NovelToon NovelToon
Sistem Kultivasi Raja

Sistem Kultivasi Raja

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sistem / Mengubah Takdir / Kelahiran kembali menjadi kuat / Harem / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Myuran

Ling Yuan melihat bagaimana keluarganya dibantai di depan matanya sendiri. Hidupnya yang dipenuhi dendam dan kebencian membuat dirinya bertekad untuk membalaskan kematian keluarganya.

Mendapatkan kekuatan dari sebuah artefak yang mampu membuatnya menjadi lebih kuat dengan sistem kultivasi, Ling Yuan akhirnya menjadi kultivator yang disegani di dunia persilatan.

Namun belum lama ia membantai banyak organisasi kriminal dengan kekuatan barunya, dirinya sudah dijebak oleh mereka dengan cara mengepungnya.

Ling Yuan terbunuh di sana namun ternyata itu bukanlah akhir dari kisahnya.

Ling Yuan terlahir kembali tepat sebelum keluarganya terbunuh. Menyadari ada kesempatan untuk mengubah takdirnya, Ling Yuan berusaha menjadi lebih kuat dan melindungi keluarganya di kehidupan keduanya ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Myuran, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps. 12 — Berdarah Dingin

Ling Yuan tidak menduga Lian Hua akan berniat untuk membunuh lawan-lawannya, ia bisa melihat setiap serangan gadis itu kini terarah pada bagian vital.

Tidak hanya Ling Yuan tetapi kelompok pria berotot itu juga tak kalah terkejutnya, tatapan mereka pada Lian Hua kini berubah, dipenuhi ketakutan.

Tidak ada yang menghentikan Lian Hua, terlebih semuanya terjadi begitu cepat. Lian Hua yang sedang menggunakan jurusnya langsung menghabisi kelompok pria berotot itu usai mereka kehilangan senjatanya.

'Gadis ini...' Ling Yuan menahan nafasnya.

Ling Yuan pikir ia sudah mengenal Lian Hua dengan baik setelah dua tahun bersamanya, ia tidak menyangka gadis itu memiliki sisi dirinya yang lain.

Dalam sekali lihat saja, Ling Yuan bisa menilai gadis itu tidak memiliki keraguan dalam membunuh padahal para kriminal sekalipun biasanya akan tetap merasa ragu ketika mereka ingin mengambil nyawa seseorang.

Hal ini biasanya terjadi karena dua hal, pertama orang tersebut sudah banyak membunuh hingga ia menjadi terbiasa dengan tindakan tersebut lalu kedua adalah mereka yang berdarah dingin sejak lahir, dalam artian lain seseorang tersebut biasanya tidak akan ragu ketika menghabisi musuhnya.

"Guru, kenapa kau membunuh mereka?"

Ling Yuan langsung berjalan mendekati Lian Hua karena pembunuhan gadis itu membuat para pengunjung di restoran menjadi ketakutan.

Mereka menganggap Lian Hua lebih menakutkan dibandingkan kelompok pria berotot itu, apalagi melihat tatapannya yang seperti terselimuti oleh kegelapan.

"Orang-orang seperti mereka hanya akan membahayakan orang lain di masa depan jika dibiarkan hidup. Aku hanya mencegahnya agar mereka tidak melakukan hal tersebut..." Lian Hua kemudian memeriksa jasad pria berotot itu.

Dahi Ling Yuan mengerut mendengar jawaban gadis itu, ia tidak percaya Lian Hua akan berkata demikian.

"Itu adalah ajaran dari guruku Yuan'er... Dan kupikir aku juga sependapat dengan ajarannya." Tambah Lian Hua saat melihat kebingungan dari wajah Ling Yuan.

Lian Hua kemudian menemukan beberapa uang yang terdapat di kantong pria berotot dan rekan-rekannya, sesudah mengumpulkannya, gadis itu kemudian menyerahkan uang tersebut pada pelayan restoran.

"Ini adalah bayaran untuk ganti rugi atas kerusakan yang aku perbuat." Jelas Lian Hua.

Memang pertarungan Lian Hua dan pria berotot itu membuat restoran mengalami beberapa kerusakan.

Pelayan restoran menerima itu dengan sedikit ketakutan, tidak ada lagi seseorang yang terpesona kecantikan gadis tersebut setelah menyaksikan tindakannya saat ini.

Membutuhkan beberapa saat untuk para pengunjung restoran bisa bergerak kembali, melihat Lian Hua sepertinya bukan orang jahat meskipun sudah membunuh, mereka bisa sedikit bernafas lega.

"Hm, bukankah mereka perampok gunung yang berada di sekitar kawasan kota ini, kenapa mereka ada disini?"

Salah satu pengunjung ada yang mengenali pria berotot itu setelah melihat ada tatto di tubuhnya.

"Kau mengenalnya?" Tanya pengunjung yang lain.

"Ya, aku punya seorang teman yang bekerja sebagai pedagang, dia harus kehilangan semua barangnya ketika melakukan perjalanan jauh karena dihadang oleh sekelompok perampok. Salah satu ciri kelompok perampok itu adalah mereka memiliki tatto di tangan kanannya."

