[CH 01-145 END]
Apa yang akan kau lakukan jika kau terjebak di dalam tubuh Putri Mahkota yang sangat dibenci oleh Sang Pewaris Tahta?
****
"Dimana ini?" Pertanyaan itu terlontar bersamaan dengan kebingungan sang gadis menatap sekelilingnya, tempat itu begitu asing dan bisa ia bilang sedikit kuno.
"Nona sudah sadar?"
Gadis itu mengernyit kebingungan saat di depannya ada orang dengan pakaian kuno.
"Apakah kita sedang syuting drama kolosal?"
Gadis itu kebingungan, pasalnya hal terakhir yang ia ingat adalah terjun ke danau karena menghindari ibunya. Ia kira ia sudah mati tetapi jika mati tidak mungkin ia masih bisa bernafas dan bertemu dengan manusia juga bukan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Miss_Kha11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 12
Haerin melangkahkan kaki nya pelan menuju ke kediaman Seja, tadi Ratu Guangxin meminta nya untuk mengajak Hwan pergi Berjalan jalan untuk sekedar menenangkan pikiran, Ratu Guangxin memang tidak pernah tahu bukan tetapi lebih tepatnya memang tidak ingin tahu seperti apa buruknya hubungan Hwan dengan Haerin yang sangat buruk. Dan sekarang? Yang benar Saja jika Ia harus menghampiri Hwan dan mengajak nya untuk berjalan jalan, justru kata kata tajam dan tatapan Sinis yang akan ia terima. Dah Haerin sudah cukup lelah dengan itu.
Begitu sampai di dalam ia tak menemukan Hwan disana, huh kemana lagi Hwan pergi? Lalu tatapan beralih kepada surat dan gulugan gulungan yang terlihat tersebar tidak beraturan di meja kerja Hwan. Haerin sangat penasaran karena terlihat sangat banyak gulugan dan surat surat.
Diambilnya sepucuk surat yang jatuh dari meja, ia membacanya dengan teliti dan ternyata surat itu berisi laporan yang Haerin sendiri tidak paham maksud dan tujuan Surat itu. Singatnya Surat itu seperti membritahukan Seja jika penjahat sebenarnya belum ditemukan. Penjahat? Siapa yang penulis surat itu maksud?
Srek....
Pintu terbuka menampakan sesosok jendral Min orang kepercayaan Seja.
"Mama, sedang apa anda disini?" Tanyanya heran.
"Tidak ada, Ah iya kenapa disini banyak sekali surat dan surat ini isinya sangat aneh" ucap Haerin menunjuk meja itu.
"Anda tidak perlu mengetahui nya Mama, lagian kami sudah menyerah"
Menyerah?
Penjahat?
Apa maksud semua itu?
"Ah aku tahu kau dan Seja pasti tengah mencari Pembunuh Jeonha kan?"
Jenderal Min menghela nafas, Calon Ratu barunya ini sangat cerdas.
"Anda benar Mama, tetapi kami telah menyerah tidak ada petunjuk sama sekali"
"Tapi mengapa kalian mencari pembunuh itu diam diam bukankah pengadilan Istana juga masih mendalami kasus itu?"
"Seja tidak percaya dengan ketua pengadilan, karena memang Ketua pengadilan selama ini tidak pernah jujur"
"Lalu kalian benar benar menyerah?"
"Ye Mama, kami menghabiskan waktu yang sangat banyak diluar untuk mencari tahunya tetapi sepertinya itu semua sia sia, bahkan kami telah mendatangi keluarga semua orang yang telah dicurigai. Dan saat anda mengira Seja pergi menemui Nona Nae ri, Anda salah Mama. Seja dan aku pergi untuk mencari berbagai petunjuk"
Ah jadi Seja pergi bukan untuk menemui Nae ri. Ada sedikit rasa lega di hati Haerin. Tetapi itu tetap percuma saja. Ia bukanlah apa apa untuk Hwan. Dan itu juga tidaka akan sedikitpun mengubah keadaan.
Haerin meletakan surat di tanganya lalu mengambil sepucuk surat lain dan membaca nya. Lalu-
"Apakah dayang yang bunuh diri itu memiliki keluarga?" tanya Haerin.
"Memangnya ada apa Mama?"
"Dayang itu diperintahkan untuk memasukan racun dan menjadi satu satu nya kunci, dan karena ia bunuh diri ku yakin ia pasti telah bercerita kepada keluarganya soal masalah ini. Bukan tidak mungkin jika keluarganya mengetahui masalah ini"
"Huh, Kenapa aku tidak berpikir ke situ dari awal"
"Aku akan diam diam mencari tahu tentang keluarga dayang itu, sebaiknya jangan sampai ada yang mendengar jika kita akan mendatangi keluarga dayang itu, aku tidak mau mereka dibunuh sebelum kita sempat untuk bertanya"
Ucap Haerin kembali.
