Farid.

"Om kesini mau minta maaf saat kejadian itu. Om hanya...."

"Halah! Sudahlah! Om itu jahat, aku nggak suka Om!" ucap Fared.

Bu Yanti heran kenapa mereka memanggil dengan sebutan Om.

"Kamu siapa sebenarnya? Kamu bohong jika papa si kembar?" tanya Bu Yanti.

"Aku papanya."

"Bukan! Dia orang jahat, Om ini waktu itu dorong kami sampai jatuh," ucap Farad. "Benar, Bu! Om ini penjahat! Bahkan kata Mama, Om ini penculik," ucap Farid.

1
ceuceu
opa rafael kemana kok ngilang sememjak triplets SMP?
cuma ada oma riana jd pembantu menantunya gdang salad.
Lian_06: opa Rafael hanya tokoh pelengkap aja, jadi gak terlalu sering muncul
total 1 replies
ceuceu
egois alya,anak kecelakaan teteo aj keras kepala
ceuceu
Lagian alya batu banget,udh tau sore nyuru anak" pulang,selingkuh ga di benarkan,tapi itu ga sampe selingkuh yg kebablasan,selama rujuk leon ga pernah selingkuh kn,maafin leon dong alya jg batu.
ceuceu
fared emang nakal di banding yg lain,kadang di anggao wajar oleh orangtua,tapi anak makin bandel
ceuceu
alya leon anak banyak knp ga tinggal dirumah yg besar ya?
biar nyaman ada halaman nya untuk keluarga dgn anak banyak
ceuceu
ga ada kapoknya fared
ceuceu
ampun dah bocil masih piyik cinta"an
ceuceu
Lah kocag fared katanya ga cengeng/Facepalm/
ceuceu
tega ya leon ga ngasi nafkah mamanya/Frown/
sesalah apapun ibu jgn tega begitu membiarkan dia kerja sm menantunya.
ceuceu
triplets gen leon /Grin/
ceuceu
kenapa ya alya manggil suami namanya,ga pakai bahasa santun misalnya mas gitu,aga ga sopan ke suami
Lian_06: Itu lebih ke penulisan sih, kadang pake mas kadang pake nama nya Leon gitu.
total 1 replies
ceuceu
bengek si kembar.absurd/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Lian_06: emang kelakuan kembar bikin ngakak🤣
total 1 replies
ceuceu
Mahar itu kn mas kawin bahasa arab,knp nikah di gereja pakai kata mahar thor?
klw nikah di grreja artinya agama kristen.
yg menikahkan penghulu,biasanya klw nikah di gereja pendeta
aga membingungkan
Lian_06: Ouh terimakasih ya koreksi nya nanti diperbaiki 🤗😄
total 1 replies
ceuceu
ikutan nangis sedih bgt jadi alya/Sob/
Lian_06: Jujurly iya😭, jadi makin berharap Alya bahagia rasanya :)
total 1 replies
popy suprijati
🤣🤣🤣🤣
Mazree Gati
karena leon kaya aja alya mau balikan walu pernah di sakiti,coba kere,ogah
Ida Lailamajenun
masak sekelas CEO takut jika diusir dari perusahaan nya pasti bisa mandiri la dan kita lihat apakah uang bisa membahagiakan rafael jika anak dan cucu nya gk ada
Ida Lailamajenun
banyak typo thor terutama typo nama
Lian_06: Iya terima kasih kritik nya ya, nanti saya revisi lagi😁. btw bagaimana dengan cerita nya nih
total 1 replies
Ida Lailamajenun
nah harus bgn Leon ada saingan 😄biar modar kebakaran bulu liat ada laki lakj lain yg mau sama Alya
Ida Lailamajenun
ck dah mantan aja masih meresahkan bagi Alya,harus nya othor hadirkan laki laki baik buat Alya setelah jd mantan Leon biar kebakaran bulu tuh mantan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!