Pengunjung itu menjelaskan bahwa perampok gunung itu telah meresahkan masyarakat terkhususnya para pedagang, tidak sedikit ada yang kehilangan nyawa karena ulah mereka.

Tidak mereka sangka, kelompok kriminal itu kini telah binasa oleh Lian Hua dan menyisakan dua anggotanya lagi.

Tidak lama berselang, Tianba memasuki restoran dengan nafas yang terputus-putus, para pengawalnya juga terlihat panik saat memasuki restoran.

Tianba tengah berkomunikasi dengan pedagang dipasar saat ia mendengar kabar ada pertarungan di restoran. Tianba yang mengetahui cucunya ada di sana langsung berlari sekuat tenaga, khawatir cucunya tersebut kenapa-napa.

Tidak Tianba sangka, setelah ia disana dirinya sudah menemukan banyak jasad serta dua perampok yang sudah tidak berdaya lagi.

"Yuan'er..." Tianba berhambur memeluk Ling Yuan. "Apa yang terjadi, apa kau tidak apa-apa?"

"Aku baik-baik saja Kek." Ling Yuan tersenyum lembut.

Dua pengawal yang bersama Ling Yuan kemudian langsung menceritakan kejadian sebelumnya, ekspresi Tianba terkejut ketika mendengar Ling Yuan mampu mengalahkan para perampok tersebut.

"Ini..."

Disisi lain, Lian Hua memeriksa dua perampok yang kini sudah tidak berdaya akibat pukulan Ling Yuan. Mereka mengalami cedera dengan beberapa tulang rusuk yang patah.

Yang mengejutkan Lian Hua bukan cederanya tetapi kondisi dantian mereka yang kini sudah hancur.

"Yuan'er, apa kau mengetahui apa yang telah kau perbuat?"

"Aku hanya memberikan pukulan pada perut mereka Guru?" Ling Yuan memasang ekspresi polos.

Lian Hua menggelengkan kepala. "Dantian mereka telah musnah, pukulan mu menghancurkan dantian mereka."

Tanpa dantian, seorang kultivator tidak dapat menyerap qi lagi, dalam artian lain Ling Yuan telah menghancurkan ilmu beladiri mereka.

Dalam dunia kultivator, tindakan Ling Yuan sebenarnya sangat tabu untuk dilakukan, bahkan para kriminal paling kejam sekalipun tidak akan berbuat demikian.

Alasannya sederhana karena bagi para kultivator menghancurkan dantian di tubuh mereka lebih buruk dari kematian. Di dunia persilatan yang kejam, mereka tidak akan bisa hidup lebih lama.

Ling Yuan pura-pura tidak mengetahui apa yang terjadi namun sebenarnya dalam hati hal tersebut memang bagian dalam rencananya.

Ling Yuan sadar tindakannya sangat tabu dilakukan kultivator tetapi dirinya juga mempunyai alasannya tersendiri.

Sama seperti Lian Hua, Ling Yuan tidak berniat membiarkan para perampok itu kabur, setidaknya jika ia tidak membunuh mereka maka ia harus melumpuhkan kekuatannya.

Kultivator bagaikan seorang dewa di kota kecil seperti Kota Verhia, kekuatan mereka sangat disegani. Misalnya kelompok perampok ini, semua dari mereka adalah kultivator, meski jumlah mereka hanya 12 orang tetapi kekuatan tersebut cukup untuk mengalahkan seperempat dari pengawal yang dimiliki Keluarga Ling.

Tentu saja semakin tinggi kekuatan maka semakin sulit juga untuk mengalahkannya, dibeberapa kasus, satu kultivator bisa menghabisi seribu orang biasa tanpa kesulitan.

Lian Hua meletakkan tangannya pada dua perampok yang tersisa sebelum mengalirkan qi ke tubuh mereka.

Dengan pengendalian qi, Lian Hua mampu menyembuhkan cedera para perampok tersebut meski tidak seluruhnya. Setelah merasakan rasa sakitnya berkurang, barulah dua perampok itu menyadari apa yang terjadi pada diri mereka.

"Qi'ku... Kenapa tiba-tiba menghilang?!"

"Tidak mungkin, kenapa aku tak bisa mengumpulkan qi kembali?!"

Dua perampok itu menjadi panik, ia seolah melupakan bahwa sekarang dirinya sedang mengalami cedera.

Lian Hua menghela nafas, ia memukul tengkuk leher keduanya yang membuat mereka langsung tak sadarkan diri, kedua perampok itu mendadak menjadi histeris saat sadar dantian mereka sudah rusak.

Inilah kenapa dantian sangat berarti bagi para kultivator, menyadari fakta mereka tak bisa berkultivasi lagi cukup membuat mereka menjadi depresi.

Dua perampok itu kemudian dibawa oleh para pengawal Tianba untuk dijebloskan ke penjara, setelah mengetahui kekuatan mereka telah hilang barulah para pengawal itu mau membawanya pergi.

1
Pajar
Gak nyangka bisa ketawa terbahak-bahak saat baca ini😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!