"Ah Mama, sebaiknya anda tidak perlu terlibat dalam masalah ini, biarkan Saya dan Seja yang mengurusnya. Anda sudah sangat membatu dengan pernyataan anda itu"
"Aku akan tetap membantu"
⿴⃟۪۪⃕᎒⃟ꕤTHE PRINCE WOMAN⿴⃟᎒⃟ꕤ
Disinilah mereka berdua sekarang, di desa terpencil tetapi masih belum keluar dari Ibu kota hanyang. Mereka mengunakan pakaian bangsawan biasa agar tidak terlihat terlalu mencolok di keramaian dan juga agar tidak ada yang mengenal mereka. Kenapa mereka hanya berdua? Jawabanya adalah karena Jenderal Min harus menemani tamu dari kerajaan tetangga. Jadi Hwan dan Haerin hanya pergi berdua Saja. Sebenarnya Hwan juga memiliki janji dengan beberapa Perdana Menteri. Tetapi mendengar Haerin tetap akan pergi walaupun sendirian membuat Hwan membatalkan pertemuan itu. Ia tidak mungkin membiarkan gadis keras kepala itu pergi sendirian.
"Kau yakin ini rumahnya?" tanya Hwan.
"Sepertinya benar, jika memang salah kita bisa mencarinya lagi bukan?"
Mereka mengetuk pintu, dan setelah beberapa menit tidak ada yang membuka pintu. Rumah itu terlihat sangat rapuh dan mungkin beberapa tahun lagi akan roboh, tetapi terlihat sangat bersih dan rapi.
Ceklek,
Akhirnya ada yang membuka pintu, seorang wanita paruh baya yang terlihat berumur 50 tahun. Ia sepertinya sangat heran dengan tamu yang datang ke rumah nya kali ini. Tetapi ia juga tidak tahu jika yang datang adalah calon Raja dan Ratu negrinya.
Wanita itu mempersilahkan Hwan dan Haerin masuk ke dalam rumahnya, dan keadaan di dalam rumah juga tidak jauh berbeda dengan kondisi di luar.
"Ada perlu apa Doryong-nim dan Agasshi datang ke gubuk kecil saya?"
"Kami ingin bertanya sesuatu kuharap Eomoni bersedia menjawabnya dengan jujur" cuap Haerin pelan.
Wanita itu mengangguk, lalu tersenyum.
"Ini mengenai kematian putri eomoni" ucap Haerin lagi.
Mendegar ucapan Haerin. wanita paruh baya itu kembali menangis, ia teringat lagi mendiang putrinya yang mati karena sebuah pengorbanan. Mati dengan menyandang gelar pembunuh padahal memiliki hati yang sangat baik. Haerin mengelus pelan punggung wanita itu menyalurkan dukungannya.
"Apakah kau mengetahui sesuatu?" kali ini Hwan menimpali.
Wanita itu terlihat ketakuksn untuk berbicara, ia menunduk dalam dan mengunci rapat mulunya. Ingin menjaga rapat rahasia milik putrinya.
"Kami bukanlah orang jahat Eomoni, kali dari pihak istana ingin mengungkap dalang kasus besar itu"
Mendengar ucapan Haerin tersebut Sang wanita paruh baya perlahan menatap manik mata Haerin. Mencari setitik kebohongan dan ia tidak menemukanya.
"Tae ri adalah gadis baik, ia tidak pernah berbuat jahat apalagi mau memasukan racun itu. Tetapi beberapa hari sebelum Tae ri bunuh diri ia datang kesini. Aku sangat heran karena tidak biasanya ia pulang. Dan malamnya ia menangis kepadaku dia bilang telah melakukan dosa besar. Dia juga sempat merancau mengenai Perdana mentri Yoon dan Kepala pengadilan Kang"
"Sudah kuduga" ucap Hwan terlampau lirih.
Selama ini Hwan memang curiga dengan gerak gerik mereka, terlebih Kepala pengadilan Kang yang sepertinya terlihat menutupi dan menghilangkan bukti sehingga membuat kasusu menemui jalan buntu. Dan ternyata memang benar dalang nya adalah mereka.
Tanpa kata kata Hwan langsung beranjak meninggalkan rumah itu membuat Haerin mendelik. Sangat tidak sopan sekali. Tetapi Hwan sudah terlanjur tersulut emosi dan akan segera memberikan hukuman untuk Mereka berdua.
"Terima kasih Eomoni anda sangat membantu, kami permisi" ucap Haerin lalu pergi mengejar Hwan.
"Tunggu"
Diraihnya pergelangan tangan, ia tidak ingin Hwan gegabah mengenai masalah ini. Hwan menatapnya dengan tatapan yang seakana berkata ada apa?
"Jangan gegabah"
"Apa maksudmu, pembunuhnya telah ditemukan dan kau melarangku untuk membunuhnya"
"Akan lebih baik penjahat seperti itu disiksa sampai akhir hayatnya, jika ia langsung dibunuh ia pasti tidak akan menemukan penyesalan apapun"
Hwan menganguk, Meamng benar akan lebih bagus jika Mereka merasakan pedihnya kejahatan mereka sendiri dengan penyiksaan. Dan juga membuat jera para pejabat lain agar tidak berhianat pada kerajaan. Lagian juga banyak sekali korupsi yang mereka lakukan bukankah itu akan membuat hukuman mereka tambah berat.
𖥨ํ∘̥⃟❍ིི۪۪⃕۫۫͜ TBC⸙۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪ࣤ ⃝༘⃕☬️
☬️Maaf klo masih banyak kesalahan,typo, kesalahan EYD,dsb. tolong bantu koreksi, mari kita belajar bersama:)
☬️Dont forget to coment and vote, hargai karya saya. Ditunggu juga kritik dan saranya.
☬️Dan mengingatkan lagi Cerita ini hanyalah fiktif belaka tidak menceritakan sejarah yang telah terjadi kapanpun dan dimanapun. tetapi murni fiksi dari pemikiran saya.